Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat ELSUNNAH, tahukah sahabat bagaimana besarnya dosa riba itu?

Untuk mengetahui seberapa besar dosa ribu itu, marilah kita simak sabda kekasih kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اَلرِّبَا سَبْعُوْنَ حُوْبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ

“Riba itu memiliki tujuh puluh tingkatan dosa, yang paling ringan seperti seseorang yang menyetubuhi ibunya.” (HR. Ibnu Majah, shohih)

Sahabat, bukankah berzina dengan wanita lain merupakan dosa besar? Lalu bagaimana berzina dengan ibu kandung sendiri? Tentu lebih besar dosanya dan lebih dahsyat siksanya. Kalau begitu, mengapa banyak orang rela dan bersuka ria melakukan *transaksi riba yang dosanya lebih besar dari berzina dengan ibunya!*

Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan dosa yang sangat besar ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Hakikat ta’aruf

Ta’aruf yang dimaksud di sini adalah proses saling mengenal antara dua orang lawan jenis yang ingin menikah. Jika di antara mereka berdua ada kecocokan maka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan namun jika tidak maka proses pun berhenti dan tidak berlanjut.

Islam tidak melarang ta’aruf, dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Anas bin Malik bahwa Al-Mughirah bin Syu’bah ingin menikah seorang wanita, maka Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – berkata kepadanya, “Pergi lalu lihatlah dia, sesungguhnya hal itu menimbulkan kasih sayang dan kedekatan antara kalian berdua.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no 1938 dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani – rahimahullah – dalam Shahih Ibnu Majah)

Rambu-rambu ta’aruf Read the rest of this entry »

Sahabat ELSUNNAH, ketauhilah bahwa satu ekor kambing sudah cukup untuk kurban satu keluarga, dan pahalanya bisa mencakup seluruh anggota keluarga sekalipun jumlah mereka banyak, mencakup baik masih hidup dan yang sudah meninggal.

Hal ini sebagaimana hadits dari Abu Ayyub radliallahu ‘anhu,

كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, shahih).

Jadi sahabat tidak perlu mengkhususkan kurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu. Misalnya, kurban tahun ini untuk bapaknya, tahun depan untuk ibunya, tahun berikutnya untuk anak pertama, dan seterusnya. Sungguh ini merupakan karunia dan kemurahan Allah yang sangat luas sehingga tidak perlu dibatasi dengan satu orang tertentu.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, berqurban adalah perintah Robbul Alamin. Allah ta’ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).

Ia adalah ibadah yang sangat agung dan mulia, bahkan ia tidak sebanding dengan sedekah senilai qurban itu sendiri. Engkau berqurban dengan hewan qurban senilai 3jt masih jauh lebih mulia daripada berinfak senilai 3 juta. Bahkan seandainya ia menambahkan sedekahnya senilai lebih dari itu tetap tidak bisa menyamai keutamaan kurban.

Ulama Malikiyyah menegaskan bahwa ibadah qurban lebih utama daripada memerdekakan budak, walaupun ditambah nilainya berlipat-lipat dari harga qurban.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhal daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut.”

Lihat Talkhish Kitab Ahkamil Udhiyah wadz Dzakaah, hal. 11-12 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2: 379

Oleh karena itu sahabat, kenapa kita masih enggan untuk kurban jika memang memiliki kelebihan harta.

Yuk kita lihat kembali rekening dan simpanan kita jika memang ada kelebihan maka berkurbanlah karena kita tidak tahu apakah kita masih menjumpai dzulhijjah tahun depan atau tidak.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang utama. Pada hari-hari tersebut disyariatkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …” (al-Hajj [22] : 28)

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. (HR. Ahmad).

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

Yuk kita perbanyak takbir, tahlil, dan tahmid di hari-hari ini. Sambil kita mengendarai motor/mobil, sambil masak, sambil mengetik, dan aktivitas-aktivitas lainnya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, tahukah sahabat bahwa 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang istimewa?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya, Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ? Beliau menjawab ,Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, marilah kita bersemangat untuk melaksanan berbagai ibadah sholat, berpuasa, tilawah, berinfak, dan sebagainya.

Bersemangatlah sebab amalan-amalan pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Jangan Sombong

Jangan Sombong

Sahabat, jauhilah sikap sombong yang akan membinasakanmu. Sombong yang dimaksud di sini adalah sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jelaskan. Beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji dzarroh”. Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Mungkin sedikit di antara kita yang sombong terhadap al haq, akan tetapi sering kali kita terjatuh dalam sombong merendahkan orang lain. Kesombongan semacam ini bukan hanya menimpa orang kaya terhadap orang miskin, tetapi kadang pula menimpa seorang tholabul ilmi yang menuntut ilmu syar’i

Syaikh Salim bin Ied al Hilali mengatakan, “Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain. (Bahjatun Nadzirin, I/664)

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat EL-SUNNAH, jasa orang tua sungguh sangat besar. Sudah semestinya bagi kita untuk bisa berbakti dan membalas jasa-jasanya.

Ketauhilah sahahat ada amalan yang sangat mudah yang bisa kita lakukan untuk bisa mengangkat derajat orang tua kita di surga. Dan sungguh inilah yang lebih bermanfaat dan menggembirakan mereka ketimbang pemberian-pemberian duniawi kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ
فَيَقُولُ:
أَنَّى لِي هَذَا؟
فَيُقَالُ:
بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ.

“Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga. (Orang tersebut merasa heran) dan  bertanya, “Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini?” Maka dikatakan padanya, “(Ini semua) karena istighfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.” (HR. Ahmad, shohih)

Masya Allah… sungguh ini akan menjadi pemberian istimewa bagi orang tua kita. Maka sebagai anak yang berbakti jangan lupa di setiap doa-doa kita, di sholat kita mohonkanlah ampun untuk kedua orang tua kita.

Semoga kita bisa melaksanakan amal yang mudah ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Awas Qoza

️Sahabat ELSUNNAH, akhir-akhir ini banyak di kalangan para pemuda model potongan rambut mowhak yang dalam istilah syar’i disebut Qoza. Bahkan sampai anak-anak kecil pun ikutan memiliki model rambut seperti ini entah keinginannya sendiri atau bahkan orang tuanya yang memilihkan model rambut seperti itu.

Qoza adalah memotong rambut secara tidak rata sehingga sebagian dicukur habis (dibotaki), sebagian lainnya tidak dipotong atau dibiarkan panjang.

Tahukah sahabat bahwa potongan rambut model qoza ini dilarang di dalam Islam. Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda,

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Ibnu ‘Umar mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْقَزَعِ. قَالَ قُلْتُ لِنَافِعٍ وَمَا الْقَزَعُ قَالَ يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.” Aku (Umar bin Nafi’) berkata pada Nafi’, “Apa itu qaza’?” Nafi’ menjawab, “Qaza’ adalah menggundul sebagian kepala anak kecil dan meninggalkan sebagian lainnya.” (Shohih Muslim no. 2120)

Semoga kita bisa menghindari diri-diri kita dan anak-anak kita dari potongan rambut yang dilarang kekasih kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Allah ta’ala telah memberikan kepada kita kesehatan, harta, dan kekayaan. Oleh karena itu, wajib atas kita untuk bersyukur kepada Allah ta’ala dengan menjalankan ketaatan-ketaatan kepadaNya dan menjauhi kemungkaran-kemungkaran.

Ketauhilah sahahat bahwa Allah ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwasanya kemaksiatan dapat melenyapkan kekayaan, menyebabkan kefakiran, kemiskinan, dan kelaparan.

Allah ta’ala berfirman,

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga mengabarkan bahwa dosa menjadi sebab terhambatnya rezeki. Beliau bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Sesungguhnya seseorang terhalangi dari rezekinya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, al-Hakim, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim serta disetujui penshahihannya oleh adz-Dzahaby)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah (instrispeksi diri) sesaat sebelum tidur.

Umar bin Khoththob rodliallahu ‘anhu berkata,

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal”

Sahabat, kita tidak tahu apakah setelah kita terlelap tidur di malam hari kita bisa bangun kembali di pagi harinya. Oleh karena itu, hendaknya kita menghisab dan mengevaluasi diri-diri kita terhadap segala sesuatu yang telah kita perbuat seharian.

Jika kita dapatkan perbuatan baik maka hendaknya kita memuji Allah ta’ala. Dan jika sebaliknya, maka hendaknya kita segera memohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya. Bertaubatlah malam itu juga, dan jangan sampai menunda nanti.

Semoga kita kita bisa merutinkan aktifitas sesaat ini sebelum kita tidur.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, ketauhilah bahwa tidak ada yang dapat menjaga keamanan suatu negeri dari adzab Allah ta’ala melebih para da’i yang senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi. Hal ini sebagaimana yang Allah ta’ala firmankan,

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara dzalim, sedang penduduknya orang-orang mengadakan perbaikan.” (QS. Hud: 117)

Sahabat ELSUNNAH, mari kita perhatikan ayat yang mulia di atas. Pada ayat tersebut Allah ta’ala tidak mengatakan,

وَأَهْلُهَا صَالِحُوْنَ

“Sedang penduduknya adalah orang-orang baik (sholihun)”

Akan tetapi Allah ta’ala mengatakan,

وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Sedang penduduknya adalah orang-orang yang MENGADAKAN PERBAIKAN (muslihun)”

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره

Orang yang SHOLIH yaitu orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri, sedangkan MUSLIHUN adalah orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya dan juga orang lain.

Wahai sahabat maka jadilah muslihun, yaitu orang-orang yang tidak hanya beramal sholih sendiri, tetapi juga sekaligus mengajak orang lain untuk berbuat kesholihan dan mengingatkan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan.

Oleh karena itu, Allah ta’ala memerintahkan umat yang mulia ini agar ada di antara mereka yang memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, IV/589)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

doa dalam diam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Sebagian salaf dahulu, apabila ingin meminta sesuatu untuk dirinya sendiri, maka dia akan memintakan hal yang sama untuk saudaranya. Karena doanya terhadap saudaranya akan dikabulkan dan iapun mendapatkan hal yang sama”
(Syarh Muslim 18/49)

Sahabat ELSUNNAH, oleh karena itu bila engkau menginginkan sesuatu apapun itu, maka ingatlah hal ini. Berdo’alah agar Allah mengaruniakan hal yang sama untuk saudaramu. Maka malaikat akan mengaminkan do’amu dan memohonkan permintaan yang sama untukmu. Sehingga saudaramu mendapatkan do’a darimu sementara engkau mendapatkan do’a dari malaikat. Engkau mendapatkan doa dari makhluk yang mulia yang didekatkan oleh Rabbnya.

Sebagai contoh jika engkau menginginkan memiliki rumah, maka doakanlah siapa saja dari saudara muslimmu supaya dia dikarunikan Allah ta’ala rumah. Pada saat itu malaikat sedang mendoakan untuk dirimu supaya engkau dikaruniai sebuah rumah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com⁠⁠⁠⁠

Sahabat ELSUNNAH, ketauhilah bahwa kebahagiaan dunia bukan ditentukan karena banyaknya harta semata. Tidak selalu orang kaya itu bahagia, pun demikian sebaliknya tidak setiap orang miskin itu sengsara.

Allah ta’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik….” (QS. An-Nahl: 97)

Dalam ayat tersebut Allah ta’ala TIDAK berfirman,

“Barangsiapa yang mengajarkan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan, maka sungguh akan kami lapangkan rezekinya dan kami berikan kepadanya harta yang banyak.”

Akan tetapi Allah ta’ala berfirman, “Niscaya kami berikan kehidupan yang baik” entah dengan harta yang banyak ataupun dengan harta yang sedikit. Maka baik dia miskin ataupun kaya kalau dia beramal sholeh maka dia akan diberikan kehidupan yang baik.

Sahabat kekayaan tidak selamanya baik sebagaimana kemiskinan tidak selalu buruk.

إنّ من عبادي من لو أغنيته لأفسده الغنى, وإنّ من عبادي لو أفقرته لأفسده الفقر

“Sesungguhnya ada di antara hamba-Ku, jika Aku berikan kekayaan kepadanya niscaya kekayaan itu akan merusaknya. Dan ada pula sebagian dari hamba-Ku, jika Aku berikan kepadanya kefakiran niscaya kefakiran itu akan merusaknya”

Syaikh Ibnu Utsaimin, Syarah Riyadhus Sholihin I/306

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sesungguhnya jika ada orang yang kagum terhadap kita maka ketauhilah bahwa kekaguman mereka kepada kita karena Allah menutupi aib-aib yang ada pada diri kita.

Andaikan Allah ta’ala menampakkan hakikat kita seutuhnya, menyibak tabir yang menutupi aib maka jangankan merasa berbangga, untuk hanya sekedar menampakkan dan mengangkat wajah pun kita takkan sanggup lantaran malu.

Muhamad bin Waasi’ rahimahullahu ta’ala berkata,

لو كان للذنوب ريح ما جلس إلي أحد

“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tentu tidak seorang pun yang mau duduk bersamaku”

Oleh karena itu, jangan pernah merasa ujub dengan amalan kita. Jangan pernah terpedaya dengan pujian mereka yang memujimu. Kalau ada satu aib saja diungkap oleh Allah maka semua pujian akan menjadi celaan.

Ya Allah, ampunanMu senantiasa kami harapkan wahai Dzat yang menutupi aib-aib hambaNya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Agar Terbebas dari Masalah

problem-hand

Sahabat ELSUNNAH, kita semua dalam menjalani hari-hari kita tentu ingin terbebas dari berbagai masalah yang menghimpit dan menyulitkan. Kita tahu bahwa tiada hidup tanpa masalah, tapi setidaknya kita ingin bahwa masalah-masalah tersebut bisa terminimalisir, bisa cepat dan mudah teratasi.

Ketauhilah sahabat bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah ta’ala. Semua di bawah kehendak-Nya. Maka memohonlah kepada Allah ta’ala al-afiyah (terbebas dari masalah). Masalah sesulit apapun jika Allah berkehendak bisa teratasi dengan mudah.

Sahabat berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita terbebas dari himpitan masalah. Rutinkanlah ia setiap pagi dan petang.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid-dunyaa wal aakhiroh, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii dinii, wa dunyaaya, wa ahlii, wa maalii, allaahummas-tur ‘aurootii, wa aamin rou’aatii, allaahummah-fazhnii min baini yadayya, wa min kholfii, wa ‘an yamiinii, wa ‘an syimaalii, wa min fauqii, wa a’uudzu bi’azhomatika an ugh-taala min tahtii.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan al-afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan al-afiyah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat, tenggelam atau ditelan bumi dan lain-lain).

Dari Abbas bin Abdul Muthallib radliallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Ya Rasulullah, ajarilah aku doa yang harus aku panjatkan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, mintalah al afiyah (terbebas dari masalah) kepada Allah.” Kemudian, setelah tiga hari, Abbas datang lagi dan mengatakan: Ya Rasulullah, ajarilah aku doa yang harus aku panjatkan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, wahai pamanku, mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca doa ini ketika pagi dan sore, dan beliau tidak pernah meninggalkannya sampai beliau meninggal dunia: (dzikir di atas). (HR. Abu Daud, Ibn Majah, shahih)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sadarlah bahwa sesungguhnya kematian itu begitu dekat, dan datangnya begitu tiba-tiba. Akan tetapi sedikit dari kita yang menyadari hal tersebut.

Kita yang masih muda mungkin merasa masih punya banyak waktu untuk menggapai berbagai gemerlap dunia. Akan tetapi ternyata bukan hanya anak muda, bahkan orang yang sudah tua pun angan-angannya masih begitu panjang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَيَبْقَى مِنْهُ اثْنَتَانِ: الْحِرْصُ وَالْأَمَلُ

“Anak Adam menjadi tua sementara dua perkara masih tetap ada padanya: rakus dan angan-angan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ya… semua kita baik tua ataupun muda merasa bahwa esok, esok dan esok, kita masih hidup. Angan-angan kita semakin hari bahkan semakin panjang, padahal kematian semakin mendekat.

لَا تَأْمَنِ الْمَوْتَ فِيْ طَرْفٍ وَلَا نَفَسٍ

“Janganlah merasa aman dari kematian dalam sekejap maupun sehela nafas” (Abul ‘Atahiyah, Raudhatul ‘Uqala)

Janganlah merasa aman sehingga kita menunda taubat kita, melalaikan kewajiban dan bergelimang dalam kemaksiatan.

Sahabat, sesungguhnya dunia itu sedang pergi meninggalkan kita sedangkan akhirat sedang datang mendekat kepada kita. Janganlah kau terlena dengan sesuatu yang pergi meninggalkanmu sementara engkau berpaling dari sesuatu yang mendatangimu.

Masih hidupkah saya besok?

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Ŕumus Kehidupan

Sahabat ELSUNNAH, setiap aktivitas yang kita lakukan dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali tentu dalam rangka mengejar sesuatu. Walaupun jalur yang kita tempuh dan capaian yang sedang kita kejar berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya yang kita tuju sebenarnya sama, yaitu kebahagiaan. Ya, kita rela mencurahkan waktu tenaga dan pikiran, mengumpulkan harta, mengejar karir dan jabatan adalah karena kita sedang mengejar kebahagiaan.

Tahukah Sahabat apa itu kebahagiaan?

Kebahagiaan adalah satu kondisi dimana seseorang terbebas dari dua hal. Ketika dua hal tersebut hilang dalam diri seseorang, maka orang tersebut akan tercurahkan hujan kebahagiaan. Dua hal tersebut adalah ke-KHAWATIR-an dan ke-SEDIH-an.

Dua dimensi waktu yang mempengaruhi kehidupan kita saat ini, yaitu masa depan dan masa lalu. Ketika seseorang memikirkan masa yang akan datang, ia merasa khawatir, takut, kcemas dan gundah karena ketidakpastian hari esok, maka kebahagiannya pun surut. Demikian juga ketika dia memikirkan hal-hal yang telah terjadi yang tidak mengenakan, ia pun merasa sedih, maka kebahagiannya pun pudar. Maka bahagialah mereka yang diangkat kekhawatiran dan kesedihannya. Siapakah mereka itu?

Allah ta’ala berfirman,

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kami berfirman, ‘Turunlah kalian semuanya dari surga itu! kemudian jika datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati'”. (QS. Al-Baqarah [2]: 38)

Sahabat inilah rumusan kehidupan yang Allah ta’ala pesankan kepada manusia pertama ketika diturunkan ke dunia. Yaitu siapa yang beriman kepada Allah ta’ala, beramal sholeh, mengikuti petunjukNya, mentaati aturan dan tidak melanggarNya, maka Allah ta’ala tegaskan bahwa dicabut atasnya kekhawatiran dan kesedihan, dan  baginya kebahagiaan.

Tidak peduli bagaimanapun keadaanmu sekarang, tak peduli miskin atau kaya, tak peduli kau berkedudukan ataupun tidak, selama kau mengikuti rumusan tersebut maka kebahagiaan akan tercurah kepadamu. Sebaliknya tak berguna harta yang melimpah atau kedudukan yang tinggi atau paras yang rupawan selama kau berpaling dari aturanNya maka kebahagiaan kan menjauh darimu. Jika  menjauh dariNya, maka Si Kaya pun kan merana, Si Miskin pun semakin menderita. Inilah sunnatullah yang tidak akan berubah sepanjang masa.

Sahabat, mendekatlah kepada-Nya..!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN:D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, memakai sandal atau sepatu merupakan satu perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah kita luput darinya barang satu hari pun. Setiap kita memiliki keperluan untuk keluar rumah pasti kita bersentuhan dengan yang namanya sandal atau sepatu. Artinya aktivitas memakai sandal ini kita lakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Tahukah sahabat dengan frekuensi yang sangat sering tersebut kita memiliki potensi yang sangat besar untuk memperoleh pahala sesering mungkin. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal. Ya, dengan meniatkan untuk mengikuti dan mencontoh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka aktivitas yang biasa dan “sepele” tersebut dapat membuahkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala. Lalu bagaimana sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibunda Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan yang lainnya.” (HR. Bukhari, Ahmad dan yang lainnya)

Demikianlah, sunnah tauladan kita shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal yaitu memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri, dan ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Sekali lagi jangan lupa ketika melakukan hal tersebut niatkan dalam rangka mengikuti (ittiba) terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Maukah Kepalamu Ditusuk Dengan Jarum?

Sahabat ELSUNNAH, jika pertanyaan di atas ditujukan kepada kita tentu tidak ada satupun di antara kita yang akan akan menjawab mau. Namun tahukah Sahabat bahwa ternyata banyak orang yang melakukan kebiasaan yang sejatinya itu sesuatu yang lebih mengerikan ketimbang di tusuknya kepala dengan sebuah jarum. Bahkan mereka melakukan hal tersebut dengan sangat mudahnya lebih mudah daripada minum seteguk air.

Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya hal tersebut menurut syariat, tentu mereka tidak akan melakukannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan jarum dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (Shahih, HR. Thabrani)

Dan demikianlah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, orang yang paling bertakwa. Beliau tidak pernah seumur hidupnya menyentuh maupun menjabat tangan wanita yang bukan mahram beliau, sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

“Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (Shahih, HR. Malik 1775, Ahmad 6/357, Ibnu Majah 2874, An-Nasa’i 7/149, dan lainnya)

Memang betul bahwa perkara ini merupakan perkara yang sudah sangat biasa di tengah-tengah kita sehingga seolah-seolah sangat sulit untuk dihindari. Akan tetapi sesuatu yang sulit untuk dilakukan bukan berarti tidak bisa untuk dilakukan. Kita harus memulai untuk merubahnya minimal dari diri-diri kita terlebih dahulu. Kalau bukan kita yang memulainya, maka siapa lagi?

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag