Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat ELSUNNAH, kehidupan dunia memiliki batas. Kita makan dan minum di dunia karena kita merasa lapar dan haus. Ketika kita telah makan dan minum, maka kita pun akan berhenti karena kenyang. Inilah batas dunia. 

Adapun di surga tidak ada batas untuk kesenangan. Tidak ada batas untuk setiap nikmat yang ada di dalamnya. Mereka tidak makan dan minum karena lapar dan haus, melainkan untuk bersenang-senang.

Apapun yang engkau rasakan di dunia, jika kau merasakannya lagi, maka kenikmatannya akan semakin berkurang dan pada akhirnya bosan. Dengan kata lain, dunia ini SANGAT terbatas. 

Berbeda dengan surga yang TIDAK terbatas.  Apapun yang engkau rasakan, jika kau mau merasakannya lagi, maka hal itu menjadi lebih indah atau lebih enak. Setiap kali engkau diberikan nikmat di dalamnya, kau akan merasakan hal itu lebih nikmat daripada sebelumnya. Itulah mengapa tidak ada rasa bosan di surga. 

Inilah kenapa ada yang namanya rasa bosan di dunia. Kita menderita karena kebosanan. Tidak ada satu manusia pun yang bisa lepas dari kebosanan walaupun dia memiliki banyak uang. Karena satu-satunya nikmat yang dapat kau rasakan tanpa merasa bosan adalah nikmatnya iman. Jadi larilah kepada Allah.
☘️☘️☘️Allah ta’ala berfirman,

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ

“Maka larilah (segeralah kembali) kepada Allah” (QS. Adz-Dzariyat: 50)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Allah ta’ala telah memerintahkan kita untuk berlindung dan menyelamatkan diri siksa api neraka.

Di antara hal yang dapat menyelamatkan kita dari api neraka adalah berbuat baik kepada orang lain dengan ucapan yang baik.

Adi bin Hatim radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَـمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

_”Jagalah kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya maka dengan (berucap) kata-kata yang baik.”_ (HR. Al-Bukhari 6023 dan Muslim 2346)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, _”Hadits ini menunjukkan bahwa kalimat thayyibah merupakan sebab selamat dari neraka. Yang dimaksud kalimat thayyibah adalah ucapan yang menyenangkan hati seseorang jika ucapan itu mubah atau mengandung ketaatan.”_ (Al-Minhaj, 7/103)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

من أعظم المنجيات من النّار الإحسان إلى الخَـلْـق بالمال والأقوال.

_”Termasuk hal-hal yang akan menyelamatkan dari api neraka adalah berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dengan harta dan ucapan.”_ (Bahjatul Qulubil Abrar, hlm. 44)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, rumah adalah bangunan yang dipakai untuk berkumpul bersama dengan keluarga tercinta.

Sehingga suasana rumah yang nyaman, tenang, tenteram dan penuh dengan kedamaian merupakan idaman setiap keluarga.

Akan tetapi, terkadang ada rumah yang suasannya tidak tenang, hawa selalu emosional di antara anggota keluarga, dan jauh dari rasa damai, serta malas beribadah.

Hal ini bisa jadi rumah kita telah menjadi “sarang” setan dikarenakan ketika memasuki rumah dan makan tidak menyebut nama Allah.

Dari Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhu, Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

_“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.”_

_Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.”_ (HR. Muslim)

Oleh karena itu, usirlah setan-setan itu dari rumah Anda dengan mengucapkan bismillah ketika masuk rumah dan makan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Buah Istighfar 

Diriwayatkan oleh Imam Qurthubi dari Ibnu Shabih bahwa ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan, maka beliau berkata kepadanya, *”Beristighfarlah kepada Allah.”*

Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, *”Beristighfarlah kepada Allah.”*

Yang lain lagi berkata kepadanya, “Do’akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak”, maka beliau mengatakan kepadanya, *”Beristighfarlah kepada Allah.”*

Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan juga kepadanya, *”Beristighfarlah kepada Allah.”*

Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya, “Banyak orang yang mengadukan macam-macam perkara dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar.”

Al-Hasan Al-Bashri menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.”

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

_”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai.”_ (QS. Nuh: 10-12)
☘️☘️☘️Masya Allah betapa besarnya keutamaan dan buah dari istighfar. 

_Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai ber-istighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat._

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

*GERAKAN WAKAF AL-QUR’AN DAN IQRO SAHABAT ELSUNNAH*
Syukur alhamdulillah Program Wakaf Al-Qur’an sahabat ELSUNNAH ini bisa sampai hingga Pulau Solor Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Terima kasih kepada pewakaf yang telah membantu kami dan umat muslim pada umumnya agar senantiasa selalu dekat dengan Al-Quran dan semoga program ini bisa membantu penyebaran Al-Quran di Indonesia.

Program ini bertujuan untuk membantu sahabat ELSUNNAH dalam menanam pohon-pohon amal jariyah yang akan terus mengalirkan pahala untuk bekal di akhirat.

Yuk ikut program wakaf Al-Quran dan Iqro bareng sahabat-sahabat ELSUNNAH lainnya.

_”Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar­luaskan olehnya, anak shaleh yang ditinggalkannya, *mushaf (al Qur’an) yang diwariskannya….*”_ (HR. Ibnu Majah)

*Nominal Wakaf: Rp 150.000/per paket* _(1 mushaf Al-Qur’an + 3 buku Iqro)_

*Donasi bisa ditransfer ke rekening ELSUNNAH*:

Mandiri Syariah 701 753 5166

BRI Syariah 103 129 4092

BNI Syariah 037 376 0603

a.n Muhamad Ilyas

*Untuk memudahkan identifikasi program, tambahkan Rp. 450 pada nominal transfer. Contoh Rp 100.450, Rp 200.450, Rp 500.450, dst.

*Konfirmasi Transfer:*

WAKAF-ALQURAN&IQRO#Nama#Kota#NominalTransfer#TanggalTransfer#BankTujuan (atau mengirimkan bukti transfer)

Kirim ke WA Admin 4 : +62 856 4236 9016 

_Mohon bantu share kepada orang lain, jika ada yang wakaf dari info yang Anda share insya Allah Anda pun akan mendapat kebaikan yang sama dengan orang yang wakaf._

Barokallahu fiikum,

*Tim Dakwah ELSUNNAH*

*_Dari Sahabat ELSUNNAH untuk Umat_*

Alhamdulillah atas izin Allah ta’ala kemudian doa dan dukungan dari Sahabat ELSUNNAH, telah tersalurkan mushaf-mushaf Al-Qur’an & Iqro, wakaf dari sahabat ELSUNNAH sekalian.

_Pada bulan Syawal 1438 H kemaren telah terlaksana pendistribusian mushaf-mushaf Al-Qur’an dan Iqro di Pulau Solor, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan ini terdistribusi 100 paket mushaf Al-Qur’an & Iqro dari sahabat SM._

Dokumentasi https://archive.org/details/IMG20170727185850

Terima kasih jazakumullahu khairan kepada sahabat ELSUNNAH yang telah ikut menyalurkan infaknya dalam program Wakaf Al-Qur’an dan Iqro ini. Semoga Allah ta’ala memberikan keberkahan pada diri, keluarga, dan harta Sahabat, serta memberikan pahala yang besar dan berlipat terlebih di bulan Ramadhan ini.

Barokallahu fiikum,

*Tim Dakwah ELSUNNAH*

Sahabat ELSUNNAH, ketahuilah bahwa di dunia ada 2 orang yang dijuluki sebagal al-Masih, yaitu Nabi Isa alaihissalam dan Dajjal.

Dalam Lisanul ‘Arab dinyatakan,

وقيل سمي بذلك لأَنه كان يمسح بيده على العليل والأَكمه والأَبرص فيبرئه بإِذن الله

_”Ada yang berpendapat, beliau disebut al-Masih, karena beliau mengusap dengan tangannya  orang yang sakit, buta sejak lahir, penderita kusta, kemduian sembuh dengan izin Allah.”_ (Lisanul ‘Arab, 2:593).

Ibnul Atsir mengatakan,

سمي الدجال مسيحاً، لأن عينه الواحدة ممسوحة، والمسيح: الذي أحد شقي وجهه ممسوح، لا عين له ولا حاجب

_”Dajjal disebut Masih, karena salah satu matanya terhapus. al-Masih: orang yang salah satu sisi wajahnya mamsuh (terhapus), tidak ada matanya dan tidak ada alisnya.”_ (Jami’ al-Ushul, 4:204)

Kedua al-masih tersebut nanti akan bertemu di akhir zaman. Al-masih yang pertama akan membunuh al-masih yang kedua, yaitu Isa al-Masih akan membunuh al-masih Dajjal. Sehingga muncul ungkapan,

إِنَّ المَسِيحَ يَقْتُلُ المَسِيحَ

_”Sesungguhnya al-Masih (Nabi Isa) membunuh al-Masih (Dajjal).”_ (al-Misbah al-Munir, 2:572)

Demikian penjelasan singkat mengenai al-masih, semoga bisa memberikan wawasan yang bermanfaat.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Kebahagiaan datang dari sebuah pengorbanan, dengan kesungguhaan dan keikhlasan, qurban yang kita berikan akan menuntun kita menuju RahmatNYA. Ibadah Qurban adalah ibadah yang agung sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Imam Ahmad berkata bahwa qurban itu lebih afdhal dari sedekah yang senilai dengan qurban.

Ulama Malikiyyah menegaskan bahwa ibadah qurban lebih utama daripada memerdekakan budak, walaupun ditambah nilainya berlipat-lipat dari harga qurban.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhal daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut.

Sahabat ELSUNNAH , tak terasa sebentar lagi Idul Adha akan tiba. Kami mengajak sahabat sekalian untuk berqurban bersama ELSUNNAH.

Nilai qurban 2.500.000 – 3.500.000/kambing (-+ 25-35 kg)

Dana qurban bisa ditransfer ke rekening ELSUNNAH:

BSM 701 753 5166

BNI Syariah 037 376 0603

BRI Syariah 103 129 4092

a.n Muhamad Ilyas

Untuk identifikasi program tambahan Rp 600,- pada nominal transfer. Contoh 3.000.600,-

*Konfirmasi Transfer:*

QURBAN#Nama#Kota#NominalTransfer#TanggalTransfer#BankTujuan (atau mengirimkan bukti transfer)

Kirim ke WA Admin: +62 856 4236 9016 

_Mohon bantu share kepada orang lain, jika ada yang berkurban dari info yang Anda share insya Allah Anda pun akan mendapat kebaikan yang sama dengan yang berkurban._

Barokallahu fiikum

*Tim Dakwah ELSUNNAH*

Sahabat ELSUNNAH, merupakan suatu karunia yang agung ketika Allah mudahkan kita untuk bisa banyak beramal shaleh. Hendaknya senantiasa mensyukuri atas nikmat yang agung ini.

Akan tetapi, ada satu hal yang harus kita waspadai yaitu sikap merasa takjub dengan banyaknya amal yang telah kita dikerjakan.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, 

لا تستكثر عملك، فإنك لا تعلم ما قبل منه وما رد منه فلم يقبل

_”Jangan pernah Anda merasa telah banyak beramal, karena sesungguhnya Anda tidak tahu mana yang diterima dan yang mana yang ditolak dari amalan tersebut.”_

Oleh karena itu, teruslah beramal shaleh karna kita tidak tahu amalan mana yang diterima Allah ta’ala.

 Janganlah mencukupkan diri dengan amal-amal shaleh yang sudah kita lakukan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

أعظم الناس خُذلانًا من تعلّق بغير الله.

_”Orang yang paling ditelantarkan atau tidak ditolong oleh Allah adalah orang yang bergantung kepada selain Allah.”_ (Madarijus Salikin, jilid 1 hlm. 458)

Sahabat SM, sudah seharusnya bagi seorang beriman untuk senantiasa bertawakkal dan menggantungkan segala sesuatu kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Allah ta’ala yang menghidupkan dan mematikan, yang memberi rezeki, yang mengayakan dan memiskinkan. Allah-lah pengatur dan penentu segala-galanya. Raja dan Pemilik semuanya.

Oleh karena itu, tidak sepantasnya seorang manusia menggantungkan dirinya dan apa-apa yang dibutuhkannya kepada selain Allah ta’ala.

Dalam surat Al-Fatihah, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan,

ﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﻭﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﺴْﺘَﻌِﻴﻦُ

_“Hanya Engkaulah yang kami Menyembah dan memohon pertolongan”_

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, ada sebagian orang rela meninggalkan perintah dan melanggar larangan Allah ta’ala dikarenakan ia takut pada manusia atau sekedar mengharap sanjungan dan pujian dari mereka.

Sebagian lagi mereka rela menabrak syariat Allah ta’ala lantaran takut kehilangan pekerjaan atau berharap mendapat pekerjaan.

Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengorbankan keimanannnya hanya untuk mendapatkan kenikmatan dunia yang secuil.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

“Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Shahih)

Sungguh kebinasaan bagi orang-orang seperti ini. Ibnu Qudamah rahimahullah ta’ala berkata,

‏واعلم أن أكثر الناس إنما هلكوا لخوف مذمة الناس وحب مدحهم؛ فصارت حركاتهم كلها على ما يوافق رضى الناس؛ رجاء المدح وخوفًا من الذم.

“Ketahuilah bahwa mayoritas manusia binasa karena takut celaan manusia dan ingin sanjungan mereka, hingga gerak-geriknya ditujukan untuk meraih rido mereka.”

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Diriwayatkan dari Al Hasan berkata, Seorang nenek tua pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, _”Wahai Rasulullah, berdo’alah pada Allah agar Dia memasukkanku dalam surga.”_

فَقَالَ : ” ياَ أُمَّ فُلاَن ! إِنَّ الجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوْزٌ ” . قَالَ : فَوَلَّتْ تَبْكِي 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, _”Wahai Ummu Fulan, Surga tak mungkin dimasuki oleh nenek tua.”_

Nenek tua itu pun pergi sambil menangis.

فَقَالَ : “أَخْبِرُوْهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَ هِيَ عَجُوْزٌ ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْل

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, _”Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua._

Karena Allah Ta’ala berfirman,”_

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (35) فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (36) عُرُبًا أَتْرَابًا (37)

_”Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.”_ -QS. Al Waqi’ah: 35-37-. (HR. Tirmidzi, Hasan)

Sahabat ELSUNNAH, begitulah surga tidak dimasukki oleh orang-orang yang sudah tua. Mereka masuk surga dalam keadaan kembali muda. Dalam sebuah riwayat umur mereka sebaya sekitar 33 tahun.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, mungkin sudah begitu banyak pintu-pintu kebaikan selama ini terbuka lebar di hadapan kita. Akan tetapi, sering kali kita tak acuh untuk memperoleh kebaikan darinya.

Atau mungkin terkadang sengaja kita menunda untuk berbuat kebaikan  hingga tanpa kita sadari pintu-pintu kebaikan itu tertutup satu demi satu dan berlalu tanpa bisa kita memanfaatkannya.
☘️☘️☘️Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

_”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”_ (QS Ali-Imran: 133)

Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah menuju ke sana. Karena kamu tidak tahu kapan pintu itu ditutup. (Kholid bin Mi’dan, Hilyatul Auliya”: 5/211)

Oleh karena itu sahabat, bersegeralah menuju kebaikan. Dan jika Anda mampu dan berniat mengerjakan suatu kebaikan, maka hendaklah Anda segera melaksanakannya dan tidak perlu ragu-ragu.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diupload dan diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH, menjamu dan memuliakan tamu merupakan bagian dari adab-adab Islam yang sangat ditekankan. Bahkan perkara ini langsung dikaitkan dengan iman kepada Allah ta’ala dan Hari Akhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

_”Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara adab memuliakan tamu adalah hendaknya tidak menanyakan kepada tamu kita,  ‘Apakah engkau mau makan?’ Atau bertanya, ‘Apakah aku boleh sajikan makan untukmu?’ dan yang semisalnya.

Jika ada makanan atau minuman yang bisa kita sajikan, hendaknya langsung sajikan saja tanpa harus bertanya terlebih dahulu. Karena biasanya tamu akan merasa risih  menjawab pertanyaan-pertanyaan semisal tersebut.

Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, 

_”Apabila saudaramu mengunjungimu, maka jangan bertanya padanya, ‘Apakah engkau mau makan?’ Atau bertanya, ‘Apakah aku boleh sajikan makan untukmu?’ Akan tetapi yang baik, jika ia mau makan apa yang disajikan, syukurlah. Jika tidak mau menikmatinya, tinggal dibereskan sajian tersebut.”_ (Ihya Ulum Ad-Diin, terbitan Darul Ma’rifah, 2: 12, penomoran Maktabah Syamilah – Rumaysho)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan tuntunan adab-adab dalam berbagai hal termasuk mengajarkan bagaimana adab buang air.

Salah satu adab buang air adalah hendaknya seseorang memperhatikan arah ketika ia sedang buang air.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَتَى أَحَدُكُم الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِل الْقِبْلَةَ وَلَا يُوَلِّهَا ظَهْرَهُ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

_”Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam toilet untuk buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan janganlah membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya atau baratnya.”_ (HR. Bukhari No. 141, Muslim: 380; 388)

Oleh karena itu, ketika kita buang air jangan sampai menghadap atau membelakangi kiblat yah. Dan ketika kita membangun toilet pun harus memperhatikan tuntunan ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan tuntunan adab-adab dalam berbagai hal termasuk mengajarkan bagaimana adab buang air.

Salah satu adab buang air adalah hendaknya seseorang memperhatikan arah ketika ia sedang buang air.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَتَى أَحَدُكُم الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِل الْقِبْلَةَ وَلَا يُوَلِّهَا ظَهْرَهُ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

_”Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam toilet untuk buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan janganlah membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya atau baratnya.”_ (HR. Bukhari No. 141, Muslim: 380; 388)

Oleh karena itu, ketika kita buang air jangan sampai menghadap atau membelakangi kiblat yah. Dan ketika kita membangun toilet pun harus memperhatikan tuntunan ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Doamu adalah Baktimu

Sahabat ELSUNNAH, berbakti kepada kedua orang tua tidak hanya terbatas ketika mereka masih hidup saja. Bahkan kewajiban berbakti masih berlaku walaupun orang tua telah tiada.

Ada sebuah kisah, yaitu seseorang dari Bani Salamah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

_”Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya meninggal?”_ Beliau menjawab, _”Ya, dengan *mendoakannya, memintakan ampun untuknya*, melaksanakan janjinya (wasiat), menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali melalui jalan mereka berdua, dan memuliakan teman-temannya”_. (HR. Abu Dawud)

Sungguh doa dan permohonan ampun seorang anak untuk orang tuanya akan memberikan kebaikan yang sangat besar bagi mereka. Dan ini termasuk wujud bakti yang besar kepada mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ولا يزال الولد الصالح يستغفر لأبيه حتي يُغفر له ثم ترفع درجته في الجنة

_”Tidaklah seorang anak yang sholih meminta ampunan kepada Allah untuk orang tuanya, hingga Allah mengampuninya dan menaikkan derajatnya di surga.”_ (Syarh Al-Washiyah Ash-Sughro Hal. 131)

*Sudahkah rutinkah Anda mendoakan orang tuamu…???*

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, seiring dengan maraknya dunia ke-artisan-an, muncullah fenomena yang merebak di kalangan remaja dan kaula muda. Mereka mulai menggandrungi dan mengidolakan para artis-artis baik dari kalangan penyayi, bintang film, model, dan lain sebagainya. Mereka begitu nge-fans dan mencintai mereka.

Tahukah sahabat, banyak di antara mereka yang dijadikan idola adalah orang-orang fasik dan orang-orang kafir yang sejatinya mereka adalah orang-orang yang dimurkai Allah ta’ala.

Tidak sepantasnya bagi orang yang beriman untuk mencintai dan mengidolakan oran-orang yang dimurkai Allah ta’ala.

*Tahukah sahabat konsekuensi dari sebuah cinta?*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seseorang, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya (hari kiamat)?” Orang itu menjawab, “Aku tidak menyiapkan sekian banyak shalat dan puasa untuknya, hanya saja aku mencintai Allah dan rasul-Nya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

 “Seseorang bersama orang yang ia cintai dan engkau bersama orang yang kau cintai.” (HR. Bukhari 5702, 5703, Muslim No. 4779)

☘️☘️☘️Jadi jika engkau mencintai para nabi dan orang-orang sholeh serta mengikuti mereka dalam keimanan, maka Allah ta’ala akan bersamakan engkau dengan mereka di surga. Sebaliknya jika engkau mencintai orang-orang kafir dan orang-orang fasik, maka Allah ta’ala akan bersamakan engkau dengan mereka  di neraka. Naudzubillah….

*Jadi, masihkah engkau nge-fans dan mengidolakan orang-orang kafir dan orang-orang fasik itu..??*

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ari dan Abu Amir radhiyallahu ‘anhuma datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berbaiat kepada beliau dan masuk Islam.

Ketika itu, beliau bertanya, _”Apa yang kamu lakukan terhadap istrimu yang kamu tuduh ini dan itu?”_

Keduanya menjawab, _”Kami tinggalkan dia bersama keluarganya.”_ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _”Sesungguhnya mereka telah diampuni.”_

_”Mengapa wahai Rasulullah?”_ tanya mereka. Beliau menjawab, _”Karena dia telah berbuat baik kepada ibunya.”_ Kemudian beliau melanjutkan, _”Dia memiliki ibu yang sangat tua. Suatu ketika ada orang yang berseru, ‘Hai, ada musuh yang hendak memporak-porandakan kalian!’ Lalu ia menggendong ibunya yang telah tua itu. Bila kelelahan, ia turunkan ibunya kemudian ia gendong ibunya di depan. Ia taruh telapak kaki ibunya di atas telapak kakinya agar ibunya tidak terkena panas. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka selamat dari sergapan musuh.”_

Sahabat ELSUNNAH, sungguh betapa dekatnya surga dengan berbakti kepada orang tua. Maka tidak selayaknya bagi kita untuk melalaikannya.
☘️☘️☘️Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

_”Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya.”_ (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, Hasan).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Rasulullah shallallahu bersabda,

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

_”Lihatlah kepada orang yang  berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan duni), dan jangan kalian melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena sikap seperti ini akan lebih dapat mensyukuri nikmat Allah kepada kalian.”*_ (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi dalam hal duniawi, maka lihatlah orang-orang yang kondisinya berada di bawah kalian. 

Jika  kita merasa miskin maka ingatlah bahwa di sana ada yg lebih miskin dari kita.

Jika kita sedang sakit maka ingatlah bahwa di sana ada yang lebih parah lagu dari kita. 

Dalam hal akhirat (ibadah), maka lihat orang yang kualitas ibadahnya di atas kita agar kita bisa terpacu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Allah ta’ala.

Semoga bisa memberi pencerahan bagi kita semua.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag