Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat, sudah menjadi kewajiban bagi siapa saja yang berhutang untuk melunasi hutangnya. Dan tidak dibenarkan baginya untuk menunda-nunda pembayaran hutangnya padahal ia mampu apalagi sampai berniat untuk tidak melunasinya.

Ketahuilah sahabat bahwa siapa saja yang berhutang kemudian dalam hatinya berniat untuk tidak melunasi hutangnya maka dialah seorang pencuri.
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
َأَيُّمَا رَجُلٍ يَدِينُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لَا يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasi kepada pemiliknya, maka dia akan menjumpai Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah No. 2401, Hasan)

Semoga kita Allah ta’ala hindarkan kita dari sifat buruk ini.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat, mungkin pernah atau sering melihat fenomena seseorang yang kencing sembarangan di pinggir jalan tanpa merasa risih padahal orang-orang bisa melihatnya.

Perkara seperti ini dianggap remeh oleh sebagian orang, padahal ini adalah perkara yang besar.
☘Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kubur. Beliau pun bersabda,

يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ

“Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, namun sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika kencing. Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba.” (HR. Bukhari 216 dan Muslim no. 292).
Hadits ini menunjukkan wajib bagi siapa saja yang hendak kencing untuk menutup dirinya dari pandangan orang-orang. Dan hadits ini mengabarkan bagaimana ancaman yang besar bagi mereka yang seenaknya kencing tanpa menutup diri dari penglihatan orang.
Oleh karena itu, jika hendak kencing carilah kamar mandi yang tertutup. Jika terpaksa tidak mendapatkan kamar mandi, misal sedang di jalan, maka menjauhlah dari pandangan manusia. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى.

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di tempat terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR. Ibnu Majah no. 335 dan Abu Daud no. 2, shahih)
Jadi sahabat, jangan kencing sembarangan yah..
Catatan: Salah satu didikan yang keliru pada anak adalah mengajarkan anak kencing sembarangan di depan rumah. Hal seperti ini berarti tidak mengajarkan anak untuk menutup diri dan juga tidak mengajarkan untuk bersih dari najis dan ketika dewasa ia akan meneruskan kebiasaan jelek tersebut. Jadi waspadalah orang tua!
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH , tak ada satu pun keburukan di dunia ini dan tak ada satu pun keburukan di akhirat nanti melainkan kemaksiatanlah sebabnya.

Allah ta’ala berfirman
(وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ) (الشورى:30)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS. 42:30)
Ali bin Abi Tholib radliallahu ‘anhu mengatakan,
مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah itu semua disebabkan karena dosa.” (Latho’if Ma’arif, hal. 75)
☘️Sahabat, perbuatan dosa dan durhaka itu bagai luka. Berapa banyak luka yang menyebabkan kematian. Maka janganlah bermain-main dengan kemaksiatan. Jauhilah ia sejauh-jauhnya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, siapa di antara kita yang tidak memiliki dosa? Dan tentunya seseorang yang sadar bahwa dirinya banyak dosa akan sangat mengharapkan terampuninya dosa dan akan bersemangat terhadap hal-hal yang bisa menghapus dosanya.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَذَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ

“Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan lalu menemukan potongan duri di jalan lalu diambilnya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya”. 
HR. Bukhari No. 2292, HR. Muslim: 3578

Subhanallahu, sungguh amalan yang terlihat sepele tapi sungguh besar faidahnya. Semoga kita bisa mengamalkan amalan yang ringan ini.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh:
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مرو الصبيّ بالصلاة ابن سبع سنين واضربوهم عليها ابن عشر

“Perintahkan anak-anak untuk melaksanakan sholat ketika ia berumur tujuh tahun, dan pukullah (bila meninggalkannya) ketika ia sudah berusia sepuluh tahun.” (Shahih Lighairi, HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi)
Seseorang memiliki masa 3 tahun mendidik anak untuk sholat hanya dengan perintah atau sekedar dengan lisan. Selama masa tiga tahun tersebut apabila ia konsisten terus-menerus memerintahkan dan mengajarkan anaknya untuk sholat insya Allah hal ini akan membawa pengaruh yang besar bagi anak.
Nah ketika sang anak sudah beranjak 10 tahun dan ia enggan untuk sholat maka hendaknya orang tua tidak segan-segan untuk memukulnya. Tentu yang dimaksud pukulan di sini bukanlah pukulan di wajah dan bukan pukulan yang menyakitkan dan membekas. Akan tetapi cukup pukulan ringan.
Ketika sang anak masih cukup kecil dia masih takut dengan pukulan, dan akan cepat memberikan kesadaran baginya untuk mau sholat. Berbeda ketika kita membiarkannya sampai besar, maka dia akan semakin sulit dididik bahkan mungkin melawan. 
Jadi sahabat inilah tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidikan anak kita untuk sholat. Siapa yang meremehkan tuntunan ini, maka dia akan gagal dalam mendidik anak untuk sholat.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, Islam sangat menganjurkan kepada kita untuk saling memberi nasehat. Karena dengan nasehat itu bisa mendorong seseorang untuk beramal sholeh dan mencegah seseorang untuk bermaksiat.

Berilah nasehat, karena ia akan senantiasa bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman,
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55)
Dan tetaplah memberi nasehat, walaupun engkau sendiri banyak kekurangan.
Al-Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata,
لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

☘”Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma’shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, karena tidak ada yang ma’shum selain beliau.” (Lathaiful Ma’arif, 19)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH, tidak ada manusia yang terlepas dari dosa. Dan setiap dosa yang dilakukan oleh seorang hamba akan mengundang azab Allah ta’ala. Jika demikian adanya, maka sungguh kita sangat memerlukan perlindungan dan keamanan dari adzab Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bagaimana seseorang berlindung dari adzabNya,
أنزل الله علي أمانين لأمتي {وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون} فإذا مضيت تركت فيهم الاستغفار إلى يوم القيامة

“Allah menurunkan dua keamanan bagi umatku, yaitu disebutkan dalam firmanNya: ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.’ (AlAnfal:33). Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila aku telah tiada, maka aku tinggalkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah) di kalangan mereka sampai hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi).
Ya… Nabi kita telah tiada, maka satu-satunya perlindungan dan keamanan kita adalah dengan beristighfar memohon ampun. Maka hendaknya kita sebagai seorang manusia yang penuh dosa hendaknya memperbanyak istighfar kepada Allah ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
العَبْدُ آمِنٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ مَا اسْتَغْفَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

“Seorang hamba dalam keadaan aman dari azab Allah selagi ia masih memohon ampun kepada Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad)
Astaghfirullah wa atuubu ilaih_
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip ELSUNNAH https://t.me/arsipElsunnah

Sahabat ELSUNNAH, mungkin selama ini yang kita tahu bahwa ketika kita makan bersama kita harus diam, “Jangan ngobrol ketika makan!”.

Benarkah demikian? bagaimana sebenarnya petunjuk Islam terkait hal ini?

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu,

ﺃُﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺑِﻠَﺤْﻢٍ ، ﻓَﺮُﻓِﻊَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﺬِّﺭَﺍﻉُ ، ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺗُﻌْﺠِﺒُﻪُ ، ﻓَﻨَﻬَﺲَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧَﻬْﺴَﺔً ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏( ﺃَﻧَﺎ ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻭَﻫَﻞْ ﺗَﺪْﺭُﻭﻥَ ﺑِﻢَ ﺫَﺍﻙَ … ‏) ﺛﻢ ﺫﻛﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ .

“Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (dari daging tersebut), bagian yang beliau suka. Beliaupun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda,

“Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?” Kemudian beliau menyebutkan hadis yang panjang tentang syafa’at. (HR. Bukhari No. 3340 dan Muslim194)

Juga terdapat hadits lain di mana bersabda di tengah-tengah menyantap makanan,

ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ

“Sebaik-baik lauk adalah cuka. Sebaik-baik lauk adalah cuka”. (HR Muslim)

Dari hadits tersebut dan juga hadits yang selainnya Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa terdapat sunnah berbincang-bincang ketika makan. Beliau berkata,

 ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺍِﺳْﺘِﺤْﺒَﺎﺏ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﻛْﻞ ﺗَﺄْﻧِﻴﺴًﺎ ﻟِﻠْﺂﻛِﻠِﻴﻦَ .” ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻣﻦ ” ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ )” 14/7 ‏) .

“Hadits ini menunjukkan anjuran berbincang-bincang ketika makan, agar lebih menyenangkan”. (Syarh Shahih Muslim 7/14)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺘﺤﺪﺙ ﻋﻠﻰ ﻃﻌﺎﻣﻪ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺨﻞ

“Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang ketika makan sebagaimana pada hadits tentang cuka”. (Zadul Ma’ad 2/366)

Jadi sahabat berbincang ketika makan bersama adalah sunnah, hal ini agar suasana makan menjadi menyenangkan, lebih akrab, dan lebih nikmat. Sungguh ajaran Islam yang indah….

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Keimanan yang hakiki pada kitabullah bukan sekedar diekspresikan dengan membacanya saja. Tetapi, selain membaca adalah mengimani dan mengamalkan isi kandungannya.

Allah ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Barangsiapa yang ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah [2]: 121)

Dalam kitab Tafsir al-Muyassar dijelaskan maksud tafsir ayat tersebut. Yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri kitab, yang membacanya secara sahih, mengikutinya dengan sebaik-baiknya dan mereka beriman kepada kawajiban beriman kepada Rasul Allah yang tercantum di dalamnya. Di antara para Rasul tersebut adalah rasul penutup, Nabi, dan Rasul kita Muhammad. Mereka tidak menyelewengkan dan tidak merubah apa Mereka tidak menyelewengkan dan tidak merubah apa yang tercantum di dalamnya. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad dan kepada apa yang diturunkan kepadanya. Lain halnya dengan orang-orang yang merubah sebagian isi kitab dan menyembunyikan sebagian yang lainnya, mereka ini adalah orang-orang yang kafir kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan kepada apa yang diturunkan kepadanya. Barangsiapa kafir kepadanya, maka dia adalah orang-orang yang paling merugi di sisi Allah.
☘️Imam Muhammad ibn Ali asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan bahwa maksud membacanya (tilawah) bahwasannya mereka mengamalkan isi kandungannya, menghalalkan apa yang telah dihalalkan, dan mengaramkankan apa-apa yang telah diharamkan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini,  insya Allah pahala besar menanti Anda. 
Diteruskan oleh:
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Al-Quran merupakan petunjuk yang Allah ta’ala turunkan untuk membimbing manusia dalam meniti kehidupan ini.

☘️Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya al-Quran ini memberi petunjuk kejalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra [17]: 9)

Imam at-Thabari rahimahullah dan Imam asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud jalan yang paling lurus adalah agama Islam yang dibawa oleh para Nabi. Dengan al-Quran ini, Allah ta’ala memberi hidayah bagi hamba-hamba-Nya. Jalan ini merupakan lawan dari jalan-jalan kebatilan agama selain agama Islam.
Syekh Abdurrahman ibn Nasir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa maksud yang paling lurus adalah yang paling adil dan paling tinggi. Baik dari sisi akidah, amal, dan akhlak. Karenanya barangsiapa yang mengamalkan apa-apa yang diajarkan al-Quran maka ia adalah manusia yang paling lurus jalannya dalam meniti kehidupan ini.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

اثنان لا تجاوز صلاتهما رؤوسهما عبد أبق من مواليه حتى يرجع وامرأة عصت زوجها حتى ترجع

“Dua orang yang shalat keduanya tidak sampai kepada kepala keduanya, seorang budak yang kabur dari tuannya sampai dia kembali dan seorang wanita tidak taat kepada suaminya sampai kembali.” (HR. Ath Thabrani, shahih)
Al-Munawi rahimahullah berkata, maksud dari shalat keduanya tidak sampai kepada kepala keduanya adalah:
أي لا ترفع إلى الله تعالى في رفع العمل

☘️”Tidak diangkat kepada Allah dalam pengangkatan amal shalih”

Oleh karena itu wahai para istri,  taatilah suamimu selama suamimu tidak memerintahkan atau meminta hal-hal yang dilarang oleh Allah ta’ala.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini,  insya Allah pahala besar menanti Anda. 
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH,  di antara penyesalan penghuni nereka adalah kenapa mereka dahulu ketika di dunia tidak mendengarkan dan memikirkan ayat-ayat Allah ta’ala. Tidak mau mempedulikan peringatan Allah ta’ala. Mereka tahu ada perintah dan larangan dari Allah ta’ala akan tetapi mereka menutup telinga mereka dan berpaling darinya.

Allah ta’ala berfirman,
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk [67]: 10)
Ya… mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan akal mereka dengan sebenarnya, tidak menggunakan pendengaran mereka untuk mendengarkan kebenaran yang diturunkan oleh Allah ta’ala, sehingga mereka pun tidak mau tunduk terhadap perintah dan laranganNya.
Sahabat, baca dan renungkanlah ayat tersebut. Pergunakan umur yang tersisa untuk mau mendengarkan, mentadaburi, dan mengamalkan ayat-ayat Allah ta’ala dalam kehidupan kita sehari-hari sebelum datang penyelasan yang tiada guna di akhirat kelak. 

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, tahukah sahabat bagaimana besarnya dosa riba itu?

Untuk mengetahui seberapa besar dosa ribu itu, marilah kita simak sabda kekasih kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.
Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
  اَلرِّبَا سَبْعُوْنَ حُوْبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ 

“Riba itu memiliki tujuh puluh tingkatan dosa, yang paling ringan seperti seseorang yang menyetubuhi ibunya.”_ (HR. Ibnu Majah, shohih) 
Sahabat, bukankah berzina dengan wanita lain merupakan dosa besar? Lalu bagaimana berzina dengan ibu kandung sendiri? Tentu lebih besar dosanya dan lebih dahsyat siksanya. Kalau begitu, mengapa banyak orang rela dan bersuka ria melakukan *transaksi riba yang dosanya lebih besar dari berzina dengan ibunya!*
Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan dosa yang sangat besar ini.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH , hari jumat kemaren tanggal 10 Maret 2017 admin menghadiri sholat jumat berjamaah di salah satu masjid di daerah Bogor. Masya Allah… ketika sang imam mengimami kami sholat sungguh bacaannya begitu lancar dan sangat merdu.

Sungguh mendengar bacaannya, hati ini begitu tersentuh dan sangat menghayati bacaannya hingga tanpa sadar air mata ini menetes. Sungguh hal tersebut membuat hati iri, ingin rasanya seperti dia bacaannya sungguh sangat indah dan menyentuh padahal usianya masih sangat muda belia.
Sahabat, sudah sepantasnya bagi kita iri terhadap orang-orang yang diberi kelebihan seperti ini. Jangan iri terhadap orang-orang yang diberi banyak kemewahan dunia sedangkan ia orang yang jauh dari Allah ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

“Tidak boleh iri kecuali pada dua perkara: seseorang yang diberikan (kepandaian) al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membaca dan mengamalkannya pada malam dan siang hari, dan seseorang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya pada malam dan siang dan siang hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH , tidak bisa dipungkiri bahwa kita sangat mencintai harta-harta kita yang sudah kita upayakan dengan susah payah ketika mencari dan mengumpulkannya. Kita peras keringat kita, kita banting tulang kita untuk mendapatkan itu semua.

Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika seseorang menjadi pelit dan tidak menginginkan hartanya habis dan lenyap begitu saja. Maka banyak di antara mereka sangat menjaga hartanya agar bisa ia miliki untuk selamanya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِي مَالِي إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلَاثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“Manusia berkata, ‘Hartaku, hartaku,’ sesungguhnya hartanya ada tiga: yang ia makan lalu ia habiskan, yang ia pakai lalu ia usangkan atau *yang ia berikan (sedekahkan) lalu ia miliki (selamanya hingga yaumil qiyamah)*, selain itu akan lenyap dan akan ia tinggalkan untuk manusia.” (HR. Muslim no. 5259)
Dahulu ada seorang ulama yang selalu bersedekah, ketika dikatakan kepadanya, “Kamu terlalu dermawan.” Ia menjawab, 
“Justru aku pelit dengan hartaku,* karena aku ingin hartaku ini menjadi milikku untuk selama-lamanya sampai di akhirat.”
 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, tidak bisa dipungkiri bahwa kita sangat mencintai harta-harta kita yang sudah kita upayakan dengan susah payah ketika mencari dan mengumpulkannya. Kita peras keringat kita, kita banting tulang kita untuk mendapatkan itu semua.

Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika seseorang menjadi pelit dan tidak menginginkan hartanya habis dan lenyap begitu saja. Maka banyak di antara mereka sangat menjaga hartanya agar bisa ia miliki untuk selamanya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِي مَالِي إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلَاثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“Manusia berkata, ‘Hartaku, hartaku,’ sesungguhnya hartanya ada tiga: yang ia makan lalu ia habiskan, yang ia pakai lalu ia usangkan atau *yang ia berikan (sedekahkan) lalu ia miliki (selamanya hingga yaumil qiyamah)*, selain itu akan lenyap dan akan ia tinggalkan untuk manusia.” (HR. Muslim no. 5259)
Dahulu ada seorang ulama yang selalu bersedekah, ketika dikatakan kepadanya, “Kamu terlalu dermawan.” Ia menjawab, 
“Justru aku pelit dengan hartaku,* karena aku ingin hartaku ini menjadi milikku untuk selama-lamanya sampai di akhirat.”
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH , mungkin sebagian kita sudah ada yang berusia 40 tahun ke atas atau mungkin sebentar lagi usia kita mendekatinya. 

Tentang usia 40 tahun ini Allah ta’ala berfirman,
*حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ*

 _Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : “Ya. Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim.”_ *(QS. Al-Ahqaf [46] : 15)*
Dalam ayat ini Allah ta’ala mengisyaratkan kepada kita bahwa ketika kita sudah menapaki usia 40 tahun, maka sudah semestinya lebih memperhatikan urusan akhirat ketimbang dunianya. Ia hendaknya meningkatkan ibadah kepada Allah ta’ala
Imam Malik rahimahullah berkata:
Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)”

(At-Tadzkiroh hal 149).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, sebagai manusia yang lemah dan penuh kesalahan, sungguh kita sangat membutuhkan tambahan kebaikan dan penghapusan dosa.

☘️Tahukah sahabat bahwa ada satu amalan yang sangat mudah tapi besar faidahnya.

Yaitu barangsiapa yang mengucapkan _”subhanallah”_ sebanyak 100 kali dalam sehari maka dia memperoleh seribu kebaikan dan dihapus seribu kesalahannya.
Dari Mush’ab bin Sa’d dari ayahnya, dia berkata,
كُنَّاعِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ قَالَ يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ

“Dahulu kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mengatakan, 
“Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan?”
Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”
Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) 100 kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.” (HR. Muslim)
Sahabat, inilah kemurahan dan rahmat Allah ta’ala terhadap kita sebagai hambaNya dimana Allah ta’ala melipatgandakan kebaikan dan menghapus kesalahan-kesalahan kita.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://goo.gl/NKBln3

Sahabat, di antara akhlak mulia para Nabi yang patut kita teladani adalah sikap tawadhu.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah menjelaskan tentang sikap tawadhu ini, beliau berkata, “Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang muslim. Kemudian *engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.*”
Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim memiliki sifat ini. Rendahkanlah hatimu, niscahya Allah ta’ala akan meninggikanmu.
☘️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Dan tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588).
Yaitu Allah ta’ala akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhunya di dunia.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM) 

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://goo.gl/NKBln3

Like FB.me/shirotulmustaqimid

Tahukah sahabat ELSUNNAH,  bahwa kelak di akhirat nanti orang-orang yang tidak mendapat ujian akan merasa iri terhadap mereka yang terkena musibah tatkala di dunia.

Dikarenakan iri tersebut mereka bahkan berangan-angan andai kiranya dahulu ketika di dunia mereka mendapat ujian yang banyak dan berat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﻳَﻮَﺩُّ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻌَﺎﻓِﻴَﺔِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﻥَّ ﺟُﻠُﻮﺩَﻫُﻢْ ﻗُﺮِﺿَﺖْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻘَﺎﺭِﻳﺾِ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﺮَﻭْﻥَ ﻣِﻦْ ﺛَﻮَﺍﺏِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺒَﻼَﺀِ

“Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia. ”(HR. Baihaqi)

Jadi sahabat, bersabarlah tatkala saat ini sedang ditimpa ujian yang berat. Insya Allah kelak akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag