Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat ELSUNNAH, Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada sesama terutama orang yang dekat dengan kita. Dan tetangga adalah orang yang paling dekat setelah keluarga kita. 

Bersikap baik kepada tetangga merupakan perkara yang diperintahkan dan ditekankan. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan  tetangga sebagai saksi yang menegaskan apakah engkau adalah orang yang baik atau orang yang buruk (jahat).
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا قَالَ جِيرَانُكَ قَدْ أَحْسَنْتَ فَقَدْ أَحْسَنْتَ وَإِذَا قَالُوا إِنَّكَ قَدْ أَسَأْتَ فَقَدْ أَسَأْتَ

“Jika tetanggamu mengatakan bahwa kamu telah berbuat baik, berarti kamu telah berbuat baik. Namun jika tetanggamu mengatakan bahwa kamu berbuat jahat, berarti kamu telah berbuat jahat.” (HR. Ibnu Majah No. 4212 – Shahih)
Oleh karena itu wahai sahabat, perhatikanlah hubungan dan interaksi Anda dengan tetangga Anda. Apakah kita telah berbuat baik kepada mereka atau bahkan sebaliknya banyak perkara-perkara buruk dan jahat yang kita lakukan kepada mereka.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Dari Abu Darda radliallahu ‘anhu

Rasululloh ﷺ bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah!”

HR. Tirmidzi No. 1822 – Shahih

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, kita sering mendengar ungkapan “Telah Beristirahat dengan Tenang” yang biasanya ditujukkan untuk orang yang baru saja meninggal dunia, atau dalam bahasa inggris dengan istilah “Rest in Peace (RIP)”.

Benarkah ungkapan tersebut boleh kita gunakan ketika ada seseorang yang meninggal?

عن عائشة رضي الله عنها قالت : يا رسولَ اللهِ ماتت فلانةٌ واستراحتْ ! فغضبَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وقال : (إنما يستريحُ من غُفِرَ لهُ)  

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, ia berkata, “Wahai Rasulllah, fulanah ( seorang wanita ) telah meninggal dan beristirahat dengan tenang. 

Kemudian Rasulullah pun marah dan berkata, “Sesungguhnya orang yang beristirahat dengan tenang itu yang telah diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala”. (As-Silsilah as-Sohihah 4/286)

Jadi sahabat, ungkapan seperti ini tidak diperkenankan dalam Islam, karena memang tidak semua kematian itu adalah rahah (istirahat). Kematian bukanlah awal dari peristirahatan, tapi ia adalah awal dari pertanggungjawaban.

☘️Tidaklah orang yang mati itu beristirahat dengan kematiannya, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih serta telah diampuni oleh Allah ta’ala yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Semoga Allah ta’ala mengkaruniakan kepada kita kematian yang khusnul khotimah.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Bersegeralah…

Sahabat ELSUNNAH, sadarilah dunia itu hanya sementara, kita akan berlalu meninggalkannya tidak lama lagi.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merangkul bahuku lalu bersabda,

 كُنْ في الدنيا كأنك غريبٌ أو عابرُ سبيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau orang yang mampir di tengah perjalanannya”  (HR. Al Bukhari no. 6416)

Oleh karena itu, bersegeralah menyiapkan akhiratmu. Jangan engkau tunda, sebelum semuanya terlambat. Kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Oleh karena itu, Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma ketika beliau menyampaikan hadits di atas beliau melanjutkan,
 إذا أمسيْتَ فلا تنتَظِرِ الصباحَ، وإذا أصبحْتَ فلا تنتظِرِ المساءَ، وخُذْ من صحتِك لمرضِك، ومن حياتِك لموتِك

“Jika engkau ada di sore hari, maka jangan menunggu hingga pagi, jika engkau berada di pagi hari, maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, manfaatkan waktu hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al Bukhari no. 6416)

⚡️Sahabat, bersegeralah… bersegeralah…!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bencana alam yang terjadi merupakan panggilan dari Allah ta’ala agar mereka bersabar, ridho, dan berserah diri kepadaNya. Ia juga merupakan peringatan agar bertaubat dan memberbaiki diri.

Bagi kita yang tidak terkena bencana, bukan berarti kita lebih suci dan lebih taat dari mereka yang terkena bencana. Ini merupakan peringatan Allah ta’ala agar kita lebih banyak bersyukur dan menjaga nikmat-nikmatNya dengan mempergunakannya dalam ketaatan. 

Di balik bencana tersebut terdapat ladang amal shalih yang sangat luas. Inilah saatnya bagi kita untuk meringankan beban mereka. Membantu kebutuhan mereka; makanan, minuman, obat-obatan, air bersih, selimut, dan banyak hal mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh mereka.

Di sini Allah ta’ala hendak menguji seberapa jauh kepedulian dan ketanggapan kita dalam menolong saudara kita yang sedang kesusahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ… وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya… Barangsiapa mengurus kebutuhan saudaranya niscaya Allah akan mengurus kebutuhan dirinya. Barangsiapa menyingkirkan sebuah kesusahan hidup dari seorang muslim niscaya Allah akan menyingkirkan kesulitan hidupnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Sahabat, mari kita bantu mengurangi kesulitan para korban bencana alam dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukannya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sesungguhnya dunia ini tak lama lagi akan hancur atau bahkan diri kita sendiri pun akan hancur melebur menjadi tanah.

Sekejap setelah ajal menyapa, akan sirna kemewahan bangunan, akan sirna harta yang tertumpuk. 

☘Allah Ta’ala berfirman,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. An Nahl: 96)

Malik bin Dinar rahimahullah berkata,

لو كانت الدنيا من ذهب يفنى ، والآخرة من خزف يبقى لكان الواجب أن يؤثر خزف يبقى على ذهب يفنى ، فكيف والآخرة من ذهب يبقى ، والدنيا من خزف يفنى؟

“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi daripada emas yang nanti akan fana. Padahal sebenarnya akhirat adalah emas yang kekal abadi dan dunia adalah tembikar nantinya fana.” (Lihat Fathul Qodir, Asy Syaukani, 7: 473, Mawqi’ At Tafasir)

Oleh karena itu, ambillah dari kesenangan dunia untuk mentaati Allah semampu Anda!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, cinta dan kasih sayang orang tua kepadanya anak sudah fitrah. Sedangkan cinta dan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya masih perlu dibina. Karenanya dalam Al-Quran, yang ada adalah perintah kepada anak untuk berbakti kepada orang tua. Bukan sebaliknya.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Orang tua kita tidak pernah berharap apapun, karena baginya anak adalah segalanya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, selektiflah dalam mencari teman duduk. Pilih-pilihlah dalam mencari sahabat. Tidak semua orang pantas kita jadikan sahabat dan teman duduk.

Seseorang biasanya akan menghabiskan banyak waktu dengan sahabatnya. Oleh karena itu jangan biarkan waktumu berlalu dengan sia-sia karena kita salah dalam menjalin persahabatan.

Malik bin Dinaar rahimahullah berkata,

كل أخ وجليس وصاحب لا تستفيد منه خيرًا في أمر دينك؛ ففرّ منه

“Semua teman duduk dan sahabat yang engkau tidak mengambil faedah kebaikan agama darinya maka hendaknya engkau lari darinya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyaa)

Jadi perhatikanlah dengan siapa kita bersahabat.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

 Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, budaya saling memberi merupakan budaya yang baik bahkan hal ini dianjurkan di dalam syariat. Karena hal tersebut akan menumbahkan rasa kasih sayang di antara kaum muslimin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari, Al Adabul Mufrod no. 594)

Akan tetapi berbeda halnya ketika saling memberi hadiah di suatu momen yang disebut dengan valentine day. Saling memberi hadiah untuk merayakan momen ini menjadi terlarang karena valentine day sendiri adalah perayaan yang bermasalah. Merayakan hari tersebut merupakan meniru-niru budaya orang kafir (tasyabbuh).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud 4033 – Shahih)

♻️Oleh karena itu, menerima hadiah untuk merayakan hari tersebut adalah terlarang sebagaimana terlarang pula memberinya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, mungkin kita pernah melihat sebagian orang dengan gampangnya makan dan minum dengan tangan kirim. Tangan kanannya asik dengan sesuatu, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk makan dan minum.

Ketahuilah, sesungguhnya perkara ini diperingatkan dan dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dari Umar bin Abi Salamah radliallahu ‘anhuma, ketika beliau masih kecil pernah makan dengan kedua tangannya – kanan-kiri. Kemudian diperingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

☘”Wahai anakku, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari 5376 & Muslim 2022)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwa cara makan dan minum dengan tangan kiri merupakan cara makan dan minum setan. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

Apabila kalian makan, maka hendaknya makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim 2020, Abu Daud 3778 dan yang lainnya).

Menyerupai setan hukumnya dilarang. Karena setan itu musuh, bukan kawan. Sehingga jangan diikuti. Dan meniru kebiasaan setan termasuk mengikuti langkah setan.

 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, pandangan melahirkan bersihat hati. Bersitan hati akan melahirkan pikiran, pikiran melahirkan hasrat, hasrat melahirkan keinginan, keinginan melahirkan tekad. Bila tekad kuat, maka terjadilah sesuatu yang dilarang dan terjerumus dalam perbuatan maksiat.
Sahabat ELSUNNAH, semua peristiwa dimulai dari pandangan. Api yang besar berasal dari bunga api yang kecil. Bila muncul suatu pemandangan tidak halal di hadapan Anda, maka ketahuilah bahwa hakikatnya itu sebuah anak panah iblis yang beracun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ، فَمَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ لله أَوْرَثَ الله قَلْبَهُ حَلاَوَةً إِلىَ يَوْمِ يَلْقَاهُ

“Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa yang menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR Al-Hakim, Ath-Thabrani)

Oleh karena itu, berlindunglah dengan perisainya, yaitu ghodul bashor (menundukkan pandangan), supaya kita diselamatkan oleh Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ 

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya…” (QS. An-Nur: 30)

Disadur dari Harta Karun Akhirat, Dr. Khalid Abu Syadi, hal. 28

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

BBM PIN: 5B0EF254

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Yaumut Tanad adalah salah satu nama hari kiamat. Karena pada waktu itu akan terjadi dialog antara penduduk surga yang berada di ketinggian dengan penduduk neraka yang ada di tempat rendah.

Karena jauhnya jarak menyebabkan haru menyeru berteriak tidak cukup bisikan.

Allah ta’ala berfirman,

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (QS. Al-A’raf: 50)

Ditulis oleh Ust. Sholahudin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, setiap orang pasti ingin beruntung dengan keberuntungan yang hakiki. Ada satu amalan yang sangat mudah yang bisa menjadikan kita orang yang beruntung. Apakah itu?

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

طُوْبَى ِلمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا

“Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR Ibnu Majah No. 3808, Shahih)

Ya… itu adalah memperbanyak istighfar. Sudah berapa banyakkah kita beristighfar hari ini? Mari instrospeksi diri.

Apakah kita orang yang malas beristighfar? Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia yang sudah dijamin masuk surga, yang terbebas dari dosa setiap harinya beristighfar dan tidak pernah bosan beristighfar tidak kurang dari 70-100 kali dalam sehari. Maka sesungguhnya kita jauh lebih butuh untuk banyak-banyak beristighfar.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

BBM PIN: 5B0EF254

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Itulah doa Nabi Ibrohim ‘alaihissalam. Beliau sangat yakin dengan doanya, dan sangat yakin bahwa Allah ta’ala mampu mengabulkannya walau tampak mustahil menurut akal manusia.

Allah ta’ala mengabadikan doa Nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an,

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrohim: 37)

Jadi Sahabat, mari perbanyak doa, gantungkanlah setiap permasalahan kita kepadaNya. Yakinlah dan berkhusnudzonlah kepada Allah ta’ala.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB ) 

Daftar: 089616695643 (via WA)

Join Telegram Channel telegram.me/arsipElsunnah

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, kita hidup di dunia ini hanya singgah sebentar saja dalam perjalanan pulang. Kita hanya seorang musafir yang sedang dalam perjalanan. Pulang dalam maknanya yang sejati yaitu pulang ke akhirat. Di akhirat kelak ada dua tempat pulang, yaitu surga dan neraka. 

Surga adalah tempat pulang yang penuh kebahagiaan dan kenikmatan, sedangkan neraka adalah tempat pulang yang penuh dengan kepedihan dan penderitaan.

Seluruh perkara yang menyebabkan hamba untuk masuk surga sudah dijelaskan, dan seluruh hal yang akan menjerumuskan seorang ke dalam neraka pun telah diperingatkan. Pilihan ada di tangan kita, jalan pulang mana yang hendak kita tempuh, surga atau nereka?.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مابقي شيء يقرب منْ الْجَنَّة ويباعد منْ النَّار إلا وقد بين لكم

☘”Tidak tersisa suatu (amalan) pun yang dapat mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, kecuali sudah dijelaskan semuanya kepada kalian.” (HR. Thabrani, shahih)

Semoga Allah ta’ala memudahkan kita dalam menempuh perjalanan pulang menuju surga.

 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB ) 

Daftar: 089616695643 (via WA)

Join Channel telegram.me/arsipElsunnah

http://www.elsunnah.wordpress.com

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Hai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah akan memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.”

 HR. Muslim No. 4697 – Shahih

 HR. Abu Daud No. 4173 – Shahih

HR. Ibnu Majah: 3678 – Shahih

==========

fb.me/elsunnahID

telegram.me/arsipElsunnah

Sahabat ELSUNNAH, anak yang sholeh adalah dambaan setiap orang tua. Ia akan menjadi penyejuk mata ketika di dunia, dan ia pun akan menjadi harapan bertambahnya kebaikan tatkala orang tua sudah tiada.

Ini merupakan salah satu di antara rahmat yang Allah ta’ala berikan kepada orang yang beriman yaitu mereka bisa saling memberikan kebaikan, sekalipun sudah berpisah di kehidupan dunia.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan *anak sholeh yang mendoakannya*.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Oleh karena itu wahai sahabat, bertekadlah dan berusahalah untuk senantiasa menjadi anak-anak yang sholeh, dan inilah bakti yang sesungguhnya dibutuhkan oleh orang tua kita terlebih ketika mereka telah tiada, sebagaimana doa yang senantiasa mereka panjatkan kepada Rabb-nya.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Ash Shaffaat: 100)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB ) 

Daftar: 089616695643 (via WA)

Join Telegram Channel telegram.me/arsipElsunnah

http://www.elsunnah.wordpress.com

Hati yang Rusak

Sahabat ELSUNNAH, ketahuilah bahwa iman, ibadah, dan ketaataan adalah nikmat. Iman itu manis, ibadah itu manis, taat itu manis.  Manisnya iman, ibadah dan ketaatan hanya bisa dirasakan oleh hati yang baik dan sehat.
Akan tetapi mengapa ketika kita melakukan ketaatan, kita selalu merasa tidak nyaman? Kita merasa tidak betah bahkan umumnya kita berfikir bagaimana agar ibadah itu segera selesai.

Ya… hati yang rusak dan sakit tidak bisa merasakan manisnya hal-hal tersebut. Lalu apa yang menyebabkan rusaknya hati?

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata,

فساد القلوب متولد من ستة أشياء، أولها:

يذنبون برجاء التوبة،

ويتعلمون العلم ولا يعملون به،

وإذا عملوا لا يخلصون،

ويأكلون رزق الله ولا يشكرون،

ولا يرضون بقسمة الله، 

ويدفنون موتاهم ولا يعتبرون.

Rusaknya hati, lahir dari enam hal:

☄Bermaksiat dengan harapan diterimanya taubat 

☄Mempelajari ilmu syar’i namun tidak mengamalkannya

☄Saat beramal tidak ikhlash

☄Memakan Reziki Allah dan tidak bersyukur 

☄Tidak ridho dengan pembagian Allah 

☄Mengubur jenazah,  namun tidak mengambil pelajaran darinya

♻️Semoga Allah ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk bisa menghindari hal-hal yang dapat merusak hati tersebut.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB ) 

Daftar: 089616695643 (via WA)

Join Telegram Channel telegram.me/arsipElsunnah

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, secara unun umur manusia adalah lama hidupnya. Namun sesungguhnya umur yang hakiki adalah waktu yang digunakan dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Waktu yang digunakan dalam ketaatan inilah umur sebenarnya.
Oleh karena itu, kebaikan dan ketaatan akan menambah umurnya yang sebenarnya dan yang selain itu tidaklah menambah umurnya. 

Dan standar kebaikan bukanlah terletak pada panjang atau pendeknya umur seseorang, tetapi kebaikan itu adalah bagaimana seseorang memanfaatnya umurnya untuk berbuat ketaatan kepada Allah ta’ala, sebagaimana hadits dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari ayahnya Abu Bakroh bahwa ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »

“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun baik amalnya.” Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun jelek amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 2330, hasan shahih)

☘Jika seorang hamba berpaling dari Allah dan gemar melakukan maksiat, maka dia berarti telah menyia-nyiakan umurnya. Atau bisa dikatakan bahwa dia telah mengurangi jatah umur yang diberikan kepadanya yang seharusnya dia manfaatkan untuk mengumpulkan kebaikan.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa maksiat dapat mengurangi umur dan pasti dapat pula mengurangi keberkahannya, sebagaimana pula amalan kebaikan dapat menambah umur. Itulah perbuatan dosa dapat mengurangi umur.”

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB ) 

Daftar: 089616695643 (via WA)

Join Telegram Channel telegram.me/arsipElsunnah

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag