Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat ELSUNNAH, sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah (instrispeksi diri) sesaat sebelum tidur.

Umar bin Khoththob rodliallahu ‘anhu berkata,

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal”

Sahabat, kita tidak tahu apakah setelah kita terlelap tidur di malam hari kita bisa bangun kembali di pagi harinya. Oleh karena itu, hendaknya kita menghisab dan mengevaluasi diri-diri kita terhadap segala sesuatu yang telah kita perbuat seharian.

Jika kita dapatkan perbuatan baik maka hendaknya kita memuji Allah ta’ala. Dan jika sebaliknya, maka hendaknya kita segera memohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya. Bertaubatlah malam itu juga, dan jangan sampai menunda nanti.

Semoga kita kita bisa merutinkan aktifitas sesaat ini sebelum kita tidur.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, ketauhilah bahwa tidak ada yang dapat menjaga keamanan suatu negeri dari adzab Allah ta’ala melebih para da’i yang senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi. Hal ini sebagaimana yang Allah ta’ala firmankan,

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara dzalim, sedang penduduknya orang-orang mengadakan perbaikan.” (QS. Hud: 117)

Sahabat ELSUNNAH, mari kita perhatikan ayat yang mulia di atas. Pada ayat tersebut Allah ta’ala tidak mengatakan,

وَأَهْلُهَا صَالِحُوْنَ

“Sedang penduduknya adalah orang-orang baik (sholihun)”

Akan tetapi Allah ta’ala mengatakan,

وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Sedang penduduknya adalah orang-orang yang MENGADAKAN PERBAIKAN (muslihun)”

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره

Orang yang SHOLIH yaitu orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri, sedangkan MUSLIHUN adalah orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya dan juga orang lain.

Wahai sahabat maka jadilah muslihun, yaitu orang-orang yang tidak hanya beramal sholih sendiri, tetapi juga sekaligus mengajak orang lain untuk berbuat kesholihan dan mengingatkan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan.

Oleh karena itu, Allah ta’ala memerintahkan umat yang mulia ini agar ada di antara mereka yang memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, IV/589)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

doa dalam diam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Sebagian salaf dahulu, apabila ingin meminta sesuatu untuk dirinya sendiri, maka dia akan memintakan hal yang sama untuk saudaranya. Karena doanya terhadap saudaranya akan dikabulkan dan iapun mendapatkan hal yang sama”
(Syarh Muslim 18/49)

Sahabat ELSUNNAH, oleh karena itu bila engkau menginginkan sesuatu apapun itu, maka ingatlah hal ini. Berdo’alah agar Allah mengaruniakan hal yang sama untuk saudaramu. Maka malaikat akan mengaminkan do’amu dan memohonkan permintaan yang sama untukmu. Sehingga saudaramu mendapatkan do’a darimu sementara engkau mendapatkan do’a dari malaikat. Engkau mendapatkan doa dari makhluk yang mulia yang didekatkan oleh Rabbnya.

Sebagai contoh jika engkau menginginkan memiliki rumah, maka doakanlah siapa saja dari saudara muslimmu supaya dia dikarunikan Allah ta’ala rumah. Pada saat itu malaikat sedang mendoakan untuk dirimu supaya engkau dikaruniai sebuah rumah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com⁠⁠⁠⁠

Sahabat ELSUNNAH, ketauhilah bahwa kebahagiaan dunia bukan ditentukan karena banyaknya harta semata. Tidak selalu orang kaya itu bahagia, pun demikian sebaliknya tidak setiap orang miskin itu sengsara.

Allah ta’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik….” (QS. An-Nahl: 97)

Dalam ayat tersebut Allah ta’ala TIDAK berfirman,

“Barangsiapa yang mengajarkan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan, maka sungguh akan kami lapangkan rezekinya dan kami berikan kepadanya harta yang banyak.”

Akan tetapi Allah ta’ala berfirman, “Niscaya kami berikan kehidupan yang baik” entah dengan harta yang banyak ataupun dengan harta yang sedikit. Maka baik dia miskin ataupun kaya kalau dia beramal sholeh maka dia akan diberikan kehidupan yang baik.

Sahabat kekayaan tidak selamanya baik sebagaimana kemiskinan tidak selalu buruk.

إنّ من عبادي من لو أغنيته لأفسده الغنى, وإنّ من عبادي لو أفقرته لأفسده الفقر

“Sesungguhnya ada di antara hamba-Ku, jika Aku berikan kekayaan kepadanya niscaya kekayaan itu akan merusaknya. Dan ada pula sebagian dari hamba-Ku, jika Aku berikan kepadanya kefakiran niscaya kefakiran itu akan merusaknya”

Syaikh Ibnu Utsaimin, Syarah Riyadhus Sholihin I/306

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sesungguhnya jika ada orang yang kagum terhadap kita maka ketauhilah bahwa kekaguman mereka kepada kita karena Allah menutupi aib-aib yang ada pada diri kita.

Andaikan Allah ta’ala menampakkan hakikat kita seutuhnya, menyibak tabir yang menutupi aib maka jangankan merasa berbangga, untuk hanya sekedar menampakkan dan mengangkat wajah pun kita takkan sanggup lantaran malu.

Muhamad bin Waasi’ rahimahullahu ta’ala berkata,

لو كان للذنوب ريح ما جلس إلي أحد

“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tentu tidak seorang pun yang mau duduk bersamaku”

Oleh karena itu, jangan pernah merasa ujub dengan amalan kita. Jangan pernah terpedaya dengan pujian mereka yang memujimu. Kalau ada satu aib saja diungkap oleh Allah maka semua pujian akan menjadi celaan.

Ya Allah, ampunanMu senantiasa kami harapkan wahai Dzat yang menutupi aib-aib hambaNya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Agar Terbebas dari Masalah

problem-hand

Sahabat ELSUNNAH, kita semua dalam menjalani hari-hari kita tentu ingin terbebas dari berbagai masalah yang menghimpit dan menyulitkan. Kita tahu bahwa tiada hidup tanpa masalah, tapi setidaknya kita ingin bahwa masalah-masalah tersebut bisa terminimalisir, bisa cepat dan mudah teratasi.

Ketauhilah sahabat bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah ta’ala. Semua di bawah kehendak-Nya. Maka memohonlah kepada Allah ta’ala al-afiyah (terbebas dari masalah). Masalah sesulit apapun jika Allah berkehendak bisa teratasi dengan mudah.

Sahabat berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita terbebas dari himpitan masalah. Rutinkanlah ia setiap pagi dan petang.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid-dunyaa wal aakhiroh, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii dinii, wa dunyaaya, wa ahlii, wa maalii, allaahummas-tur ‘aurootii, wa aamin rou’aatii, allaahummah-fazhnii min baini yadayya, wa min kholfii, wa ‘an yamiinii, wa ‘an syimaalii, wa min fauqii, wa a’uudzu bi’azhomatika an ugh-taala min tahtii.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan al-afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan al-afiyah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat, tenggelam atau ditelan bumi dan lain-lain).

Dari Abbas bin Abdul Muthallib radliallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Ya Rasulullah, ajarilah aku doa yang harus aku panjatkan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, mintalah al afiyah (terbebas dari masalah) kepada Allah.” Kemudian, setelah tiga hari, Abbas datang lagi dan mengatakan: Ya Rasulullah, ajarilah aku doa yang harus aku panjatkan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, wahai pamanku, mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca doa ini ketika pagi dan sore, dan beliau tidak pernah meninggalkannya sampai beliau meninggal dunia: (dzikir di atas). (HR. Abu Daud, Ibn Majah, shahih)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sadarlah bahwa sesungguhnya kematian itu begitu dekat, dan datangnya begitu tiba-tiba. Akan tetapi sedikit dari kita yang menyadari hal tersebut.

Kita yang masih muda mungkin merasa masih punya banyak waktu untuk menggapai berbagai gemerlap dunia. Akan tetapi ternyata bukan hanya anak muda, bahkan orang yang sudah tua pun angan-angannya masih begitu panjang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَيَبْقَى مِنْهُ اثْنَتَانِ: الْحِرْصُ وَالْأَمَلُ

“Anak Adam menjadi tua sementara dua perkara masih tetap ada padanya: rakus dan angan-angan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ya… semua kita baik tua ataupun muda merasa bahwa esok, esok dan esok, kita masih hidup. Angan-angan kita semakin hari bahkan semakin panjang, padahal kematian semakin mendekat.

لَا تَأْمَنِ الْمَوْتَ فِيْ طَرْفٍ وَلَا نَفَسٍ

“Janganlah merasa aman dari kematian dalam sekejap maupun sehela nafas” (Abul ‘Atahiyah, Raudhatul ‘Uqala)

Janganlah merasa aman sehingga kita menunda taubat kita, melalaikan kewajiban dan bergelimang dalam kemaksiatan.

Sahabat, sesungguhnya dunia itu sedang pergi meninggalkan kita sedangkan akhirat sedang datang mendekat kepada kita. Janganlah kau terlena dengan sesuatu yang pergi meninggalkanmu sementara engkau berpaling dari sesuatu yang mendatangimu.

Masih hidupkah saya besok?

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Ŕumus Kehidupan

Sahabat ELSUNNAH, setiap aktivitas yang kita lakukan dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali tentu dalam rangka mengejar sesuatu. Walaupun jalur yang kita tempuh dan capaian yang sedang kita kejar berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya yang kita tuju sebenarnya sama, yaitu kebahagiaan. Ya, kita rela mencurahkan waktu tenaga dan pikiran, mengumpulkan harta, mengejar karir dan jabatan adalah karena kita sedang mengejar kebahagiaan.

Tahukah Sahabat apa itu kebahagiaan?

Kebahagiaan adalah satu kondisi dimana seseorang terbebas dari dua hal. Ketika dua hal tersebut hilang dalam diri seseorang, maka orang tersebut akan tercurahkan hujan kebahagiaan. Dua hal tersebut adalah ke-KHAWATIR-an dan ke-SEDIH-an.

Dua dimensi waktu yang mempengaruhi kehidupan kita saat ini, yaitu masa depan dan masa lalu. Ketika seseorang memikirkan masa yang akan datang, ia merasa khawatir, takut, kcemas dan gundah karena ketidakpastian hari esok, maka kebahagiannya pun surut. Demikian juga ketika dia memikirkan hal-hal yang telah terjadi yang tidak mengenakan, ia pun merasa sedih, maka kebahagiannya pun pudar. Maka bahagialah mereka yang diangkat kekhawatiran dan kesedihannya. Siapakah mereka itu?

Allah ta’ala berfirman,

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kami berfirman, ‘Turunlah kalian semuanya dari surga itu! kemudian jika datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati'”. (QS. Al-Baqarah [2]: 38)

Sahabat inilah rumusan kehidupan yang Allah ta’ala pesankan kepada manusia pertama ketika diturunkan ke dunia. Yaitu siapa yang beriman kepada Allah ta’ala, beramal sholeh, mengikuti petunjukNya, mentaati aturan dan tidak melanggarNya, maka Allah ta’ala tegaskan bahwa dicabut atasnya kekhawatiran dan kesedihan, dan  baginya kebahagiaan.

Tidak peduli bagaimanapun keadaanmu sekarang, tak peduli miskin atau kaya, tak peduli kau berkedudukan ataupun tidak, selama kau mengikuti rumusan tersebut maka kebahagiaan akan tercurah kepadamu. Sebaliknya tak berguna harta yang melimpah atau kedudukan yang tinggi atau paras yang rupawan selama kau berpaling dari aturanNya maka kebahagiaan kan menjauh darimu. Jika  menjauh dariNya, maka Si Kaya pun kan merana, Si Miskin pun semakin menderita. Inilah sunnatullah yang tidak akan berubah sepanjang masa.

Sahabat, mendekatlah kepada-Nya..!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN:D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, memakai sandal atau sepatu merupakan satu perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah kita luput darinya barang satu hari pun. Setiap kita memiliki keperluan untuk keluar rumah pasti kita bersentuhan dengan yang namanya sandal atau sepatu. Artinya aktivitas memakai sandal ini kita lakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Tahukah sahabat dengan frekuensi yang sangat sering tersebut kita memiliki potensi yang sangat besar untuk memperoleh pahala sesering mungkin. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal. Ya, dengan meniatkan untuk mengikuti dan mencontoh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka aktivitas yang biasa dan “sepele” tersebut dapat membuahkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala. Lalu bagaimana sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibunda Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan yang lainnya.” (HR. Bukhari, Ahmad dan yang lainnya)

Demikianlah, sunnah tauladan kita shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal yaitu memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri, dan ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Sekali lagi jangan lupa ketika melakukan hal tersebut niatkan dalam rangka mengikuti (ittiba) terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Maukah Kepalamu Ditusuk Dengan Jarum?

Sahabat ELSUNNAH, jika pertanyaan di atas ditujukan kepada kita tentu tidak ada satupun di antara kita yang akan akan menjawab mau. Namun tahukah Sahabat bahwa ternyata banyak orang yang melakukan kebiasaan yang sejatinya itu sesuatu yang lebih mengerikan ketimbang di tusuknya kepala dengan sebuah jarum. Bahkan mereka melakukan hal tersebut dengan sangat mudahnya lebih mudah daripada minum seteguk air.

Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya hal tersebut menurut syariat, tentu mereka tidak akan melakukannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan jarum dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (Shahih, HR. Thabrani)

Dan demikianlah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, orang yang paling bertakwa. Beliau tidak pernah seumur hidupnya menyentuh maupun menjabat tangan wanita yang bukan mahram beliau, sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

“Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (Shahih, HR. Malik 1775, Ahmad 6/357, Ibnu Majah 2874, An-Nasa’i 7/149, dan lainnya)

Memang betul bahwa perkara ini merupakan perkara yang sudah sangat biasa di tengah-tengah kita sehingga seolah-seolah sangat sulit untuk dihindari. Akan tetapi sesuatu yang sulit untuk dilakukan bukan berarti tidak bisa untuk dilakukan. Kita harus memulai untuk merubahnya minimal dari diri-diri kita terlebih dahulu. Kalau bukan kita yang memulainya, maka siapa lagi?

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada di antara kita yang tidak pernah terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan. Akan tetapi kita juga tidak boleh putus asa terhadap rahmat Alloh dan ampunan-Nya.

Namun perlu sahabat ketahui, bahwa rahmat dan ampunan Allah ta’ala yang begitu luas dapat tertutup. Salah satunya adalah bagi orang-orang yang disebut dengan mujahirin, yaitu orang-orang yang menampakkan dosa-dosanya dan tidak berusaha menutupinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin.

Dan termasuk mujahirin adalah seseorang yang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata,

‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’

Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”

HR. Bukhari dan Muslim

Oleh karena itu, janganlah kita termasuk orang yang suka berbuat dosa dengan terang-terangan di hadapan manusia tanpa rasa malu sedikitpun. Jangan pula kita menjadi orang-orang yang suka mengumbar aib dan dosa kita dengan menceritakannya kepada orang lain seolah-olah bangga dengan dosanya tersebut. Sungguh adzab yang pedih bagi mereka para mujahirin.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur: 19)

Semoga Allah ta’ala menutupi aib dan dosa-dosa kita di dunia dan mengampuni dosa-dosa kita di akhirat kelak, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabdakan,

إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا فَيَقُولُ نَعَمْ أَيْ رَبِّ حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ

“Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang beriman (kepadaNya), kemudian meletakkan penutup untuknya. Kemudian Allah bertanya kepadanya: Apakah engkau mengetahui perbuatan dosa ini. Ia mengatakan: Ya, Wahai Tuhanku. Sampai ketika ia mengakui perbuatan dosanya dan melihat bahwa ia akan celaka, Allah menyatakan: Aku telah menutup (dosamu) di dunia dan Aku mengampunimu pada hari ini. Kemudian, diberikan kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya….” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

Afwan ana baru kehilangan anak umur 8 hari. Apakah anak ana harus diaqiqahkan juga?

Jawaban

Anak yang lahir dalam keadaan hidup maka perlu di aqiqahi. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Janin yang (meninggal dengan sebab) keguguran sebelum berusia empat bulan tidak perlu diakikahi, tidak diberi nama, … sedangkan janin yang (meninggal dengan sebab) keguguran setelah empat bulan –berarti telah ditiupkan ruh– maka dia dimandikan, diberi nama, … dan diberi akikah, menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. Hanya saja, sebagian ulama mengatakan, ‘Tidak ada akikah untuk bayi, kecuali jika dia hidup sampai hari ketujuh setelah dilahirkan.’ Namun, yang benar, janin ini diberi akikah karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat, sehingga bisa menjadi penolong bagi orang tuanya.” (Liqa’at Bab Maftuh, no. 653)

Allahu a’lam.

Apakah sebelum dan sesudah mandi wajib kita mesti berwudhu?

Jawaban

Tidak perlu bagi seseorang yang telah mandi wajib untuk berwudhu. Karena seseorang yang telah mandi wajib maka telah suci darinya baik hadats besar maupun hadats kecil. Hal ini sebagaimana hadits

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَغْتَسِلُ وَيُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ وَصَلاَةَ الْغَدَاةِ وَلاَ أَرَاهُ يُحْدِثُ وُضُوْءًا بَعْدَ الْغُسْلِ

Dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi, lalu shalat dua rakaat, dan saya tidak melihat beliau berwudhu lagi setelah mandi.” (Hr. Abu Daud: 259, Ahmad 6/119 dengan sanad shahih)

Sedangkan berwudhu sebelum mandi wajib adalah disunnahkan sebagaimana hadits,

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Wallohu a’lam

Jika suatu ketika kau sedang bersendirian di tempat yang tak terjangkau oleh pandangan mata, maka jangan kau katakan “Aku sedang bersendiri”. Akan tetapi katakanlah, “Atasku ada seorang pengawas.”

Sahabat ELSUNNAH, jika suatu ketika jiwamu membisikanmu untuk berbuat dosa, maka ingatlah firman Allah ta’ala,

ألم يعلم بأن الله يرى

“Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al’Alaq: 14)

اللهم اجعلنا نخشاك كأننا نراك و ارزقنا طاعتك و خشيتك في السر و العلن .. آمين

Ya Allah, jadikanlah kami takut (untuk bermaksiat) kepada-Mu seakan-akan kami melihat-Mu, dan anugerahkanlah kepada kami ketaatan dan ketakutan kepada-Mu baik dalam keadaan tersembunyi maupun dalam keadaan di tengah-tengah keramaian… Aamiin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sholat merupakan perkara yang agung, kewajiban yang paling ditekankan dan paling utama setelah kalimat syahadat. Ia merupakan tiang agama, yang tanpanya agama seseorang akan runtuh. Barangsiapa yang meninggalkannya maka ia bisa terjatuh dalam kekafiran.

إنّ بين الرجل و بين الشرك و الكفر ترك الصلاة

“Sesungguhnya perbedaan antara seorang (muslim) dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (Shahih, HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan lainnya)

Abdullah bin Syaqiq, seorang tabiin berkata, “Dahulu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat suatu amalan pun yang bila ditinggalkan menjadi kafir kecuali sholat” (diriwayatkan oleh at-Tirmidz)

Oleh karena itu, jika kita benar-benar menyayangi anak-anak kita, hendaknya hal yang menjadi perhatian pertama kita adalah bagaimana agama anak kita, terutama sholatnya.

Ketauhilah wahai sahabat bahwa wajib atas kita menyuruh anak-anak kita untuk sholat walaupun mereka masih kanak-kanak yang belum wajib bagi mereka untuk sholat, sebagai pendidikan bagi mereka untuk membiasakan sholat sejak dini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مرو الصبيّ بالصلاة ابن سبع سنين واضربوهم عليها ابن عشر

Perintahkan anak-anak untuk melaksanakan sholat ketika ia berumur tujuh tahun, dan pukullah (bila meninggalkannya) ketika ia sudah berusia sepuluh tahun.” (Shahih Lighairi, HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi.)

Oleh karena itu, berdosalah orang tua yang memiliki anak berusia tujuh tahun tetapi tidak memerintahkannya untuk sholat.

Semoga kita bisa menjadi orang tua-orang tua yang hebat yang bisa membimbing anak-anak kita untuk bisa menjaga sholatnya, bukan hanya orang tua yang hanya pandai memberikan motivasi-motivasi keduniaan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
www.elsunnah.wordpress.com

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata, “Telah datang seorang wanita bersama dua putrinya menemuiku untuk meminta sesuatu. Namun aku tidak mempunyai apa-apa selain sebutir kurma. Sebutir kurma itu aku berikan kepadanya.

Lalu wanita itu membagi kurma menjadi dua bagian yang diberikannya untuk kedua putrinya sedangkan ia sendiri tidak memakan sedikitpun. Lalu wanita itu berdiri untuk segera pergi.

Saat itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Aku pun menceritakan perihal wanita tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‘Siapa yang memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, maka anak-anaknya akan menjadi pelindung dari api neraka baginya.'”

HR. Bukhori No. 1329

Masya Allah… sungguh balasan yang sangat besar bagi orang tua yang menyayangi dan memenuhi kebutuhan anak-anakya.

Semoga kita bisa mencontoh wanita tersebut yang sangat lembut hatinya dalam merawat anak-anaknya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, pasti pernah dengar apa yang namanya Ramalan Zodiak atau Horoskop. Ramalan singkat yang berisi tentang kehidupan pribadi, asmara, karir, keuangan, ataupun yang lainnya. Zodiak atau horoskop ini biasanya muncul di majalah-majalah, layanan SMS, atau pun ramalan sejenis muncul sebagai aplikasi-aplikasi yang tersebar di sosial media. Tahukah sahabat bahwa ramalan ini dilarang keras dalam islam?

“Tapi saya hanya iseng, ga betul-betul percaya ko..” Mungkin sebagian kita hanya berdalih iseng, cuma baca-baca tidak percaya terhadap isinya.

Tahukah sahabat, sekalipun hanya membaca dan tidak mempercainya, itu sudah termasuk dosa yang besar. Ancamannya adalah sholatnya selama 40 hari tidak Allah ta’ala terima.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230)

Dan lebih parah lagi jika ia membenarkan apa yang dikatakan oleh ramalan tersebut. Maka ia terjatuh dalam kekufuran.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)

Syaikh Sholih Alu Syaikh hafizhohullah mengatakan, “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid, Syaikh Sholih Alu Syaikh Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”)

Semoga Alloh ta’ala mengampuni dosa-dosa kita dan menjaga kita dari hal-hal yang dapat merusak akidah kita.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Dari Abu Hurairah radliallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Pada suatu ketika ada seseorang yang sedang berjalan di padang pasir tiba-tiba terdengar suara dari dalam awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Kemudian awan itu menuju ke arah suatu tempat yang banyak batunya, lantas menuangkan airnya (menurunkan hujan).

Pada tempat yang banyak batunya tersebut ada sebuah parit yang penuh dengan air hingga parit itu pun ikut mengalirkan air. Kemudian di situ ada seorang lelaki yang berada di tengah-tengah m kebunnya sedang membagi-bagi air dengan alat pengukur tanah. Ia kemudian bertanya kepada laki-laki tersebut, ‘Wahai hamba Alloh, siapakah namamu?’

Orang itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang sama dengan yang pernah didengarnya dari dalam awan tadi.

Kemudian si Fulan bertanya kepadanya, ‘Kenapa kamu menanyakan namaku?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya tadi mendengar suara dari dalam awan, yang kemudian menuangkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ persis dengan namamu. Memangnya apa yang telah kamu perbuat?’ Fulan menjawab, ‘Karena kamu bertanya seperti itu, maka aku jawab. Sebenarnya aku selalu memperhatikan hasil yang dikeluarkan kebun ini. Sepertiga dari hasil itu saya sedekahkan, sepertiga saya makan dengan keluargaku, dan sepertiga lagi saya persiapkan untuk bibit.'”

HR. Muslim no. 2984

Semoga kita bisa mengambil ibroh atau pelajaran dari kisah yang dituturkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tersebut.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643
http://www.elsunnah.wordpress.com

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

قال الشيخ العلامة 
صالح الفوزان حفظه  الله تعالى :

Syaikh al-Alamah Sholih al-Fauzan hafidzahullah ta’ala berkata:

« ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕِ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝِ ،ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺍﺗﺒﺎﻉُ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔِ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ

Dan di antara tanda-tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadhan dan di waktu yang selainnya adalah mengikutkan kebaikan dengan kebaikan yang lainnya.

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﺎﻟﺔُ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻌﺪَ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﺣﺎﻟﺔً ﻃﻴﺒﺔً، ﻳﻜﺜﺮُ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎتِ وﺍﻷﻋﻤﺎﻝِ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ،

Maka apabila keadaan seorang muslim setelah berlalunya Ramadhan dia dalam keadaan yang baik, dia banyak melakukan kebaikan dan amal-amal sholih. Maka ini menunjukkan tanda atas diterimanya ibadah-ibadahnya di bulan Ramadhan.

ﺃما ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻜﺲ، ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺤـﺴﻨﺎﺕِ ﺍﻟﺴـﻴﺌﺎﺕِ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺝَ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺑﺎﻟﺴﻴﺌﺎﺕِ ﻭﺍﻟﻐﻔﻼﺕ ِﻭﺍﻹ ﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ.

ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ” ص(١١٩)

Akan tetapi jika sebaliknya, mengikutkan kebaikan dengan keburukan. Maka ketika keluar dari Ramadhan, dia ikuti dengan keburukan-keburukan, kelalaian-kelalaian, dan berpaling dari ketaatan kepada Alloh ta’ala. Maka ini menunjukkan tanda tidak diterimanya amal.

Majaalis Syahru Ramadhan, hal. 119.

Semoga Alloh ta’ala menerima puasa, sholat, tilawah, sedekah dan ibadah-ibadah kita yang lainnya di bulan Ramadhan. Kita memohon kepada Alloh ta’ala agar memberi taufik kepada kita agar kita mampu untuk meneruskan sholat kita, puasa kita, tilawah kita, sedekah kita, dan ibadah-ibadah yang lainnya di bulan selain Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
http://www.elsunnah.wordpress.com

Hapuslah dosa-dosamu setiap kali selesai makan.. Dengan kata-kata yang sangat mudah ini..!

قال رسُولُ اللَّه ﷺ:
منْ أَكَلَ طَعَاماً فقال:
الحَمْدُ للَّهِ الذي أَطْعَمَني هذا،
وَرَزَقْنِيهِ مِنْ غيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلا قُوّةٍ،
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
رواه أبو داود، والترمذي .

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang memakan makanan kemudian mengatakan,

الحَمْدُ للَّهِ الذي أَطْعَمَني هذا،
وَرَزَقْنِيهِ مِنْ غيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلا قُوّةٍ

Alhamdulillaahi-lladzi ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.

(yang artinya), ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.’

Maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.”

HR. Abu Dawud, dan At Tirmidzi.

Masya Alloh… Amalan yang sangat mudah yang memiliki faidah yang besar. Jadi jangan sampai lupa wahai sahabat, setiap kali selesai makan untuk berdoa dengan doa tersebut.

Yuk kita hafalkan..!!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
http://www.elsunnah.wordpress.com

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Awan Tag