Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat ELSUNNAH, salah satu celah godaan syaitan adalah dihembus-hembuskannya rasa takut besok tidak bisa makan, takut rezeki kurang, takut tidak bisa menghidupi keluarga, sehingga hadirlah keraguan di dalam hati kepada Allah ta’ala. Inilah gelisah yang dipicu urusan duniawi, kegelisahan yang sungguh menyiksa.
Allah ta’ala berfirman, 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir [35] : 3)

Gelisah karena urusan dunia adalah bentuk jika kita tidak bersyukur atas segala nikmat yang selama ini kita terima, sejak kita dalam kandungan hingga lahir di dunia.

Mengapa khawatir tidak dapat rezeki padahal selama ini rezeki yang kita terima tidak terhingga jumlahnya. Mengapa khawatir tidak bisa menghidupi keluarga, padahal setiap makhluk adalah ciptaan Allah, milik Allah, dan Allah pula yang menjamin rezekinya.
 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Sungguh sangat memprihatinkan akhir-akhir ini banyak sekali penggiringan opini untuk membenci hal-hal yang berbau Arab. Korbannya dari kalangan pelajar hingga profesional.
Bukan tidak mungkin racun pemikiran seperti ini bisa berbahaya jika tertanam pada generasi muslim. Besok mereka tidak akan mau sholat menggunakan bahasa Arab, karena Al-Qur’an berbahasa Arab dan enggan berkunjung ke Ka’bah karena terletak di tanah Arab.

Simaklah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَحِبُّوا الْعَرَبَ لِثَلاثٍ : لأَنِّي عَرَبِيٌّ ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ ، وَكَلامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ

“Cintailah oleh kamu akan Arab karena tiga hal: karena aku orang Arab, Al Quran berbahasa Arab dan pembicaraan ahli surga dengan bahasa Arab”. (HR. At tabrani, al Hakim, al Baihaqi)

Sejak dahulu juga Rasulullah sudah pernah mengingatkan bahwa akan ada orang-orang yang membenci keislaman dengan dalih ANTI ARAB.

يا سلمان ! لا تبغضني ، فتفارق دينك ، قلت : كيف أبغضك و بك هداني الله ؟ قال

: تبغض العرب فتبغضني ”

☘Rasulullah ﷺ berkata kepada Salman Al Farisi (orang Non Arab:Persia atau Iran sekarang): “Hai Salman janganlah kamu membenciku yang menjadikanmu memisahi agamamu.”

Salman berkata: “Bagaimana mungkin aku membencimu sedangkan melalui dirimulah saya mendapatkan hidayah?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Kamu membenci Arab dan kamu membenciku.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Sungguh sangat memprihatinkan akhir-akhir ini banyak sekali penggiringan opini untuk membenci hal-hal yang berbau Arab. Korbannya dari kalangan pelajar hingga profesional.

Bukan tidak mungkin racun pemikiran seperti ini bisa berbahaya jika tertanam pada generasi muslim. Besok mereka tidak akan mau sholat menggunakan bahasa Arab, karena Al-Qur’an berbahasa Arab dan enggan berkunjung ke Ka’bah karena terletak di tanah Arab.

Simaklah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَحِبُّوا الْعَرَبَ لِثَلاثٍ : لأَنِّي عَرَبِيٌّ ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ ، وَكَلامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ

“Cintailah oleh kamu akan Arab karena tiga hal: karena aku orang Arab, Al Quran berbahasa Arab dan pembicaraan ahli surga dengan bahasa Arab”. (HR. At tabrani, al Hakim, al Baihaqi)

Sejak dahulu juga Rasulullah sudah pernah mengingatkan bahwa akan ada orang-orang yang membenci keislaman dengan dalih ANTI ARAB.

يا سلمان ! لا تبغضني ، فتفارق دينك ، قلت : كيف أبغضك و بك هداني الله ؟ قال

: تبغض العرب فتبغضني ”

☘Rasulullah ﷺ berkata kepada Salman Al Farisi (orang Non Arab:Persia atau Iran sekarang): “Hai Salman janganlah kamu membenciku yang menjadikanmu memisahi agamamu.”

Salman berkata: “Bagaimana mungkin aku membencimu sedangkan melalui dirimulah saya mendapatkan hidayah?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Kamu membenci Arab dan kamu membenciku.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

​Sahabat ELSUNNAH, banyak para wanita mendambakan imam kehidupan segera datang menjemput.

Wahai para muslimah, tatkala imam kehidupanmu sudah datang, maka ta’ati dan ikutilah ia dalam kebaikan. Janganlah sering engkau bantah. Jangan sering diomeli dan diingkari kebaikannya.

Bersyukurlah dengan kebaikan suami.

☘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﻻَ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻻَ ﺗَﺸْﻜُﺮُ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻐْﻨِﻲْ ﻋَﻨْﻪُ

“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .(HR. An-Nasa’i, shahih, Ash-Shohihah 289)

Disadur dan dibahasakan kembali dari muslimafiyah. com

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Salah satu kewajiban orangtua dalam mendidik anak adalah dengan mengajarkan adab dan sopan santun sejak dini. Setiap muslim harus berusaha membiasakan anak-anaknya mengamalkan adab-adab islami sejak dini.
Dengan membiasakan mereka adab-adab islami, amalan islami dan juga akidah islami semenjak dini, akan menjadikan apa yang kita ajarkan benar-benar tertanam kokoh dalam jiwa mereka.
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

فالآداب الحسنة خيرٌ للأولاد حالاً ومألاً من إعطائهم الذهب والفضة.

“Adab-adab yang mulia lebih baik bagi anak-anak untuk sekarang maupun nanti, dibandingkan memberi mereka emas dan perak.”

Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 19

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH,  kita lihat moment pergantian tahun begitu sangat dinantikan oleh setiap orang. Tak jarang di antara mereka yang menyambutnya dengan berpesta ria, meniup terompet didetik-detik terakhir pergantian tahun dan lain-lain. Seakan moment tahun baru merupakan moment istimewa yang tak boleh terlewatkan. Kaum muslimin pun ikut-ikutan dalam hal ini.
Mereka saling mengucapkan ucapan selamat, lewat lisan atau tulisan. Sedemikian istimewakah makna tahun baru bagi umat manusia?

Ketahuilah sahabat merayakan moment tahun baru itu bukanlah budaya Islam, akan tetapi ia adalah budaya orang-orang kafir. Bahkan dalam perayaan malam tahun baru ini banyak sekali kemungkaran-kemungkaran yang menyebar di dalamnya.  Jadi janganlah sekali-kali terpengaruh dan mengadopsinya budaya-budaya mereka, karena mereka akan menyesatkanmu.

Allah ta’ala berfirman,

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.: ( QS. Al-Baqarah:109)

☘Rasulullah shallallahu ‘alaihi bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud 4033 – Shahih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya bagi setiap kaum (agama) ada perayaannya dan hari ini (Idul adha) adalah perayaan kita”. (HR. Bukhori dan Muslim)

♻️Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan maksud hadis tersebut bahwa dilarang melahirkan rasa gembira pada perayaan kaum musyrikin dan meniru mereka (dalam perayaan). (Fathul Bari, 3/371).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

 Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Permasalahan satu ini sering jadi perdebatan di kalangan para ikhwah. Apakah dalam tasyahud mesti menggerakkan jari telunjuk, atau jarinya dalam keadaan diam saja. Untuk masalah yang satu ini, kami cuma menukil penjelasan dari salah seorang ulama saja tentang status hadits menggerak-gerakkan jari. Kami tidak sampai berpanjang lebar dalam membahas hal ini karena ternyata di dunia maya juga sudah dibahas oleh ustadz lainnya. Sehingga kami cukupkan dengan penjelasan singkat dari ulama Mesir, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi hafizhohullah dalam kitab beliau Syarh ‘Ilalil Hadits. Semoga bermanfaat. Read the rest of this entry »

​Sahabat ELSUNNAH,  jika kita mengiginkan penjagaan terhadap diri-diri kita, istri/suami kita, anak-anak kita ataupun harta-harta kita, maka janganlah engkau lalai dari doa ini.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرَّهُ شَيْءٌ

“Tidaklah seorang hamba yang membaca pada pagi dan sore hari di setiap harinya: 

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

*BISMILLAHI AL-LADZI LAA YADHURUU MA’A ISMIHI SYAY`UN FIL ARDHI WALAA FIS SAMAA`, WAHUWAS SAMI’UL ‘ALIM* 

‘Dengan menyebut nama Allah yang tidaklah sesuatu yang ada di bumi dan di langit akan celaka dengan nama-Nya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui),’ sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan dicelakakan oleh sesuatu apapun.” (HR. Imam Ahmad, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah, hasan shahih)

Sesungguhnya ini adalah doa yang sangat dibutuhkan bagi seorang muslim, akan tetapi kebanyakan dari kita lalai dari doa ini.

Ini ada dzikir yang agung yang seharusnya dijaga oleh setiap muslim di setiap pagi dan petang, yang dengan dzikir tersebut dengan izin Allah ta’ala akan menjaganya dari segala musibah, bencana, dan yang semisalnya.

Mari kita hafalkan dzikir ini, dan semoga kita bisa mengamalkan setiap pagi dan sore hari di setiap harinya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Sebagian orang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia.

Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar.

Sebagian orang malas membaca Al Quran karena masih belum lancar padahal padahal tetap baginya kebaikan walaupun terbata-bata.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ

☘”Orang yang pandai dalam membaca Al Qur’an, maka ia akan beserta para Malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka ia akan memperoleh dua pahala.” (HR. Ibnu Majah: 3769, HR. Ahmad No. 23493)

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ…

“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (HR. Muslim).

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Yuk rutinkan membaca Al-Qur’an.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Saudaraku, wahai para suami dan para istri, sesungguhnya jima’ (hubungan intim suami istri) adalah salah satu masalah penting yang mendapatkan perhatian dari Islam, dan Islam telah menetapkan kaidah-kaidah dan adab-adabnya, supaya tabiat manusia tidak seperti binatang yang tidak memiliki aturan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan manusia di atas makhluk-makhluk yang Allah ciptakan, sebagaimana firman-Nya:

( وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً) (الاسراء:70)

”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Israa’: 70) Read the rest of this entry »

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Beberapa hari di pikiran ini menemukan sedikit problema. Ketika kami mengajarkan kitab fiqh Asy Syaukani Ad Durorul Bahiyah, saat memasuki bahasan hal-hal yang semestinya dihindarkan ketika akan melaksanakan shalat, Asy Syaukani menyinggung masalah warna pakaian yang terlarang, di antaranya adalah pakaian warna kuning dan merah. Karena menemui kebuntuan dalam pikiran, kami berusaha mencari pembahasan yang memuaskan mengenai larangan tersebut. Hasil penelusuran kami inilah yang akan kami sajikan dalam tulisan kali ini. Semoga Allah memberikan kemudahan. Read the rest of this entry »

Sahabat ELSUNNAH, Iman mengarahkan kekuatan untuk mencintai apa yang Allah ta’ala cintai serta membenci apa yang dibenci oleh Allah ta’ala, itulah buah manis yang tumbuh dari pohon keimanan seorang hamba beriman.
Karena sesungguhnya Alloh adalah dzat yang paling layak diburu keridhoan-Nya di dalam memenuhi segala hal yg Ia ridhoi dan membenci apa yang Ia benci supaya cinta kita kepada-Nya adalah cinta murni bukan cinta palsu ataupun imitasi.

Karena apabila cinta hamba kepada Rabb-Nya palsu, maka ia tidak memperdulikan Rabb-Nya atas apa yang Allah ta’ala ridhoi ataupun yang Allah ta’ala benci, ia cuek dan lebih memperhatikan makhluk daripada-Nya.

Dan Rabb kita berfirman,

⚡️”Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu) karena mereka menganggap Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak”. (QS Maryam: 90-91)

Tidak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya murka Allah karena menuduh Allah ta’ala mempunyai keturunan dan itu merupakan tuduhan yang sangat keji kepada ar-Rahman.

☘Ketika Allah ta’ala menerangkan betapa bencinya Dia kepada yang menuduh-Nya bahwa Ia memiliki anak, lalu apakah kita selaku hamba-Nya rela berucap dengan yang Ia benci, padahal telah sempurna segala kenikmatan hidup kita dari Allah ta’ala, hanya karena sungkan dan segan kepada makhluk? Lalu kita mengucapkan ringan “selamat natal”?? atau meridhoi hal-hal yang berhubungn dengan natal?

Logika sederhananya ialah bahwa apabila ada yang menuduh ibu kita berzina dan memiliki anak dari zina, lalu apakah kita akan mengucapkan selamat kepada orang yang telah menuduh ibu kita berzina?

Janganlah kita mengira hal ini remeh, bisa jadi menurut kita remeh tetapi ternyata besar di sisi Allah ta’ala. Dan ingatlah berapa banyak terkadang manusia mengucapkan hal yang ia sangka remeh tapi ia dicampaikan ke neraka.

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا ، يَزِلُّ بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ

“Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat tertentu, yang tidak dia pikirkan akibatnya, namun menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka, yang dalamnya sejauh timur dan barat.” (HR. Ahmad 9157 & Bukhari 6477)

Ya Allah ya Rabb, jagalah lisan kami dan perbuatan kami dari semua perkara yang Engkau benci dan Engkau tidak ridhoi.

Wallahu a’lam. (ch. Syameela)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, di musim Natal ini orang mulai memasang dan memakai lambang Nashrani, salah satunya adalah topi Natal. Anehnya bukan hanya mereka yang beragama Nashrani saja, tetapi orang-orang islam yang kurang perhatian dengan agama, turut memakai pula atribut agama Nashrani ini. 
Ini menunjukkan bahwa sebagian kaum muslimin telah kehilangan jati dirinya sampai atribut agama lain pun dia kenakan tanpa beban.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »

“Sungguh kalian (umat islam) akan mengikuti kaum sebelum kalian, sama persis seperti jengkal kanan dengan jengkal kiri atau seperti hasta kanan dengan hasta kiri. Hingga andai mereka masuk ke lubang biawak gurun, kalianpun akan mengikuti mereka.

Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah yang anda maksud orang Yahudi dan Nasranni?’

Jawab beliau, ‘Siapa lagi (kalau bukan mereka)’.”

HR. Bukhari 7320 & Muslim 6952

⚡️Ketahuilah sahabat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam dengan tegas bagi orang yang tasyabuh (meniru) tradisi agama lain. Beliau bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud 4033 – Shahih)

Oleh karena itu wahai sahabat, jauhilah perkara ini, jangan ikut-ikutan memakai atribut natal. 

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sudah kita rasakan bersama bahwa yang namanya sakit tentu tidaklah mengenakn, badan demam, makan tidak enak, kepala pusing, mau beraktifitas susah, dan lain sebagainya.
Dan terkadang bahkan mungkin ada sebagian orang yang tidak sabar menggerutu dan mencela penyakitnya. Tahukah sahabat bahwa perbuatan seperti ini dilarang dalam islam.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Janganlah kamu mencela penyakit, karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi.” (HR. Muslim No. 4672 – Shahih)

Jangankah kita mencela penyakit karena sejatinya penyakit itu ada hikmah kebaikan yang besar bagi kita yaitu menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa kita. Jadi *bersabarlah* ketika kita terkena penyakit dan *bersyukurlah* karena dosa-dosa kita tergugurkan.

 Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat EL SUNNAH,sudah sering kita mendengar ucapan Selamat Natal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin kepada orang-orang Nasrani ketika memasuki Hari Natal tanggal 25 Desember.

Masalah ini sebenarnya masalah yang sudah sangat jelas hukumnya dalam Islam akan tetapi sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. 

Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

“Jika kalian kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) kalian dan Dia *TIDAK MERIDHOI* kekafiran bagi hambaNya…” (QS. Az-Zumar: 7)

☘Sahabat, mengucapkan selamat natal menunjukkan keridhoan akan kekufuran yang mereka lakukan, padahal Allah ta’ala dalam ayat di atas menyatakan ketidakridhoan akan kekafiran bagi hambaNya.

Bahkan ketauhilah sahabat bahwa ucapan selamat natal ini lebih besar dosanya daripada sekedar mengucapkan selamat atas pembuhuhan, perzinahan, dan lain sebagainya. Karena dosa kekafiran jauh lebih besar daripada dosa-dosa kemaksiatan tersebut.

Jadi barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan atau kekufuran, berarti ia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah ta’ala.

 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

 Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, mungkin banyak orang yang merasa risih ketika rambutnya mulai beruban. Sehingga sebagian dari mereka akan mencabut uban yang ada di rambutnya. Lalu bagaimana sebenarnya tuntunan Islam mengenai uban ini?

Dari Abdullah bin ‘Amru radliallahu ‘anhu Ia berkata,

َهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَتْفِ الشَّيْبِ وَقَالَ هُوَ نُورُ الْمُؤْمِنِ

“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mencabut uban, dan beliau bersabda: “Dia adalah cahaya bagi orang-orang beriman.” 

HR. Ibnu Majah: 3711 – Hasan, HR.Nasa’i No. 4982 – Hasan, HR. Tirmidzi No. 2746 – Shahih.

☘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة

“Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban –walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Al Baihaqi, hasan)

Jadi sahabat, jangan cabut uban yang tumbuh yah karena merasa risih, bahkan engkau harus bersyukur karena ia adalah kebaikan dan dapat meninggikan derajat.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

 Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, tahukah sahabat bagaimana besarnya dosa riba itu?

Untuk mengetahui seberapa besar dosa ribu itu, marilah kita simak sabda kekasih kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اَلرِّبَا سَبْعُوْنَ حُوْبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ

“Riba itu memiliki tujuh puluh tingkatan dosa, yang paling ringan seperti seseorang yang menyetubuhi ibunya.” (HR. Ibnu Majah, shohih)

Sahabat, bukankah berzina dengan wanita lain merupakan dosa besar? Lalu bagaimana berzina dengan ibu kandung sendiri? Tentu lebih besar dosanya dan lebih dahsyat siksanya. Kalau begitu, mengapa banyak orang rela dan bersuka ria melakukan *transaksi riba yang dosanya lebih besar dari berzina dengan ibunya!*

Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan dosa yang sangat besar ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Hakikat ta’aruf

Ta’aruf yang dimaksud di sini adalah proses saling mengenal antara dua orang lawan jenis yang ingin menikah. Jika di antara mereka berdua ada kecocokan maka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan namun jika tidak maka proses pun berhenti dan tidak berlanjut.

Islam tidak melarang ta’aruf, dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Anas bin Malik bahwa Al-Mughirah bin Syu’bah ingin menikah seorang wanita, maka Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – berkata kepadanya, “Pergi lalu lihatlah dia, sesungguhnya hal itu menimbulkan kasih sayang dan kedekatan antara kalian berdua.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no 1938 dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani – rahimahullah – dalam Shahih Ibnu Majah)

Rambu-rambu ta’aruf Read the rest of this entry »

Sahabat ELSUNNAH, ketauhilah bahwa satu ekor kambing sudah cukup untuk kurban satu keluarga, dan pahalanya bisa mencakup seluruh anggota keluarga sekalipun jumlah mereka banyak, mencakup baik masih hidup dan yang sudah meninggal.

Hal ini sebagaimana hadits dari Abu Ayyub radliallahu ‘anhu,

كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, shahih).

Jadi sahabat tidak perlu mengkhususkan kurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu. Misalnya, kurban tahun ini untuk bapaknya, tahun depan untuk ibunya, tahun berikutnya untuk anak pertama, dan seterusnya. Sungguh ini merupakan karunia dan kemurahan Allah yang sangat luas sehingga tidak perlu dibatasi dengan satu orang tertentu.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, berqurban adalah perintah Robbul Alamin. Allah ta’ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).

Ia adalah ibadah yang sangat agung dan mulia, bahkan ia tidak sebanding dengan sedekah senilai qurban itu sendiri. Engkau berqurban dengan hewan qurban senilai 3jt masih jauh lebih mulia daripada berinfak senilai 3 juta. Bahkan seandainya ia menambahkan sedekahnya senilai lebih dari itu tetap tidak bisa menyamai keutamaan kurban.

Ulama Malikiyyah menegaskan bahwa ibadah qurban lebih utama daripada memerdekakan budak, walaupun ditambah nilainya berlipat-lipat dari harga qurban.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhal daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut.”

Lihat Talkhish Kitab Ahkamil Udhiyah wadz Dzakaah, hal. 11-12 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2: 379

Oleh karena itu sahabat, kenapa kita masih enggan untuk kurban jika memang memiliki kelebihan harta.

Yuk kita lihat kembali rekening dan simpanan kita jika memang ada kelebihan maka berkurbanlah karena kita tidak tahu apakah kita masih menjumpai dzulhijjah tahun depan atau tidak.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp&BBM Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: 5B0EF254
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag