Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘akidah’

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Ikut Merayakannya

natalTermasuk dari dasar-dasar aqidah Islam, bahwa setiap muslim yang beragama Islam lagi bertauhid wajib untuk ber-wala’ (sikap setia, loyal, cinta, dekat) terhadap orang-orang yang beraqidah Islam danber-bara (belepas diri, membenci, memusuhi) orang-orang kafir yang menentangnya dan memusuhinya.

Ini adalah bagian dari millah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan orang-orang yang mengikutinya, yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala: (lebih…)

Pembatal Keislaman (8): Berpaling dari Agama Allah

berpalingBerpaling dari agama Allah subhanahu wata’ala. Ia tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.

Ada sebuah sikap berbahaya yang kadang-kadang dilakukan oleh seorang muslim, yakni sikap berpaling dari Islam. Kata berpaling di sini adalah terjemahan dari kata al-I’radl. Al-I’radl sendiri berarti meninggalkan, menghalang-halangi, dan tidak menerima. Para ulama’ menjelaskan maksud berpaling di sini adalah enggan mempelajarinya dan tidak mengamalkannya.

Tentang sikap berpaling ini Allah subhanahu wata’ala berfirman,

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran)” (QS. Al-Qiyamah: 31-32) (lebih…)

Pembatal Keislaman (5): Membenci Ajaran Rasulullah

benciOrang yang marah/benci terhadap sesuatu dari apa-apa yang dibawa oleh Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam , walaupun ia melakukannya.

Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9)

“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad[47]:8-9) (lebih…)

Pembatal Keislaman (1): Syirik Dalam Beribadah Kepada Alloh

syirikSebesar-besar perkara yang menjadikan seorang murtad adalah syirik dalam beribadah kepada Alloh , yaitu dia beribadah kepada Alloh  juga beribadah kepada selain-Nya. Seperti do’a, menyembelih, nadzar, istighotsah (minta diselamatkan dari perkara yang sulit dan membinasakan), isti’anah (memohon pertolongan) dalam perkara yang tidak mampu untuk melaksanakannya melainkan hanya Alloh , berdo’a kepada mayit, istighotsah kepada kuburan, meminta pertolongan kepada orang yang telah mati, bahkan ada juga istilah-itilah yang sudang ngetrend di sekitar kita seperti “numpang”, “permisi” kepada pohon “keramat” atau kuburan ketika melewatinya.

Ini adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya dan paling besar, mayoritas orang yang mengaku Islam telah terjatuh padanya, menyembelih untuknya, bernadzar dan mendekatkan diri padanya. Mereka mengatakan bahwa hal ini dalam rangka mendekatkan diri mereka kepada Alloh , mereka mendekatkan diri padanya dengan anggapan bisa mendekatkan diri mereka kepada Alloh . Alloh  telah berfirman: (lebih…)

Memahami Pengertian Ibadah

Memahami tauhid tanpa memahami konsep ibadah adalah mustahil. Oleh karena itu mengetahuinya adalah sebuah keniscayaan. Penulis syarah Al-Wajibat menjelaskan, “Ibadah secara bahasa berarti perendahan diri, ketundukan dan kepatuhan.” (Tanbihaat Mukhtasharah, hal. 28).

Adapun secara istilah syari’at, para ulama memberikan beberapa definisi yang beraneka ragam. Di antara definisi terbaik dan terlengkap adalah yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir). Maka shalat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, melarang dari yang munkar, berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di perjalanan), berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja, memanjatkan do’a, berdzikir, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah. Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, inabah (kembali taat) kepada-Nya, memurnikan agama (amal ketaatan) hanya untuk-Nya, bersabar terhadap keputusan (takdir)-Nya, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, merasa ridha terhadap qadha/takdir-Nya, tawakal kepada-Nya, mengharapkan rahmat (kasih sayang)-Nya, merasa takut dari siksa-Nya dan lain sebagainya itu semua juga termasuk bagian dari ibadah kepada Allah.” (Al ‘Ubudiyah, cet. Maktabah Darul Balagh hal. 6). (lebih…)

Madarijus Salikin Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Madarijus salikin_thumb_150_Judul : Madarijus Salikin

Penulis : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
No ISBN : 979-592-110-x
Kategori : Referensi akidah dan Tauhid
Cover : Hard Cover
Isi : 570 hlm
Ukuran : 16.5 x 24.5
Berat : 1500 gr
Harga : Rp 98.000,00

Dapatkan sekarang juga di sini, 

Info dan Pemesanan SMS ke 0896 1669 5643

Layaknya seorang musafir yang menempuh suatu perjalanan menuju tempat nan jauh, yang harus mempersiapkan bekal dan perlengkapannya, begitu pula perjalanan manusia menuju Allah. Bukankah hidup di dunia adalah perjalanan yang agris finish-nya ada di haribaan Allah ? Setiap hembusan nafas, setiap gerakan, setiap prilaku dan bahkan setiap lintasan hati sama dengan setiap ayunan kaki. Tidak ada yang terlewatkan secara sia-sia, semua tercatat dalam kitab dan kelak akan dihisab. (lebih…)

Awan Tag