Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Muhammad_PBUH_Name_32196Selain ibunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam disusukan juga oleh Tsuwaibah; budak Abu Lahab. Kemudian, sebagaimana adat kebiasaan masyarakat perkotaan waktu itu- Ibunya mencari wanita pedesaan  untuk menyusui putranya. Maka terpilihlah seorang wanita yang  bernama Halimah binti Abi Dzu’aib dari suku Sa’ad bin Bakr, yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan Halimah as-Sa’diyah.

Sesungguhnya atas kehendak Allah jualah, hingga Halimah as- Sa’diyah menyusui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ketika kecilnya. Sebab ketika pertama kali ditawarkan untuk menyusuinya, dia terasa enggan menerimanya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam anak yatim yang tidak dapat diharapkan imbalan materi yang layak darinya. Tetapi, ketika tidak didapatkan lagi bayi lain untuk disusui, maka diapun menerima bayi Muhammad untuk disusui di perkampungan Bani Sa’ad.

Ternyata dia tidak salah pilih, karena yang dia susui telah Allah subhanahu wata’ala persiapkan menjadi manusia paling agung di muka bumi ini yang akan membawa jalan terang bagi umatnya yang beriman. Maka wajar, setelah itu kehidupan Halimah as-Sa’diyah penuh dengan keberkahan.

Demikianlah, 5 tahun pertama kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, dia lalui di daerah perkampungan dengan kehidupan yang masih asri dan udara segar di lembah Bani Sa’ad. Hal tersebut tentu saja banyak berpengaruh bagi pertumbuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, baik secara fisik maupun kejiwaan.

Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)

Pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berusia 5 tahun, dan saat beliau masih dalam perawatan Halimah as-Sa’diyah di perkampungan Bani Sa’ad, terjadilah perisiwa besar yang sekaligus menunjukkan tanda- tanda kenabiannya kelak. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr).

Suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bermain bersama teman- temannya, tiba-tiba datang malaikat Jibril menghampiri dan menyergapnya. Lalu dia dibaringkan, kemudian dadanya dibelah, lalu hatinya diambil selanjutnya dikeluarkan segumpal darah darinya, seraya berkata : “Inilah bagian setan yang ada padamu“. Kemudian hati tersebut dicuci di bejana emas dengan air zam zam, setelah itu dikembalikan ke tempat semula.

Sementara itu, teman-teman sepermainannya melaporkan kejadian tersebut kepada Halimah seraya berkata: “Muhamntad dibunuh… Muhammad dibunuh”. Maka mereka bergegas menghampiri tempat Rasulullah saw semula, di sana mereka mendapatkan Rasulullah saw dalam keadaan pucat pasi.

Setelah kejadian tersebut, Halimah sangat khawatir terhadap keselamatan Muhammad kecil shallallahu ‘alaihi wassalam. Akhirnya tak lama setelah itu, dia memutuskan untuk memulangkannya kepada ibunya di kota Mekkah. Maka berangkatlah Halimah ke Mekkah dan dengan berat hati dikembalikannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam kepada ibunya.

Disalin dari Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam
Disarikan dari Kitab Ar-Rahiqul Makhtum karya Syaikh Shafiyyur-Rahman al-Mubafakfurry
—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

iklaniklan2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: