Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘adab’

Memakai Sandal Bisa Berpahala?

Sahabat ELSUNNAH, memakai sandal atau sepatu merupakan satu perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah kita luput darinya barang satu hari pun. Setiap kita memiliki keperluan untuk keluar rumah pasti kita bersentuhan dengan yang namanya sandal atau sepatu. Artinya aktivitas memakai sandal ini kita lakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Tahukah sahabat dengan frekuensi yang sangat sering tersebut kita memiliki potensi yang sangat besar untuk memperoleh pahala sesering mungkin. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal. Ya, dengan meniatkan untuk mengikuti dan mencontoh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka aktivitas yang biasa dan “sepele” tersebut dapat membuahkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala. Lalu bagaimana sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibunda Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan yang lainnya.” (HR. Bukhari, Ahmad dan yang lainnya)

Demikianlah, sunnah tauladan kita shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal yaitu memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri, dan ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Sekali lagi jangan lupa ketika melakukan hal tersebut niatkan dalam rangka mengikuti (ittiba) terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Iklan

Adab Makan, Membaca Basmalah

Ajaran Islam telah sempurna mengatur segala urusan seseorang di dunia. Ini semua diajarkan dalam Islam sehingga semua manusia yang menganut ajarannya senantiasa berada dalam kebahagiaan dunia dan akherat.

Aturan Islam adalah aturan yang dipilihkan oleh Alloh baik secara langsung ataupun melalui perantara praktek dan ucapan Rosul. Di antara peraturan yang ada dalam Islam adalah tatacara makan.

Aturan Alloh ini disabdakan oleh Rosululloh ketika beliau bersabda kepada ‘Umar Ibn Abi Salamah:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, bacalah “bismillah”, makanlah dengan tanganmu dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhori)

Dalam kitab Subulussalam dinyatakan bahwa hadis ini merupakan dalil atas wajibnya membaca “basmalah” ketika hendak makan karena lafaz hadis ini menggunakan fi’il Amr (kata perintah) dan ada juga yang berpendapat bahwa membaca “basmalah” hukumnya sunnah. Dikiaskan dengan hadis ini juga ketika seseorang hendak minum.

Oleh: Ustadz Solahudin Ibrohim, Lc., M.A

Tuntunan Islam dalam Memakai Sandal atau Sepatu

Soal: Bagaimanakah tuntunan Islam dalam memakai sandal atau sepatu ??

Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا اِنْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ

“Apabila salah seorang diantara kalian memakai sandal (sepatu) maka hedaklah ia memulainya dari sebelah kanan dan apabila melepaskannya hendaklah ia memulainya dari sebelah kiri, sehingga yang sebelah kanan adalah yang pertama kali dipakai dan yang paling terakhir dilepas.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alangkah indahnya agama Islam sampai cara memakai sandal atau sepatu pun ada tuntunannya.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

 

Menjawab Titipan Salam

cara menjawab titipan salamDari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, ‘Jibril pernah datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata,

يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذِهِ خَدِيْجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فَيْهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَ مِنِّى وَ بَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِى اْلجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيْهِ وَ لَا نَصَبَ

Wahai Rosulullah, khadijah akan datang kepadamu dengan membawa bejana yang berisi cuka, makanan atau minuman. Apabila ia datang kepadamu, maka sampaikanlah salam kepadanya dari Rabbnya dan dariku. Dan berikan kabar gembira kepadanya bahwa ia berada di dalam sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari mutiara yang berongga yang tidak terdapat kegaduhan di dalamnya dan tidak pula keletihan”. (HR Bukhori) (lebih…)

Uswah – Resep Hidup Mulia dari Nabi

audioKetika keimanan telah tertancap kuat di dalam dada, kehinaan, cemoohan, permusuhan, rayuan, godaan dan berbagai macam kesulitan yang dirasakan, tidak akan mampun merobohkannya. Dan saat itulah si pemilik Iman akan memperoleh kemuliaan. Rasululloh adalah orang yang mulia. Bahkan beliaulah orang termulia sepanjang zaman. Kemuliaan itu diperolehnya karena iman dan takwa yang teguh tertancap di dalam dada. Tentunya kita juga ingin bisa hidup mulia seperti teladan kita Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

Nah, Ini dia resep dari Nabi, supaya hidup selalu mulia nggak ada hinanya.

Selamat menyimak

[audio https://archive.org/download/HidupMuliaDariNabi/UswahHidupMuliaDariNabi.mp3]

Durasi:: 00:09:01

Atau Anda bisa mendownloadnya

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Sifat malu yang menghiasi Usman bin Affan Rodhiyallohu ‘Anhu

sifat maluSaudaraku Kaum Muslimin rohimakumulloh..

Islam dikenal dengan sifat malu, Rosululloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, yang dihasankan oleh Imam Al-Bani rohimahulloh :
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu”. (HR. Thobroni)

Jika din ini telah dikenal sebagai din yang dihiasi akhlak terpuji ini yaitu malu, maka salah satu dari putra millah ini dikenal dengan sifat malunya yang luar biasa, yaitu yang dijuluki dzun-nuroin Usman bin Affan Rodhiyallohu ‘Anhu. Seolah-olah beliaulah satu-satunya yang merealisasikan akhlak Islam ini yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala fitrohkan kepadanya. Bagaimana tidak..
sungguh Rosulululloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam telah memujinya: (lebih…)

Adab Berdoa Agar Doa Diterima

adab berdoaDoa adalah ungkapan kepasrahan hamba kepada Rabb-nya, yang dibaca setiap waktu, dalam keadaan senang maupun takala mendapat cobaan, takala sempit maupun lapang. Memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala berarti lari kepada-Nya. Doa merupakan esensi kehidupan manusia. Dan beliau shallallahu ‘alahi wasallam telah menerangkan kepada kita dalam berbagai hadist tentang keagungan doa.

Berikut ini akan kami paparkan sebagian adab yang harus diperhatikan oleh seluruh kaum muslimin, agar doa kita semua diterima disisi Allah subhanahu wata’ala, yaitu : (lebih…)

Adab Terhadap Ahli Ilmu

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa ia berkata :

Di antara hak-hak orang yang berilmu yang harus kamu penuhi adalah jika kamu mendatanginya berilah salam khusus untuknya lalu untuk seluruhnya kemudian duduklah di hadapannya dan jangan memberi isyarat dengan tanganmu dan jangan memandangnya dengan remeh dan jangan berkata :“Si Fulan mengatakan pendapat yang berbeda dengan pendapat Anda!” Dan jangan menarik pakaiannya, jangan mendesak dalam bertanya karena sesungguhnya kedudukannya bagaikan kurma yang masih basah yang akan selalu jatuh kepadamu.

[Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al Haritsi]

Berjalan Sia-sia

Umar bin Al Khaththab berkata,

“Sesungguhnya saya benci kepada orang yang berjalan sia-sia yaitu tidak karena urusan dunia dan tidak pula akhirat.” (Adabus Syariah 3/588)

Janganlah Menoleh-noleh Saat Berjalan

Al Qadhi Abu Ya’la berkata,
Jika kamu berjalan janganlah menoleh-noleh karena pelakunya dapat dikatakan sebagai orang yang bodoh.
(Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al Haritsi)

Hukum Hanya Memakai Satu Sandal

hukum memakai satu sandalHukum Hanya Memakai Satu Sandal

Demikian pula seorang muslim dimakruhkan hanya menggunakan satu buah sandal. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

لاَ يَمْشِي أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ لِيَحِفَّهُمَا جَمِيْعًا أَوْ لِيَنْعَلَهُمَا جَمِيْعًا

“Janganlah kalian berjalan menggunakan satu sandal. Hendaknya kedua sandal tersebut dilepas atau keduanya dipakai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perlu diketahui bahwa hal ini hukumnya adalah dianjurkan dan tidak wajib. Oleh karena itu, orang yang mendapatkan masalah dengan alas kakinya karena tali sandal copot maka hendaknya berhenti sejenak untuk memperbaiki sandal tersebut untuk melepas semua sandal lalu melanjutkan perjalanan. Tidak sepantasnya bagi seorang mukmin menyelisihi larangan Nabi  meskipun hukumnya makruh dan tidak sampai derajat haram. Hendaknya kita berlatih dan membiasakan diri untuk mengikuti petunjuk Nabi  lahir dan bathin sehingga mendapatkan kemuliaan karena ittiba’ dengan sunnah Nabi secara hakiki.

Penulis: Faishol, Lc

Artikel: ELSUNNAH.wordpress.com

Sunnah Memakai dan Melepas Sandal

OLYMPUS DIGITAL CAMERAMendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Mendahulukan Kaki Kiri Saat Melepasnya

Yang sesuai sunnah berkaitan dengan memakai sandal adalah memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri. Ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam  bersabda,

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah , beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Nabi  suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan yang lainnya.” (HR. Bukhari, Ahmad dan yang lainnya)

Artikel: ELSUNNAH.wordpress.com

Adab Membaca Al Qur’an

Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an: (lebih…)

Mengenakan Pakaian Pendek, Tipis, dan Ketat

Di antara peperangan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam pada zaman ini adalah mode pakaian. Musuh-musuh Islam itu menciptakan bermacam-macam mode pakaian, lalu dipasarkan di tengah-tengah kaum muslimin.

Ironisnya, pakaian-pakaian tersebut tidak menutup aurat karena amat pendek, tipis dan ketat. Bahkan sebagian besar tidak dibenarkan dipakai oleh wanita, meski di antara sesama mereka atau di depan mahramnya sendiri.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam mengabarkan bakal munculnya pakaian seperti ini di akhir zaman, beliau Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; Kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyang pundaknya dan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”.  (Hadits riwayat Muslim; 3/1680)

Termasuk dalam kategori ini adalah pakaian sebagian wanita yang memiliki belah panjang dari bawah, atau yang ada lubang di beberapa bagiannya, sehingga ketika duduk tampak auratnya.

Di samping itu, yang mereka lakukan juga termasuk yang menyerupai orang-orang kafir, mengikuti mode serta busana bejat yang mereka bikin. Kepada Allah Azza Wa Jalla kita memohan keselamatan.

Di antara yang juga berbahaya adalah adanya berbagai gambar buruk di pakaian; seperti gambar penyanyi, kelompok-kelompok musik, botol dan cawan arak, juga gambar-gambar makhluk yang bernyawa, salib, atau lambang-lambang club-club dan organisasi-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya banyak ditulis dalam bahasa asing.

Awan Tag