Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Sirah’ Category

Kemaksiatan Pertama Kepada Allah

pintu kemaksiatanMakhluk pertama yang melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala adalah Iblis. Tatkala Iblis diperintahkan untuk sujud kepada Adam ‘alaihissalam, Iblis enggan untuk melaksanaan perintah tersebut. Keengganan Iblis tersebut dikarenakan rasa sombong, merasa bangga, dan merasa lebih mulia daripada Adam ‘alaihissalam.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kalian kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf [7]: 11-13) (lebih…)

Iklan

Kisah Ka’ab bin Malik Saat Tertinggal dalam Perang Tabuk

kaab-bin-malikMengapa Ka’ab bin Malik tak ikut serta bersama kita?
‘ Seorang sahabat dari Bani Salimah menjawab; ‘Ya Rasulullah, sepertinya Ka’ab bin Malik lebih mementingkan dirinya sendiri daripada perjuangan ini?

‘ Mendengar ucapan sahabat tersebut, Muadz bin Jabal berkata; ‘Hai sahabat, buruk sekali ucapanmu itu! Demi Allah ya Rasulullah, saya tahu bahwasanya Ka’ab bin Malik itu adl orang yg baik.’ Kemudian Rasulullah diam. Ketika beliau terdiam seperti itu, tiba-tiba beliau melihat seorang laki-laki yg memakai helm besi yg sulit di kenali. Lalu Rasulullah berkata:
‘Kamu pasti Abu Khaitsamah? (lebih…)

Peduli Suriah

Peduli suriah copy

Suriah Saat ini Berdarah Suriah Saat ini Berduka Suriah Saat ini MenangisDarah Mereka Adalah Darah Kita… Air Mata Mereka Adalah Air Mata Kita… Luka Mereka Adalah Luka Kita… Dan Duka Mereka Adalah Duka Kita…BUKTIKAN Kepedulian Anda Sebagai Seorang Muslim yang Mu’min dan Percaya Akan Janji & Firman Allah -Subhanahu wa Ta’ala-Saluran Donasi Kepedulian Anda MelaluiRek. BNI Syari’ah 0183308312 a.n HASMI Konfirmasi Transfer: 0896 1669 5643 Informasi: 0821 1166 6677

ELSUNNAH™ | IPMI | HASMI | PEDULI SURIAH

—- Artikel ELSUNNAH.wordpress.com Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

Muawiyah bin Abi Sufyan di Jamin Masuk Surga

muawiyah bin abi sufyan,Salah satu sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang juga banyak didzolimi oleh agama Syiah adalah Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu. Semoga Allah subhanahu wata’ala melaknat orang-orang yang mencela para sahabat, sebagaimana sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ

Barangsiapa mencela sahabatku, maka ia mendapat laknat Allah.“[1]

Muawiyah bin Abi Sufyan (20 SH – 60 H) di Jamin Masuk Surga

Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan di dalam Sohihnya dari Kholid bin Ma’dan dan bahwasanya Umair bin Mas’ud telah menceritakan kepadanya bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Pasukan pertama daripada kalangan umatku yang berperang di laut, telah dipastikan bagi mereka (tempat di syurga).(lebih…)

Sedekah Dapat Menyelamatkan dari Kejadian Buruk

uang recehanDalam al-Qur’an kita tahu tentang janji Allah subhanahu wata’ala yang akan melipatgandakan sedekah, yaitu firman Allah Ta’ala,

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

Dan masih banyak lagi manfaat lain dari sedekah. Di antara manfaat sedekah adalah dapat menyelamatkan si pemberi dari kejadian buruk. (lebih…)

Rasulullah Ditinggal Ibu Tercinta, di Bawah Asuhan Sang Kakek, Kemudian di Pangkuan Pamannya

nabi muhammadDitinggal Ibu Tercinta

Setelah beberapa lama tinggal bersama ibunya, pada usia 6 tahun, sang ibu mengajaknya berziarah ke makam suaminya di Yatsrib. Maka berangkatlah mereka keluar dari kota Mekkah,  menempuh perjalanan sepanjang 500 km, ditemani oleh Ummu Aiman dan dibiayai oleh Abdul Mutthalib. Di tempat tujuan, mereka menetap selama sebulan.

Setelah itu mereka kembali pulang ke Mekkah. Namun di tengah perjalanan, ibunya menderita sakit dan akhimya meninggal di perkampungan Abwa’ yang terletak antara kota Mekkah dan Madinah. (lebih…)

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit KustaKisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya ia pernah mendengar Nabi Muahmmad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya ada tiga orang dari kalangan Bani Isra’il, yang satu mendarita penyakit kusta, satunya lagi kepalanya botak, dan yang terakhir matanya buta. Allah Shubhanahu wa ta’alla ingin menguji mereka semua dengan mengutus kepada mereka semua seorang malaikat, pertama kali malaikat tersebut mendatangi orang yang menderita kusta, lalu berkata kepadanya: “Apa yang paling engkau dambakan? Ia menjawab: “Warna kulit yang bagus, dan kulit yang mulus, serta di hilangkan penyakitku ini yang membuat manusia merasa jijik denganku”. Kemudian malaikat tersebut mengusapnya, sehingga penyakit yang di deritanya hilang lalu kulitnya berganti menjadi mulus. (lebih…)

Kehidupan di Bani Sa’ad dan Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)

Muhammad_PBUH_Name_32196Selain ibunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam disusukan juga oleh Tsuwaibah; budak Abu Lahab. Kemudian, sebagaimana adat kebiasaan masyarakat perkotaan waktu itu- Ibunya mencari wanita pedesaan  untuk menyusui putranya. Maka terpilihlah seorang wanita yang  bernama Halimah binti Abi Dzu’aib dari suku Sa’ad bin Bakr, yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan Halimah as-Sa’diyah.

Sesungguhnya atas kehendak Allah jualah, hingga Halimah as- Sa’diyah menyusui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ketika kecilnya. Sebab ketika pertama kali ditawarkan untuk menyusuinya, dia terasa enggan menerimanya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam anak yatim yang tidak dapat diharapkan imbalan materi yang layak darinya. Tetapi, ketika tidak didapatkan lagi bayi lain untuk disusui, maka diapun menerima bayi Muhammad untuk disusui di perkampungan Bani Sa’ad. (lebih…)

Mutiara Salaf – Al Hasan Al Bashri

audio1Seorang tabiin yang banyak ilmu pengatahuannya, terhormat, ahli fiqih, pandai berdebat dan ahli ibadah. Al Hasan Al Basri dilahirkan 2 tahun sebelum gugurnya khilafah Umar bin Khatab. Ibu dari Al Hasan adalah seorang wanita budak yang ikut pada Ummu Salamah, yaitu istri Rasulullah Shallallahu’alai wassalam. Beliau lah, Ummu Salamah, yang memberi nama kepadanya, Al Hasan. Sehingga Al Hasan hidup dan dibesarkan dalam pangkuan keluarga yang harum semerbak dengan suasana keluarga Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam walaupun saat itu Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi telah wafat. Ketika besar kelak ia tinggal di Basrah (sekarang di wiliyah Irak) sehingga ia diberi gelar Al Hasan Al Basri.

Download di sini

(lebih…)

Mutiara Salaf – Rabi’ bin Khaitsam

Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab.

Selengkapnya silahkan Play Audio

atau Download

(lebih…)

Kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

kelahiran rasulullahKelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin pagi, 9 Rabi’ul Awwal, tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku Quraisy tersebut, beliau berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang juga paling terhormat di tengah suku Quraisy.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , lahir dalam keadaan yatim. Karena bapaknya; Abdullah, telah meninggal ketika ibunya, Aminah, mengandungnya dalam usia dua bulan. (lebih…)

Kisah Sapi dan Serigala yang Berbicara

kisah sapi dan serigala berbicaraImam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu  Hurairah berkata, “Rasulullah shalat   Subuh,   kemudian beliau  menghadap  kepada  orang-orang. Beliau bersabda, ‘Seorang laki-laki menuntun seekor sapi, tiba-tiba menaikinya dan memukulnya. Sapi itu berkata, ‘Kami tidak diciptakan  untuk  ini,  tetapi  kami diciptakan  untuk membajak sawah.’ Maka orang-orang berkata, ‘Subhanallah, seekor sapi berbicara.’ Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya aku beriman kepadanya, begitu  pula Abu Bakar dan Umar.’ Padahal keduanya tidak ada di tempat.” Ketika  seorang menggembala dombanya, tiba-tiba seekor serigala menyerang dan membawa lari seekor domba. Penggembala itu mengejarnya, sehingga seolah-olah  dia menyelamatkannya  darinya.  Serigala  itu  berkata  kepada penggembala, ‘Kamu menyelamatkannya dariku. Lalu siapa yang menyelamatkannya pada hari datangnya binatang   buas,   pada   hari   itu   tidak   ada   penggembala kecuali aku?’ Orang-orang berkata, “Subhanallah, serigala berbicara.”  Nabi  bersabda,  “Aku  beriman  kepada  hal  ini, begitu   pula   Abu   Bakar   dan   Umar.”   Padahal   keduanya tidak ada  di tempat. (lebih…)

Kelahiran Rasulullah

Kelahiran RasulullahRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin pagi, 9 Rabi’ul Awwal, tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku Quraisy tersebut, beliau berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang juga paling terhormat di tengah suku Quraisy.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lahir dalam keadaan yatim. Karena bapaknya; Abdullah, telah meninggal ketika ibunya, Aminah, mengandungnya dalam usia dua bulan. (lebih…)

Kehidupan Bangsa Arab Sebelum Kelahiran Rasulullah

kehidupan bangsa arab sebelum di kelahiran rasullahjpg

Kehidupan Bangsa Arab Sebelum Kelahiran Rasulullah

Kehidupan Agama

Pada awalnya mayoritas bangsa Arab mengikuti agama Ibrahim alaihissalam, yaitu agama tauhid untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.

Namun setelah waktu berjalan sekian lama, mereka melalaikan hal tersebut, meskipun masih ada sisa-sisa peninggalan ajaran tauhid Nabi Ibrahim alaihissalam. Hingga kemudian di Mekkah ada seorang yang bernama ‘Amr bin Luhay dari suku khuza’ah yang sangat dihormati dan dimuliakan kaumya karena kedermawanannya dan perilakunya yang baik. Suatu ketika dia pergi ke Syam dan di sana melihat masyarakatnya menyembah berhala sebagai bentuk ibadah. Dia menyimpulkan bahwa itu adalah perbuatan baik. Maka ketika kembali ke Mekkah dia membawa satu berhala yang bernama Hubal dan diletakkan di dalam Ka’bah. Lalu dia mengajak kaumnya untuk melakukan apa yang dilakukan penduduk Syam. Karena pengaruh kedudukannya, maka tak lama kemudian, penyembahan berhala menjadi keyakinan tersendiri penduduk Mekkah pada saat itu, dan kemudian dengan cepat menyebar ke wilayah Hijaz (Mekkah dan sekitarnya) hingga menyebar meliputi Jazirah Arabia. Bahkan di sekitar Ka’bah ada ratusan berhala yang disembah. (lebih…)

Mari Mengkaji Sirah Nabawiyyah

SIRAH NABI-MUHAMMAD-SAWSejarah kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam merupakan hal yang sangat penting diketahui setiap muslim. Darinya seseorang yang mendapatkan gambaran utuh tentang kehidupan seorang muslim yang ideal dalam semua sisi dan fase kehidupannya.

Dengan membaca sejarah hidup Rasulullah saw akan mengantarkan kita pada sebuah pemahaman bahwa agama Islam disebarkan dengan perjuangan yang berat, tantangan yang beraneka ragam, dan upaya-upaya yang manusiawi dengan mencari berbagai sebab yang ada setelah kepasrahan yang total kepada Sang Khaliq, Allah Ta’ala.  Kesimpulan berikutnya yang akan muncul dari pemahaman tersebut adalah bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambukanlah cerita fiksi atau kahayalan, tetapi dia adalah kisah nyata dengan segudang pelajaran di dalamnya dan karenanya tidak mustahil bagi umatnya yang beriman kepadanya untuk menapaki jejak dan langkah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama mengkaji sirah Nabawiyyah atau sejarah perjalanan hidup Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersama ELSUNAH™ insya Allah.

—-

Cek secara berkala untuk update rubrik Sirah Nabi di ELSUNAH™.

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Tangisan Salafus Sholeh dari Hilangnya Amal

renungan-hari-akhirTangisan Salafus Sholeh dari Hilangnya Amal

Berikut adalah beberapa contoh tangisan para salafus sholeh karena kehilangan kesempatan untuk beramal,

  • Abu Hurairah

Ketika kematian datang menjemputnya, beliau menangis. Maka dikatakan kepadanya; “Apa yang membuat anda menangis?, beliau menjawab: “Aku tidaklah menangisi dunia kalian ini, akan tetapi aku menangis karena jauhnya perjalanku dan sedikitnya perbekalanku. Dan sekarang aku mendaki untuk menuruni ke arah jannah dan neraka, dan aku tidak tahu kemana Allah akan mengambilku?”.

  • Yunus bin Ubaid

Seorang tabi’in Jalil yang telah bertemu dengan Anas bin Malik radhiallahu’anhu, (lebih…)

‘Ali bin Abi Thalib, Pahlawan yang zuhud, dalam peperangan Khaibar

benteng khaibarSeusai ditandatanganinya perjanjian Hudaibiyyah di bulan Dzulqa’dah tahun keenam Hijriyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin merasa lega karena musuh yang paling sengit selama ini memerangi kaum muslimin yaitu Quraisy telah menawarkan perdamaian dan gencatan senjata selama 10 tahun. Akan tetapi masih ada satu musuh lagi yang selalu menunjukkan permusuhannya dan melancarkan berbagai jurus makarnya untuk menghabisi kaum muslimin atau melemahkan kekuatan Islam. Musuh tersebut adalah kaum Yahudi yang telah berulang kali melakukan pengkhianatan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin. Ketika awal mula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin berhijrah ke Madinah beliau telah membuat suatu perjanjian dengan kaum Yahudi yang isinya adalah kesepakatan bersama untuk hidup berdampingan secara damai di kota Madinah dan bersama-sama menjaga keamanan kota tersebut dari setiap serangan yang datang dari luar. Tetapi perjanjian tersebut mereka langgar berulang kali, bahkan salah satu suku dari mereka yaitu Bani Nadzir pernah membuat suatu makar jahat yaitu upaya pembunuhan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (lebih…)

Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah

Penulis: Syaikh Shafiyyur-Rahman al Mubarakfuri

Sejarah kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kitab ini disarikan dari Kitab Rahiqul Makhtum Syaikh Shafiyyur-Rahman al Mubarakfuri.

Sejarah kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam merupakan hal yang sangat penting diketahui setiap muslim. Darinya seseorang yang mendapatkan gambaran utuh tentang kehidupan seorang muslim yang ideal dalam semua sisi dan fase kehidupannya.

Dengan membaca sejarah hidup Rasulullah saw akan mengantarkan kita pada sebuah pemahaman bahwa agama Islam disebarkan dengan perjuangan yang berat, tantangan yang beraneka ragam, dan upaya-upaya yang manusiawi dengan mencari berbagai sebab yang ada setelah kepasrahan yang total kepada Sang Khaliq, Allah Ta’ala.  Kesimpulan berikutnya yang akan muncul dari pemahaman tersebut adalah bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambukanlah cerita fiksi atau kahayalan, tetapi dia adalah kisah nyata dengan segudang pelajaran di dalamnya dan karenanya tidak mustahil bagi umatnya yang beriman kepadanya untuk menapaki jejak dan langkah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

DOWNLOAD

EBOOK: AL-BIDAYAH WAN NIHAYAH Masa Khulafa’ur Rasyidin

Ebook ini adalah versi pdf dari buku al-Bidayah wan Nihayah, karya monumental seorang ulama besar yang tidak asing lagi yakni Al-Hafidz Imaduddin Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Di dalamnya diungkapkan tentang sejarah masa khulafa’ur rasyidin yang dengannya pembaca akan dapat melihat masa-masa keemasan Islam, disusun secara apik oleh Dr. Muhammad bin Shamil as-Sulami.

Download

Atau Anda juga bisa membeli bukunya di sini

Keadaan Para Shahabat – Berlomba-lomba dalam kebaikan

Adalah para shahabat, orang-orang yang patut menjadi teladan kita dalam kebaikan. Al-Imam Ibnu Rajab menggambarkan keadaan para shahabat akan hal itu :

“Ketika para shahabat radliyallaahu ‘anhum mendengar firman Allah ‘azza wa jalla : ‘Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan’ (QS. Al-Baqarah : 148) ‘Berlomba-lombalah kalian untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi’ (QS. Al-Hadiid : 21); mereka memahami bahwa maksudnya adalah agar mereka bersungguh-sungguh dan berlomba-lomba dalam ketaatan dan amal shalih agar tiap-tiap orang di antara mereka segera mendapatkan kemuliaan dan derajat yang tinggi. Jika salah seorang di antara mereka melihat yang lainnya beramal dengan satu amalan yang ia merasa lemah untuk mengerjakannya, maka ia khawatir bahwa orang tersebut akan mendahuluinya. Ia merasa sedih karena luput dalam mengerjakan amal. Persaingan mereka (para shahabat) adalah dalam meraih (ketinggian) derajat di akhirat.” [Lathaaiful-Ma’aarif, halaman 244].

Awan Tag