Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘sedekah’

Keberkahan Dari Awan

Dari Abu Hurairah radliallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Pada suatu ketika ada seseorang yang sedang berjalan di padang pasir tiba-tiba terdengar suara dari dalam awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Kemudian awan itu menuju ke arah suatu tempat yang banyak batunya, lantas menuangkan airnya (menurunkan hujan).

Pada tempat yang banyak batunya tersebut ada sebuah parit yang penuh dengan air hingga parit itu pun ikut mengalirkan air. Kemudian di situ ada seorang lelaki yang berada di tengah-tengah m kebunnya sedang membagi-bagi air dengan alat pengukur tanah. Ia kemudian bertanya kepada laki-laki tersebut, ‘Wahai hamba Alloh, siapakah namamu?’

Orang itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang sama dengan yang pernah didengarnya dari dalam awan tadi.

Kemudian si Fulan bertanya kepadanya, ‘Kenapa kamu menanyakan namaku?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya tadi mendengar suara dari dalam awan, yang kemudian menuangkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ persis dengan namamu. Memangnya apa yang telah kamu perbuat?’ Fulan menjawab, ‘Karena kamu bertanya seperti itu, maka aku jawab. Sebenarnya aku selalu memperhatikan hasil yang dikeluarkan kebun ini. Sepertiga dari hasil itu saya sedekahkan, sepertiga saya makan dengan keluargaku, dan sepertiga lagi saya persiapkan untuk bibit.'”

HR. Muslim no. 2984

Semoga kita bisa mengambil ibroh atau pelajaran dari kisah yang dituturkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tersebut.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643
http://www.elsunnah.wordpress.com

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Iklan

Sarana-sarana Menyambung Silaturahim

silaturahimSesungguhnya salah satu jalan untuk masuk surga adalah menyambung silaturahim. Hal ini sebagaimana sebuah hadits dari Abdulloh bin Salam radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوا السَّلامَ ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ،  وَصِلُوا الأَرْحَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلامٍ  .

“Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”. (Shohih, HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) (lebih…)

Sedekah Dapat Menyelamatkan dari Kejadian Buruk

uang recehanDalam al-Qur’an kita tahu tentang janji Allah subhanahu wata’ala yang akan melipatgandakan sedekah, yaitu firman Allah Ta’ala,

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

Dan masih banyak lagi manfaat lain dari sedekah. Di antara manfaat sedekah adalah dapat menyelamatkan si pemberi dari kejadian buruk. (lebih…)

Berkorban Harta di Jalan Dakwah

berkorban harta di jalan dakwahSaudaraku seiman, tahukah bagaimana pengorbanan Abu Bakar dan Umar radhiallahu’anhuma untuk dakwah dan kejayaan Islam. Sungguh tangan kedermawanan mereka berdua bak angin berhembus. Keduanya tak takut hartanya musnah dan habis untuk dishodakohkan untuk kepentingan umat Islam. Sebab mereka berdua paham dan yakin bahwa balasan dan pahala disisi Alloh tak sebanding dengan harta yang mereka infakkan dan shodaqohkan.

Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiallahu’anhu, beliau berkata, (lebih…)

Gambar

Obral Sedekah Selama Bulan Ramadhan

obral sedekah di bulan ramadhan - large

Sedekah di Bulan Ramadhan

obral sedekah di bulan ramadhan - smallSedekah di Bulan Ramadhan

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu ‘anhuma, ia berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (lebih…)

Pahala Sedekah dapat Dikirimkan kepada Orang yang Sudah Meninggal

Allah SWT telah mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua.  Allah Azza Wa Jala memerintahkan untuk terus menyambungkan tali silaturahim dengan kerabat dan berbuat baik dengan orang lain. Sedangkan bentuk bakti dan kebaikan dan silaturahin yang paling baik adalah mengirimkan kebaikan dan pahala kepada orang tua dan kerabat yang sudah meninggal, sebab dalam kondisi ini amal dan perbuatan mereka telah terputus dan mereka sangat membutuhkan tambahan kebaikan dan pahala.

Di antara amal perbuatan tersebut adalah sedekah atas nama orang yang sudah meninggal karena pahala dan kebaikan pahala ini bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal tersebut sebagaimana yang telah menjadi ijma yang telah menjadi konsensus dan telah menjadi kesepakatan para ulama ahlussunnah wal jamaah dan juga telah dijelaskan oleh banyak dalil. Di antaranya adalah hadis dari Aisyah ra: ”Seorang laki-laki datang kepada Nabi solallahu alaihi wasallam dan berkata: ’Wahai Rosulullah ibuku meninggal secara mendadak dan ia tidak sempat berwasiat apa-apa. Aku pikir apabila ia sempat berwasiat sepertinya dia akan berwasiat untuk mensedekahkan hartanya. Apakah dia akan mendapatkan pahala apabila aku yang akan melakukan sedekah itu?’ Beliau solallahu alaihi wassalam menjawab: ’Ya’.”

Juga hadis dari Abu Hurairah ra, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rosulullah solallahu alaihi wassalam dan berkata: ’Bapakku meninggal dunia dan meninggalkan harta. Akan tetapi dia tidak sempat berwasiat. Apakah jika aku bersedekah dapat menghapuskan dosa-dosanya?’ Beliau solallahu alaihi wassalam menjawab: ’Ya’.”

Ketentuan ini tidak hanya berlaku antara anak dan orang tuanya atau kerabatnya bahkan seorang sahabat pun jika bersedekah untuk temannya yang meninggal pahalanya akan sampai kepadanya. Sebagaimana hadis wasilah Ibnu Asqa ra beliau berkata: ” Ketika kami bersama Rosulullah saw dalam perang tabuk, sekelompok orang dari Bani Salim mendatangi Nabi saw, mereka berkata: ’Wahai Rosulullah, seorang teman kami telah berhak mendapatkan api neraka.’ Rosulullah saw bersabda: ’Bebaskan seorang budak atas nama temanmu itu. Niscahya Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api neraka’.”

Setelah para sahabat mengetahui keistimewaan sedekah ini mereka pun bergegas mensedekahkan hartanya atas nama orang-orang yang telah meninggal. Di antaranya adalah Abudrahman Ibnu Auf ra yang bersedekah atas nama ibunya dengan membebaskan sepuluh orang budak. Sementara itu Aisyah ra bersedekah dengan membebaskan budak-budaknya atas nama saudaranya yang telah meninggal saat tidur.

Wahai orang-orang yang berbudi yang tidak melupakan orang yang telah berjasa kepada kita dan kebaikan orang yang berbuat baik kepada kita, balaslah jasa dan kebaikan mereka dengan yang lebih besar lagi. Muliakanlah mereka dengan kemuliaan yang lebih tinggi lagi. Di alam kubur mereka adalah orang-orang yang paling membutuhkan pertolongan dan kebaikan kita. Hari terus berganti, keburukan yang kita lakukan akan dibalas keburukan dan kebaikan kita kepada orang tua dan keluarga kita akan dibalas pula dengan kebaikan oleh anak-anak dan keluarga kita.

Di tuliskan oleh muhamad ilyas dari siaran Radio Fajri : tanggal 25 Mei 2009 jam 11.00

Awan Tag