Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

sunnahSesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh suri tauladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab: 21)

Ayat yang mulia ini merupakan dasar pijakan paling kuat dan agung, yang menjadi dalil bagi kita untuk meneladani Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam baik dalam bentuk ucapan, perbuatan, ataupun prilaku kesehariannya. [lihat tafsir Ibnu katsir]

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu sekalipun beliau sahabat terdekat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan persahabatannya seperti tidak ada batasan antara mereka berdua, namun beliau pernah berkata:

لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

Tidaklah aku biarkan satupun yang Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam amalkan kecuali aku mengamalkannya, karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Sunnah Yang Wajib Diterapkan

Sunnah yang dimaksud pada pembahasan ini bukanlah sunnah menurut istilah fikih yang artinya suatu amalan apabila dilakukan mendapatkan pahala, apabila ditinggalkan tidak berdosa. Akan tetapi sunnah yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam, baik itu ucapan beliau, perbuatan beliau, ketetapan/taqrir (diamnya beliau terhadap suatu perkataan atau perbuatan yang dilakukan) ataupun sifat beliau.

Sunnah ini mencakup seluruh isi agama Islam, al-Qur’an dan Hadits. Sunnah inipun berarti lawannya bid’ah, sebagaimana Sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَا اَحْدَثَ قَوْمٌ بِدْعَةً إِلاَّ رُفِعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ

Tidak ada suatu kaum yang menciptakan bid’ah melainkan diangkatlah sunnah yang sepertinya.” [HR. Ahmad]

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,

Sunnah itu adalah syariah yaitu apa-apa yang disyariatkan oleh Alloh dan Rosul-Nya.” [majmu’ al-Fatawa, 4/436]

Agungnya as-Sunnah

Dalam Islam Sunnah memiliki kedudukan yang sangat agung. Sehingga menyelisihinya hanya akan bermuara kepada kesesatan. Berikut ini di antara keagungan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

1.  As-Sunnah adalah Wahyu Alloh

Tidak diragukan lagi bahwa al-Qur’an adalah wahyu dari Alloh subhanahu wata’ala, begitu pula halnya dengan sunnah, keduanya sama-sama wahyu dari Alloh subhanahu wata’ala dan mempunyai kedudukan yang sama dari segi kewajiban melaksanakan kandungan-kandungannya. Tanpa memahami sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seseorang tidak akan bisa memahami dan mengamalkan Islam dengan baik dan benar.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلاَ إِنِّيْ أُوْتِيْتُ اْلكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ

“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan al-Kitab (al-Qur’an) dan wahyu yang semisal dengannya (yaitu as-Sunnah).” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dengan demikian, Sunnah wajib diimani, diikuti dan dijadikan dalil dalam setiap masalah, karena Sunnah pada hakekatnya adalah wahyu dan merupakam sumber asasi setelah al-Qur’an dalam syari’at Islam.

2. Beramal Harus Dengan Sunnah

Dalam beribadah tidaklah cukup jika hanya bersandar kepada niat yang baik, akan tetapi seorang muslim harus mengikuti cara yang disunnahkan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ibnu Mas’ud pernah berkata: “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan akan tetapi ia tidak mendapatkannya.”  [HR. Ad Darimi]

Hal ini juga pernah terjadi kepada sebagian sahabatnya yang ingin mendapatkan kebaikan namun keinginannya tidak diiringi dengan sunnah Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian beliau pun bersabda:

إِنَّمَا أَنَا أَخْشَاكُمْ للهِ وَ أَتْقَاكُمْ لَهُ، وَلَكِنِّيْ أَقُوْمُ وَ أَصُوْمُ وَ أُفْطِرُ وَ أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ

Sesungguhnya aku adalah orang yang paling bertakwa dan takut kepada Alloh subhanahu wata’ala. Aku melaksanakan shalat malam, tetapi aku juga tidur; aku berpuasa tetapi aku juga berbuka; dan aku juga menikahi wanita, maka barangsiapa yang meninggalkan sunnahku maka dia tidak termasuk umatku” (H.R. Muslim).

3. Sunnah Jalan Keselamatan

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nuur: 63).

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang tidak akan sesat kalian selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu: Kitabulloh (al-Qur’an) dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ …

Sesungguhnya orang-orang sebelum engkau binasa disebabkan oleh pertanyaan mereka dan penyelisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka..” [HR. Bukhori].

Imam Malik bin Anas berkata: “Sunnah ibarat bahtera Nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya maka dia akan selamat, dan barangsiapa yang meninggalkanya maka dia akan tenggelam (binasa)“.

Terakhir, simaklah nasehat dari manusia terbaik sepanjang masa, yang terpelihara dari kesalahan, terbimbing oleh wahyu yang turun dari atas langit ke tujuh, dan penutup para nabi, Rosululloh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan perkara yang paling jelek adalah perkara baru yang diada-adakan dan seluruh bid’ah adalah sesat.” Wallohu A’lam.

Abu Sa’id Supendi

@ilustrasi gambar ardikun.blogspot.com

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: