Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘rajab’

Puasa di Bulan Rajab

puasa rajabIbnul Qayyim rahimahullah berkata, “Setiap hadits yang menyebutkan tentang puasa di bulan Rajab dan shalat di beberapa malamnya adalah lemah dan palsu” (al-Manaar al-Muneef, h.96)

Tidak ada riwayat yang shohih  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau pun dari para sahabat yang menyatakan puasa Rajab secara khusus.

Puasa yang dianjurkan di bulan rajab sama sebagaimana puasa-puasa yang dianjurkan di bulan-bulan lainnya, semisal puasa senin-kamis, puasa ayyamul bid (pertengahan bulan), puasa daud, dan berpuasa sirar al-shahr. Sebagian ulama mengatakan bahwa al-shahr merujuk kepada permulaan bulan, sebagian lainnya merujuk kepada pertengan atau penghujung bulan. (lebih…)

Fasting in Rajab

Ibn al-Qayyim (may Allaah have mercy on him) said: “Every hadeeth which mentions fasting in Rajab and praying during some of its nights is false dan fabricated.” (al-Manaar al-Muneef, p.96)

fasting in rajabThere is no saheeh report from the Prophet SAWS (peace and blessings of Allaah be upon him) or from the Sahaabah to indicate that there is any particular virtue in fasting during Rajab.

The fasting that is prescribed in Rajab is the same as that prescribed in other months, namely fasting on Mondays and Thursdays, and the three days of al-Beed, fasting alternate days, and fasting Sirar al-Shahr. Some of the scholars said that Sirar al-Shahr refers to the beginning of the month; others said that it refers to the middle or end of the month.

‘Umar (may Allaah be pleased with him) used to forbid fasting in Rajab because it involved resemblance to the Jaahiliyyah. It was reported that Kharashah ibn al-Harr said: I saw ‘Umar smacking the hands of those who fasted in Rajab until they reached out for food, and he was saying, This is a month which was venerated in the Jaahiliyyah. (al-Irwaa’, 957; al-Albaani said: it is saheeh). (lebih…)

Rajab is a Sacred Month

Sacred month of rajabRajab is a sacred month*

Dou you know that now is Rajab. And do you know that Rajab is a sacred month.

The Sacred Months are mentioned by implication in the Qur’aan (al-Tawbah 9:36), but their names are not given. Their names are mentioned in the Sunnah:

It was reported from Abu Bakrah (may Allaah be pleased with him) that the Prophet SAWS (peace and blessings of Allaah be upon him) gave his Farewell Sermon and said: “Time has completed its cycle and is as it was on the Day when Allaah created the heavens and the earth. The year is twelve months, of which four are sacred, three consecutive months – Dhoo’l-Qa’dah, Dhoo’l-Hijjah and Muharram – and the Rajab of Mudar which comes between Jumaada and Sha’baan.” (Reported by al-Bukhaari, no. 1741, in [Kitaab] al-Hajj, al-Khutbah Ayaam Mina; and by Muslim, no. 1679, in [Kitaab] al-Qisaamah, Baab Tahreem al-Dimaa’). (lebih…)

Kedudukan Bulan Rajab Dan Bulan-Bulan Haram Lainnya

kedudukan bulan rajab dan bulan haramTidak terasa kita telah memasuki bulan Rajab tepatnya tanggal 2 Rajab 1434 H/ 12 Mei 2013. Perlu diketahui bahwasanya bulan Rajab adalah salah satu dari bulan-bulan Haram.

 

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah (9): 36)

Ke-empat bulan haram itu adalah Dzul qa’dah, Dzul hijjah, muharram dan Rajab sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Bakrah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah berkhutbah ketika haji wada’, beliau bersabda, (lebih…)

Seputar Bulan Rajab

Saat ini kita telah memasuki bulan rajab yang termasuk salah satu dari bulan-bulan haram sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa (At-Taubah 36)

Empat bulan haram itu disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berikut :

إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق السماوات والأرض السنة اثنا عشر شهرا منها أربعة حرم ثلاث متواليات ذو القَعدة وذو الحجة والمحرم ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان (رواه البخاري ومسلم).

“Sesungguhnya zaman telah berputar seperti pada hari penciptaan langit dan bumi, setahun terdapat dua belas bulan dan empat di antaranya adalah bulan haram dan tiga diantaranya berturut-turut, yaitu dzul qa’dah, dzul hijjah, muharram dan rajab mudhar yang berada di antara jumadil awal, jumadil akhir dan sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bulan-bulan haram memiliki kedudukan yang agung, dan bulan rajab termasuk salah satu dari empat bulan tersebut. Dinamakan bulan-bulan haram karena : (lebih…)

Awan Tag