Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘kafir’

Pembatal Keislaman (7): Sihir

sihir-perdukunanSihir dan segala macam bentuk dan jenisnya

Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam makin populer dewasa ini. Para pakar berikut iklan sihirnya bisa ditemui di hampir semua media massa. Merekalah yang seakan-akan menguasai rahasia dan kunci-kunci kehidupan.

Eksistensi mereka kian diperkuat de-ngan dongeng-dongeng tahayul nenek mo-yang, utamanya yang berkaitan dengan kera-jaan-kerajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai sebuah ajaran dan aliran tersendiri yang ditafsirkan seba-gai bagian dari agama. (lebih…)

Iklan

Pembatal Keislaman (6): Istihza

istihzaOrang-orang yang mengolok-olok (istihza) agama yang mulia ini, baik itu sengaja atau hanya bersenda gurau.

Allah ta’ala berfiman,

“Katakanlah, apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok? Tidak usah kalian meminta maaf karena kalian telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65)

Kaum muslimin di setiap zaman telah bersepakat bahwa orang yang mencela Alloh dan Rasul-Nya atau agama-Nya, maka wajib untuk dibunuh. Jika yang mencela adalah seorang muslim, maka ketika itu ia telah murtad dan wajib dibunuh karena kemurtadannya tersebut. Jika yang mencela adalah seorang kafir dzimmi, maka batallah ikatan perjanjian untuk melindunginya dan wajib untuk dibunuh. (lebih…)

Pembatal Keislaman (5): Membenci Ajaran Rasulullah

benciOrang yang marah/benci terhadap sesuatu dari apa-apa yang dibawa oleh Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam , walaupun ia melakukannya.

Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9)

“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad[47]:8-9) (lebih…)

Pembatal Keislaman (3): Tidak Mengkafirkan Orang Kafir

kafirOrang yang tidak mengkafirkan orang kafir baik dari Yahudi, Nashrani, Majusi, orang-orang musyrik atau orang yang mulhid (atheis) atau selain itu dari berbagai macam kekufuran atau ia meragukan kekufuran mereka atau ia membenarkan madzhab mereka, maka dia telah kafir.

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ketika ditanya seputar “Apakah benar tidak boleh mengkafirkan orang-orang Yahudi dan Nashrani?”, maka beliau  menjawab:

“Saya mengatakan bahwa pendapat seperti yang dikeluarkan orang ini adalah pendapat yang sesat, dan bisa jadi meru-pakan sebuah kekufuran. Hal itu karena orang-orang yahudi dan nasrani telah dikafirkan oleh Alloh dalam kitab-Nya. Alloh  berfirman: (lebih…)

Pembatal Keislaman (2): Riddah

riddahRiddah dan irtidad menurut al-Raghib, adalah, “Al-ruju’ fi al-thariq al-ladziy jaa minhu” (Kembali ke jalan dimana ia datang). Akan tetapi lafadz riddah khusus untuk kekafiran, sedangkan kata irtidad mencakup kekafiran maupun yang lain (Imam asy-Syaukani, Nail al-Authar, Kitab al-Riddah). Kedua lafadz itu disebutkan dalam al-Qur’an. Alloh  berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54) (lebih…)

Habib Ahmad Zein al-Kaff Pengurus MUI dan PWNU Jawa Timur Berbicara Tentang Syiah

Habib Ahmad Zein al-Kaff, pengurus MUI Jawa Timur sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur berbicara tentang Syiah. Beliau termasuk salah seorang pengurus NU yang gigih melawan Syiah.

Semoga Allah senantiasa melindungi beliau.

(lebih…)

“Valentin Day” Tanda Hilangnya Jatidiri Kaum Muslimin

Tahun baru Masehi 1 Januari 2012 telah berlalu dua hari yang lalu dengan berbagai hingar bingarnya. Yang sangat memprihatinkan adalah banyak dari kaum muslimin di negeri ini ikut serta dalam perayaan tersebut. Padahal sesungguhnya tahun baru termasuk hari raya orang kafir dan juga banyak sekali kemudharatan yang didapati di dalam perayaan tersebut sebagaimana dijelaskan di banyak artikel-artikel yang tersebar di internet.

Makar iblis dan bala tentaranya dari jenis jin dan manusia memang tiada matinya. Satu jebakan telah lewat maka akan dimunculkan jebakan-jebakan yang lainnya. Yah 1 Januari telah berlalu, dan di depan tanggal 14 Februari telah menanti. Tanggal 14 Februari satu jebakan lagi yang dibuat oleh syaitan, yah hari Valentine. Hari Valentine yang juga banyak dari kaum muslimin terjebak dengan ikut serta dalam merayakannya. Tulisan ini (yang saya ambil dari majalah islami Ummatie) sengaja saya paparkan untuk menjelaskan kepada kaum muslimin tentang hari Valentine sehingga kaum muslimin tidak latah, ikutin-ikutan dengan perayaan-perayaan orang kafir. Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua… amiin

Selamat membaca….

Sekilas saya hendak mengajak kita bersama menengok ke belakang pada tujuh abad yang silam tepatnya pada tahun 1258 M atau 656 H. Sejenak kita membuka kembali lembaran-lembaran sejarah umat Islam pada masa-masa kelam yaitu masa di mana mereka menjalani kesulitan dan tantangan yang amat berat bahkan mungkin tak pernah mengalami tahapan yang lebih berat dan keras tantangannya dari peristiwa ini. Yaitu ketika tentara Mongol yang dipimpin oleh Hulaku menundukkan Baghdad yang pada saat itu menjadi ibukota kekhilafahan Islam, menjarah penduduknya dan membunuh Khalifah terakhir dari Bani Abasiah yaitu al Mu’tasim Billah. Maka tahun-tahun setelah itu adalah tahun yang gelap bagi kaum muslimin. Kaum muslimin diperintah oleh bangsa kafir musyrikin dan bangsa penjajah itu menerapkan kepada mereka hukum kufur. (lebih…)

Awan Tag