Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Hadits adalah Wahyu

Umat Islam sejak zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam sampai sekarang tidak pernah berbeda pendapat bahwa as-Sunnah atau al-Hadits adalah sumber kedua dalam Islam. Tidak ada yang meragukan tentang hal ini. Ia sudah menjadi suatu kebenaran yang pasti. Sama pastinya dengan kebenaran bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam adalah Nabi yang diutus oleh Alloh .

Alloh subhanahu wata’ala  berfirman:

Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. an-Najm [53]: 3-4)

Dalam ayat yang lain Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat nadinya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi (Kami), dari melakukan hal itu.” (QS. al-Haqqah [69]: 44-47)

Apa saja yang beliau ucapkan yang berkaitan dengan tasyri‘ (syariat) adalah wahyu dari sisi Alloh subhanahu wata’ala, baik wahyu yang berupa ayat-ayat al-Qur‘an ataupun wahyu yang maknanya dari sisi Alloh sedangkan kata-katanya dari susunan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam (al-Hadits). Jadi, al-Qur‘an dan Hadits kedua-duanya adalah wahyu dari Alloh subhanahu wata’ala.

 Wajibnya berpegang Kepada Hadits-Hadits Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam

Perintah ketaatan kepada Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam dikaitkan dengan ketaatan kepada Alloh subhanahu wata’ala. Dalam beberapa ayat yang lain, ketaatan kepada Rosululloh  disebutkan secara tersendiri.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Barangsiapa yang mentaati Rosululloh, maka sesungguhnya ia telah mentaati Alloh. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan), maka Kami tidak mengutusmu sebagai pemelihara atas mereka.” (QS. an-Nisa’[4]: 80)

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Alloh dan Rosul-Nya agar Rosul menghukum di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar, dan Kami patuh‘. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”  (QS. an-Nur [24]: 51)

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Aku mengamati al-Qur‘an dan aku dapati di situ perintah untuk taat kepada Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam diulang sebanyak tiga puluh tiga kali.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

((  تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ ))

Aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka, dengan berpegang teguh pada keduanya kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabulloh dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dan Hakim, dihasankan oleh al-Albani)

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

iklaniklan2

Comments on: "Hadits adalah Wahyu, dan Kewajiban Berpegang Padanya" (1)

  1. […] Umat Islam sejak zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam sampai sekarang tidak pernah berbeda pendapat bahwa as-Sunnah atau al-Hadits adalah sumber kedua dalam Islam. Hadits adalah wahyu, dan wajib berpegan teguh dengannya. [lihat penjabarannya di sini] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: