Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘Islam’

Memahami Makna Dinul Islam

al islamDalam bahasa Indonesia, maksud dinul Islam adalah agama Islam. ad-Din diartikan agama. Sedangkan arti agama berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Sebutan agama jika tidak digandengkan dengan kata Islam mencakup seluruh agama, baik agama yang benar maupun yang batil. Di dunia ini, agama yang dianut oleh umat manusia cukup banyak. Di Indonesia saja, untuk saat ini ada enam agama yang diakui dan diridhai oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan yang terbaru Konghuchu. (lebih…)

Hukum Bertato Dalam Islam

Hukum Bertato Dalam IslamAllah Ta’ala menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Manusia adalah makhluk yang dimuliakan dan sempurna bentuk rupanya. Kesempurnaan bentuk manusia menunjukan kesempurnaan Allah Ta’ala sebagai Pencipta manusia dan alam semesta.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh kamu telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya penciptaan.”(QS. Al-Tin: 4) (lebih…)

Wanita dalam Islam

Wanita dalam IslamKaum feminis mengatakan bahwa susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

  1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
  2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
  4. Wanita menerima warisan kurang dari lelaki.
  5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  6. Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat kepada isterinya.
  7. talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
  8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tidak ada pada lelaki.

(lebih…)

Gambar

Program Beasiswa S1 Pendidikan Agama Islam (Gel. III)

Beasiswa PBA

Fikih Pengobatan Islami

pengobatanRasa sakit adalah salah satu bentuk ujian dari Allah Ta’ala. Sabar menyikapi segala macam penyakit yang menimpa dengan tetap berprasangka baik kepada Allah akan mengangkat derajat dan menghapus dosa seorang hamba. Akan tetapi, kesalahan dalam menyikapi ujian berupa penyakit dapat merusak keagamaan seseorang.

Sakit yang menimpa manusia membuktikan bahwa manusia butuh kepada Allah Ta’ala yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dialah Allah yang berhak memberi manfaat dan mudharat kepada makhluk-Nya. Manusia yang membutuhkan manfaat dan perlindungan dari mudharat harus meminta kepada-Nya. Di antara rahmat Allah Ta’ala atas hamba-hamba-Nya, Dia tidaklah menurunkan penyakit di muka bumi ini melainkan Dia turunkan pula obat penawarnya. (lebih…)

Kedudukan Seorang Wanita Dalam Islam


Ketika masih kecil dia menjadi pembuka pintu surga bagi ayahnya (orang tuanya)

Hadits dari  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

(lebih…)

Pentingnya Berdakwah – Ustadz Abu Dzar Al Ghifari,Lc, M.E.I

Pentingnya Berdakwah – Ustadz Abu Dzar Al Ghifari,Lc., M.E.I.

Kajian Pagi Masjid Ali bin Abi Tholib, Cimanglid, Tamansari, Bogor

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Ikut Merayakannya

natalTermasuk dari dasar-dasar aqidah Islam, bahwa setiap muslim yang beragama Islam lagi bertauhid wajib untuk ber-wala’ (sikap setia, loyal, cinta, dekat) terhadap orang-orang yang beraqidah Islam danber-bara (belepas diri, membenci, memusuhi) orang-orang kafir yang menentangnya dan memusuhinya.

Ini adalah bagian dari millah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan orang-orang yang mengikutinya, yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala: (lebih…)

Pembatal Keislaman (5): Membenci Ajaran Rasulullah

benciOrang yang marah/benci terhadap sesuatu dari apa-apa yang dibawa oleh Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam , walaupun ia melakukannya.

Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9)

“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad[47]:8-9) (lebih…)

Pembatal Keislaman (4): Meyakini Bahwa Petunjuk/Hukum Selain Petunjuk/Hukum yang Dibawa Rasululloh Lebih Baik

pembatal keislaman Meyakini petunjuk selan petunjuk rasulullah lebih baikOrang yang meyakini bahwasanya petunjuk selain petunjuk Rasululloh  lebih sempurna atau meyakini bahwa hukum selain hukum yang dibawa Rasululloh   lebih baik.

Yaitu, seperti orang-orang yang lebih memilih hukum-hukum buatan manusia atau thogut dari pada hukum yang dibawa oleh Rasululloh . Dengan berbagai alasan apapun, tidak ada kata yang lebih buruk untuk sebutan orang-orang yang mengambil hukum selain hukum Alloh  melainkan adalah orang-orang kafir, yang membangkang, para penentang dan musuh-musuh Alloh  yang menandingi-Nya.

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Alloh bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al-Maidah: 50) (lebih…)

Pembatal Keislaman (2): Riddah

riddahRiddah dan irtidad menurut al-Raghib, adalah, “Al-ruju’ fi al-thariq al-ladziy jaa minhu” (Kembali ke jalan dimana ia datang). Akan tetapi lafadz riddah khusus untuk kekafiran, sedangkan kata irtidad mencakup kekafiran maupun yang lain (Imam asy-Syaukani, Nail al-Authar, Kitab al-Riddah). Kedua lafadz itu disebutkan dalam al-Qur’an. Alloh  berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54) (lebih…)

Pembatal Keislaman (1): Syirik Dalam Beribadah Kepada Alloh

syirikSebesar-besar perkara yang menjadikan seorang murtad adalah syirik dalam beribadah kepada Alloh , yaitu dia beribadah kepada Alloh  juga beribadah kepada selain-Nya. Seperti do’a, menyembelih, nadzar, istighotsah (minta diselamatkan dari perkara yang sulit dan membinasakan), isti’anah (memohon pertolongan) dalam perkara yang tidak mampu untuk melaksanakannya melainkan hanya Alloh , berdo’a kepada mayit, istighotsah kepada kuburan, meminta pertolongan kepada orang yang telah mati, bahkan ada juga istilah-itilah yang sudang ngetrend di sekitar kita seperti “numpang”, “permisi” kepada pohon “keramat” atau kuburan ketika melewatinya.

Ini adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya dan paling besar, mayoritas orang yang mengaku Islam telah terjatuh padanya, menyembelih untuknya, bernadzar dan mendekatkan diri padanya. Mereka mengatakan bahwa hal ini dalam rangka mendekatkan diri mereka kepada Alloh , mereka mendekatkan diri padanya dengan anggapan bisa mendekatkan diri mereka kepada Alloh . Alloh  telah berfirman: (lebih…)

Seminar Mahasiswa IPB Bogor

seminar-mahasiswa-ipb-728x1024 (lebih…)

Hal-hal yang Merusak Aqidah

hal-hal yang merusak aqidahHal-hal yang Merusak Aqidah

Penulis: Syeikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Rahlmahullah

Sesungguhnya, mengenal aqidah yang benar adalah kewajiban utama bagi setiap muslim yang mukallaf (orang yang sudah berkewajiban menjalankan perintah syara’. pen.). Aqidah lebih penting dari segala sesuatu; balk kesehatan, makanan, minuman dan oksigen untuk bernafas. Sebab, seseorang yang kehiiangan salah satu atau seluruh dari unsur ini atau unsur terpenting apapun; akibat terburuk yang mungkin menimpanya adalah kepergiannya meninggalkan dunia yang fana. Akan tetapi, seseorang yang kehiiangan aqidah yang benar, akan berakibat bukan semata pada kehancuran hidup di dunianya, tapi juga akhiratnya; dan inilah yang lebih utama. Akhirnya,orang tersebut tidak akan mendapatkan kebaikan apapun.

Download E-book-nya di sini

(lebih…)

Jagalah Putra-Putrimu..!!

KD-PS 1-14 (PDF)19JAGALAH PUTRA-PUTRIMU..!!

Sesungguhnya Alloh  telah mengamanahkan kepadamu putra-putrimu. Dia telah mempercayakan kepadamu pendidikan dan pengasuhan mereka. Engkau adalah kunci kebahagiaan atau penentu kesengsaraan mereka.

Alloh  telah menitipkannya kepadamu dalam keadaan fithroh, sebagaimana sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fithroh (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan mereka sebagai Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.” (HR. Bukhori)

(lebih…)

Islam Satu-satunya Agama yang Haq dan Satu-satunya Agama Para Nabi dan Rasul

al islamIslam adalah satu-satunya agama yang diturunkan dan disyari`atkan Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā–, serta satu-satunya agama yang diakui dan diterima-Nya. Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– tidak akan menerima agama selainnya, dari siapapun, di manapun dan sampai kapanpun juga.

 “Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam.” [QS. Ali `Imran (3): 19]

 “Maka apakah mereka menginginkan agama yang lain dari agama di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Alloh-lah mereka dikembalikan.” [QS. Ali `Imran (3): 83] (lebih…)

Telah Hadir Kartu Dakwah Pocket

banner-kartu-dakwah-pocketINFO ELSUNNAH

Sahabat ELSUNNAH yang semoga dirahmati Allah subhanahu wata’ala

Alhamdulillah Telah terbit Kartu Dakwah Pocket yaitu Kartu Islami ukuran saku yang berisi nasehat-nasehat Islami. Karena ukurannya disesuaikan dengan ukuran saku baju kita, sehingga mudah di bawa kemana-mana.

Kartu ini bisa ikhwah koleksi sebagai pengingat kita, dan juga sebagai media dakwah kita untuk disebarkn kepada keluarga, rekan, sahabat dan kaum muslimin secara umum. Senantiasa sediakan Kartu Dakwah Pocket ini di saku kita, dan berikan kepada setiap muslim yang kita jumpai. Kapan pun dan di mana pun kita bisa berdakwah dengan membagikan Kartu Dakwah Pocket Ini.

Kini Berdakwah smakin mudah dengan Kartu Dakwah Pocket.

Tersedia beberapa judul:

  1. Tetap Islam Sampai Mati
  2. Hakikat Iman Kepada Allah
  3. Berpegang Teguh Pada Syariat Allah
  4. Beribadah Hanya Kepada Allah
  5. Awa..! Bahaya Sihir & Perdukunan
  6. Mengurai Makna Shirotul Mustaqim
  7. Bahaya Dosa
  8. Ayo… Kita Berdakwah Bersama
  9. Lindungilah Istrimu
  10. Jagalah Putra-Putrimu

Bagi ikhwah yang ingin mendapatkan Kartu Dakwah Pocket ini bisa sms ke nomer 0896 1669 5643

 

Mengorbankan Jiwanya dan Raga di Jalan Dakwah dan Islam

berkorban jiwa raga untuk dakwan dan islamOrang-orang yang benar-benar cinta, tentu akan terus mencari waktu dan kesempatan untuk dapat mengorbankan seluruh harta bahkan jiwa raganya, demi sang tambatan hati.

Begitulah yang dilakukan oleh para sahabat yang menjalin cinta sejati kepada Islam. Kisah pengorbanan mereka untuk kejayaan Islam tertulis dalam tinta emas sejarah Islam.

Berikut ini, kami paparkan secara sepintas tentang bagaimana formulasi ghiroh (semangat berkorban) dan cinta kasih para sahabat terhadap pembelaan kepada Islam dan pembawa risalah Islam, yaitu Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. (lebih…)

Islam Erases What Came Before It, as Well as Repentence

Repentance - 505Islam erases everything that came before it of sins and that repentance erases that which came before it.

Allah, may He be glorified and exalted, says (interpretation of the meaning):

Say to those who have disbelieved, if they cease (from disbelief) their past will be forgiven

[al-Anfaal 8:38].

Ibn Katheer (may Allah have mercy on him) said:

(lebih…)

Hukum Jual Beli Mata Uang Asing (Valas)

Pertanyaan (1): Apakah hukumnya membeli valuta asing dan menjualnya saat harganya tinggi? Berilah jawaban kepada kami, semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikanmu.

Jawaban (1): Melakukan transaksi jual beli valuta asing di namakan sharf (penukaran mata uang), dan sharf ini harus dilakukan secara taqabuth (serah terima secara langsung) di tempat aqad. Maka apabila telah terjadi taqabuth di tempat aqad maka hal itu tidak apa-apa. Artinya bahwa jika seseorang menukarkan mata uang Saudi dengan dolar Amerika maka tidak mengapa dengan hal ini, sekalipun ia ingin mendapatkan keuntungan di masa akan datang, akan tetapi dengan syarat bahwa ia mengambil dolar yang dibeli dan memberikan dirham Saudi yang dijual secara langsung. Adapun jual beli tanpa qabadh (serah terima) maka hal itu tidak sah, dan ia termasuk riba nasi`ah (bertempo).

Syaikh Muhammad al-Utsaimin – Kitab Dakwah (5) (2/40).

Pertanyaan (2): Apakah boleh (pantas) bagi seorang muslim memperjualbelikan valuta asing? Apakah hal itu sesuai dengan ajaran Islam? Apakah hukumnya dalam hal itu? (lebih…)

Awan Tag