Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘sholeh’

Siapakah Al-Ghuroba

al-ghurobaDari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Islam datang dalam keadaan asing dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim)

Lalu siapakah orang-orang yang terasing (ghuroba) yang beruntung itu? Mari kita simak hadits-hadits yang menjelaskan hal ini. (lebih…)

Iklan

Kematian Itu Pasti Datangnya

kematian datang kapan saja

Semua kita akan mengalami kematian jika sampai ajalnya. Ketika kematian datang, tak seorang pun dapat mengelak atau menundannya.

Sudah siapkah kita?

Jawab dengan Iman dan Amal Sholeh kita.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Kajian Bulanan: “Kenalkan Anak Pada Sang Pencipta”

Hadirilah Kajian Bulanan di Masjid Jami’ Darus Sa’adah.
Dengan tema Keluarga Islami “Kenalkan Anak Pada Sang Pencipta
Waktu: Ahad, 26 Februari 2012
Jam: 08:30-11:30 WIB

Alamat: Masjid Jami’ Darus Sa’adah, Jl. Kebagusan Raya Gg. Wates RT 11/05. Jagakarsa, Jakarta Selatan, Telp. 021-7869485.

Amal Sholih Obat Berbagai Kekalutan

قَالَ الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ السَّعْدِيُّ رَحِمَهُ اللهُ

 مَا دَامَتِ الدُّنْيَا لاَ تَخْلُوْ مِنْ أَكْدَارٍ، فَالدَّاءُ النَّاجِحُ أَنْ يَشْتَغِلُ اْلإِنْسَانُ بِعَمَلٍ نَافِعٍ

يَمْلأُ عَلَيْهِ وَقْتَهُ، وَ يُبْعِدُ عَنْهُ دَوَامَ التَفْكِيْرِ فِي هِذِهِ اْلأَكْدَارِ، وَ يَنْبَغِي أَنْ

 يَكُوْنَ هَذَا الْعَمَلُ مِمَّا تَأْنَسُ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَ تَشْتَاقُهُ

“Selama kehidupan dunia masih dihinggapi berbagai kekalutan, maka obat mujarab bagi seseorang untuk meredamnya adalah dengan menfokuskan waktunya untuk menyibukkan diri dengan mengerjakan amal shaleh. Dan dapat dipastikan, bahwa amal shaleh tersebut akan dapat menenteramkan dan menyejukkan jiwanya”

Syarat Diterimanya Amal

Ibadah yang diterima di sisi Allah–Subhānahu wa Ta’ālā–harusterpe-nuhi dua syarat, yaitu: niat yangikhlash dan kesesuaian dengan syari’at. Sering diungkapkan dengan itilah al-ikhlash dan al-mutaba’ah.

Ketika Fudha’il bin `Iyad –Rahimahullah– membaca ayat:

(Dialah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya..” [QS. al-Mulk (67): 2]

Maka, beliau berkata:

( أَخْلَصُهُ وَأَصْوَبُهُ )

(Yang lebih baik amalnya) yaitu yang paling ikhlash (murni) dan shawab (tepat).

Kemudian para sahabat beliau bertanya:

( يَا أَبَا عَلِيِّ، مَا أَخْلَصُهُ وَأَصْوَبُهُ! )

Wahai Abu Ali, apakah yang dimaksud dengan yang paling ikhlash dan shawab itu?”

Beliau menjawab:

( إِذَا كَانَ الْعَمَلُ خَالِصًا وَلَمْ يَكُنْ صَوَابًا لَمْ يُقْبَلْ، وَإِذَا كَانَ صَوَابًا وَلَمْ يَكُنْ خَالِصًا لَمْ يُقْبَلْ، حَتَّى يَكُوْنَ خَالِصًا صَوَابًا، وَالْخَالِصُ إَذَا كَانَ للهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالصَّوَابُ إَذَا كَانَ عَلَى السُّنَّةِ )

Apabila sebuah amal khalis, tetapi tidak shawab, niscaya tidak akan diterima. Apabila sebuah amal shawab, tetapi tidak khalis, niscaya tidak diterima hingga amal tersebut khalis dan shawab. Khalis berarti amal tersebut karena Allah semata. Sedangkan shawab berarti amal tersebut berdasarkan sunnah.”1

1 Hilyah al-Awliya’ 8/95, al-Bidayah wa an-Nihayah 10/199 dan Madarij as-Salikin 2/89.

Awan Tag