Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘api’

Dahsyatnya Siksaan Neraka

nerakaSeringkali kita mendengar tentang neraka, namun hati kita terlalu keras untuk menerima kebenaran akan adanya neraka dengan segala kepedihan di dalamnya.

Allah ta’ala berfirman: “Maka takutlah kalian kepada neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan bebatuan, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al-Baqoroh [2]: 24)

Berikut ini, kami mencoba menghadirkan kedahsyatan adzab yang tidak pernah terbayangkan, yaitu adzab neraka, balasan yang telah disiapkan oleh Alloh ta’ala bagi orang kafir, munafik, dan para pelaku dosa. (lebih…)

Meminta-minta Di Saat Kecukupan

Sahl bin Handzhaliyah radhiallahu’anhu meriwayatkan, bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam :

“Barang siapa meminta-minta sedang ia dalam keadaan berkecukupan, sungguh orang itu telah memperbanyak (untuk dirinya) bara api Jahannam”. Mereka bertanya: “Apakah (batasan) cukup sehingga (seseorang) tidak boleh meminta-minta? Beliau menjawab: “Yaitu sebatas (cukup untuk) makan pada siang dan malam hari”. (Hadits riwayat Abu Daud; 2/ 281, Shahihul Jami’;6280)

Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu meriwayatkan, bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam:

“Barang siapa meminta-minta sedang ia dalam kecukupan, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan wajah penuh bekas cakaran dan garukan”. (Hadits riwayat Ahmad; 1/ 388, Shahihul Jami’; 6255. Dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu disebutkan: “Barang siapa meminta-minta harta manusia agar dapat mengumpulkan harta banyak-banyak, sungguh ia telah meminta bara api, maka silahkan ia mengurangi atau memperbanyak”. Bin Baz)

Diantara pengemis ada yang berderet di depan pintu masjid, mereka menghentikan dzikir para hamba Allah Subhanahu wata’ala yang menuju atau pulang dari masjid dengan ratapan yang dibuat sesedih mungkin. Sebagian lain memakai modus agak berbeda, membawa dokumen dan berbagai surat palsu disertai blangko isian sumbangan. Ketika ia menghadapi mangsanya, ia mengada-adakan cerita sehingga berhasil mengelabui dan memperoleh uang.

Bagi keluarga tertentu, mengemis bahkan telah menjadi suatu profesi. Mereka membagi-bagi tugas di antara keluarganya pada beberapa masjid yang ditunjuk. Pada saatnya, mereka berkumpul untuk menghitung penghasilan. Dan demikianlah, setiap masjid mereka jelajah. Padahal tak jarang mereka itu dalam kondisi cukup mampu dan sungguh Allah Subhanahu wata’ala Maha Mengetahui kondisi mereka, dan bila mereka mati barulah terlihat warisannya.

Padahal sebetulnya masih banyak orang yang lebih membutuhkan, tetapi orang yang tidak tahu mengira mereka orang-orang mampu. Sebab mereka menahan diri dari meminta-minta, meskipun tuntutan kebutuhan sangat menjerat.

 

Sumber:

Syeikh Muhammad Bin Shaleh Al Munajjid. ”Dosa-dosa yang Dianggap Biasa”. 1426 H

Awan Tag