Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘kufur’

Jangan Karena Iseng Kau Pertaruhkan Akidahmu

Sahabat ELSUNNAH, pasti pernah dengar apa yang namanya Ramalan Zodiak atau Horoskop. Ramalan singkat yang berisi tentang kehidupan pribadi, asmara, karir, keuangan, ataupun yang lainnya. Zodiak atau horoskop ini biasanya muncul di majalah-majalah, layanan SMS, atau pun ramalan sejenis muncul sebagai aplikasi-aplikasi yang tersebar di sosial media. Tahukah sahabat bahwa ramalan ini dilarang keras dalam islam?

“Tapi saya hanya iseng, ga betul-betul percaya ko..” Mungkin sebagian kita hanya berdalih iseng, cuma baca-baca tidak percaya terhadap isinya.

Tahukah sahabat, sekalipun hanya membaca dan tidak mempercainya, itu sudah termasuk dosa yang besar. Ancamannya adalah sholatnya selama 40 hari tidak Allah ta’ala terima.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230)

Dan lebih parah lagi jika ia membenarkan apa yang dikatakan oleh ramalan tersebut. Maka ia terjatuh dalam kekufuran.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)

Syaikh Sholih Alu Syaikh hafizhohullah mengatakan, “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid, Syaikh Sholih Alu Syaikh Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”)

Semoga Alloh ta’ala mengampuni dosa-dosa kita dan menjaga kita dari hal-hal yang dapat merusak akidah kita.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit KustaKisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya ia pernah mendengar Nabi Muahmmad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya ada tiga orang dari kalangan Bani Isra’il, yang satu mendarita penyakit kusta, satunya lagi kepalanya botak, dan yang terakhir matanya buta. Allah Shubhanahu wa ta’alla ingin menguji mereka semua dengan mengutus kepada mereka semua seorang malaikat, pertama kali malaikat tersebut mendatangi orang yang menderita kusta, lalu berkata kepadanya: “Apa yang paling engkau dambakan? Ia menjawab: “Warna kulit yang bagus, dan kulit yang mulus, serta di hilangkan penyakitku ini yang membuat manusia merasa jijik denganku”. Kemudian malaikat tersebut mengusapnya, sehingga penyakit yang di deritanya hilang lalu kulitnya berganti menjadi mulus. (lebih…)

Kekufuran Syiah Terhadap Hadits

aqidah syiahUmat Islam sejak zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam sampai sekarang tidak pernah berbeda pendapat bahwa as-Sunnah atau al-Hadits adalah sumber kedua dalam Islam. Hadits adalah wahyu, dan wajib berpegan teguh dengannya. [lihat penjabarannya di sini]

Kaidah Ilmiah dalam Menyaring Hadits.

Untuk membuktikan bahwa sebuah hadits itu shohih, para ulama hadits telah meletakkan suatu kaidah penyaringan hadits yang sangat ketat dan sangat ilmiah serta bisa dipertanggungjawabkan. Kaidah-kaidah tersebut dikenal dengan ilmu Mustholahul Hadits. Inti dari kaidah tersebut adalah penelitian sanad. Setiap perawi di dalam sanad tersebut diteliti untuk dipastikan keabsahan riwayatnya. (lebih…)

Awan Tag