Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘rasulullah’

Nabi Muhammad Dijamin Masuk Surga

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan acara tafsi r al-misbah di Metro TV pd tgl 12 juli 2014. Bp. Quraish Shihab mengatakan “Tidak benar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat jaminan syurga dari Allah S.W.T”. Mohon penjelasannya.

Video:

Salam,
Dari Roy

Jawaban: (lebih…)

Iklan

Uswah – Resep Hidup Mulia dari Nabi

audioKetika keimanan telah tertancap kuat di dalam dada, kehinaan, cemoohan, permusuhan, rayuan, godaan dan berbagai macam kesulitan yang dirasakan, tidak akan mampun merobohkannya. Dan saat itulah si pemilik Iman akan memperoleh kemuliaan. Rasululloh adalah orang yang mulia. Bahkan beliaulah orang termulia sepanjang zaman. Kemuliaan itu diperolehnya karena iman dan takwa yang teguh tertancap di dalam dada. Tentunya kita juga ingin bisa hidup mulia seperti teladan kita Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

Nah, Ini dia resep dari Nabi, supaya hidup selalu mulia nggak ada hinanya.

Selamat menyimak

[audio https://archive.org/download/HidupMuliaDariNabi/UswahHidupMuliaDariNabi.mp3]

Durasi:: 00:09:01

Atau Anda bisa mendownloadnya

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Agungkan Sunnah Nabimu

sunnahSesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh suri tauladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab: 21)

Ayat yang mulia ini merupakan dasar pijakan paling kuat dan agung, yang menjadi dalil bagi kita untuk meneladani Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam baik dalam bentuk ucapan, perbuatan, ataupun prilaku kesehariannya. [lihat tafsir Ibnu katsir] (lebih…)

Hadits – Taat Kepada Rasulullah

Hadits - Taat Kepada Rasulullahعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ:
(( مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ ))
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abū Hurayrah ‘Abd al-Rahmān bin Shakhr radhiallahu ‘anhu, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apa yang kularang bagi kalian hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang kuperintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kebinasaan orang-orang yang sebelum kalian adalah karena ba-nyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan merekapun banyak me-nentang nabi-nabi mereka” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim (lebih…)

Kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

kelahiran rasulullahKelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin pagi, 9 Rabi’ul Awwal, tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku Quraisy tersebut, beliau berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang juga paling terhormat di tengah suku Quraisy.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , lahir dalam keadaan yatim. Karena bapaknya; Abdullah, telah meninggal ketika ibunya, Aminah, mengandungnya dalam usia dua bulan. (lebih…)

Ancaman Membangkang Terhadap Ajaran Rasulullah

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا .

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

} $pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qà)®?$# ©!$# ¨,ym ¾ÏmÏ?$s)è? Ÿwur ¨ûèòqèÿsC žwÎ) NçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡•B ÇÊÉËÈ { أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Kaum muslimim rahimakumullah…

Bertakwalah kepada Allah, karena bertakwa kepada Allah merupakan sarana kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesedihan dan kesempitan, memudahkan urusannya, menyinari hatinya, dan mengampuni dosa-dosanya.

Kaum muslimim rahimakumullah…

Rasulullah  adalah orang yang paling teguh dalam memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Apa yang beliau perintahkan di dalamnya mengandung kemaslahatan dan apa yang beliau larang di dalamnya mengandung keburukan.

Suatu hari, Salamah bin al-Akwa  mengisahkan kejadian yang ia lihat, lalu berkata, “Bahwasanya seseorang pernah makan di sisi Rasulullah  dengan tangan kirinya. Maka beliau  berkata: ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Orang itu berkata: ‘Saya tidak bisa.’ (Maka) beliau berkata: ‘Kamu tidak akan bisa.’ Tidaklah ada yang menghalangi orang tersebut (untuk makan dengan tangan kanannya) melainkan hanya kesombongan. Berkata (Salamah): ‘Maka orang tersebut pun (akhirnya) tidak bisa mengangkat tangan (kanan)nya ke mulutnya’.” (HR. Muslim) (lebih…)

Makna Kalimat “Muhammad Rasulullah”

Beriman bahwasanya Muhammad sebagai utusan Allah, adalah membenarkan apa yang dikabarkannya, menta’ati apa yang diperintahkannya, dan meninggalkan apa yang dilarang dan diperingatkan darinya, serta kita menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dengan apa yang disyari’atkannya.

Syaikh Abul Hasan An-Nadwy berkata dalam buku “An-Nubuwwah” sebagai berikut,

“Para nabi, dakwah pertama dan tujuan terbesar mereka di setiap masa adalah meluruskan aqidah (keyakinan) terhadap Allah. Meluruskan hubungan antara hamba dengan Tuhannya. Mengajak memurnikan agama ini untuk Allah dan hanya beribadah kepada Allah semata. Sesungguhnya Dia (Allah) Dzat yang memberikan manfa’at. Yang mendatangkan mudharat. Yang berhak menerima ibadah, do’a, penyandaran diri (iltija’) dan sembelihan. Dahulu, dakwah para nabi diarahkan kepada orang-orang yang menyembah berhala, yang secara terang-terangan menyembah berhala-berhala, patung-patung dan orang-orang shalih yang dikultuskan, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Rasulullah:

“Katakanlah, ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan membawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raaf: 188)

Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian berlebih-lebihan memuji (menyanjung) diriku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan memuji Ibnu Maryam (Isa). Sesungguhnya aku adalah hamba -Allah- maka Katakanlah: ‘Hamba Allah dan RasulNya’.” (HR. Al-Bukhari)

Makna “Al-Itharuu-an” ialah berlebih-lebihan dalam memuji (menyanjung). Kita tidak menyembah kepada Muhammad, sebagaimana orang-orang Nasrani menyembah Isa Ibnu Maryam, sehingga mereka terjerumus dalam kesyirikan. Dan Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengatakan: “Muhammad hamba Allah dan RasulNya.”

Sesungguhnya kecintaan kepada Rasul adalah berupa keta’atan kepadaNya, yang diekspresikan dalam bentuk berdo’a (me-mohon) kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidak berdo’a kepada selainNya, meskipun ia seorang rasul atau wali yang dekat (di sisi Allah). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan dari Allah.” (HR. At-Tirmidzi) 7.1

Dan apabila Rasulullah dirundung duka cita, maka beliau membaca:

“Wahai Dzat yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan.” (HR At-Tirmidzi) 7.2

Semoga Allah ta’ala merahmati penyair yang berkata,

“Ya Allah, aku meminta-Mu untuk menghilangkan kesusahan kami.
Dan kesusahan ini, tiada yang bisa menghapusnya kecuali Engkau, ya Allah.”

Sumber: Jalan Golongan yang Selamat, Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Awan Tag