Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘hadits’

Keutamaan Berdzikir Dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah

dzikirSalah satu buah dari keimanan seorang hamba adalah banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala yaitu mengingat Rabb alam semesta dengan hati atau lisannya atau dengan kedua-duanya.Dzikir adalah amalan yang dapat mengundang keridhaan Rabb, salah satu cara agar muraqabah (merasa diawasi Allah), membuka pintu rezeki, menentramkan hati dan memperkuat iman serta dzikir adalah salah satu bukti kedekatan hamba dengan Rabb-Nya.

رَوَى التِّرْمِذِيُّعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ.

Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah bahwa beliau berkata, “Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap saat.” (HR. al-Timidzi) (lebih…)

Iklan

Tuntunan Islam dalam Memakai Sandal atau Sepatu

Soal: Bagaimanakah tuntunan Islam dalam memakai sandal atau sepatu ??

Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا اِنْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ

“Apabila salah seorang diantara kalian memakai sandal (sepatu) maka hedaklah ia memulainya dari sebelah kanan dan apabila melepaskannya hendaklah ia memulainya dari sebelah kiri, sehingga yang sebelah kanan adalah yang pertama kali dipakai dan yang paling terakhir dilepas.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alangkah indahnya agama Islam sampai cara memakai sandal atau sepatu pun ada tuntunannya.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

 

Beberapa Hadits Keutamaan Ramadhan

hukum dan keutamaan qiyam ramadhanDari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhandengan penuh keimanan  dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya yang telan berlalu akan diampuni.” (lebih…)

Jagalah Allah, Maka Ia Akan Menjagamu

عبْد الله بن عَبّاسٍ -رَضِي اللهُkaab-bin-malik عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ

Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak memintamintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah….” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan lainnya) (lebih…)

Ketika Kita Mengalami Mimpi Buruk

mimpi burukIslam adalah agama yang sempurna. Syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mencakup seluruh aspek kehidupan baik kehidupan khusus keagamaan maupun kehidupan umum keagamaan. Maka tidak ada satu hal pun kecuali Islam telah mengaturnya.

Di antara hal yang juga tidak luput dari syariat Islam adalah apa yang seyogyanya kita lakukan ketika kita mengalami mimpi buruk. Tentang masalah ini banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskannya. Di antaranya, (lebih…)

Agungkan Sunnah Nabimu

sunnahSesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh suri tauladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab: 21)

Ayat yang mulia ini merupakan dasar pijakan paling kuat dan agung, yang menjadi dalil bagi kita untuk meneladani Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam baik dalam bentuk ucapan, perbuatan, ataupun prilaku kesehariannya. [lihat tafsir Ibnu katsir] (lebih…)

Hadits – Taat Kepada Rasulullah

Hadits - Taat Kepada Rasulullahعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ:
(( مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ ))
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abū Hurayrah ‘Abd al-Rahmān bin Shakhr radhiallahu ‘anhu, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apa yang kularang bagi kalian hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang kuperintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kebinasaan orang-orang yang sebelum kalian adalah karena ba-nyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan merekapun banyak me-nentang nabi-nabi mereka” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim (lebih…)

Kekufuran Syiah Terhadap Hadits

aqidah syiahUmat Islam sejak zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam sampai sekarang tidak pernah berbeda pendapat bahwa as-Sunnah atau al-Hadits adalah sumber kedua dalam Islam. Hadits adalah wahyu, dan wajib berpegan teguh dengannya. [lihat penjabarannya di sini]

Kaidah Ilmiah dalam Menyaring Hadits.

Untuk membuktikan bahwa sebuah hadits itu shohih, para ulama hadits telah meletakkan suatu kaidah penyaringan hadits yang sangat ketat dan sangat ilmiah serta bisa dipertanggungjawabkan. Kaidah-kaidah tersebut dikenal dengan ilmu Mustholahul Hadits. Inti dari kaidah tersebut adalah penelitian sanad. Setiap perawi di dalam sanad tersebut diteliti untuk dipastikan keabsahan riwayatnya. (lebih…)

Hadits adalah Wahyu, dan Kewajiban Berpegang Padanya

Hadits adalah Wahyu

Umat Islam sejak zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam sampai sekarang tidak pernah berbeda pendapat bahwa as-Sunnah atau al-Hadits adalah sumber kedua dalam Islam. Tidak ada yang meragukan tentang hal ini. Ia sudah menjadi suatu kebenaran yang pasti. Sama pastinya dengan kebenaran bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam adalah Nabi yang diutus oleh Alloh .

Alloh subhanahu wata’ala  berfirman:

Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. an-Najm [53]: 3-4) (lebih…)

Tidurnya Orang Yang Berpuasa Adalah Ibadah

Sleep LessHadits ‘Tidurnya Orang Yang Berpuasa Adalah Ibadah’ Adalah Lemah

Saya mendengar salah seorang khatib menyampaikan salah satu hadits Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam, yaitu: “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah”. Apakah hadits ini shahih?

Alhamdulillah.

Hadits ini tidak shahih. Tidak ada ketetapan dari Nabi sallallahu’alaihi wasallam. Diriwayatkan oleh Baihaqi di kitab “Syu’abul Iman”, 3/1437, dari Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu ’anhu sesungguhnya Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: (lebih…)

Hadits-hadits Tentang Taubat dan Istighfar

  • taubat dan istighfarRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(( يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِيْ اليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ )) رواه مسلم.

“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim).

Demikianlah keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya, baik yang lalu maupun yang akan datang. Tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba yang pandai bersyukur, pendidik yang bijaksana, pengasih dan penyayang. Semoga shalawat dan salam yang sempurna dilimpahkan kepada beliau. (lebih…)

Hadits tentang Berbicara Lemah Lembut Kepada Orang Tua

Berbicara Lemah Lembut Kepada kedua Orang Tua

463Dari Thaisalah bin Mayyas, dia berkata,

كُنْتُ مَعَ النَّجَدَاتِ، فَاَصَبْتُ ذُنُوْبًا لاَ أَرَاهَا اِلاَّ مِنَ الْكَبَائِرِ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لاِبْنِ عُمَرَ قَالَ: مَا هِيَ؟ قُلْتُ: كَذَا وَكَذَا؟ قَالَ: لَيْسَتْ هَذِهِ مِنَ الْكَبَائِرِ، هُنَّ تِسْعٌ : اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَقَتْلُ نَسْمَةٍ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَةِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ، وَاِلْحَادُ فِي الْمَسْجِدِ، وَالَّذِي يَسْتَسْخِرُ، وَبُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوْقِ قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ: أَتُفِرَّقُ مِنَ النَّارِ وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ؟ قُلْتُ: أَىْ وَاللهِ! قَالَ: أَحَىُّ وَالِدُاكَ؟ قُلْتُ: عِنْدِي أُمِّى، قَالَ: فَوَاللهِ! لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

(lebih…)

Mengembalikan Perselisihan Kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah

kembali kepada al qur'an dan sunnahSudah menjadi hal yang tidak bisa dihindari yaitu adanya perbedaan pendapat tentang suatu masalah bahkan perbedaan pendapat ini telah terjadi sejak zaman para sahabat. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh beberapa faktor yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Terkait tentang perbedaan pendapat ini sering kali kali muncul satu sikap taklid dan fanatik terhadap satu pendapat atau madzhab tertentu dan tidak mau keluar kepada pendapat lain walaupun kebenaran ada pada pendapat yang lain. Dan ini merupakan sikap negatif, yang seharusnya dilakukan adalah mengembalikan segala permasalahan kepada Al-Qur’an dan Hadits. (lebih…)

Syarah Shahih Muslim I

Syarah Shahih Muslim adalah kitab syarah hadits yang sangat masyhur (populer) di kalangan umat Islam. Salah satu dari karya Imam An-Nawawi ini merupakan syarah dari kitab Shahih Muslim karya Imam Muslim. Penulis sengaja mensyarah kitab ini karena melihat besarnya faidah dan manfaat bagi umat Islam. Kitab Shahih Muslim merupakan referensi induk kitab-kitab hadits dengan tingkat kwalitas sanad dibawah kitab Shahih Al-Bukhari. Namun demikian, kitab ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

1. Pembahasannya bersifat tematik (maudhu’i), sehingga memudahkan bagi pembaca dalam mencari matan hadits sesuai dengan tema yang diinginkan. Sistematika seperti ini tidak ada pada Shahih Al-Bukhari.
2. Ulasan pembahasannya lebih ringkas, namun tidak mengurangi kelengkapan dan cakupan pembahasan yang bersifat penting (urgent dan substansi).

Buku ini layak menjadi pegangan wajib bagi setiap muslim, dan semoga kehadiran buku ini dapat menambah wawasan keilmuan bagi umat Islam pada umumnya.

DOWNLOAD

Definisi Hadits Mungkar

MUNKAR

Apabila sebab kecacatan perawi adalah karena banyaknya kesalahan, sering lupa, atau kefasiqan,; maka hadistnya dinamakan hadits Munkar.

Pengertiannya

Munkar menurut bahasa adalah isim maf’ul dari kata al-inkaar, lawan dari kata al-iqraar.

Adapaun hadits munkar menurut istilah, para ulama mendefiniskannya dengan dua pengertian berikut ini :

Pertama : yaitu sebuah hadits dengan perawi tunggal yang banyak kesalahan atau kelalaiannya, atau nampak kefasiqannya atau lemah ke-tsiqahannya.
(lebih…)

Sumber Agama Islam

Salah satu prinsip-prinsip dasar ahlus sunnah adalah bahwa sumber agama islam dengan segala sisinya adalah wahyu Allah dalam bentuk Al Quran dan Hadits yag shohih. Dalil prinsip ini adalah firman Allah subhanahu wata’ala:

إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً
“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al Isra’ : 9) (lebih…)

Awan Tag