Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

berkorban harta di jalan dakwahSaudaraku seiman, tahukah bagaimana pengorbanan Abu Bakar dan Umar radhiallahu’anhuma untuk dakwah dan kejayaan Islam. Sungguh tangan kedermawanan mereka berdua bak angin berhembus. Keduanya tak takut hartanya musnah dan habis untuk dishodakohkan untuk kepentingan umat Islam. Sebab mereka berdua paham dan yakin bahwa balasan dan pahala disisi Alloh tak sebanding dengan harta yang mereka infakkan dan shodaqohkan.

Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiallahu’anhu, beliau berkata,

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمًا أَنْ نَتَصَدَّقَ فَوَافَقَ ذَلِكَ مَالاً عِنْدِى فَقُلْتُ الْيَوْمَ أَسْبِقُ أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا فَجِئْتُ بِنِصْفِ مَالِى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا أَبْقَيْتَ لأَهْلِكَ ». قُلْتُ مِثْلَهُ.

قَالَ وَأَتَى أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ ». قَالَ أَبْقَيْتُ لَهُمُ اللَّهَ وَرَسُولَهُ. قُلْتُ لاَ أُسَابِقُكَ إِلَى شَىْءٍ أَبَدًا.

Rosululloh  menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu saya sedang memiliki harta. Lalu saya katakan: hari ini saya akan mengalahkan Abu Bakar, dimana saya tidak pernah mengalahkan Abu Bakar, dimana saya tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Saya datang kepada Rosululloh  untuk menginfakkan separuh dari harta milik saya. Rosululloh  bertanya kepada saya: “Lalu apa yang kau sisakan untuk keluargamu.” Saya katakan kepada Rosululloh bahwa saya meninggalkan seperti apa yang saya infakkan. Kemudian Abu Bakar datang kepada Rosululloh dengan menginfakkan semua hartanya. Rosululloh  menanyakan padanya, “Lalu apa yang kau sisakan untuk keluargamu?” “Saya menyisakan untuk mereka Alloh dan Rosululloh.” Saya berkata setelah itu bahwa saya tidak mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.

Utsman bin Affan radhiallahu’anhu dikenal sebagai seorang sahabat yang kaya raya dan sangat dermawan. Suatu ketika, kaum muslimin di Madinah pernah kekurangan air karena kemarau yang panjang dan mereka membutuhkan penggalian sumur yang banyak airnya. Nabi shallallahu’alaihi wasallam  menyeru kaum muslimin untuk membuat sumur seraya bersabda:

« مَنْ يَحْفِرْ بِئْرَ رُومَةَ فَلَهُ الْجَنَّةُ » . فَحَفَرَهَا عُثْمَانُ .

“Barangsiapa yang menggali sumur Ruumah (nama tempat), maka baginya surga!” Lalu datanglah ‘Utsman   untuk membiayai pembuatan sumur tersebut. (HR. Bukhari)

Pada lain waktu, kota Madinah tertimpa musim paceklik yang membuat harga bahan pangan sangat mahal karena kelangkaannya. Di tengah kelangkaan bahan pangan tersebut datanglah iring-iringan kafilah dagang ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu dari Syam, berupa seribu ekor unta yang penuh dengan muatan gandum, minyak dan anggur. Mendengar hal tersebut, para pedagang di Madinah serentak mendatangi ‘Utsman radhiallahu ‘anhu untuk membeli bahan pangan yang dibawanya. Maka ‘Utsman radhiallahu ‘anhu berkata kepada mereka, “Berapa kalian mampu membeli barang dagangan tersebut?” sebagian menjawab, “Kami mampu membeli lima kali lipat dari harga belinya!” ‘Utsman bertanya, ‘Siapa yang sanggup membelinya dengan harga sepuluh kali lipat dari harga belinya?” Mereka berkata, “Siapa yang sanggup dengan harga sebesar itu? Ini sungguh harga yang sangat mencekik!” maka ‘Utsman radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Alloh menjanjikan kepadaku untuk memberikan keuntungan sebanyak sepuluh kali lipat dari setiap dirham dengan firman-Nya:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat baka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. al-An’am [6]: 160)

Kemudian beliau melanjutkan, “Adakah di antara kalian yang mampu membelinya?” Mereka menjawab, “Tidak!” Maka ‘Utsman radhiallahu ‘anhu berkata, “Persaksikanlah oleh kalian bahwa barang dagangan ini semuanya aku sedekahkan bagi para fuqara’ Madinah!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: