Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Ikuti Perbuatan Baik dengan Perbuatan Baik 

قال الشيخ العلامة  

 صالح الفوزان حفظه  الله تعالى : 

Syaikh al-Alamah Sholih al-Fauzan hafidzahullah ta’ala berkata:

« ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕِ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝِ ،ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺍﺗﺒﺎﻉُ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔِ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ 

_Dan di antara tanda-tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadhan dan di waktu yang selainnya adalah mengikutkan kebaikan dengan kebaikan yang lainnya._

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﺎﻟﺔُ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻌﺪَ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﺣﺎﻟﺔً ﻃﻴﺒﺔً، ﻳﻜﺜﺮُ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎتِ وﺍﻷﻋﻤﺎﻝِ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ،

_Maka apabila keadaan seorang muslim setelah berlalunya Ramadhan dia dalam keadaan yang baik, dia banyak melakukan kebaikan dan amal-amal sholih. Maka ini menunjukkan tanda atas diterimanya ibadah-ibadahnya di bulan Ramadhan._

ﺃما ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻜﺲ، ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺤـﺴﻨﺎﺕِ ﺍﻟﺴـﻴﺌﺎﺕِ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺝَ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺑﺎﻟﺴﻴﺌﺎﺕِ ﻭﺍﻟﻐﻔﻼﺕ ِﻭﺍﻹ ﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ. 

ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ” ص(١١٩)

_Akan tetapi jika sebaliknya, mengikutkan kebaikan dengan keburukan. Maka ketika keluar dari Ramadhan, dia ikuti dengan keburukan-keburukan, kelalaian-kelalaian, dan berpaling dari ketaatan kepada Allah ta’ala. Maka ini menunjukkan tanda tidak diterimanya amal._

Majaalis Syahru Ramadhan, hal. 119.
Sahabat ELSUNNAH, semoga Allah ta’ala menerima puasa, sholat, tilawah, sedekah dan ibadah-ibadah kita yang lainnya di bulan Ramadhan. 

Kita memohon kepada Allah ta’ala agar memberi taufik kepada kita agar kita mampu untuk meneruskan sholat kita, puasa kita, tilawah kita, sedekah kita, ibadah-ibadah yang lainnya di bulan selain Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh 
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Syariat Bertakbir di Hari Raya 

Sahabat ELSUNNAH, Allah ta’ala berfirman,

ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم (سورة البقرة :  185)

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

 ‘Tukabbirullah’ maksudnya mengagungkan-Nya dengan hati dan lisan kalian, yaitu dengan melafazkan kalimat-kaliamt takbir, seperti

الله أكبر الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد

‘Allah Mah Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar, segala pujian milik Allah.

Atau bertakbir tiga kali dengan  mengucapkan:

الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد

‘Allah Mah Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mah Besar, Allah Maha Besar,segala pujian milik Allah.

Semuanya itu dibolehkan.

Takbir ini disunnahkan menurut mayoritas ulama. Disunnahkan bagi laki-laki dan para wanita. Baik di masjid, rumah maupun di pasar.

Para lelaki dianjurkan meninggikan suaranya, sedangkan kaum wanita merendahkan tidak meninggikan suaranya

Takbir dimulai sejak  matahari terbenam pada malam Id,… Takbir diakhiri dengan pelaksanaan shalat id. Yakni ketika orang-orang mulai shalat Id, maka selesailah waktu takbir.” (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 16/269-272)

Syaikh Muhammad Sholih Al-Munajjid, islamqa

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Selamat Hari Raya Idul Fitri 

Sahabat ELSUNNAH, alhamdulillah hilal bulan Syawal 1438 H telah terlihat, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Agama RI. Dengan demikian 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad (25/6/2017).

Segenap *Tim Dakwah ELSUNNAH* mengucapkan,

*SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H*

تقبل الله منا و منكم

_Taqobbalallohu Minna Waminkum_

_”Semoga Alloh menerima Ibadah kita.”_

Ramadhan Kan Meninggalkan Kita 

Sahabat ELSUNNAH, sesaat lagi Ramadhan akan meninggalkan kita semua. Kita semua akan berpisah dengannya. Seorang yang beriman pun akan menangis karena kehilangannya. Dia menangis karena keagungan dan kemuliaan Ramadhan akan segera berlalu.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata,
كَيْفَ لاَ تَجْرِى لِلْمُؤْمِنِ عَلَى فِرَاقِهِ دُمُوْع 

☘️Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak berlinang kala berpisah dengan bulan Ramadhan.

وَ هُوَ لاَ يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمْرِهِ إِلَيْهِ رُجُوْع

  Sementara dia tidak mengetahui tersisa dari umurnya untuk kembali bertemu dengannya.

Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hambali,  Perpisahan dengan bulan Ramadhan.
Semoga Allah ta’ala menerima amal-amal Ibadah kita, merahmati kita dan memberikan pengampunan kepada kita. Aamiin
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Kesempatan Emas Terakhir di Bulan Ini

Al Lajnah ad Daimah Lil Buhutsi al ‘Ilmiyah wal Ifta’

*Pertanyaan*: _Di negeri kami memiliki kebiasaan pada setiap hari raya Id’, baik Idhul Fitri atau Adha, kami membagikan kepada anak-anak kecil uang dengan jumlah tidak terlalu banyak, yang disebut dengan *al-‘idiyah*. Kami lakukan dalam rangka memberikan kegembiraan kepada mereka. Apakah kegiataan *al-‘idiyaah* ini termasuk bid’ah ataukah tidak mengapa?_

*Jawaban:* _Tidak mengapa melakukan yang seperti ini. Bahkan ini termasuk adat kebiasaan yang baik. Karena memberikan kebahagian kepada seorang muslim baik yang besar maupun anak kecil merupakan perkara yang dianjurkan dalam syariat yang suci ini._ (Fatwa al Lajnah ad Daimah Lil Buhutsi al Ilmiyati wal ifta’ 26/247)

Malam ini adalah malam ke-29, malam ganjil terakhir dan bisa jadi malam terakhir di Bulan Ramadhan. Malam terkahir dari malam-malam kemuliaan Ramadhan. 

Mari manfaatkan malam terakhir dan hari terakhir Ramadhan ini dengan bersedekah.

*Masih terbuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk bersedekah dalam Program Berbagi THR, Berbagi Kebahagiaan bersama dhuafa.*

Yuk berbagi kebahagiaan bersama dhuafa di Hari Raya yang penuh kebahagiaan. *Berbagi THR dan al-Idhiyah* supaya lebih berkah dan bermakna.

*Salurkan Zakat/Infak/Sedekah bisa dikirimkan ke rekening ELSUNNAH*:

BSM 701 753 5166

BNI Syariah 037 376 0603

BRI Syariah 103 129 4092

a.n Muhamad Ilyas

_Untuk memudahkan identifikasi program, tambahkan sejumlah kode transfer pada nominal transfer. Contoh Rp 20.500, Rp 100.500, Rp 200.500, dst.

*Konfirmasi Transfer*:

Berbagi-THR#Nama#Kota#NominalTransfer#TanggalTransfer (atau cukup mengirimkan bukti transfer)

Kirim ke WA Admin 4: +62 856 4236 9016 

Semoga Allah mengkaruniai kita Lailatul Qodar. Kami juga ucapkan terima kasih jazakumullahu khairan kepada sahabat ELSUNNAH yang telah berpartisipasi dalam program-program kebaikan bersama kami. Semoga Allah berikan keberkahan pada diri, keluarga, dan harta Sahabat.

_Mohon Bantu share kepada orang lain, jika ada yang membantu dari info yang anda share insyaAllah andapun akan mendapat kebaikan yang sama dengan yang berdonasi._

Jazakumullahu khairan,

*Tim Dakwah ELSUNNAH*

Malam Ini Adalah Malam Terakhir 

Sahabat ELSUNNAH, malam ini adalah malam ke-29, malam ganjil terakhir dan bisa jadi malam terakhir di Bulan Ramadhan. Malam terkahir dari malam-malam kemuliaan Ramadhan. 

Mari manfaatkan malam terakhir ini dengan berbagai ibadah dan amal sholeh. Jangan dibiarkan lewat begitu saja. Kita tidak tahu apakah masih ada kesempatan Ramadhan bagi kita di tahun yang akan datang. Manfaatkan kesempatan terakhir yang berharga ini. 

Sungguh besarnya kemuliaan Ramadhan tidak bisa didapatkan di waktu-waktu yang selainnya. Sungguh para penghuni kubur telah menyesali satu detik dari malam-malam dan hari-hari bulan Ramadhan yang berlalu sia-sia. Satu detik saja yang terlewatkan menjadi penyelasan yang besar.

Jangan lengah wahai sahabat. Malam terakhir ini juga merupakan malam-malam pencarian Lailatul Qodar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

التمسوا ليلة القدر في آخر ليلة

_”Carilah Lailatul Qodar pada malam terakhir.”_ (HR. Ibnu Khuzaimah 2189, shahih)

Bagi Sahabat yang sedang mudik malam ini, perbanyaklah dzikir dan doa selama perjalanan. Perbanyaklah membaca ayat-ayat dan surat-surat yang telah Anda hafal. Semoga Allah mengkaruniai Lailatul Qodar sekalipun Anda dalam perjalanan.

#serialRamadhan

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Bahagiakan Orang Tua Kita

Sahabat ELSUNNAH, dikisahkan pada masa kekhilafahan Abbasiyyah ada seorang laki-laki mendatangi rumah seorang wanita. Lalu ia mengetuk pintu dan memintanya melunasi hutangnya.

Perempuan itu menampakkan ketidakmampuannya untuk melunasi hutang sehingga orang itu marah dan memukulnya lantas pergi.

Kemudian dia datang sekali lagi menemui wanita tersebut. Akan tetapi, kali ini yang membukakan pintu adalah anak laki-laki dari wanita itu yang masih kecil. Tamu itu menanyakan di mana ibunya. Anak tersebut menjawab, “Ibuku pergi ke pasar.”

Laki-laki itu menyangka bahwa anak tersebut berdusta sehingga ia memukul anak itu dengan pukulan yang tidak begitu keras. Tiba-tiba ibunya muncul dan melihat laki-laki itu memukul putranya maka ia menangis sejadi-jadinya. 

Laki-laki itu bertanya kepadanya, “Aku tidak memukulnya dengan keras, mengapa engkau menangis? Padahal kemarin aku memukulmu lebih keras, tetapi engkau tidak menangis.”
☘️☘️☘️Sang ibu menjawab, “Kemarin engkau memukul kulitku, dan sekarang engkau memukul hatiku ….”.

Laki-laki tersebut terharu dan memaafkannya, serta bersumpah untuk tidak menuntut hutangnya lagi semenjak itu.

Sahabat, begitulah orang tua kita. Mereka biarkan kesedihan dan keletihan demi senyuman kita. Mereka curahkan segenap pengorbanan demi kebahagiaan kita.

Kini kita telah dewasa. Kita mampu mengarungi kehidupan dengan mandiri. Maka di momen kita berkumpul dengan mereka di saat lebaran nanti, jagalah perasaan mereka. Hadirkanlah senyuman dan keceriaan di wajahnya. Jangan kau ceritakan kesusahan-kesusahanmu karena hal itu akan memilukan hatinya. Cukup ceritakan kesenangan-kesenanganmu.  

Jangan sebaliknya, kau tampil dihadapan teman-temanmu seolah-olah kau orang yang paling sukses dan paling bahagia. Tapi saat kau berjumpa dengan orang tuamu banyak keluhan yang kau sampaikan seolah-olah kau orang paling menderita di dunia ini. Mari kita ambil ibrah dari kisah berikut ini.

Seorang tabiin sedang sakit. Tatkala saat ibunya datang menjenguk diapun mengganti baju dan berdiri menyambutnya seolah-olah sehat. Setelah ibunya keluar diapun terkulai jatuh pingsan.

Saat dia ditanya oleh sahabatnya, “Kenapa anda melakukan itu?”

Dia menjawab, “Karena hati seorang ibu akan tersiksa katika mendengar rintihan anaknya, dan saya tidak ingin dia tersiksa karena rintihanku.”

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Bersedekah di Malam 27 Ramadhan 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

Kebanyakan lailatul qodr terjadi pada malam 27 Ramadhan sebagaimana Ubay bin Ka’ab pernah bersumpah bahwa lailatul qadr itu pada malam 27.” (Majmu’ Al-Fatawa, 25/285)

Disebutkan dalam fatwa Kumpulan Ulama Besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah,
_”Yang benar adalah lailatul qodr itu bisa terjadi kapan saja di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tidak terbatas di malam 27, akan tetapi ketika manusia mendengar (bahwa terdapat hadits yang shahih) malam 27 adalah malam yang paling diharapkan terjadinya lailatul qodr maka mereka pun berusaha untuk *bersedekah lebih banyak* di malam tersebut karena Allah jalla wa ‘ala berfirman,_

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

_”Lailatul qodr lebih baik daripada 1000 bulan.”_ (QSAl-Qodr: 3)

Maknanya adalah bersedekah dan beramal shalih di malam tersebut lebih baik daripada amalan selama 1000 bulan. Ini adalah sesuatu yang agung. Sepantasnya bagi manusia untuk memanfaatkan malam ini dengan berinfak, berbuat kebaikan, sholat dan amalan lainnya.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 16/487-488 no. 327)

*Masih terbuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk bersedekah dalam program:*

*✅Berbagi THR bersama Dhuafa* (Kode 500)

_Yuk berbagi kebahagiaan bersama dhuafa di Hari Raya yang penuh kebahagiaan. Selain berbagi THR untuk sanak saudara, jangan lupa infak dan sedekahnya untuk kaum dhuafa agar THR lebih berkah dan bermakna._

*✅Paket Al-Quran dan Iqro untuk Pulau Solor NTT* (Kode 450)

_Mari bantu dakwah di Pulau Solor Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami mengajak kepada sahabat SM untuk ikut berpartisipasi dalam dakwah di Pulau Solor, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ikut serta menyediakan Mushaf Al-Qur’an dan Iqro. Nilai donasi 150.000/paket_

*Salurkan Zakat/Infak/Sedekah bisa dikirimkan ke rekening ELSUNNAH*:

BSM 701 753 5166

BNI Syariah 037 376 0603

BRI Syariah 103 129 4092

a.n Muhamad Ilyas

_Untuk memudahkan identifikasi program, tambahkan sejumlah kode transfer pada nominal transfer. Contoh Rp 100.500 untuk program Berbagi THR atau Rp 300.450 untuk Paket Al-Quran dan Iqro Solor.

*Konfirmasi Transfer*:

Nama-Program#Nama#Kota#NominalTransfer#TanggalTransfer (atau cukup mengirimkan bukti transfer)

Kirim ke WA Admin: +62 856 4236 9016 

Semoga Allah mengkaruniai kita semua Lailatul Qodar. Kami juga ucapkan terima kasih jazakumullahu khairan kepada sahabat ELSUNNAH yang telah berpartisipasi dalam program-program kebaikan bersama kami. Semoga Allah berikan keberkahan pada diri, keluarga, dan harta Sahabat.

_Mohon Bantu share kepada orang lain, jika ada yang membantu dari info yang anda share insyaAllah andapun akan mendapat kebaikan yang sama dengan yang berdonasi._

Jazakumullahu khairan,

*Tim Dakwah ELSUNNAH*

Tetap Semangat di Akhir Ramadhan 

Sahabat ELSUNNAH, malam ini kita masuk di malam ke-27 Ramadhan, merupakan malam  yang paling diharapkan terjadi Lailatul Qodar. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghidupkan malam ini melebihi malam-malam yang lainnya. Beliau mengumpulkan keluarga, istri beliau, dan para sahabat pada malam tersebut untuk melaksanakan shalat yang diimami beliau hingga tiba waktu sahur.

An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu berkata,

_”Kami shalat tarawih di bulan Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam kedua puluh tiga hingga sepertiga malam pertama, kemudian kami shalat lagi pada malam kedua puluh lima hingga pertengahan malam, kemudian beliau mengimami kami pada malam kedua puluh tujuh hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak bisa mengejar sahur.”_ (HR. an-Nasaai : 16060, shahih)

Mari lawan letih dan lelah kita. Hidupkan mayoritas malam ini dengan berbagai ibadah. Segera sembuhkan hati tatkala kita mulai melemah, karena hakikatnya bukan badan ini yang melemah namun hati yang lemah.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

_”Ketahuilah, sesungguhnya seorang hamba mampu melewati berbagai aral dan rintangan sepanjang perjalannya menuju Allah dengan hati dan cita, bukan dengan badan/fisiknya.”_ (Al Fawaaid 141)

#serialRamadhan

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Adab-adab Safar

Sahabat ELSUNNAH, musim mudik lebaran telah tiba. Banyak kaum muslimin hari-hari ini sedang bersiap-siap untuk mudik. Oleh karena itu, ada beberapa adab yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam melakukan safar yang perlu kita perhatikan. Di antaranya, yaitu:

*1. Sebelum melakukan safar hendaknya kita melakukan semua urusan yang terkait sesama anak Adam*

_Seperti hutang, pengembalian barang pinjaman, mengembalikan amanah, dan lainnya._

*2. Sholat 2 rakaat sebelum keluar rumah untuk safar*

_”Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat 2 rakaat yang dengan itu akan menghalangimu dari kejelekan di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah shalat 2 rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan di dalam rumah.”_ (HR. al-Bazzar)

*3. Lakukanlah safar bersama rombongan, dan jangan sendirian.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

_”Seandainya manusia mengetahui apa-apa yang ada pada safar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka seorang musafir tidak akan melakukan safar pada malam hari sendirian.”_ (HR. Bukhari)

Dan jika safar dilakukan bersama rombongan, *angkatlah salah satu sebagai ketua rombongan*.

_”Apabila tiga orang akan berangkat safar hendaklah mereka memilih salah seorang sebagai ketua rombongan.”_ (HR. Abu Daud)

*4. Jika tidak mendesak, dianjurkan memulai berangkat safar di hari Kamis*

Ka’ab bin Malik radliallahu ‘anhu menceritakan, 

_”Jarang sekali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mulai melakukan safar selain di hari Kamis.”_ (HR. Ahmad)

*5. Hindari musik atau membawa anjing ketika safar karena malaikat tidak akan menyertainya*

_”Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di dalamnya ada anjing atau lonceng.”_ (HR. Muslim, Abu Daud)

*6. Disunnahkan untuk berjalan pada malam hari*

_”Hendaklah kalian memulai perjalanan pada malam hari karena bumi ketika itu dilipat (dipendekkan) pada malam hari.”_ (HR. Abu Daud)

*7. Memperbanyak doa ketika safar, karena doa musafir itu mustajab*

_”Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang sedang berpuasa, dan doa orang yang sedang safar.”_ (HR. Al-Baihaqi)

✈️✈️✈️

*8. Selama safar dianjurkan untuk mengqosor shalat dan meninggalkan semua shalat rawatib, selain qabliyah subuh*

Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma menceritakan, _”Saya pernah menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika safar. Beliau tidak shalat lebih dari 2 rakaat, hingga Allah mewafatkan beliau.”_ (HR. Muslim)

Demikian adab-adab safar yang perlu diperhatikan. Semoga bermanfaat untuk sahabat SM yang akan melakukan mudik lebaran.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Panduan ZAKAT Fitri 

Zakat fithri adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap orang dari kaum muslimin, baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan, merdeka dan budak.

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

_”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fithri sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat.”_ (HR. Bukhari Muslim)

*Zakat fithri berfungsi sebagai pembersih puasa* dari hal-hal yang mengotorinya dan sebagai bentuk bantuan dan *kepedulian terhadap orang-orang fakir miskin*.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

_”Zakat Fithri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin.”_ (HR. Abu Daud)

*Besar Zakat*

Satu sha’ (4 mud) kira-kira *setara dengan 3,5 liter atau 2.25 – 3 kg makanan pokok* seperti tepung, kurma, gandum dan beras.

Zakat fithri wajib bagi setiap muslim yang mampu. Menurut mayoritas ulama, *batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang dinafkahi pada malam dan siang hari ‘ied*.

*🗓KAPAN Dibayarkan?*

Waktu pembayaran zakat fithri ada dua macam: 

1️⃣ *Waktu afdhol* yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied.

2️⃣ *Waktu yang dibolehkan* yaitu satu atau dua hari sebelum ‘ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Ibnu Umar.

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

قَالَ فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُؤَدِّيهَا قَبْلَ ذَلِكَ بِالْيَوْمِ وَالْيَوْمَيْنِ

_”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan kami untuk menunaikan zakat fithri sebelum orang-orang keluar untuk melakukan shalat. Ia berkata: Ibnu Umar menunaikannya sehari atau dua hari sebelum itu”_ (HR. Abu Daud 1372)

*Zakat Fithri dengan UANG, Bolehkah?*

Ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa *tidak boleh menyalurkan zakat fithri dengan uang* yang senilai dengan zakat. Karena tidak ada satu pun dalil yang menyatakan dibolehkannya hal ini. Dan pada zaman Rasulullah ketika itu ada dinar dan dirham tapi Rosululloh dan sahabatnya tetap dengan makanan pokok.

Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bolehnya zakat fithri diganti dengan uang.

Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak bolehnya zakat fithri dengan uang sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

_”Imam Ahmad ditanya oleh seseorang, “Bolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fithri?” Jawaban Imam Ahmad, “Aku khawatir seperti itu tidak sah.”_ (Lihat Al Mughni 4/295)

*Kepada Siapa Disalurkan?*

Zakat fithri tidak boleh diberikan kecuali kepada fakir miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma,

ٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

_”Rasulullah shallallahu wa’alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga *untuk memberi makan orang miskin*. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya sedekah diantara berbagai sedekah”_ (HR. Abu Daud 1371)
*ELSUNNAH Tausiyah Whatsapp Broadcast*

Doa di Malam Lailatul Qadar

Sahabat ELSUNNAH, malam ini adalah malam ketiga (yaitu malam ke-23) di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini. Salah satu malam yang sangat diharapkannya Lailatul Qodar. Di antara amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bertemu dengan Lailatul Qodar adalah memperbanyak do’a permohonan ampun. 

Dari Aisyah radliallahu ‘anha pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »

_ “Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qodar. Do’a apakah yang mesti aku ucapkan?” Beliau bersabda, “Berdo’alah,_
*Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni*
_Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku”_ (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850)

☘️☘️☘️Do’a tersebut mengandung ketundukan seorang hamba kepada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Dan memang tidak ada satu pun manusia yang terluput dari dosa. 

Bukanlah orang yang arif jika ia merasa banyak amalan sholehnya. Orang yang arif adalah orang yang merasa butuh pengampunan karena banyak dosanya.

Yahya bin Mu’adz pernah berkata, “Bukanlah orang yang arif jika ia tidak pernah mengharap ampunan Allah.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 362-363).

Semoga Allah memberi kita taufik meningkatkan amal sholih di hari-hari terakhir Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Di 10 Hari Terakhir ini Jangan Sampai Terkecoh

Sahabat ELSUNNAH, 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan adalah sebuah momen yang sangat spesial. Ia adalah malam-malam khusus untuk bertaqorrub denganNya. Ia adalah malam yang istimewa untuk menggapai rido dan ampunan-Nya. Ia adalah malam-malam yang istimewa bagi para perindu Surga.  

Janganlah engkau terkecoh seperti sebagian orang yang terlalu sibuk memikirkan hari raya, baju lebaran, dan pernak-pernik lebarannya lainnya sehingga malam-malam tersebut mereka gunakan untuk pergi ke pasar-pasar, mall-mall dan sebagainya. Mereka habiskan malamnya untuk hal yang demikian itu.

Giatlah beribadah pada malam-malam tersebut sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lebih giat beribadah pada malam-malam tersebut.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata, “Aku sangat suka pada diriku jika memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan untuk bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam hari dengan ibadah, lalu membangunkan keluarga untuk shalat jika mereka mampu.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 331).

Semoga Allah memberi taufik pada kita semua untuk bisa menghidupkan hari-hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan berbagai macam ibadah bukan menghabiskan waktu untuk berbelanja dan perbuatan sia-sia lainnya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Lailatul Qadr, Barangsiapa yang Terhalang darinya, Sungguh Ia telah Terhalang dari Semua Kebaikan 

Sahabat ELSUNNAH, mengingatkan bahwa malam ini adalah malam ganjil pertama (malam ke-21). Satu malam dari 10 malam-malam terakhir yang sangat diharapkan turunnya Lailatul Qodar. Mari bersama kita manfaatkan sebagian besar waktu malam untuk melaksanakan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah ta’ala.

Sedikitkan tidur dan perbanyak Ibadah. Yang bisa itikaf di masjid, mari kita beritikaf di masjid.
☘️☘️☘️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

“Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali mahrum (yang memang terhalangi dari kebaikan).” (HR. Ibnu Majah)

Semoga kita bukan termasuk orang terhalangi dari meraih kebaikannya. Oleh karena itu, mari kita bersemangat untuk menggapai Lailatul Qodar.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Wanita Haid dan Lailatul Qodr 

Sahabat ELSUNNAH, malam ini adalah malam ke-20. Satu hari lagi kita memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, malam-malam pencarian Lailatul Qodar.

Banyak yang bertanya apakah wanita haid bisa mendapatkan Lailatul Qadr. Bagaimana supaya mendapatkannya?

Pertanyaan ini tentu muncul dari seorang wanita yang kuat keimanannya akan keutamaan Lailatul Qodr sehingga ia sangat ingin mendapatkannya. Kegelisahan itu muncul tatkala ia sedang haid, apakah ia juga masih bisa mendapatkannya.

Wahai Saudariku, jangan khawatir. Sekalipun engkau dalam keadaan haid, engkau masih bisa mendapatkan Lailatul Qodr. 

Syaikh Muhammad Sholih Al-Munajjid menjelaskan,

وإحياء الليل ليس خاصاً بالصلاة ، بل يشمل جميع الطاعات 

_”Dan menghidupkan malam tidak hanya dengan sholat saja. Akan tetapi mencakup seluruh ketaatan”_

Oleh karena itu, walaupun seorang wanita haid terhalang untuk melakukan sholat dan terhalang untuk i’tikaf, namun ia masih bisa menghidupkan Lailatul Qodr dengan berbagai amalan ibadah selain sholat dan i’tikaf. Di antaraya:

Membaca Al-Quran tanpa menyentuh mushaf

Berdzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya.

Memperbanyak istighfar

Memperbanyak doa, dan lain sebagainya

Kemudian beliau mengatakan, 

فيمكن للحائض أن تقوم بهذه العبادات وغيرها في ليلة القدر

_”Maka bagi seorang wanita haid bisa melakukan ibadah-ibadah ini dan yang selainnya di malam Lailatul Qodar.”_ (Syaikh Muhammad Sholih Al-Munajjid, islamqa)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Meraih Lailatul Qodr Bersama Keluarga 

Sahabat ELSUNNAH, malam ini kita sudah memasuki malam ke-19. Jadi 2 hari lagi kita akan memasuki 10 hari yang terakhir dari bulan ini. 

Maka, sepatutnya kita semakin meningkatkan kesungguhan kita dalam beribadah kepada Allah ta’ala..

Ibunda Aisyah radliallahu ‘anha menceritakan, 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

_”Jika Rasulullah telah memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramdhan), maka beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, lebih bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”_ (HR. Muslim)

Menghidupkan malamnya, yakni menghabiskannya dengan begadang guna melakukan shalat dan (ibadah) yang lain.
Membangunkan keluarganya, yakni membangunkan mereka agar mereka melaksanakan shalat di malam tersebut.
Lebih bersungguh-sungguh, yakni mengerahkan segenap daya dan upaya untuk beribadah dengan lebih bersungguh-sungguh dari biasanya. 📚 (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, 8/71)
Oleh karena itu sahabat, mari kita azzamkan diri-diri kita untuk memaksimalkan ibadah menggapai malam kemuliaan di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Menanti Lailatul Qodr 

Sahabat ELSUNNAH, waktu demikian cepat berlalu. Terasa baru beberapa hari saja kita berpuasa, ternyata 3 hari lagi kita akan memasuki 10 hari yang terakhir dari bulan ini.

Hari-hari di mana Lailatul Qodr turun di salah satu malamnya. Malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Amalam-amalan ibadah yang dilakukan ketika itu sama dengan amalan-amalan ibadah selama 1000 bulan bahkan lebih baik.

Allah ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

Masya Allah sungguh keutamaan yang sangat besar, maka sepatutnya bagi kita untuk mempersiapkan diri memasuki malam-malam di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Persiapkan diri untuk menghidupkan mayoritas waktu malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah, itikaf, shalat, dzikir, tilawah Al Qur’an, berdoa, bersedekah, dan amalan-amalan ibadah lainnya.
☘️☘️☘️Semoga Anda adalah hamba terpilih yang mendapatkan Lailatul Qodr dan Anda mendapatkan maafNya dan pengabulan setiap doa. Aamiin

#SerialRamadhan

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Istighfar, Penutup Cela Penyempurna Kekurangan 

Sahabat ELSUNNAH, orang yang berpuasa senantiasa akan butuh beristighfar. Dengan

istighfar, dia menyempurnakan kekurangan yang ada ketika berpuasa. Dengan istighfar dia memperoleh rahmat Allah, dan dengannya dia menutup seluruh amal shalihnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

_”Menggunjing akan merobek puasa, sedang istighfar akan menambalnya. Siapa saja di antara kalian yang mampu untuk berpuasa dengan adanya tambalan (diiringi dengan istighfar), hendaklah dia melakukannya.”_ (Lathaif al-Ma’arif hlm. 232)

Al-Hasan mengatakan,

أكثروا من الإستغفار فإنكم لا تدرون متى تنزل الرحمة

_”Perbanyaklah istighfar karena kalian tidak tahu kapan rahmat diturunkan.”_ (Lathaif al-Ma’arif hlm. 232)

Dan waktu yang paling tepat untuk memanjatkan istighfar adalah di akhir malam setelah melakukan tahajud. Allah ta’ala berfirman,

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

_”Dan di akhir-akhir malam mereka beristighfar kepada Allah.”_ (QS. adz-Dzariyat : 18)

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Munajjid, Buku Saku Ramadhan
Oleh karena itu sahabat, perbanyaklah istighfar setiap saat ketika Anda berpuasa dan khususkanlah waktu di sepertiga malam terakhir sebelum engkau makan sahur untuk shalat tahajjud dan memperbanyak istighar sebelum engkau sahur.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Akhlak Orang yang Berpuasa

Sahabat ELSUNNAH, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan bagaimana akhlak yang mesti dilakukan oleh orang yang berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai. Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Perkataan rafats (perkataan kotor) dan bertindak bodoh/kasar bisa mengurangi dan merusak pahala puasa.

Demikian juga ketika seserang diganggu atau dihinda, hendaknya ia tidak membalas gangguan atau hinaan tersebut. Hendaknya ia mengatakan “saya sedang puasa”. Karena hal ini bisa menjadi pengingat baginya untuk menahan lisan dari melakukan pembalasan dan juga pengingat bagi sang pencela untuk menahan diri dan menghentikan gangguannya.

Referensi: Muhammad bin Sholih al-Munajjid, Buku Saku Ramadhan
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Mengobati Hati di Bulan Puasa

Sahabat ELSUNNAH, hati seseorang bisa berada dalam tiga kondisi, yaitu hati yang sehat, hati yang sakit, atau bahkan hati yang mati. 

Orang yang hatinya sehat akan merasakan manisnya iman, kelezatan ibadah, dan ketenangan hidup. Adapun hati yang yang sakit maka hidupnya akan senantiasa gelisah dan jauh dari ibadah, terlebih lagi hati yang mati.

Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga hati ini senantiasa sehat. Apabila kita mendeteksi bahwa hati ini sedang sakit, segeralah obati. Jangan sampai hati ini bertambah sakit atau bahkan menjadi hati yang mati.

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk mengobati hati-hati kita. Dalam kitab al-Adzkar, Imam An-Nawawi rahimahullah menukilkan bahwa,

دواء القلب خمسة أشياء : قراءة القرآن بالتدبر، وخلء البطن، وقيام الليل، والتضرِّع

عند السحر، ومجالسة الصالحين

“Obat hati itu ada lima, yaitu :

Membaca al-Quran disertai perenungan (tadabbur)

Mengosongkan perut dengan berpuasa

Melaksanakan qiyam al-lail

at-Tadharru’, berdo’a kepada Allah diiringi perendahan diri dan kehinaan, di waktu sahur sebelum terbit fajar

Bergaul dengan orang-orang shalih

Demikianlah lima hal yang bisa menjadi obat bagi hati. Di mana kelima hal tersebut akan sangat mudah terlaksana di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Mari manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengobati hati-hati kita dengan lima amalan tersebut.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag