Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

natalTermasuk dari dasar-dasar aqidah Islam, bahwa setiap muslim yang beragama Islam lagi bertauhid wajib untuk ber-wala’ (sikap setia, loyal, cinta, dekat) terhadap orang-orang yang beraqidah Islam danber-bara (belepas diri, membenci, memusuhi) orang-orang kafir yang menentangnya dan memusuhinya.

Ini adalah bagian dari millah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan orang-orang yang mengikutinya, yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala:

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka : ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian  dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja, kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tidak dapat menolak sesuatu dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata) :”Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (Q.S; Al-Mumtahanah: 4).

Dan Allah ta’ala berfirman :

Kalian tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau  saudara-saudara ataupun keluarga mereka.”(Q.S; Al-Mujadalah : 22).

Jadi Allah ta’ala telah mengharamkan wala’ terhadap kaum kafir, musuh-musuh aqidah Islam. Tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui pokok agama yang agung ini, sehingga kita bisa dapat beberapa fenomone yang mencengangkan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang muslim

Di antara fenomena yang tampak dari sikap wala’ terhadap orang kafir adalah mengucapkan selamat terhadap hari raya orang-orang kafir seperti mengucapkan selamat natal. Hal ini adalah sesuatu yang diharamkan menurut ijma’ para ulama. Perbuatan mengucapkan selamat natal itu setara seperti kita mengucapkan selamat atas sujudnya mereka kepada salib, dan menunjukkan keridhoan akan syiar-syiar kekufuran yang mereka lakukan. Bahkan hal ini lebih besar dosanya daripada sekedar mengucapkan selamat atas pembuhuhan, perzinahan, dan lain sebagainya. Barangsiapa mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan, bid’ah atau kekufuran, berarti ia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.

Yang lebih parah dari itu adalah ikut serta dalam perayaan mereka. Dan hal ini memang terjadi sebagaimana terjadi pada Natal tahun 2012 kemaren, diberitakan bahwa 12 mahasiswa Jurusan Perbandingan (PA) Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo yang menghadiri Misa Natal di Gereja St Fransiskus Xaverius, Kebon Dalem, Semarang. Mengucapkan selamat saja adalah sesuatu yang diharamkan apalagi ikut serta dalam perayaannya.  Termasuk yang diharamkan pula adalah menghadiri acara pesta atau makan atau saling memberi hadiah dalam rangka merayakan hari raya natal walaupun di sana tidak ada ritual keagamaan sebagaimana misa natal.

Keterangan lebih lengkap silahkan baca artikel elsunnah di sini.

Bogor, 12 Desember 2013
Muhammad Ilyas

Referensi:

–          Wala’ dan Bara’ dalam Islam, Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-fauzan

–          Hukum Mengucapkan Selamat Natal. https://elsunnah.wordpress.com/2011/12/23/hukum-mengucapkan-selamat-natal/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: