Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Renungkanlah wahai pemuda yang baru menapaki jalan kesholehan!

Suatu berita telah sampai kepada kita, bahwa salah satu pemuda telah kembali ke jalan yang lurus, dan dia mulai menaiki kapal kesuksesan. Dia mulai menjaga sholatnya dan mulai menghafal Al Qur’an. Dia mengingat beberapa temannya masih tergelimang dalam dosa dan maksiat. Jadi dia mengunjungi mereka, dan aku harap dia tidak pernah melakukannya. Dan ini adalah nasihatku kepada setiap orang yang baru bertaubat dan kepada orang-orang yang baru kembali ke jalan kesalehan. Jangan mengunjungi teman-teman masa lalumu seorang diri. Ajaklah seseorang yang bisa membantumu berdakwah kepada mereka. Karena itu berbahaya untukmu.

Jadi dia mengunjungi teman-temannya untuk memberikan mereka petunjuk. Jadi mulailah dia diserang dari berbagai arah “Apakah kau ingat kita dulu sering melakukan ini dan itu?” Dan suara semakin mengeras dan gelak tawa memenuhi ruangan. Dan pemuda ini pergi setelah mereka membuka luka masa lalunya. Mereka berhasil memenuhi hatinya dengan hasrat dan perjuangan yang dulu telah diakhirinya sekarang dimulai lagi!

Setelah beberapa hari, mereka mendatanginya. Mereka menawarinya perjalanan ke sebuah tempat yang tidak terlalu jauh, maksudnya “membeli sebuah mobil”. Mereka memberitahunya bahwa mereka butuh seseorang untuk mengingatkan mereka tentang Allah, mengimami shalat mereka, dan mengajari mereka bagaimana caranya shalat selagi dalam perjalanan. Dia tertarik dengan itu, jadi dia berangkat dengan mereka. Dan kuharap dia tidak melakukannya.

Mereka menyewa seorang pelacur. Allahu Akbar! Mereka menghabiskan kekayaan untuk menjauhkan orang-orang dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka membuat pelacur itu masuk ke dalam kamar si pemuda, pelacur itu membawa sebotol bir dan kaset musik, sehingga malam itu menjadi “romantis”. Dan pelacur itu tetap bersamanya hingga dia menuangkannya secangkir bir. Kemudian tambah secangkir lagi. Dan hubungan terlarangpun terjadi! Hanya dalam beberapa saat runtuhlah segala sesuatu yang telah dia perjuangkan untuk sekian lama. Dia tidur dalam ranjangnya dalam keadaan mabuk dan telanjang. Naudzubillah!

Celakalah mereka dan orang-orang seperti mereka! Mereka mengunjungi ruangannya dan tertawa, sedangkan si pemuda masih tergeletak di kasur. Mereka mencoba membangunkannya, mereka memanggil namanya untuk membangunkannya. Tapi dia tidak merespon! Mereka memanggilnya lagi: Fulan bin fulan! Bangunlah! Tapi dia tetap tidak merespon. Mereka memindahkannya dan menepuk-nepuknya, tapi dia tetap tidak bangun.

Dengarlah tragedi ini! Teman kita meminum bir dan berzina! Kemudian dia tertidur. Dan dia meninggal malam itu di tempat tidurnya!
Teman macam apa itu?!
Teman macam apa itu?!
Dia meninggal di malam itu di tempat tidurnya dengan akhir yang paling buruk. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
Ya Allah! Teman macam apa itu?!

Hatilah-hatilah dalam berteman. Perhatikan kepada siapa kita berteman.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: