Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘natal’

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Ikut Merayakannya

natalTermasuk dari dasar-dasar aqidah Islam, bahwa setiap muslim yang beragama Islam lagi bertauhid wajib untuk ber-wala’ (sikap setia, loyal, cinta, dekat) terhadap orang-orang yang beraqidah Islam danber-bara (belepas diri, membenci, memusuhi) orang-orang kafir yang menentangnya dan memusuhinya.

Ini adalah bagian dari millah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan orang-orang yang mengikutinya, yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala: (lebih…)

Iklan

MUI Himbau Umat Islam Untuk Tidak Ikut Merayakan Natal

christmas-backgroundJAKARTA: Pada tahun 1994 Paus Yohanes Paulus II sendiri telah mengumumkan kepada umatnya bahwa Yesus yang dalam versi Islam adalah Nabi Isa ‘Alaihissalam sebenarnya tidak dilahirkan pada 25 Desember.

Lebih lanjut Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa tanggal itu dipilih karena merupakan perayaan tengah-musim dingin kaum penyembah berhala Romawi kuno. Banyak sejarawan telah menyatakan bahwa 25 Desember tersebut sebenarnya merupakan kepercayaan masyarakat Yunani kuno (yang mempercayainya) sebagai tanggal kelahiran banyak dewa pagan seperti Osiris, Attis, Tammuz, Adonis, Dionisius, dan lain-lain. (lebih…)

Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Ucapan selamat natal sejak beberapa tahun ini menjadi kontroversi. Sebagian kalangan membolehkan kaum Muslimin untuk mengucapkan selamat natal kepada penganut agama Kristen (Nashrani) karena dianggap sebagai bentuk ihsan(berbuat baik).

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh mereka. Mengenai boleh atau tidaknya mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani, sebagian kaum Muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.

Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada al-Qur’an dan as-Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran Islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. (lebih…)

Awan Tag