Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Hati yang Rusak

Sahabat SM, ketahuilah bahwa iman, ibadah, dan ketaataan adalah kenikmatan. Iman itu manis, ibadah itu manis, taat itu manis.  Manisnya iman, ibadah dan ketaatan hanya bisa dirasakan oleh hati yang baik dan sehat.

Akan tetapi mengapa ketika kita melakukan ketaatan, kita selalu merasa tidak nyaman? Kita merasa tidak betah bahkan umumnya kita berfikir bagaimana agar ibadah itu segera selesai.

Ya… hati yang rusak dan sakit tidak bisa merasakan manisnya hal-hal tersebut. Lalu apa yang menyebabkan rusaknya hati?

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata,

فساد القلوب متولد من ستة أشياء، أولها:

يذنبون برجاء التوبة،

ويتعلمون العلم ولا يعملون به،

وإذا عملوا لا يخلصون،

ويأكلون رزق الله ولا يشكرون،

ولا يرضون بقسمة الله، 

ويدفنون موتاهم ولا يعتبرون.

Rusaknya hati, lahir dari enam hal:

☄️Bermaksiat dengan harapan diterimanya taubat 

☄️Mempelajari ilmu syar’i namun tidak mengamalkannya

☄️Saat beramal tidak ikhlash

☄️Memakan Reziki Allah dan tidak bersyukur 

☄️Tidak ridho dengan pembagian Allah 

☄️Mengubur jenazah,  namun tidak mengambil pelajaran darinya
♻️♻️♻️Semoga Allah ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk bisa menghindari hal-hal yang dapat merusak hati tersebut.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh:
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, secara umum umur manusia adalah lama hidupnya. Namun sesungguhnya umur yang hakiki adalah waktu yang digunakan dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Waktu yang digunakan dalam ketaatan inilah umur sebenarnya.

Oleh karena itu, kebaikan dan ketaatan akan menambah umurnya yang sebenarnya dan yang selain itu tidaklah menambah umurnya. 

Dan standar kebaikan bukanlah terletak pada panjang atau pendeknya umur seseorang, tetapi kebaikan itu adalah bagaimana seseorang memanfaatnya umurnya untuk berbuat ketaatan kepada Allah ta’ala, sebagaimana hadits dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari ayahnya Abu Bakroh bahwa ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »

“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya dan jelek amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 2330, hasan shahih)

☘️Jika seorang hamba berpaling dari Allah dan gemar melakukan maksiat, maka dia berarti telah menyia-nyiakan umurnya. Atau bisa dikatakan bahwa dia telah mengurangi jatah umur yang diberikan kepadanya yang seharusnya dia manfaatkan untuk mengumpulkan kebaikan.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa maksiat dapat mengurangi umur dan pasti dapat pula mengurangi keberkahannya, sebagaimana pula amalan kebaikan dapat menambah umur.”
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh:

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH, mungkin sudah begitu banyak pintu-pintu kebaikan selama ini terbuka lebar di hadapan kita. Akan tetapi, sering kali kita tak acuh untuk memperoleh kebaikan darinya.
Atau mungkin terkadang sengaja kita menunda untuk berbuat kebaikan  hingga tanpa kita sadari pintu-pintu kebaikan itu tertutup satu demi satu dan berlalu tanpa bisa kita memanfaatkannya.
☘️☘️☘️Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali-Imran: 133)

Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah menuju ke sana. Karena kamu tidak tahu kapan pintu itu ditutup. (Kholid bin Mi’dan, Hilyatul Auliya”: 5/211)

Oleh karena itu sahabat, bersegeralah menuju kebaikan. Dan jika Anda mampu dan berniat mengerjakan suatu kebaikan, maka hendaklah Anda segera melaksanakannya dan tidak perlu ragu-ragu.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, seiring dengan maraknya dunia ke-artisan-an, muncullah fenomena yang merebak di kalangan remaja dan kaula muda. Mereka mulai menggandrungi dan mengidolakan para artis-artis baik dari kalangan penyayi, bintang film, model, dan lain sebagainya. Mereka begitu nge-fans dan mencintai mereka.

Tahukah sahabat, banyak di antara mereka yang dijadikan idola adalah orang-orang fasik dan orang-orang kafir yang sejatinya mereka adalah orang-orang yang dimurkai Allah ta’ala.

Tidak sepantasnya bagi orang yang beriman untuk mencintai dan mengidolakan oran-orang yang dimurkai Allah ta’ala.

*Tahukah sahabat konsekuensi dari sebuah cinta?*

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seseorang, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya (hari kiamat)?” Orang itu menjawab, “Aku tidak menyiapkan sekian banyak shalat dan puasa untuknya, hanya saja aku mencintai Allah dan rasul-Nya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

 “Seseorang bersama orang yang ia cintai dan engkau bersama orang yang kau cintai.” (HR. Bukhari 5702, 5703, Muslim No. 4779)
☘️☘️☘️Jadi jika engkau mencintai para nabi dan orang-orang sholeh serta mengikuti mereka dalam keimanan, maka Allah ta’ala akan bersamakan engkau dengan mereka di surga. Sebaliknya jika engkau mencintai orang-orang kafir dan orang-orang fasik, maka Allah ta’ala akan bersamakan engkau dengan mereka  di neraka. Naudzubillah….

*Jadi, masihkah engkau nge-fans dan mengidolakan orang-orang kafir dan orang-orang fasik itu..??*

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, salah satu celah godaan syaitan yaitu dihembus-hembuskannya rasa takut besok tidak bisa makan, takut rezeki kurang, takut tidak bisa menghidupi keluarga, sehingga hadirlah keraguan di dalam hati kepada Allah ta’ala. Inilah kegelisahan yang dipicu oleh urusan duniawi. Kegelisahan yang sungguh menyiksa.

Gelisah karena urusan dunia adalah bentuk kita tidak bersyukur atas segala nikmat yang selama ini kita terima.

Mengapa khawatir tidak dapat rezeki padahal selama ini rezeki yang kita terima tidak terhingga jumlahnya. Mengapa khawatir tidak bisa menghidupi keluarga, padahal setiap makhluk adalah ciptaan Allah, milik Allah, dan Allah pula yang menjamin rezekinya.

Allah ta’ala berfirman, 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir [35] : 3)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, sesungguhnya tujuan hidup ini bukan sekedar memenuhi kebutuhan makan dan minum. Jika hanya untuk itu, maka kita tidak ada bedanya dengan binatang dan orang-orang kafir.

Allah ta’ala berfirman

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad: 12)

Tujuan hidup dan keberadaan kita beserta segala yang Allah ciptakan dan tundukkan untuk kita di bumi ini adalah agar kita beribadah kepada-Nya. 

Allah ta’ala berfirman, 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Dunia ini adalah ladang untuk mengumpulkan bekal, mengumpulkan sebanyak mungkin amal kebaikan sebelum ajal tiba, mengumpulkan sebanyak mungkin pahala sebelum jatah umur kita habis. 

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh:

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, banyak para wanita mendambakan imam kehidupan segera datang menjemput.

Maka tatkala imam kehidupanmu telah datang, ta’ati dan ikutilah ia dalam kebaikan. Janganlah sering engkau bantah. Jangan sering engkau omeli dan engkau ingkari kebaikannya. Bersyukurlah dengan kebaikan suamimu.
☘️☘️☘️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

ﻻَ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻻَ ﺗَﺸْﻜُﺮُ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻐْﻨِﻲْ ﻋَﻨْﻪُ

“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .(HR. An-Nasa’i, shahih, Ash-Shohihah 289)

Disadur dan dibahasakan kembali dari Muslim Afiyah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, salah satu kewajiban orang tua dalam mendidik anak adalah dengan mengajarkan adab sejak dini. Setiap muslim harus berusaha membiasakan anak-anaknya mengamalkan adab-adab Islami sejak dini.

Dengan membiasakan mereka adab-adab islami, amalan Islami dan juga akidah Islami semenjak dini, akan menjadikan apa yang kita ajarkan benar-benar tertanam kokoh dalam jiwa mereka.

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata,

فالآداب الحسنة خيرٌ للأولاد حالاً ومألاً من إعطائهم الذهب والفضة.

“Adab-adab yang mulia lebih baik bagi anak-anak untuk sekarang maupun nanti, dibandingkan memberi mereka emas dan perak.” (Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 19)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
المؤمن دائمُ الخوف والمراقبة يستَصغر عمله الصالح ويخشى من صغيرِ عمله السيء 

“Seorang mukmin, dia selalu merasa takut. Selalu beramal untuk mendekatkan diri kepada Allah. *Selalu menganggap SEDIKIT amal soleh yang telah ia kerjakan*. Dan senantiasa khawatir terhadap kejelekan yang dia lakukan meskipun hanya sedikit.” (Fathul baari 105/11 )
☘️☘️☘️Sahabat ELSUNNAH, sudah semestinya bagi seorang yang beriman senantiasa merasa bahwa amal kebaikannya masih sangat sedikit. Senantiasa takut dan khawatir kalau-kalau amal-amal sholehnya tidak diterima. Sehingga dia tidak merasa cukup dengan amal-amal tersebut.

Ummul Mukminin Aisyah radliallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah tentang QS. Al-Mu’minun ayat 60, Allah ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan *dengan hati yang takut* karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka”. (Al Mu’minun: 60)

Beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah mereka orang-orang yang meminum khamar dan pencuri?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, wahai Aisyah, bahkan mereka adalah orang-orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah namun *mereka takut amal kebaikannya tidak diterima*. Mereka itu termasuk orang-orang yang *bersegera melakukan kebaikan*.

Jadi sahabat, jangan pernah merasa puas dengan amal sholeh yang telah kita lakukan. Terus jaga dan tingkatkan kualitas dan kuantitas amal sholeh kita. Dan jangan sia-siakan setiap kesempatan beramal sholeh ketika kesempatan itu datang. Bersegeralah dalam melakukan kebaikan dan jangan menunda-nunda.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

المؤمن دائمُ الخوف والمراقبة يستَصغر عمله الصالح ويخشى من صغيرِ عمله السيء 

“Seorang mukmin, dia selalu merasa takut. Selalu beramal untuk mendekatkan diri kepada Allah. *Selalu menganggap SEDIKIT amal soleh yang telah ia kerjakan*. Dan senantiasa khawatir terhadap kejelekan yang dia lakukan meskipun hanya sedikit.” (Fathul baari 105/11 )
☘️☘️☘️Sahabat ELSUNNAH, sudah semestinya bagi seorang yang beriman senantiasa merasa bahwa amal kebaikannya masih sangat sedikit. Senantiasa takut dan khawatir kalau-kalau amal-amal sholehnya tidak diterima. Sehingga dia tidak merasa cukup dengan amal-amal tersebut.

Ummul Mukminin Aisyah radliallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah tentang QS. Al-Mu’minun ayat 60, Allah ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan *dengan hati yang takut* karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka”. (Al Mu’minun: 60)

Beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah mereka orang-orang yang meminum khamar dan pencuri?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, wahai Aisyah, bahkan mereka adalah orang-orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah namun *mereka takut amal kebaikannya tidak diterima*. Mereka itu termasuk orang-orang yang *bersegera melakukan kebaikan*.

Jadi sahabat, jangan pernah merasa puas dengan amal sholeh yang telah kita lakukan. Terus jaga dan tingkatkan kualitas dan kuantitas amal sholeh kita. Dan jangan sia-siakan setiap kesempatan beramal sholeh ketika kesempatan itu datang. Bersegeralah dalam melakukan kebaikan dan jangan menunda-nunda.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, jika kita mengiginkan penjagaan terhadap diri-diri kita, istri/suami kita, anak-anak kita ataupun harta-harta kita, maka janganlah engkau lalai dari dzikir ini.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda, 

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرَّهُ شَيْءٌ

“Tidaklah seorang hamba yang membaca pada pagi dan sore hari di setiap harinya:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

*BISMILLAHI AL-LADZI LAA YADHURUU MA’A ISMIHI SYAY`UN FIL ARDHI WALAA FIS SAMAA`, WAHUWAS SAMI’UL ‘ALIM* 

‘Dengan menyebut nama Allah yang tidaklah sesuatu yang ada di bumi dan di langit akan celaka dengan nama-Nya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui),’ sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan dicelakakan oleh sesuatu apapun.” (HR. Imam Ahmad, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah, hasan shahih)

Sesungguhnya ini adalah doa yang sangat dibutuhkan bagi seorang muslim, akan tetapi kebanyakan dari kita lalai dari doa ini.
☘️☘️☘️Ini adalah dzikir yang agung yang seharusnya dijaga oleh setiap muslim di setiap pagi dan petang, yang dengan dzikir tersebut Allah ta’ala akan menjaganya dari segala musibah, bencana, dan yang semisalnya.

Mari kita hafalkan dzikir ini, dan semoga kita bisa mengamalkan setiap pagi dan sore hari di setiap harinya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH, tentu kita sudah familiar dengan minuman seperti kopi, teh, atau yang sejenisnya. Dan tentu kita tahu bahwa kopi dan teh akan lebih nikmat bila disajikan dalam kondisi panas. Dan ketika kita meminumnya, sesekali kita meniup-niupnya untuk sedikit mengurangi panasnya minuman tersebut.

Tahukah sahabat bahwa salah satu adab ketika minum adalah dilarang bagi kita untuk bernafas di dalam gelas atau wadah minuman, termasuk dalam hal ini adalah meniup minuman.
☘️☘️☘️Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma, ia berkata,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bernafas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.” (HR. Tirmidzi no. 1888, Abu Daud no. 3728, dan Ibnu Majah no. 3429. shahih)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum.” (HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3: 26, Hasan Shohih).

Oleh karena itu, ketika kita mendapati suatu minuman terlalu panas, maka bersabarlah sedikit hingga minuman tersebut berkurang sedikit panasnya. Dengan begitu kita bisa meminumnya sedikit demi sedikit tanpa harus meniupnya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, sebagian orang malas membaca al-Quran padahal di dalamnya terdapat petunjuk dan pedoman hidup bagi kita.

Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca al-Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar.
Sebagian orang malas membaca al-Quran karena masih belum lancar padahal padahal tetap baginya kebaikan walaupun terbata-bata.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ

☘️”Orang yang pandai dalam membaca Al Qur’an, maka ia akan beserta para Malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka ia akan memperoleh dua pahala.” (HR. Ibnu Majah: 3769, HR. Ahmad No. 23493)

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ…

“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (HR. Muslim).
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi, shahih)
Yuk rutinkan membaca Al-Qur’an.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Not For You

Sahabat ELSUNNAH, pada suatu sesi tanya jawab dalam Ceramah Umum Dr. Zakir Naik di UPI Bandung pada tanggal 2 April 2017 kemaren, seseorang bertanya dan tidak setuju dengan orang-orang yang mengajak untuk tidak memilih pemimpin kafir atas dasar QS. Al-Maidah ayat 51.

Dalam penjelasannya yang panjang lebar, Dr. Zakir Naik hafidzahullah mengatakan satu pernyataan,
 “Jika Anda tidak percaya dengan kebenaran Al-Qur’an maka larangan memilih pemimpin kafir tersebut BUKAN untuk Anda.”

Ya… Al-Qur’an adalah petunjuk dan pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman. Siapa saja yang mengaku beriman, siapa saja yang mengaku diirnya seorang muslim, maka dia harus tunduk terhadap aturan dan hukum-hukum yang tertuang dalam Al-Qur’an.
Allah ta’ala berfirman,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid [57]: 16)
Jadi, jika Anda mengaku beriman, maka ayat larangan ini (Al-Maidah 51) ditujukan untuk Anda. Akan tetapi, jika Anda merasa bukan orang yang beriman maka ayat ini bukan untuk Anda dan Anda tidak perlu dipusingkan dengannya.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, sudah kita rasakan bersama bahwa yang namanya sakit tentu tidaklah mengenakn, badan demam, makan tidak enak, kepala pusing, mau beraktifitas susah, dan lain sebagainya.
Dan terkadang bahkan mungkin ada sebagian orang yang tidak sabar menggerutu dan mencela penyakitnya. Tahukah sahabat bahwa perbuatan seperti ini dilarang dalam islam.
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Janganlah kamu mencela penyakit, karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi.” (HR. Muslim No. 4672 – Shahih)
Jangankah kita mencela penyakit karena sejatinya penyakit itu ada hikmah kebaikan yang besar bagi kita yaitu menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa kita. Jadi *bersabarlah* ketika kita terkena penyakit dan *bersyukurlah* karena dosa-dosa kita tergugurkan.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, sebagaimana materi sebelumnya bahwa Rajab adalah bulan “menanam” sebagai persiapan menyambut datangnya Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keutamaan dan keberkahan, maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengadakan persiapan dalam menyambut kedatangannya.

Agar puasa Ramadhan kelak tidak sia-sia ataupun rusak, biasakanlah indera kita dengan ketaatan. Latih mata untuk melihat mushaf, hindarkan dari memandang yang haram. Latih telinga mendengar al-Qur’an, mendengar ilmu. Hindarkan dari mendengar  nyanyian-nyanyian haram, ucapan dusta, ghibah, keji, dan jorok. Biasakan lidah memperbanyak zikir, membaca al-Qur’an, beramar makruf dan nahi mungkar, berkata jujur dan menyampaikan nasihat kepada kaum Mukmin.

Indera kita harus dilatih sebagai bentuk persiapan, agar ia tunduk kepada Anda pada bulan Ramadhan sehingga Anda pun akan mudah mengendalikannya.

☘️Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

فمن عود لسانه ذكر الله صان لسانه عن الباطل واللغو

♻️”Barangsiapa yang telah membiasakan lisannya berdzikir kepada Allah, niscaya lisannya akan terjaga dari (perkataan) batil dan sia-sia.”

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Setiap hadits yang menyebutkan tentang puasa di bulan Rajab dan shalat di beberapa malamnya adalah lemah dan palsu” (al-Manaar al-Muneef, h.96)

Tidak ada riwayat yang shohih  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau pun dari para sahabat yang menyatakan puasa Rajab secara khusus.
Puasa yang dianjurkan di bulan rajab sama sebagaimana puasa-puasa yang dianjurkan di bulan-bulan lainnya, semisal puasa senin-kamis, puasa ayyamul bid (pertengahan bulan), puasa daud, dan berpuasa sirar al-shahr. Sebagian ulama mengatakan bahwa al-shahr merujuk kepada permulaan bulan, sebagian lainnya merujuk kepada pertengan atau penghujung bulan.
‘Umar radhiallahu ‘anhu biasa melarang orang-orang yang berpuasa (selain dari puasa-puasa sunah yang telah dijelaskan. –pent) di bulan Rajab karena menyerupai kebiasaan Jahiliyyah. Diriwayatkan bahwa Kharashah ibn al-Harr berkata, “Aku melihat Umar radhiallahu ‘anhu memukul tangan orang yang berpuasa di bulan Rajab hingga mereka mendapatkan makanan, dan Umar radhiallahu ‘anhu berkata berkata, ‘Bulan ini adalah bulan diagungkan ketika zaman jahiliyyah’.”
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam tidak pernah berpuasa selama 3 bulan berturut-turut (yaitu, Rajab, Sya’ban and Ramadhan) sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang, dan beliau tidak pernah berpuasa di bulan Rajab sama sekali, dan tidak pula menganjurkan orang-orang untuk berpuasa di bulan ini.”
Al-Hafiz Ibn Haja berkata dlm kitabnya, Tabayyun Al-`Ajab Bimaa Wurida Fi Fadl Rajab: “Tidak ada satu hadith yg sahih mengenai puasa di bulan rajab atau berpuasa pada hari khusus di bulan rajab, atau qiyamulail yg khusus di bulan ini. Imam Abu Ismaa’eel Al-Harawi Al-Haafiz juga telah berkata perkara yg sama sebelum aku, dan kami juga meriwayatkan dari yang lain.”
Sumber: https://elsunnah.wordpress.com/2013/05/25/puasa-di-bulan-rajab/
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, tidak terasa kita telah memasuki 1 Rajab 1438 H/29 Maret 2017. Tahukah sahabat bahwa bulan Rajab adalah satu di antara empat bulan Haram, yaitu bulan-bulan yang disucikan dan diagungkan oleh Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu, (QS. At-Taubah: 36)

Bulan Haram yang empat tersebut dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
 أَلَا إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ …َ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya waktu itu telah berputar sebagaimana biasanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan diantaranya berturut-turut, yaitu Dzul qa’dah, Dzul hijjah, Muharram dan Rajab…” (HR. Ahmad)
Ketauhilah sahabat bahwa maksiat yang dilakukan di bulan Haram lebih besar dosanya daripada melakukan dosa di bulan-bulan lainnya. Demikian juga sebaliknya pahala amal sholih yang dilakukan di bulan Haram dilipatgandakan.
Ali bin Abi Thalhah menuturkan dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma tentang ayat tersebut, “Allah mejadikan empat bulan itu sebagai bulan Haram, dimana Dia memperbesar keharaman-keharamannya, dan Dia menetapkan dosa yang dilakukan padanya lebih berat, serta menjadikan pahala dan amal shalih dan pahalanya juga lebih besar” ( Shahih Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)
☘️Oleh karena itu bersegeralah dan perbanyaklah amal sholeh di bulan ini, serta berpikirlah ribuan kali untuk bermaksiat kepadaNya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sholat Tasbih

Tentang shalat tasbih yang ditanyakan, nash haditsnya adalah sebagai berikut,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعطِيْكُ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحَبُوِكَ أَلاَ أَفَعَلُ بِـكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْـتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوْلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمـَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِـيْرَهُ سِـرَّهُ وَعَلاَنِيَـتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبـَعَ رَكَعَاتٍ تَكْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَائَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَـاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَـاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْـجُدُ فَتَقُولُهَا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ بُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَـنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُركَ مَرَّةً

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.

Takhrij Hadits Read the rest of this entry »

Sahabat ELSUNNAH, pagi hari adalah waktu yang berkah. Keberkahannya bertambah dengan adanya doa dari malaikat yang dipanjatkannya setiap pagi. 
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menginfakkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “. (HR. Bukhari No. 1351, HR. Muslim No. 1677)
Hadits ini menunjukkan keutamaan dan pujian bagi orang-orang yang rajin berinfak.
Dan yakinlah bahwa Allah ta’ala akan memberikan ganti bagi siapa saja yang berinfak. Oleh karena itu, rajin-rajinlah berinfak, infak dalam ketaatan, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, dan sebagainya. Jangan ragu karena doa malaikat adalah doa yang mustajab.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag