Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat ELSUNNAH , tidak bisa dipungkiri bahwa kita sangat mencintai harta-harta kita yang sudah kita upayakan dengan susah payah ketika mencari dan mengumpulkannya. Kita peras keringat kita, kita banting tulang kita untuk mendapatkan itu semua.

Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika seseorang menjadi pelit dan tidak menginginkan hartanya habis dan lenyap begitu saja. Maka banyak di antara mereka sangat menjaga hartanya agar bisa ia miliki untuk selamanya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِي مَالِي إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلَاثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“Manusia berkata, ‘Hartaku, hartaku,’ sesungguhnya hartanya ada tiga: yang ia makan lalu ia habiskan, yang ia pakai lalu ia usangkan atau *yang ia berikan (sedekahkan) lalu ia miliki (selamanya hingga yaumil qiyamah)*, selain itu akan lenyap dan akan ia tinggalkan untuk manusia.” (HR. Muslim no. 5259)
Dahulu ada seorang ulama yang selalu bersedekah, ketika dikatakan kepadanya, “Kamu terlalu dermawan.” Ia menjawab, 
“Justru aku pelit dengan hartaku,* karena aku ingin hartaku ini menjadi milikku untuk selama-lamanya sampai di akhirat.”
 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, tidak bisa dipungkiri bahwa kita sangat mencintai harta-harta kita yang sudah kita upayakan dengan susah payah ketika mencari dan mengumpulkannya. Kita peras keringat kita, kita banting tulang kita untuk mendapatkan itu semua.

Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika seseorang menjadi pelit dan tidak menginginkan hartanya habis dan lenyap begitu saja. Maka banyak di antara mereka sangat menjaga hartanya agar bisa ia miliki untuk selamanya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِي مَالِي إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلَاثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“Manusia berkata, ‘Hartaku, hartaku,’ sesungguhnya hartanya ada tiga: yang ia makan lalu ia habiskan, yang ia pakai lalu ia usangkan atau *yang ia berikan (sedekahkan) lalu ia miliki (selamanya hingga yaumil qiyamah)*, selain itu akan lenyap dan akan ia tinggalkan untuk manusia.” (HR. Muslim no. 5259)
Dahulu ada seorang ulama yang selalu bersedekah, ketika dikatakan kepadanya, “Kamu terlalu dermawan.” Ia menjawab, 
“Justru aku pelit dengan hartaku,* karena aku ingin hartaku ini menjadi milikku untuk selama-lamanya sampai di akhirat.”
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH , mungkin sebagian kita sudah ada yang berusia 40 tahun ke atas atau mungkin sebentar lagi usia kita mendekatinya. 

Tentang usia 40 tahun ini Allah ta’ala berfirman,
*حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ*

 _Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : “Ya. Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim.”_ *(QS. Al-Ahqaf [46] : 15)*
Dalam ayat ini Allah ta’ala mengisyaratkan kepada kita bahwa ketika kita sudah menapaki usia 40 tahun, maka sudah semestinya lebih memperhatikan urusan akhirat ketimbang dunianya. Ia hendaknya meningkatkan ibadah kepada Allah ta’ala
Imam Malik rahimahullah berkata:
Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)”

(At-Tadzkiroh hal 149).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, sebagai manusia yang lemah dan penuh kesalahan, sungguh kita sangat membutuhkan tambahan kebaikan dan penghapusan dosa.

☘️Tahukah sahabat bahwa ada satu amalan yang sangat mudah tapi besar faidahnya.

Yaitu barangsiapa yang mengucapkan _”subhanallah”_ sebanyak 100 kali dalam sehari maka dia memperoleh seribu kebaikan dan dihapus seribu kesalahannya.
Dari Mush’ab bin Sa’d dari ayahnya, dia berkata,
كُنَّاعِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ قَالَ يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ

“Dahulu kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mengatakan, 
“Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan?”
Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”
Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) 100 kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.” (HR. Muslim)
Sahabat, inilah kemurahan dan rahmat Allah ta’ala terhadap kita sebagai hambaNya dimana Allah ta’ala melipatgandakan kebaikan dan menghapus kesalahan-kesalahan kita.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://goo.gl/NKBln3

Sahabat, di antara akhlak mulia para Nabi yang patut kita teladani adalah sikap tawadhu.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah menjelaskan tentang sikap tawadhu ini, beliau berkata, “Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang muslim. Kemudian *engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.*”
Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim memiliki sifat ini. Rendahkanlah hatimu, niscahya Allah ta’ala akan meninggikanmu.
☘️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Dan tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588).
Yaitu Allah ta’ala akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhunya di dunia.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM) 

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://goo.gl/NKBln3

Like FB.me/shirotulmustaqimid

Tahukah sahabat ELSUNNAH,  bahwa kelak di akhirat nanti orang-orang yang tidak mendapat ujian akan merasa iri terhadap mereka yang terkena musibah tatkala di dunia.

Dikarenakan iri tersebut mereka bahkan berangan-angan andai kiranya dahulu ketika di dunia mereka mendapat ujian yang banyak dan berat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﻳَﻮَﺩُّ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻌَﺎﻓِﻴَﺔِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﻥَّ ﺟُﻠُﻮﺩَﻫُﻢْ ﻗُﺮِﺿَﺖْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻘَﺎﺭِﻳﺾِ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﺮَﻭْﻥَ ﻣِﻦْ ﺛَﻮَﺍﺏِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺒَﻼَﺀِ

“Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia. ”(HR. Baihaqi)

Jadi sahabat, bersabarlah tatkala saat ini sedang ditimpa ujian yang berat. Insya Allah kelak akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat, salah satu adab di antara adab-adab ketika bangun tidur adalah hendaknya seseorang tidak mencelupkan tangannya ke dalam bejana langsung begitu saja.  Hendaknya ia mencuci tangannya terlebih dahulu sebanyak 3x.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

“Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, maka janganlah dia mencelupkan tangannya di dalam bejana sampai dia mencucinya tiga kali terlebih dahulu, karena dia tidak tahu di manakah tangannya bermalam.”
HR. Muslim No. 416 – Shahih
Inilah tuntunan atau sunnah dari kekasih kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika kita melaksanakan hal ini lantaran mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka perbuatan yang mudah ini akan menjadi berpahala.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Do’a yang paling banyak dipanjatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah: 
_rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaaban naar_

Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
✅ HR. Bukhari No. 5910 – Shahih

✅ HR. Muslim No. 4855 – Shahih

✅ HR. Abu Daud No. 1298 – Shahih

Sahabat inilah doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa meminta kebaikan di dunia dan akhirat, serta doa meminta agar dihindarkan dari siksa api neraka. Maka sudah sepatutnya bagi kita untuk juga memperbanyak doa ini.
Semoga Allah ta’ala mengkaruniakan kepada kita kebaikan dunia dan akhirat serta menjauhkan kita dari api neraka.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram https://goo.gl/NKBln3

Like FB.me/shirotulmustaqimid

Sahabat ELSUNNAH , menjamu dan menyambut tamu merupakan bagian dari akhlak Islam yang mulia. Islam menganjurkan kepada kita untuk memuliakan tamu yang datang kepada kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu hendaknya kita menyambut baik setiap tamu yang datang kepada kita dengan jamuan dan hidangan yang istimewa baik tamu kita orang yang kaya atau orang miskin sekalipun selama ia adalah orang yang bertakwa.
☘️Akan tetapi, mungkin terkadang sambutan istimewa kita hanya hanya kita berikan jika yang datang adalah orang kaya bukan karena keislaman dan ketakwaannya.

Padahal Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ 

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kalian. (QS. Al-Hujurot: 13)

Sahabat, muliakanlah orang yang dimuliakan Allah ta’ala yaitu mereka orang-orang yang bertakwa.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH , kita tahu bahwa semua kita pasti akan mati. Sering kali kita mendengar berita kematian, atau bahkan kita sendiri ikut mengiringi pemakanan seseorang.

Akan tetapi banyak juga orang yang tidak menyadari atau pura-pura lupa akan kematian yang sedang menunggunya di depan. 
Mereka menjalani hari-harinya seakan-akan dunia inilah tempat menetap yang abadi. Di siang hari mereka lelah bekerja, Di malam hari, ia seperti bangkai hidup yang tergeletak di atas kasur. Tak ada ibadah yang dilakukan, tak ada surga yang diharapkan, dan seperti tak ada neraka yang mengancam.
Mungkin seperti itulah gambaran kehidupan orang yang lupa pada Allah ta’ala dan akhirat.
Allah ta’ala berfirman,
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)
☘️Semoga Allah ta’ala menyelamatkan kita dari kelalaian yang demikian.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Riwayat ini diangkat oleh al-imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya ketika menjelaskan firman Allah ta’ala dalam QS. Al-Maidah ayat 51,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali kalian, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.”
Diriwayatkan bahwasanya Umar bin Khaththab radliallahu ‘anhu pernah memerintahkan Abu Musa al-Asyari radliallahu ‘anhu untuk melaporkan kepadanya tentang semua yang diambil dan yang diberikannya (maksudnya adalah laporan pemasukan dan pengeluaran) dalam satu catatan lengkap. Dan tersebutlah bahwa yang menjadi sekretaris Abu Musa saat itu adalah seorang Nasrani.
Kemudian laporan tersebut diserahkan kepada Khalifah Umar bin Khaththab radliallahu ‘anhu. Maka Khalifah Umar radliallahu ‘anhu merasa takjub akan laporan tersebut. Lalu beliau berkata,
“Sesungguhnya orang ini benar-benar pandai, apakah kamu dapat membacakan untuk kami sebuah surat di dalam masjid yang datang dari negeri Syam?”
☘Abu Musa al-Asyari radliallahu ‘anhu berkata, “Dia tidak dapat melakukannya.” Khalifah Umar radliallahu ‘anhu bertanya, “Apakah dia sedang mempunyai jinabah?” Abu Musa Al-Asyari berkata, “Tidak, tapi dia seorang Nasrani.”

Maka Khalafiah Umar pun membentakku dan memukul pahaku lalu berkata, “Pecat dia..!!” Kemudian Khalifah Umar membacakan QS. Al-Maidah ayat 51 tersebut di atas.
❄️Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Center : +62 813 1100 2755 

No. Registrasi: +62 815 8559 4149

Channel Telegram https://goo.gl/NKBln3

Dari Abu Hurairah radliallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, 

“Pada suatu ketika ada seseorang yang sedang berjalan di padang pasir tiba-tiba terdengar suara dari dalam awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Kemudian awan itu menuju ke arah suatu tempat yang banyak batunya, lantas menuangkan airnya (menurunkan hujan).
Pada tempat yang banyak batunya tersebut ada sebuah parit yang penuh dengan air hingga parit itu pun ikut mengalirkan air. Kemudian di situ ada seorang lelaki yang berada di tengah-tengah m kebunnya sedang membagi-bagi air dengan alat pengukur tanah. Ia kemudian bertanya kepada laki-laki tersebut, ‘Wahai hamba Alloh, siapakah namamu?’
Orang itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang sama dengan yang pernah didengarnya dari dalam awan tadi.
Kemudian si Fulan bertanya kepadanya, ‘Kenapa kamu menanyakan namaku?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya tadi mendengar suara dari dalam awan, yang kemudian menuangkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ persis dengan namamu. Memangnya apa yang telah kamu perbuat?’ Fulan menjawab, ‘Karena kamu bertanya seperti itu, maka aku jawab. Sebenarnya aku selalu memperhatikan hasil yang dikeluarkan kebun ini. Sepertiga dari hasil itu saya sedekahkan, sepertiga saya makan dengan keluargaku, dan sepertiga lagi saya persiapkan untuk bibit.'”
HR. Muslim no. 2984
Sahabat, semoga kita bisa mengambil ibroh atau pelajaran dari kisah yang dituturkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tersebut.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Center : +62 813 1100 2755 

No. Registrasi: +62 815 8559 4149

Join Channel Telegram https://goo.gl/NKBln3

Sahabat, mungkin kita sering mendapatkan titipan salam dari seseorang. Lalu bagaimana seharusnya kita menjawab titipan salam tersebut?

Dari Aisyah radliyallahu anha, bahwasanya Rosulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
يَا عَائِشَةُ هَذَا جَبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ: وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى –تريد النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم

“Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu”. Aisyah berkata, “Salam juga untuknya, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya. Engkau dapat melihat perkara-perkara yang tidak dapat aku lihat –yang dimaksud adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam-“. (HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi)

Di dalam musnad al-Imam Ahmad terdapat tambahan , Aisyah radliyallahu anha berkata,
فَقُلْتُ: وَ عَلَيْكَ وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

“Aku menjawab, ‘Salam pula untukmu (yaitu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam) dan semoga salam, rahmat dan berkah Allah Azza wa Jalla dilimpahkan untuknya”. (HR Ahmad)

Oleh karena itu sahabat, ketika kita mendapat titipan salam dianjurkan menjawab salam kepada orang yang menitipkan salam dan juga kepada orang yang mengantarkan salam tersebut, yaitu dengan ucapan seperti beikut:
وَ عَلَيْكَ وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

_Wa ‘alaika wa ‘alaihissalamu warahmatullahi wabarakatuh_

Catatan:

– Untuk kata ganti orang kedua perempuan diganti dengan ucapan _wa ‘alaiki_

– Untuk kata ganti orang ketiga perempuan diganti dengan ucapan _wa ‘alaiha_

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Center : +62 813 1100 2755 

No. Registrasi: +62 815 8559 4149

Channel Telegram https://goo.gl/NKBln3

Keutamaan Puasa Asyura, menghapus dosa satu tahun yang lalu

Rasululloh bersabda shollallohu ‘alaihi wasallam :
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu”. (HR.Muslim).

Kata Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil… Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang.
 Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46.

Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura.
 Lihat Majmu’ Al Fatawakarya Ibnu Taimiyah, 7: 487-501

:)Nah,,,Berikut 4 Cara Siyam Asyuro :

1⃣Berpuasa selama 3 hari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram

Mayoritas ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuk lebih hati-hati. Ibnul Qudamah di dalam Al-Mughni 3/174 menukil pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.
2⃣Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram

(Mayoritas hadits menunjukkan cara ini). 
3⃣Berpuasa Dua Hari yaitu tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram

Ar-Rafi’i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213) :”Seandainya tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11″
4⃣Berpuasa pada 10 Muharram saja

Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/246) :”Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11.
 Wallahu a’lam. Semoga Alloh mudahkan kita mengamalkan ilmu yang diberikanNya,Amin…

Barokallohfikum…
_Sebagai informasi 9 Muharram bertepatan dengan hari Senin tanggal 10 Oktober 2016_

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Center : +62 813 1100 2755 

No. Registrasi: +62 815 8559 4149

Channel Telegram https://goo.gl/NKBln3

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), 

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat, maka dia mendapatkan tiga perkara: Allah menjadikan kecukupan di hatinya, Allah mengumpulkan urusannya, dan dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina. 
Barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara: Allah menjadikan kemelaratan ada di depan matanya, Allah mencerai-beraikan urusannya, dan dunia  tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja.
HR. At-Tirmidzi dan lain-lain, shahih.
Dunia ini ibarat bayang-bayang, jika dikejar engkau takkan dapat menangkapnya. Palingkan tubuhmu darinya, dan dia tak punya pilihan lain selain mengikutimu. (Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah)
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Center : +62 813 1100 2755 

No. Registrasi: +62 815 8559 4149

Channel Arsip Telegram https://goo.gl/NKBln3

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Allah mempersiapkan bagi hamba-hambaNya kedudukan (yang tinggi) di surga, yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tersebut hanya dengan amalan shalih mereka. Mereka tidak akan mencapainya kecua dengan ujian dan musibah, maka Allah pun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah.” (Zaadul Ma’aad 3/221).
Kita tidak berharap untuk diuji apalagi tertimpa musibah, akan tetapi jika hal itu datang maka kita harus bersabar.
Ingat perkataan Ibnul Qoyyim di atas, siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita bisa meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan 
amalan sholeh kita.

Karenanya….bersabarlah saat ujian, musibah dan bala’ datang, kemudian berhusnuzhanlah kepada Allah dalam ujian dan musibah. Karena hanya Dia ‘azza wa jalla yang Maha Mengetahui hikmah setiap peristiwa.
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
Whatsapp Broadcast Kajian Shirotul Mustaqim (SM)

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Center : +62 813 1100 2755 

No. Registrasi: +62 815 8559 4149

Arsip Telegram https://goo.gl/NKBln3

Sahabat ELSUNNAH , sekalipun Anda memiliki rumah mewah, tetap yang di akhirat lebih baik dan abadi.

Sekalipun Anda memiliki kendaraan mewah, tetap yg di akhirat lebih baik dan abadi.
Sekalipun Anda memiliki istri cantik jelita, tetap yang di akhirat lebih baik dan abadi.
Bahkan sekalipun Anda memiliki semua kemewahan di dunia ini, tetap yang di akhirat lebih baik dan abadi.
Allah ta’ala berfirman,
(فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ)

“Maka sesuatu yang diberikan kepada kalian, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah *lebih baik* dan *lebih kekal* bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Asy-Syuro: 36)
☘️Oleh karena itu, sahabat kejarlah akhirat. Jangan biarkan hati ini terpaut dengan dunia. Kejarlah yang lebih baik dan lebih kekal. Gunakan segala sesuatu yang kita miliki untuk mendapatkan surga dengan penuh kenikmatannya yang kenikmatan dunia paling tinggi sekalipun tidak dapat menandingi kenikmatan surga di akhirat kelak.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )

Daftar: 089616695643 (via WA)

Arsip Telegram http://goo.gl/TCXGOn

http://www.elsunnah.wordpress.com

Ketahuilah sahabat ELSUNNAH, basahnya lisan dengan dzikir inilah yang membuat hati ini hidup. Yang membuat hari-hari kita penuh semangat.

Seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَمُرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. 

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.”

Beliau bersabda,

لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ 

“Hendaklah lisanmu senantiasa basah berdzikir kepada Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad 4: 188, shahih)
Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir tidak hanya terbatas dilakukan ketika di masjid, tidak hanya sebatas setelah sholat saja. Akan tetapi dzikir itu dapat dilakukan setiap saat.
☘️Oleh karena itu wahai sahabat, apa pun aktivitas yang sedang kita jalani jangan biarkan lisan kita kering dari berdzikir kepada Allah. Sambil kita mengendarai motor/mobil, sambil masak, sambil mengetik, atau aktivitas-aktivitas lainnya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Alhamdulillah berkat rahmat oAllah ta’ala serta bantuan dan donasi dari sahabat ELSUNNAH sekalian, pada hari ini Ahad, 26 Februari 2017 terselenggara acara pengobatan massal pasca banjir dan distribusi bantuan (bahan makanan) di desa Lengkong Brebes. Program ini disupport oleh ELSUNNAH, SM bersama dengan lembaga-lembaga lain seperti PKPU, BTN Syariah, dan lainnya di bawah koordinasi panitia dan aparatur setempat.

Kami mewakili panitia dan warga brebes mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi sahabat ELSUNNAH sekalian. Syukron,  jazakumullahu khairan, semoga Allah ta’ala memberikan keberkahan pada diri,  keluarga, dan harta sahabat ELSUNNAH, serta membalasnya dengan kebaikan yang berlipat-lipat.

Kami juga ucapkan terima kasih jazakumullahu khairan kepada Komunitas SMANSAWI 2004 Peduli atas kerja samanya dalam penyaluran bantuan dari sahabat ELSUNNAH, jazakumullahu khairan. 

Foto dokumentasi kegiatan:

https://ibb.co/d6dPOv

https://ibb.co/nLQSbF

Tim Dakwah ELSUNNAH


Alhamdulillah acara Pengobatan massal pasca banjir dan distribusi bantuan (bahan makanan) di desa lengkong brebes telah selesai dan berjalan dengan lancar…

Sahabat ELSUNNAH, kita sedang berada di musim penghujan di mana hampir setiap hari turun hujan. Apabila hujan turun relatif normal maka berdoalah dengan doa kebaikan dan keberkahan berikut,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله 

_Allahumma shoyyiban nafi’an_

“Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.” *(HR. Bukhari no. 1032)*

Akan tetapi ketika hujan yang turun kita khawatirkan membawa bahaya seperti banjir karena sangat deras dan kencangnya hujan maka berdoalah dengan doa berikut,

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

_Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthunil adwiyati wa manabitis syajari_

“Ya Allah,  Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah, Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” *(HR. Bukhari dan Muslim)*
Atau bisa juga dipanjatkan secara ringkas:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا

☘️”Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan tidak kepada kami.”

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag