Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat SM, ketahuilah bahwa salah satu adab di antara adab-adab tidur yang diatur oleh syariat Islam yang mulia ini adalah hendaknya seseorang tidak tidur dalam posisi tengkurap karena cara tidur seperti ini adalah cara tidur yang dimurkai Allah ta’ala.

Dari Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari radliallahu ‘anhu berkata,

 قال أبي بينما أنا مضطجع في المسجد على بطني إذا رجل يحركني برجله فقال: ” إن هذه ضجعة يبغضها الله” قال فنظرت فإذا رسول الله صلى الله عليه وسلم

_”Bapakku menceritakan kepadaku: Ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata,_

_“Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.”_

_Bapakku berkata,  “Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”_ (HR. Abu Dawud)
☘️☘️☘️Dalam riwayat yang lain,

إنما هي ضجعة أهل النار

_”Berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Inilah tuntunan atau sunnah dari kekasih kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mari kita laksanakan tutuntan dari beliau dengan tidak tidur dalam posisi tengkurap.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, banyak dari manusia sangat mencintai dunia berbagai perhiasannya. Mereka pun berlomba-lomba untuk mengumpulkan kemewahan dunia sebanyak-banyaknya.

Bahkan ketika sedikit dari dunianya hilang, hati mereka begitu kalut, galau dan stress, terenggut kebahagiaannya, karena terlalu memikirkan dunia.

Oleh karena itu, hendaklah engkau letakkan dunianya hanya ditanganmu. Dan janganlah engkau letakkan dunia di hatimu. 

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

خذ من الدنيا ما يحل لك، ولا تنسَ نصيبك منها، ولكن اجعلها في يدك ولا تجعلها في قلبك، وهذا هو المهم

_”Ambillah dari dunia apa yang halal bagimu. Janganlah engkau melupakan bagianmu dari dunia. Akan tetapi jadikanlah dunia itu berada di tanganmu, dan jangan engkau jadikan dunia itu berada di hatimu. Ini penting!!”_ (Syarh Riyadhush Shalihin 3/369)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, kebanyakan manusia menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai barang simpanan.

Mereka memiliki Al-Qur’an di rumah-rumah mereka. Akan tetapi, mereka jarang sekali atau bahkan hampir-hampir tidak pernah menyentuhnya dan membacanya.

Adh-Dhahhak bin Makhlad rahimahullah berkata,

«يأتي على الناس زمان يعلّقون المصحف حتى يعشش فيه العنكبوت لا ينتفع بما فيه»

_”Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana mereka akan meletakkan mushaf al-Qur’an begitu saja sehingga menjadi sarang laba-laba dan mereka tidak mengambil manfaat dari kandungannya.”_ (Jami’ Bayanil ‘Ilmi, jilid 3 hlm. 1023)

Bagaimana mereka bisa mengambil manfaat dari Al-Qur’an, sedang mereka telah mengesampingkan Al-Qur’an.

Semoga kita bukan termasuk orang yang menjauh dari Al-Qur’an.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

✍🏼Sahabat ELSUNNAH, Rasulullah صلی ﷲ عليه وسلم bersabda: *_”Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal maka seperti puasa setahun.”_* (HR. Muslim)

==================

_Jangan sampai pahala berpuasa setahun luput dari kita._

_Bagi yang belum mulai maka segera memulainya._

_Bagi yang belum selesai maka segera menyelesaikannya._

_Bersegera dalam berbuat ketaatan adalah salah satu prinsip yg ditetapkan Al-Qur’an._

•••••••••••••••••••••••••••••••

Semoga Allah ta’ala memberikan kekuatan kepada kita semua untuk melakukan beragam ketaatan kepada-Nya.*_

✉️Kiriman dari sahabat kami, Ust. Ahmad Jamaluddin, Lc.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, termasuk perkara yang disepelekan oleh sebagian orang adalah seseorang terkadang buang hajat di jalanan (semisal kencing) atau di bawah pohon rindang atau di tembok-tembok yang sering dijadikan tempat berteduh atau sandaran.

Padahal perkara ini adalah perkara yang serius yang tidak sepatutnya seorang muslim  menyepelekan hal ini, karena perbuatan semacam ini termasuk perbuatan yang terlaknat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ

_”Takutlah terhadap dua orang yang terlaknat.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah dua orang yang terlaknat itu?” Beliau menjawab: “Orang yang buang hajat di jalanan atau di tempat berteduhnya mereka.”_ (HR. Muslim No. 397, HR. Abu Daud No. 23, HR. Ahmad No. 8498)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة

_Betapa banyak orang tua yang menjadi penyebab sengsaranya sang anak dan buah hatinya didunia dan diakhirat._
بإهماله وتركِ تأديبه , وإعانته له على شهواته

_Dengan cara sang orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan adab terhadap anaknya. Atau membantu sang anak untuk sebebas-bebasnya memenuhi syahwatnya._
 ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه , وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه،

_Dengan anggapan yang demikian itu adalah bentuk memuliakan dan kasih sayang terhadap anak, padahal justru tindakan dia ini adalah kezhaliman terhadap anak dan merupakan keharaman._
ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة

_Dia juga (Orang tua) dengan tindakannya tersebut telah menyebabkan dia terluputkan dari mendapat kemanfaatan dari si anak di dunia dan akhirat._
وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء

 _Dan jika anda mau mencermati sungguh mayoritas kerusakan yang ada pada anak itu *bersumber dari orang tuanya*._
Kitab Tuhfatul Maudud 242
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, mungkin selama ini yang kita tahu bahwa ketika kita makan bersama kita harus diam, “Jangan ngobrol ketika makan!”.

Benarkah demikian? bagaimana sebenarnya petunjuk Islam terkait hal ini?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu,

ﺃُﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺑِﻠَﺤْﻢٍ ، ﻓَﺮُﻓِﻊَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﺬِّﺭَﺍﻉُ ، ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺗُﻌْﺠِﺒُﻪُ ، ﻓَﻨَﻬَﺲَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧَﻬْﺴَﺔً ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏( ﺃَﻧَﺎ ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻭَﻫَﻞْ ﺗَﺪْﺭُﻭﻥَ ﺑِﻢَ ﺫَﺍﻙَ … ‏) ﺛﻢ ﺫﻛﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ .

_”Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (dari daging tersebut), bagian yang beliau suka. Beliau pun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda,_

_”Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?” Kemudian beliau menyebutkan hadis yang panjang tentang syafa’at._ (HR. Bukhari No. 3340 dan Muslim194)

Juga terdapat hadits lain di mana beliau bersabda di tengah-tengah menyantap makanan,

ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ

_”Sebaik-baik lauk adalah cuka. Sebaik-baik lauk adalah cuka.”_ (HR Muslim)

Dari hadits tersebut dan juga hadits yang selainnya Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa terdapat sunnah berbincang-bincang ketika makan. Beliau berkata, “Hadits ini menunjukkan anjuran berbincang-bincang ketika makan, agar lebih menyenangkan”. (Syarh Shahih Muslim 7/14)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang ketika makansebagaimana pada hadits tentang cuka”. (Zadul Ma’ad 2/366) 

☘☘☘

Jadi sahabat berbincang ketika makan bersama adalah sunnah, hal ini agar suasana makan menjadi menyenangkan, lebih akrab, dan lebih nikmat. Sungguh ajaran Islam yang indah….

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH, sesorang dikatakan sebagai sahabat biasanya karena memiliki kedekatan yang lebih dibandingkan dengan yang selainnya.

Setelah keluarganya, seseorang akan lebih menghabiskan banyak waktu bersama sahabatnya. Oleh karena itu, tak jarang ketika kita menjadi sahabat seseorang kita lebih banyak tahu tentang seluk-beluk orang tersebut, baik itu yang berupa kebaikan atau bahkan keburukannya.

Maka hendaknya ketika kita menjadi sahabat bagi seseorang, jadilah sahabat yang memiliki akhlak yang mulia. Akhlak sebagai seorang sahabat yang sejati. Seorang sahabat yang pandai menempatkan diri ketika mengetahui kebaikan atau bahkan keburukan kawannya.

Ibnul Atsir rahimahullah berkata:

«الصديقُ إن رأى من أخيه سيئة؛ وطِئها بالقدم، وإن رأى حسنة؛ رفعها على علَم»

_”Seorang sahabat jika melihat keburukan pada saudaranya maka dia menginjak (menutupi) keburukan itu dengan kaki, dan jika dia melihat kebaikan maka dia mengangkat kebaikan itu setinggi gunung.”_  (Al-Matsalus Sair, jilid 1 hlm. 125)

Sungguh jika engkau mampu berbuat demikian, maka kebaikan yang besar bagimu di dunia dan di akhirat.
☘️☘️☘️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ.

_”Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.”_ (HR. Bukhari 2442 dan Muslim 2580)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sesungguhnya dalam mengaruhi bahtera kehidupan ini. Sangat membutuhan penerang dan petunjuk jalan agar jalan kita tidak tersesat, agar kita mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Agar kita mendapatkan penerang dan petunjuk jalan kehidupan maka hendaklah kita semangat dalam menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dan ketahuilah sesungguhnya kebutuhan kita akan ilmu syar’i sangat besar bahkan lebih besar daripada yang bisa kita bayangkan.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata,

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ. لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ. وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ

_”Kebutuhan manusia terhadap ilmu (syar’i) itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Hal itu karena seseorang membutuhkan makanan dan minuman hanya sekali atau dua kali (saja), adapun kebutuhannya terhadap ilmu (syar’i) itu sebanyak tarikan nafasnya.”_ (Madaarijus Saalikiin, 2/440)

Oleh karena itu Sahabat, semangatlah dalam menuntut ilmu syar’i. Dan semoga kami bisa senantiasa sedikit membantu sahabat sekalian dalam mempelajari ilmu-ilmu syar’i yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Aamiin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bukan tidak mungkin bahwa puasa-puasa Ramadhan kita kemaren banyak kekurangan di sana-sini.

Banyak hal yang mengurangi  kesempurnaan puasa yang mungkin kita lakukan, seperti berkata kotor, jorok, dan berteriak-teriak, mengerjakan perbuatan haram dan pembicaraan haram.

Oleh karena itu, tentu kita membutuhkan sesuatu yang dapat “menambal” kekurangan tersebut.

Tahukah sahabat bahwa salah satu hikmah disyari’atkannya puasa Syawal adalah untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan puasa Ramadhan yang dikerjakan oleh seorang hamba. 

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فإن صيام ستة أيام من شوال بمنزلة الراتبة للصلاة التي تكون بعدها ليكمل بها ما حصل من نقص في الفريضة ومن حكمة الله تعالى ورحمته أنه جعل للفرائض سنناً تكمل بها وترقع بها

_“Sesungguhnya puasa 6 hari di bulan Syawwal seperti sholat sunnah rawatib yang dilakukan setelah sholat wajib untuk menyempurnakan kekurangan dalam sholat wajib. Dan diantara hikmah Allah ta’ala serta rahmat-Nya, Dia menetapkan amalan-amalan sunnah untuk menyempurnakan amalan-amalan wajib dan menutupi kekurangan-kekurangannya.”_ (Fatawa Nur ‘alad Darb, 11/2)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa disunnahkan puasa 6 hari di bulan syawal untuk memperoleh keutamaan puasa setahun penuh.

Lalu jika kita punya hutang puasa Ramadhan mana yang lebih utama, melaksanakan qadha puasa atau puasa syawal terlebih dahulu?

Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم، رقم 1164)

_”Barangsiapa yang berpuasa bulan Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa setahun.”_ (HR. Muslim, 1164)

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid menjelaskan bahwa kata “tsumma” pada hadits di atas menunjukkan harus menyempurnakan puasa Ramadan dahulu, baik yang bersifat langsung maupun qadha. Kemudian setelah itu puasa enam hari di bulan syawal agar teralisasikan pahala yang ada dalam hadits tersebut. Karena orang yang masih mempunyai tanggungan Ramadan masih dikatakan ‘Puasa sebagian Ramadan’ Bukan ‘Puasa seluruh Ramadan’. (Islamqa)

Jadi sahabat, menyelesaikan qadha puasa lebih utama daripada mendahulukan puasa syawal.

Juga karena qadha puasa adalah wajib, sedangkan puasa syawal adalah sunnah. Mendahulukan dan menyegerakan yang wajib adalah lebih utama daripada mendahulukan yang sunnah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bulan Ramadhan telah berlalu, akan tetapi bukan berarti telah selesai masa peribadatan. Sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya.

Allah ta’ala berfirman
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (٩٩)

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Qs. Al Hijr: 99)

☘Dan Allah ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)

Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian. Oleh karena itu, selepas Ramadhan pun hendaknya kita jaga amalan-amalan kita seperti puasa (sunnah), shalat berjamaah di masjid, tilawah al Qur’an, bersedekah/berinfak, sholat malam, dan lain sebagainya.
Salah satu puasa sunnah yang disyariatkan adalah berpuasa 6 hari di bulan syawal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bulan Ramadhan telah berlalu, akan tetapi bukan berarti telah selesai masa peribadatan. Sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya.

Allah ta’ala berfirman
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (٩٩)

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Qs. Al Hijr: 99)

☘Dan Allah ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)

Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian. Oleh karena itu, selepas Ramadhan pun hendaknya kita jaga amalan-amalan kita seperti puasa (sunnah), shalat berjamaah di masjid, tilawah al Qur’an, bersedekah/berinfak, sholat malam, dan lain sebagainya.
Salah satu puasa sunnah yang disyariatkan adalah berpuasa 6 hari di bulan syawal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

قال الشيخ العلامة  

 صالح الفوزان حفظه  الله تعالى : 

Syaikh al-Alamah Sholih al-Fauzan hafidzahullah ta’ala berkata:

« ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕِ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝِ ،ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺍﺗﺒﺎﻉُ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔِ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ 

_Dan di antara tanda-tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadhan dan di waktu yang selainnya adalah mengikutkan kebaikan dengan kebaikan yang lainnya._

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﺎﻟﺔُ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻌﺪَ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﺣﺎﻟﺔً ﻃﻴﺒﺔً، ﻳﻜﺜﺮُ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎتِ وﺍﻷﻋﻤﺎﻝِ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ،

_Maka apabila keadaan seorang muslim setelah berlalunya Ramadhan dia dalam keadaan yang baik, dia banyak melakukan kebaikan dan amal-amal sholih. Maka ini menunjukkan tanda atas diterimanya ibadah-ibadahnya di bulan Ramadhan._

ﺃما ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻜﺲ، ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺤـﺴﻨﺎﺕِ ﺍﻟﺴـﻴﺌﺎﺕِ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺝَ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺑﺎﻟﺴﻴﺌﺎﺕِ ﻭﺍﻟﻐﻔﻼﺕ ِﻭﺍﻹ ﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ. 

ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ” ص(١١٩)

_Akan tetapi jika sebaliknya, mengikutkan kebaikan dengan keburukan. Maka ketika keluar dari Ramadhan, dia ikuti dengan keburukan-keburukan, kelalaian-kelalaian, dan berpaling dari ketaatan kepada Allah ta’ala. Maka ini menunjukkan tanda tidak diterimanya amal._

Majaalis Syahru Ramadhan, hal. 119.
Sahabat ELSUNNAH, semoga Allah ta’ala menerima puasa, sholat, tilawah, sedekah dan ibadah-ibadah kita yang lainnya di bulan Ramadhan. 

Kita memohon kepada Allah ta’ala agar memberi taufik kepada kita agar kita mampu untuk meneruskan sholat kita, puasa kita, tilawah kita, sedekah kita, ibadah-ibadah yang lainnya di bulan selain Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh 
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Allah ta’ala berfirman,

ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم (سورة البقرة :  185)

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

 ‘Tukabbirullah’ maksudnya mengagungkan-Nya dengan hati dan lisan kalian, yaitu dengan melafazkan kalimat-kaliamt takbir, seperti

الله أكبر الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد

‘Allah Mah Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar, segala pujian milik Allah.

Atau bertakbir tiga kali dengan  mengucapkan:

الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد

‘Allah Mah Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mah Besar, Allah Maha Besar,segala pujian milik Allah.

Semuanya itu dibolehkan.

Takbir ini disunnahkan menurut mayoritas ulama. Disunnahkan bagi laki-laki dan para wanita. Baik di masjid, rumah maupun di pasar.

Para lelaki dianjurkan meninggikan suaranya, sedangkan kaum wanita merendahkan tidak meninggikan suaranya

Takbir dimulai sejak  matahari terbenam pada malam Id,… Takbir diakhiri dengan pelaksanaan shalat id. Yakni ketika orang-orang mulai shalat Id, maka selesailah waktu takbir.” (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 16/269-272)

Syaikh Muhammad Sholih Al-Munajjid, islamqa

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, alhamdulillah hilal bulan Syawal 1438 H telah terlihat, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Agama RI. Dengan demikian 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad (25/6/2017).

Segenap *Tim Dakwah ELSUNNAH* mengucapkan,

*SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H*

تقبل الله منا و منكم

_Taqobbalallohu Minna Waminkum_

_”Semoga Alloh menerima Ibadah kita.”_

Sahabat ELSUNNAH, sesaat lagi Ramadhan akan meninggalkan kita semua. Kita semua akan berpisah dengannya. Seorang yang beriman pun akan menangis karena kehilangannya. Dia menangis karena keagungan dan kemuliaan Ramadhan akan segera berlalu.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata,
كَيْفَ لاَ تَجْرِى لِلْمُؤْمِنِ عَلَى فِرَاقِهِ دُمُوْع 

☘️Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak berlinang kala berpisah dengan bulan Ramadhan.

وَ هُوَ لاَ يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمْرِهِ إِلَيْهِ رُجُوْع

  Sementara dia tidak mengetahui tersisa dari umurnya untuk kembali bertemu dengannya.

Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hambali,  Perpisahan dengan bulan Ramadhan.
Semoga Allah ta’ala menerima amal-amal Ibadah kita, merahmati kita dan memberikan pengampunan kepada kita. Aamiin
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Al Lajnah ad Daimah Lil Buhutsi al ‘Ilmiyah wal Ifta’

*Pertanyaan*: _Di negeri kami memiliki kebiasaan pada setiap hari raya Id’, baik Idhul Fitri atau Adha, kami membagikan kepada anak-anak kecil uang dengan jumlah tidak terlalu banyak, yang disebut dengan *al-‘idiyah*. Kami lakukan dalam rangka memberikan kegembiraan kepada mereka. Apakah kegiataan *al-‘idiyaah* ini termasuk bid’ah ataukah tidak mengapa?_

*Jawaban:* _Tidak mengapa melakukan yang seperti ini. Bahkan ini termasuk adat kebiasaan yang baik. Karena memberikan kebahagian kepada seorang muslim baik yang besar maupun anak kecil merupakan perkara yang dianjurkan dalam syariat yang suci ini._ (Fatwa al Lajnah ad Daimah Lil Buhutsi al Ilmiyati wal ifta’ 26/247)

Malam ini adalah malam ke-29, malam ganjil terakhir dan bisa jadi malam terakhir di Bulan Ramadhan. Malam terkahir dari malam-malam kemuliaan Ramadhan. 

Mari manfaatkan malam terakhir dan hari terakhir Ramadhan ini dengan bersedekah.

*Masih terbuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk bersedekah dalam Program Berbagi THR, Berbagi Kebahagiaan bersama dhuafa.*

Yuk berbagi kebahagiaan bersama dhuafa di Hari Raya yang penuh kebahagiaan. *Berbagi THR dan al-Idhiyah* supaya lebih berkah dan bermakna.

*Salurkan Zakat/Infak/Sedekah bisa dikirimkan ke rekening ELSUNNAH*:

BSM 701 753 5166

BNI Syariah 037 376 0603

BRI Syariah 103 129 4092

a.n Muhamad Ilyas

_Untuk memudahkan identifikasi program, tambahkan sejumlah kode transfer pada nominal transfer. Contoh Rp 20.500, Rp 100.500, Rp 200.500, dst.

*Konfirmasi Transfer*:

Berbagi-THR#Nama#Kota#NominalTransfer#TanggalTransfer (atau cukup mengirimkan bukti transfer)

Kirim ke WA Admin 4: +62 856 4236 9016 

Semoga Allah mengkaruniai kita Lailatul Qodar. Kami juga ucapkan terima kasih jazakumullahu khairan kepada sahabat ELSUNNAH yang telah berpartisipasi dalam program-program kebaikan bersama kami. Semoga Allah berikan keberkahan pada diri, keluarga, dan harta Sahabat.

_Mohon Bantu share kepada orang lain, jika ada yang membantu dari info yang anda share insyaAllah andapun akan mendapat kebaikan yang sama dengan yang berdonasi._

Jazakumullahu khairan,

*Tim Dakwah ELSUNNAH*

Sahabat ELSUNNAH, malam ini adalah malam ke-29, malam ganjil terakhir dan bisa jadi malam terakhir di Bulan Ramadhan. Malam terkahir dari malam-malam kemuliaan Ramadhan. 

Mari manfaatkan malam terakhir ini dengan berbagai ibadah dan amal sholeh. Jangan dibiarkan lewat begitu saja. Kita tidak tahu apakah masih ada kesempatan Ramadhan bagi kita di tahun yang akan datang. Manfaatkan kesempatan terakhir yang berharga ini. 

Sungguh besarnya kemuliaan Ramadhan tidak bisa didapatkan di waktu-waktu yang selainnya. Sungguh para penghuni kubur telah menyesali satu detik dari malam-malam dan hari-hari bulan Ramadhan yang berlalu sia-sia. Satu detik saja yang terlewatkan menjadi penyelasan yang besar.

Jangan lengah wahai sahabat. Malam terakhir ini juga merupakan malam-malam pencarian Lailatul Qodar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

التمسوا ليلة القدر في آخر ليلة

_”Carilah Lailatul Qodar pada malam terakhir.”_ (HR. Ibnu Khuzaimah 2189, shahih)

Bagi Sahabat yang sedang mudik malam ini, perbanyaklah dzikir dan doa selama perjalanan. Perbanyaklah membaca ayat-ayat dan surat-surat yang telah Anda hafal. Semoga Allah mengkaruniai Lailatul Qodar sekalipun Anda dalam perjalanan.

#serialRamadhan

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, dikisahkan pada masa kekhilafahan Abbasiyyah ada seorang laki-laki mendatangi rumah seorang wanita. Lalu ia mengetuk pintu dan memintanya melunasi hutangnya.

Perempuan itu menampakkan ketidakmampuannya untuk melunasi hutang sehingga orang itu marah dan memukulnya lantas pergi.

Kemudian dia datang sekali lagi menemui wanita tersebut. Akan tetapi, kali ini yang membukakan pintu adalah anak laki-laki dari wanita itu yang masih kecil. Tamu itu menanyakan di mana ibunya. Anak tersebut menjawab, “Ibuku pergi ke pasar.”

Laki-laki itu menyangka bahwa anak tersebut berdusta sehingga ia memukul anak itu dengan pukulan yang tidak begitu keras. Tiba-tiba ibunya muncul dan melihat laki-laki itu memukul putranya maka ia menangis sejadi-jadinya. 

Laki-laki itu bertanya kepadanya, “Aku tidak memukulnya dengan keras, mengapa engkau menangis? Padahal kemarin aku memukulmu lebih keras, tetapi engkau tidak menangis.”
☘️☘️☘️Sang ibu menjawab, “Kemarin engkau memukul kulitku, dan sekarang engkau memukul hatiku ….”.

Laki-laki tersebut terharu dan memaafkannya, serta bersumpah untuk tidak menuntut hutangnya lagi semenjak itu.

Sahabat, begitulah orang tua kita. Mereka biarkan kesedihan dan keletihan demi senyuman kita. Mereka curahkan segenap pengorbanan demi kebahagiaan kita.

Kini kita telah dewasa. Kita mampu mengarungi kehidupan dengan mandiri. Maka di momen kita berkumpul dengan mereka di saat lebaran nanti, jagalah perasaan mereka. Hadirkanlah senyuman dan keceriaan di wajahnya. Jangan kau ceritakan kesusahan-kesusahanmu karena hal itu akan memilukan hatinya. Cukup ceritakan kesenangan-kesenanganmu.  

Jangan sebaliknya, kau tampil dihadapan teman-temanmu seolah-olah kau orang yang paling sukses dan paling bahagia. Tapi saat kau berjumpa dengan orang tuamu banyak keluhan yang kau sampaikan seolah-olah kau orang paling menderita di dunia ini. Mari kita ambil ibrah dari kisah berikut ini.

Seorang tabiin sedang sakit. Tatkala saat ibunya datang menjenguk diapun mengganti baju dan berdiri menyambutnya seolah-olah sehat. Setelah ibunya keluar diapun terkulai jatuh pingsan.

Saat dia ditanya oleh sahabatnya, “Kenapa anda melakukan itu?”

Dia menjawab, “Karena hati seorang ibu akan tersiksa katika mendengar rintihan anaknya, dan saya tidak ingin dia tersiksa karena rintihanku.”

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag