Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Sahabat SM, sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan tuntunan adab-adab dalam berbagai hal termasuk mengajarkan bagaimana adab buang air.

Salah satu adab buang air adalah hendaknya seseorang memperhatikan arah ketika ia sedang buang air.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَتَى أَحَدُكُم الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِل الْقِبْلَةَ وَلَا يُوَلِّهَا ظَهْرَهُ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

_”Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam toilet untuk buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan janganlah membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya atau baratnya.”_ (HR. Bukhari No. 141, Muslim: 380; 388)

Oleh karena itu, ketika kita buang air jangan sampai menghadap atau membelakangi kiblat yah. Dan ketika kita membangun toilet pun harus memperhatikan tuntunan ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Iklan

Sahabat SM, sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan tuntunan adab-adab dalam berbagai hal termasuk mengajarkan bagaimana adab buang air.

Salah satu adab buang air adalah hendaknya seseorang memperhatikan arah ketika ia sedang buang air.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَتَى أَحَدُكُم الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِل الْقِبْلَةَ وَلَا يُوَلِّهَا ظَهْرَهُ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

_”Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam toilet untuk buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan janganlah membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya atau baratnya.”_ (HR. Bukhari No. 141, Muslim: 380; 388)

Oleh karena itu, ketika kita buang air jangan sampai menghadap atau membelakangi kiblat yah. Dan ketika kita membangun toilet pun harus memperhatikan tuntunan ini.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Doamu adalah Baktimu

Sahabat ELSUNNAH, berbakti kepada kedua orang tua tidak hanya terbatas ketika mereka masih hidup saja. Bahkan kewajiban berbakti masih berlaku walaupun orang tua telah tiada.

Ada sebuah kisah, yaitu seseorang dari Bani Salamah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

_”Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya meninggal?”_ Beliau menjawab, _”Ya, dengan *mendoakannya, memintakan ampun untuknya*, melaksanakan janjinya (wasiat), menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali melalui jalan mereka berdua, dan memuliakan teman-temannya”_. (HR. Abu Dawud)

Sungguh doa dan permohonan ampun seorang anak untuk orang tuanya akan memberikan kebaikan yang sangat besar bagi mereka. Dan ini termasuk wujud bakti yang besar kepada mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ولا يزال الولد الصالح يستغفر لأبيه حتي يُغفر له ثم ترفع درجته في الجنة

_”Tidaklah seorang anak yang sholih meminta ampunan kepada Allah untuk orang tuanya, hingga Allah mengampuninya dan menaikkan derajatnya di surga.”_ (Syarh Al-Washiyah Ash-Sughro Hal. 131)

*Sudahkah rutinkah Anda mendoakan orang tuamu…???*

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, seiring dengan maraknya dunia ke-artisan-an, muncullah fenomena yang merebak di kalangan remaja dan kaula muda. Mereka mulai menggandrungi dan mengidolakan para artis-artis baik dari kalangan penyayi, bintang film, model, dan lain sebagainya. Mereka begitu nge-fans dan mencintai mereka.

Tahukah sahabat, banyak di antara mereka yang dijadikan idola adalah orang-orang fasik dan orang-orang kafir yang sejatinya mereka adalah orang-orang yang dimurkai Allah ta’ala.

Tidak sepantasnya bagi orang yang beriman untuk mencintai dan mengidolakan oran-orang yang dimurkai Allah ta’ala.

*Tahukah sahabat konsekuensi dari sebuah cinta?*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seseorang, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya (hari kiamat)?” Orang itu menjawab, “Aku tidak menyiapkan sekian banyak shalat dan puasa untuknya, hanya saja aku mencintai Allah dan rasul-Nya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

 “Seseorang bersama orang yang ia cintai dan engkau bersama orang yang kau cintai.” (HR. Bukhari 5702, 5703, Muslim No. 4779)

☘️☘️☘️Jadi jika engkau mencintai para nabi dan orang-orang sholeh serta mengikuti mereka dalam keimanan, maka Allah ta’ala akan bersamakan engkau dengan mereka di surga. Sebaliknya jika engkau mencintai orang-orang kafir dan orang-orang fasik, maka Allah ta’ala akan bersamakan engkau dengan mereka  di neraka. Naudzubillah….

*Jadi, masihkah engkau nge-fans dan mengidolakan orang-orang kafir dan orang-orang fasik itu..??*

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ari dan Abu Amir radhiyallahu ‘anhuma datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berbaiat kepada beliau dan masuk Islam.

Ketika itu, beliau bertanya, _”Apa yang kamu lakukan terhadap istrimu yang kamu tuduh ini dan itu?”_

Keduanya menjawab, _”Kami tinggalkan dia bersama keluarganya.”_ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _”Sesungguhnya mereka telah diampuni.”_

_”Mengapa wahai Rasulullah?”_ tanya mereka. Beliau menjawab, _”Karena dia telah berbuat baik kepada ibunya.”_ Kemudian beliau melanjutkan, _”Dia memiliki ibu yang sangat tua. Suatu ketika ada orang yang berseru, ‘Hai, ada musuh yang hendak memporak-porandakan kalian!’ Lalu ia menggendong ibunya yang telah tua itu. Bila kelelahan, ia turunkan ibunya kemudian ia gendong ibunya di depan. Ia taruh telapak kaki ibunya di atas telapak kakinya agar ibunya tidak terkena panas. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka selamat dari sergapan musuh.”_

Sahabat ELSUNNAH, sungguh betapa dekatnya surga dengan berbakti kepada orang tua. Maka tidak selayaknya bagi kita untuk melalaikannya.
☘️☘️☘️Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

_”Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya.”_ (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, Hasan).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, Rasulullah shallallahu bersabda,

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

_”Lihatlah kepada orang yang  berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan duni), dan jangan kalian melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena sikap seperti ini akan lebih dapat mensyukuri nikmat Allah kepada kalian.”*_ (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi dalam hal duniawi, maka lihatlah orang-orang yang kondisinya berada di bawah kalian. 

Jika  kita merasa miskin maka ingatlah bahwa di sana ada yg lebih miskin dari kita.

Jika kita sedang sakit maka ingatlah bahwa di sana ada yang lebih parah lagu dari kita. 

Dalam hal akhirat (ibadah), maka lihat orang yang kualitas ibadahnya di atas kita agar kita bisa terpacu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Allah ta’ala.

Semoga bisa memberi pencerahan bagi kita semua.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, ketahuilah bahwa salah satu adab di antara adab-adab tidur yang diatur oleh syariat Islam yang mulia ini adalah hendaknya seseorang tidak tidur dalam posisi tengkurap karena cara tidur seperti ini adalah cara tidur yang dimurkai Allah ta’ala.

Dari Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari radliallahu ‘anhu berkata,

 قال أبي بينما أنا مضطجع في المسجد على بطني إذا رجل يحركني برجله فقال: ” إن هذه ضجعة يبغضها الله” قال فنظرت فإذا رسول الله صلى الله عليه وسلم

_”Bapakku menceritakan kepadaku: Ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata,_

_“Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.”_

_Bapakku berkata,  “Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”_ (HR. Abu Dawud)
☘️☘️☘️Dalam riwayat yang lain,

إنما هي ضجعة أهل النار

_”Berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Inilah tuntunan atau sunnah dari kekasih kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mari kita laksanakan tutuntan dari beliau dengan tidak tidur dalam posisi tengkurap.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Admin 5: +62 895 0753 8744

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat SM, banyak dari manusia sangat mencintai dunia berbagai perhiasannya. Mereka pun berlomba-lomba untuk mengumpulkan kemewahan dunia sebanyak-banyaknya.

Bahkan ketika sedikit dari dunianya hilang, hati mereka begitu kalut, galau dan stress, terenggut kebahagiaannya, karena terlalu memikirkan dunia.

Oleh karena itu, hendaklah engkau letakkan dunianya hanya ditanganmu. Dan janganlah engkau letakkan dunia di hatimu. 

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

خذ من الدنيا ما يحل لك، ولا تنسَ نصيبك منها، ولكن اجعلها في يدك ولا تجعلها في قلبك، وهذا هو المهم

_”Ambillah dari dunia apa yang halal bagimu. Janganlah engkau melupakan bagianmu dari dunia. Akan tetapi jadikanlah dunia itu berada di tanganmu, dan jangan engkau jadikan dunia itu berada di hatimu. Ini penting!!”_ (Syarh Riyadhush Shalihin 3/369)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, kebanyakan manusia menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai barang simpanan.

Mereka memiliki Al-Qur’an di rumah-rumah mereka. Akan tetapi, mereka jarang sekali atau bahkan hampir-hampir tidak pernah menyentuhnya dan membacanya.

Adh-Dhahhak bin Makhlad rahimahullah berkata,

«يأتي على الناس زمان يعلّقون المصحف حتى يعشش فيه العنكبوت لا ينتفع بما فيه»

_”Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana mereka akan meletakkan mushaf al-Qur’an begitu saja sehingga menjadi sarang laba-laba dan mereka tidak mengambil manfaat dari kandungannya.”_ (Jami’ Bayanil ‘Ilmi, jilid 3 hlm. 1023)

Bagaimana mereka bisa mengambil manfaat dari Al-Qur’an, sedang mereka telah mengesampingkan Al-Qur’an.

Semoga kita bukan termasuk orang yang menjauh dari Al-Qur’an.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

✍🏼Sahabat ELSUNNAH, Rasulullah صلی ﷲ عليه وسلم bersabda: *_”Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal maka seperti puasa setahun.”_* (HR. Muslim)

==================

_Jangan sampai pahala berpuasa setahun luput dari kita._

_Bagi yang belum mulai maka segera memulainya._

_Bagi yang belum selesai maka segera menyelesaikannya._

_Bersegera dalam berbuat ketaatan adalah salah satu prinsip yg ditetapkan Al-Qur’an._

•••••••••••••••••••••••••••••••

Semoga Allah ta’ala memberikan kekuatan kepada kita semua untuk melakukan beragam ketaatan kepada-Nya.*_

✉️Kiriman dari sahabat kami, Ust. Ahmad Jamaluddin, Lc.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, termasuk perkara yang disepelekan oleh sebagian orang adalah seseorang terkadang buang hajat di jalanan (semisal kencing) atau di bawah pohon rindang atau di tembok-tembok yang sering dijadikan tempat berteduh atau sandaran.

Padahal perkara ini adalah perkara yang serius yang tidak sepatutnya seorang muslim  menyepelekan hal ini, karena perbuatan semacam ini termasuk perbuatan yang terlaknat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ

_”Takutlah terhadap dua orang yang terlaknat.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah dua orang yang terlaknat itu?” Beliau menjawab: “Orang yang buang hajat di jalanan atau di tempat berteduhnya mereka.”_ (HR. Muslim No. 397, HR. Abu Daud No. 23, HR. Ahmad No. 8498)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة

_Betapa banyak orang tua yang menjadi penyebab sengsaranya sang anak dan buah hatinya didunia dan diakhirat._
بإهماله وتركِ تأديبه , وإعانته له على شهواته

_Dengan cara sang orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan adab terhadap anaknya. Atau membantu sang anak untuk sebebas-bebasnya memenuhi syahwatnya._
 ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه , وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه،

_Dengan anggapan yang demikian itu adalah bentuk memuliakan dan kasih sayang terhadap anak, padahal justru tindakan dia ini adalah kezhaliman terhadap anak dan merupakan keharaman._
ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة

_Dia juga (Orang tua) dengan tindakannya tersebut telah menyebabkan dia terluputkan dari mendapat kemanfaatan dari si anak di dunia dan akhirat._
وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء

 _Dan jika anda mau mencermati sungguh mayoritas kerusakan yang ada pada anak itu *bersumber dari orang tuanya*._
Kitab Tuhfatul Maudud 242
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat SM, mungkin selama ini yang kita tahu bahwa ketika kita makan bersama kita harus diam, “Jangan ngobrol ketika makan!”.

Benarkah demikian? bagaimana sebenarnya petunjuk Islam terkait hal ini?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu,

ﺃُﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺑِﻠَﺤْﻢٍ ، ﻓَﺮُﻓِﻊَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﺬِّﺭَﺍﻉُ ، ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺗُﻌْﺠِﺒُﻪُ ، ﻓَﻨَﻬَﺲَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧَﻬْﺴَﺔً ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏( ﺃَﻧَﺎ ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻭَﻫَﻞْ ﺗَﺪْﺭُﻭﻥَ ﺑِﻢَ ﺫَﺍﻙَ … ‏) ﺛﻢ ﺫﻛﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ .

_”Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (dari daging tersebut), bagian yang beliau suka. Beliau pun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda,_

_”Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?” Kemudian beliau menyebutkan hadis yang panjang tentang syafa’at._ (HR. Bukhari No. 3340 dan Muslim194)

Juga terdapat hadits lain di mana beliau bersabda di tengah-tengah menyantap makanan,

ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ

_”Sebaik-baik lauk adalah cuka. Sebaik-baik lauk adalah cuka.”_ (HR Muslim)

Dari hadits tersebut dan juga hadits yang selainnya Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa terdapat sunnah berbincang-bincang ketika makan. Beliau berkata, “Hadits ini menunjukkan anjuran berbincang-bincang ketika makan, agar lebih menyenangkan”. (Syarh Shahih Muslim 7/14)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang ketika makansebagaimana pada hadits tentang cuka”. (Zadul Ma’ad 2/366) 

☘☘☘

Jadi sahabat berbincang ketika makan bersama adalah sunnah, hal ini agar suasana makan menjadi menyenangkan, lebih akrab, dan lebih nikmat. Sungguh ajaran Islam yang indah….

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

SM Admin 1: +62 856 4236 8964

SM Admin 2: +62 813 1100 2744

SM Admin 3: +62 896 0552 2493

SM Admin 4: +62 856 4236 9016

SM Center: +62 815 8559 4149

PIN BB: D78DCDDC

Join Telegram t.me/shirotulmustaqim

Like FB.me/shirotulmustaqimID

Sahabat ELSUNNAH, sesorang dikatakan sebagai sahabat biasanya karena memiliki kedekatan yang lebih dibandingkan dengan yang selainnya.

Setelah keluarganya, seseorang akan lebih menghabiskan banyak waktu bersama sahabatnya. Oleh karena itu, tak jarang ketika kita menjadi sahabat seseorang kita lebih banyak tahu tentang seluk-beluk orang tersebut, baik itu yang berupa kebaikan atau bahkan keburukannya.

Maka hendaknya ketika kita menjadi sahabat bagi seseorang, jadilah sahabat yang memiliki akhlak yang mulia. Akhlak sebagai seorang sahabat yang sejati. Seorang sahabat yang pandai menempatkan diri ketika mengetahui kebaikan atau bahkan keburukan kawannya.

Ibnul Atsir rahimahullah berkata:

«الصديقُ إن رأى من أخيه سيئة؛ وطِئها بالقدم، وإن رأى حسنة؛ رفعها على علَم»

_”Seorang sahabat jika melihat keburukan pada saudaranya maka dia menginjak (menutupi) keburukan itu dengan kaki, dan jika dia melihat kebaikan maka dia mengangkat kebaikan itu setinggi gunung.”_  (Al-Matsalus Sair, jilid 1 hlm. 125)

Sungguh jika engkau mampu berbuat demikian, maka kebaikan yang besar bagimu di dunia dan di akhirat.
☘️☘️☘️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ.

_”Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.”_ (HR. Bukhari 2442 dan Muslim 2580)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sesungguhnya dalam mengaruhi bahtera kehidupan ini. Sangat membutuhan penerang dan petunjuk jalan agar jalan kita tidak tersesat, agar kita mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Agar kita mendapatkan penerang dan petunjuk jalan kehidupan maka hendaklah kita semangat dalam menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dan ketahuilah sesungguhnya kebutuhan kita akan ilmu syar’i sangat besar bahkan lebih besar daripada yang bisa kita bayangkan.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata,

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ. لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ. وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ

_”Kebutuhan manusia terhadap ilmu (syar’i) itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Hal itu karena seseorang membutuhkan makanan dan minuman hanya sekali atau dua kali (saja), adapun kebutuhannya terhadap ilmu (syar’i) itu sebanyak tarikan nafasnya.”_ (Madaarijus Saalikiin, 2/440)

Oleh karena itu Sahabat, semangatlah dalam menuntut ilmu syar’i. Dan semoga kami bisa senantiasa sedikit membantu sahabat sekalian dalam mempelajari ilmu-ilmu syar’i yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Aamiin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bukan tidak mungkin bahwa puasa-puasa Ramadhan kita kemaren banyak kekurangan di sana-sini.

Banyak hal yang mengurangi  kesempurnaan puasa yang mungkin kita lakukan, seperti berkata kotor, jorok, dan berteriak-teriak, mengerjakan perbuatan haram dan pembicaraan haram.

Oleh karena itu, tentu kita membutuhkan sesuatu yang dapat “menambal” kekurangan tersebut.

Tahukah sahabat bahwa salah satu hikmah disyari’atkannya puasa Syawal adalah untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan puasa Ramadhan yang dikerjakan oleh seorang hamba. 

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فإن صيام ستة أيام من شوال بمنزلة الراتبة للصلاة التي تكون بعدها ليكمل بها ما حصل من نقص في الفريضة ومن حكمة الله تعالى ورحمته أنه جعل للفرائض سنناً تكمل بها وترقع بها

_“Sesungguhnya puasa 6 hari di bulan Syawwal seperti sholat sunnah rawatib yang dilakukan setelah sholat wajib untuk menyempurnakan kekurangan dalam sholat wajib. Dan diantara hikmah Allah ta’ala serta rahmat-Nya, Dia menetapkan amalan-amalan sunnah untuk menyempurnakan amalan-amalan wajib dan menutupi kekurangan-kekurangannya.”_ (Fatawa Nur ‘alad Darb, 11/2)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh

*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa disunnahkan puasa 6 hari di bulan syawal untuk memperoleh keutamaan puasa setahun penuh.

Lalu jika kita punya hutang puasa Ramadhan mana yang lebih utama, melaksanakan qadha puasa atau puasa syawal terlebih dahulu?

Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم، رقم 1164)

_”Barangsiapa yang berpuasa bulan Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa setahun.”_ (HR. Muslim, 1164)

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid menjelaskan bahwa kata “tsumma” pada hadits di atas menunjukkan harus menyempurnakan puasa Ramadan dahulu, baik yang bersifat langsung maupun qadha. Kemudian setelah itu puasa enam hari di bulan syawal agar teralisasikan pahala yang ada dalam hadits tersebut. Karena orang yang masih mempunyai tanggungan Ramadan masih dikatakan ‘Puasa sebagian Ramadan’ Bukan ‘Puasa seluruh Ramadan’. (Islamqa)

Jadi sahabat, menyelesaikan qadha puasa lebih utama daripada mendahulukan puasa syawal.

Juga karena qadha puasa adalah wajib, sedangkan puasa syawal adalah sunnah. Mendahulukan dan menyegerakan yang wajib adalah lebih utama daripada mendahulukan yang sunnah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast ( ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bulan Ramadhan telah berlalu, akan tetapi bukan berarti telah selesai masa peribadatan. Sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya.

Allah ta’ala berfirman
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (٩٩)

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Qs. Al Hijr: 99)

☘Dan Allah ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)

Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian. Oleh karena itu, selepas Ramadhan pun hendaknya kita jaga amalan-amalan kita seperti puasa (sunnah), shalat berjamaah di masjid, tilawah al Qur’an, bersedekah/berinfak, sholat malam, dan lain sebagainya.
Salah satu puasa sunnah yang disyariatkan adalah berpuasa 6 hari di bulan syawal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Sahabat ELSUNNAH, bulan Ramadhan telah berlalu, akan tetapi bukan berarti telah selesai masa peribadatan. Sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya.

Allah ta’ala berfirman
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (٩٩)

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Qs. Al Hijr: 99)

☘Dan Allah ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)

Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian. Oleh karena itu, selepas Ramadhan pun hendaknya kita jaga amalan-amalan kita seperti puasa (sunnah), shalat berjamaah di masjid, tilawah al Qur’an, bersedekah/berinfak, sholat malam, dan lain sebagainya.
Salah satu puasa sunnah yang disyariatkan adalah berpuasa 6 hari di bulan syawal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda
Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

قال الشيخ العلامة  

 صالح الفوزان حفظه  الله تعالى : 

Syaikh al-Alamah Sholih al-Fauzan hafidzahullah ta’ala berkata:

« ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕِ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝِ ،ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺍﺗﺒﺎﻉُ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔِ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ 

_Dan di antara tanda-tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadhan dan di waktu yang selainnya adalah mengikutkan kebaikan dengan kebaikan yang lainnya._

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﺎﻟﺔُ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻌﺪَ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﺣﺎﻟﺔً ﻃﻴﺒﺔً، ﻳﻜﺜﺮُ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎتِ وﺍﻷﻋﻤﺎﻝِ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ،

_Maka apabila keadaan seorang muslim setelah berlalunya Ramadhan dia dalam keadaan yang baik, dia banyak melakukan kebaikan dan amal-amal sholih. Maka ini menunjukkan tanda atas diterimanya ibadah-ibadahnya di bulan Ramadhan._

ﺃما ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻜﺲ، ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺤـﺴﻨﺎﺕِ ﺍﻟﺴـﻴﺌﺎﺕِ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺝَ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺑﺎﻟﺴﻴﺌﺎﺕِ ﻭﺍﻟﻐﻔﻼﺕ ِﻭﺍﻹ ﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ. 

ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ” ص(١١٩)

_Akan tetapi jika sebaliknya, mengikutkan kebaikan dengan keburukan. Maka ketika keluar dari Ramadhan, dia ikuti dengan keburukan-keburukan, kelalaian-kelalaian, dan berpaling dari ketaatan kepada Allah ta’ala. Maka ini menunjukkan tanda tidak diterimanya amal._

Majaalis Syahru Ramadhan, hal. 119.
Sahabat ELSUNNAH, semoga Allah ta’ala menerima puasa, sholat, tilawah, sedekah dan ibadah-ibadah kita yang lainnya di bulan Ramadhan. 

Kita memohon kepada Allah ta’ala agar memberi taufik kepada kita agar kita mampu untuk meneruskan sholat kita, puasa kita, tilawah kita, sedekah kita, ibadah-ibadah yang lainnya di bulan selain Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.
Diteruskan oleh 
*ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )*

Daftar: 089616695643 (via WA)

http://www.elsunnah.wordpress.com

Awan Tag