Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Posts tagged ‘dosa’

Tutupilah dan Mohonlah Ampun atas Dosa-dosamu

Sahabat ELSUNNAH, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada di antara kita yang tidak pernah terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan. Akan tetapi kita juga tidak boleh putus asa terhadap rahmat Alloh dan ampunan-Nya.

Namun perlu sahabat ketahui, bahwa rahmat dan ampunan Allah ta’ala yang begitu luas dapat tertutup. Salah satunya adalah bagi orang-orang yang disebut dengan mujahirin, yaitu orang-orang yang menampakkan dosa-dosanya dan tidak berusaha menutupinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin.

Dan termasuk mujahirin adalah seseorang yang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata,

‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’

Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”

HR. Bukhari dan Muslim

Oleh karena itu, janganlah kita termasuk orang yang suka berbuat dosa dengan terang-terangan di hadapan manusia tanpa rasa malu sedikitpun. Jangan pula kita menjadi orang-orang yang suka mengumbar aib dan dosa kita dengan menceritakannya kepada orang lain seolah-olah bangga dengan dosanya tersebut. Sungguh adzab yang pedih bagi mereka para mujahirin.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur: 19)

Semoga Allah ta’ala menutupi aib dan dosa-dosa kita di dunia dan mengampuni dosa-dosa kita di akhirat kelak, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabdakan,

إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا فَيَقُولُ نَعَمْ أَيْ رَبِّ حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ

“Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang beriman (kepadaNya), kemudian meletakkan penutup untuknya. Kemudian Allah bertanya kepadanya: Apakah engkau mengetahui perbuatan dosa ini. Ia mengatakan: Ya, Wahai Tuhanku. Sampai ketika ia mengakui perbuatan dosanya dan melihat bahwa ia akan celaka, Allah menyatakan: Aku telah menutup (dosamu) di dunia dan Aku mengampunimu pada hari ini. Kemudian, diberikan kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya….” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

Istighfar Terbaik – Sayyidul Istighfar

sayyidul istighfar (( اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ))

Artinya: “Ya Alloh, Engkaulah Robb-ku, tiada Ilah selain-Mu. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dengan-Mu sepenuh kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau”. (HR. Bukhori). (lebih…)

Bencana Datang Karena Dosa

banjirSesungguhnya setiap musibah atau bencana yang terjadi tidak lain diakibatkan oleh dosa-dosa yang dilakukan oleh seorang manusia. Allah taa’ala berfirman,

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30). (lebih…)

Akibat Dosa dan Maksiat

audioCeramah “Akibat Dosa dan Maksiat” oleh Ust. Ibrahim Bafadhol, Lc

Durasi:: 01:27:54

Atau Anda bisa mendownloadnya

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Adzab Allah Meliputi Pendosa dan Juga Orang Sholeh

adzab-bencanaAdzab Allah Meliputi Pendosa dan Juga Orang Sholeh (Mentadaburi Surat al-Anfaal ayat 25)

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal [8]: 25)

Di dalam ayat yang tersebut, Allah subhanahu wata’ala memperingatkan orang-orang yang beriman akan cobaan dan bencana yang apabila ia datang, maka sifatnya menyeluruh. Bencana itu akan menimpa semua orang secara umum, tidak hanya bagi orang-orang yang durhaka dan pendosa saja. (lebih…)

Kemaksiatan Pertama Kepada Allah

pintu kemaksiatanMakhluk pertama yang melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala adalah Iblis. Tatkala Iblis diperintahkan untuk sujud kepada Adam ‘alaihissalam, Iblis enggan untuk melaksanaan perintah tersebut. Keengganan Iblis tersebut dikarenakan rasa sombong, merasa bangga, dan merasa lebih mulia daripada Adam ‘alaihissalam.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kalian kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf [7]: 11-13) (lebih…)

Jauhi Kemaksiatan

maksiat2Banyak orang yang mengeluh akan kerasnya hati, hilangnya keberkahan, godaan setan dan sibuk dengan dunia (sehingga lalai tuntunan agama). Mereka lupa dengan dari firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”       (Q.S Ibrahim : 42)

Tentang firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S Asy-Syuuraa : 30) (lebih…)

Istighfar Sebab Keamanan dari Azab Allah (Mentadabburi Surat Al Anfaal Ayat 33)

adab berdoa

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (QS. Al Anfaal [8]: 33)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, (lebih…)

Sebab-sebab Datangnya Adzab

sebab datangnya adzabSaudaraku. … Sesungguhnya Alloh adalah Dzat Yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya lagi Maha bijaksana. Dia tidak akan menurunkan adzab-Nya kecuali kepada mereka yang berhak. Bagi orang-orang kafir atau fasik, adzab tersebut adalah suatu hukuman yang disegerakan di dunia sebelum siksaan yang lebih dahsyat lagi di akherat. Akan tetapi jika ia menimpa orang-orang Mu’min yang sholeh, maka itu adalah suatu musibah yang akan menggugurkan dosa-dosa mereka.

Apakah sebab-sebab yang mengundang turunnya adzab Alloh itu? (lebih…)

Telah Hadir Kartu Dakwah Pocket

banner-kartu-dakwah-pocketINFO ELSUNNAH

Sahabat ELSUNNAH yang semoga dirahmati Allah subhanahu wata’ala

Alhamdulillah Telah terbit Kartu Dakwah Pocket yaitu Kartu Islami ukuran saku yang berisi nasehat-nasehat Islami. Karena ukurannya disesuaikan dengan ukuran saku baju kita, sehingga mudah di bawa kemana-mana.

Kartu ini bisa ikhwah koleksi sebagai pengingat kita, dan juga sebagai media dakwah kita untuk disebarkn kepada keluarga, rekan, sahabat dan kaum muslimin secara umum. Senantiasa sediakan Kartu Dakwah Pocket ini di saku kita, dan berikan kepada setiap muslim yang kita jumpai. Kapan pun dan di mana pun kita bisa berdakwah dengan membagikan Kartu Dakwah Pocket Ini.

Kini Berdakwah smakin mudah dengan Kartu Dakwah Pocket.

Tersedia beberapa judul:

  1. Tetap Islam Sampai Mati
  2. Hakikat Iman Kepada Allah
  3. Berpegang Teguh Pada Syariat Allah
  4. Beribadah Hanya Kepada Allah
  5. Awa..! Bahaya Sihir & Perdukunan
  6. Mengurai Makna Shirotul Mustaqim
  7. Bahaya Dosa
  8. Ayo… Kita Berdakwah Bersama
  9. Lindungilah Istrimu
  10. Jagalah Putra-Putrimu

Bagi ikhwah yang ingin mendapatkan Kartu Dakwah Pocket ini bisa sms ke nomer 0896 1669 5643

 

Bagaimana Kita Seharusnya Berpuasa

bagaimana kita seharusnya berpuasa

Bagaimana Kita Seharusnya Berpuasa (Puasa yang Disyari’atkan)

Puasa yang disyari’atkan adalah puasanya anggota badan dari dosa-dosa, dan puasanya perut dari makan dan minum. Sebagaimana makan dan minum membatalkan dan merusak puasa, demikian pula halnya dengan dosa-dosa, ia memangkas pahala puasa dan merusak buahnya, sehingga memposisikan pada kedudukan orang yang tidak berpuasa.

Karena itu, yang benar-benar berpuasa adalah orang yang puasa segenap anggota badannya dari melakukan dosa-dosa; lisannya berpuasa dari dusta, kekejian dan mengada-ada, perutnya berpuasa dari makan dan minum, kemaluannya berpuasa dari bersenggama. (lebih…)

Kemaksiatanlah Sebabnya

Tak ada satu keburukan di dunia ini
Tak jua di akhirat nanti
Melainkan kemaksiatanlah sebabnya

Perbuatan dosa dan durhaka itu bagai luka
Berapa banyak luka yang menyebabkan kematian

Mari sejenak kita berkaca
#muhasabah

Mengenakan Pakaian Pendek, Tipis, dan Ketat

Di antara peperangan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam pada zaman ini adalah mode pakaian. Musuh-musuh Islam itu menciptakan bermacam-macam mode pakaian, lalu dipasarkan di tengah-tengah kaum muslimin.

Ironisnya, pakaian-pakaian tersebut tidak menutup aurat karena amat pendek, tipis dan ketat. Bahkan sebagian besar tidak dibenarkan dipakai oleh wanita, meski di antara sesama mereka atau di depan mahramnya sendiri.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam mengabarkan bakal munculnya pakaian seperti ini di akhir zaman, beliau Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; Kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyang pundaknya dan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”.  (Hadits riwayat Muslim; 3/1680)

Termasuk dalam kategori ini adalah pakaian sebagian wanita yang memiliki belah panjang dari bawah, atau yang ada lubang di beberapa bagiannya, sehingga ketika duduk tampak auratnya.

Di samping itu, yang mereka lakukan juga termasuk yang menyerupai orang-orang kafir, mengikuti mode serta busana bejat yang mereka bikin. Kepada Allah Azza Wa Jalla kita memohan keselamatan.

Di antara yang juga berbahaya adalah adanya berbagai gambar buruk di pakaian; seperti gambar penyanyi, kelompok-kelompok musik, botol dan cawan arak, juga gambar-gambar makhluk yang bernyawa, salib, atau lambang-lambang club-club dan organisasi-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya banyak ditulis dalam bahasa asing.

Isbal

Di antara hal yang sering dianggap remeh oleh manusia, sedangkan dalam pandangan Allah Subhanahu wata’ala merupakan masalah besar adalah soal isbal, yaitu menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah mata kaki.

Sebagian ada yang pakaiannya hingga menyentuh tanah, sebagian ada yang sampai menyapu debu yang ada di belakangnya.

Abu Dzar radhiallahu’anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Tiga (golongan manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak pula dilihat dan disucikan serta bagi mereka siksa yang pedih. Yaitu; musbil (orang yang memanjangkan pakaiannya hingga di bawah mata kaki), dalam sebuah riwayat dikatakan: “Musbil kainnya. Lalu (kedua) mannan. Dalam riwayat lain dikatakan: Yaitu orang-orang yang tidak memberi sesuatu kecuali ia mengungkit-ungkitnya. Dan (ketiga) orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu”. (Hadits riwayat Muslim; 1/ 102.)

Orang yang berdalih:”Saya melakukan isbal tidak dengan disertai niat takabbur (sombong)”. Padahal sebenarnya ia hanya ingin membela diri yang tidak pada tempatnya. Ancaman untuk musbil adalah mutlak dan umum, baik dengan maksud takabbur atau tidak. Sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam :

“Kain (yang memanjang) di bawah mata kaki, tempatnya adalah di neraka”. (Hadits riwayat Ahmad; 6/ 254, Shahihul Jami’;5571)

Jika seseorang melakukan isbal dengan niat takabbur, maka siksanya akan lebih keras dan berat, yaitu termasuk dalam sabda Nabi Shallallahu’alaihi wassalam :

“Barang siapa menarik bajunya dengan takabbur, niscaya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat”. (Hadits riwayat Bukhari; 3/ 465)

Sebab dengan begitu ia telah melakukan dua hal yang diharamkan sekaligus, yakni isbal dan takabbur.

Isbal diharamkan dalam semua pakaian, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam yang diriwayatkan Ibnu Umar radhiallahu’anhu :

“Isbal itu dalam kain (sarung), gamis (baju panjang) dan sorban. Barang siapa yang menarik daripadanya dengan sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat” (Hadits riwayat Abu Daud; 4/ 353, Shahihul Jami’; 2770.)

Adapun wanita, mereka diperbolehkan menurunkan pakainnya sebatas satu jengkal atau sehasta untuk menutupi kedua telapak kakinya, sebab ditakutkan akan tersingkap oleh angin atau lainnya. Tetapi tidak dibolehkan melebihi yang wajarseperti umumnya busana pengantin yang panjangnya di tanah hingga beberapa meter, bahkan mungkin kainnya harus ada yang membawakan dari belakangnya.

Sumber:

Syeikh Muhammad Bin Shaleh Al Munajjid. ”Dosa-dosa yang Dianggap Biasa”. 1426 H

Meminta-minta Di Saat Kecukupan

Sahl bin Handzhaliyah radhiallahu’anhu meriwayatkan, bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam :

“Barang siapa meminta-minta sedang ia dalam keadaan berkecukupan, sungguh orang itu telah memperbanyak (untuk dirinya) bara api Jahannam”. Mereka bertanya: “Apakah (batasan) cukup sehingga (seseorang) tidak boleh meminta-minta? Beliau menjawab: “Yaitu sebatas (cukup untuk) makan pada siang dan malam hari”. (Hadits riwayat Abu Daud; 2/ 281, Shahihul Jami’;6280)

Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu meriwayatkan, bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam:

“Barang siapa meminta-minta sedang ia dalam kecukupan, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan wajah penuh bekas cakaran dan garukan”. (Hadits riwayat Ahmad; 1/ 388, Shahihul Jami’; 6255. Dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu disebutkan: “Barang siapa meminta-minta harta manusia agar dapat mengumpulkan harta banyak-banyak, sungguh ia telah meminta bara api, maka silahkan ia mengurangi atau memperbanyak”. Bin Baz)

Diantara pengemis ada yang berderet di depan pintu masjid, mereka menghentikan dzikir para hamba Allah Subhanahu wata’ala yang menuju atau pulang dari masjid dengan ratapan yang dibuat sesedih mungkin. Sebagian lain memakai modus agak berbeda, membawa dokumen dan berbagai surat palsu disertai blangko isian sumbangan. Ketika ia menghadapi mangsanya, ia mengada-adakan cerita sehingga berhasil mengelabui dan memperoleh uang.

Bagi keluarga tertentu, mengemis bahkan telah menjadi suatu profesi. Mereka membagi-bagi tugas di antara keluarganya pada beberapa masjid yang ditunjuk. Pada saatnya, mereka berkumpul untuk menghitung penghasilan. Dan demikianlah, setiap masjid mereka jelajah. Padahal tak jarang mereka itu dalam kondisi cukup mampu dan sungguh Allah Subhanahu wata’ala Maha Mengetahui kondisi mereka, dan bila mereka mati barulah terlihat warisannya.

Padahal sebetulnya masih banyak orang yang lebih membutuhkan, tetapi orang yang tidak tahu mengira mereka orang-orang mampu. Sebab mereka menahan diri dari meminta-minta, meskipun tuntutan kebutuhan sangat menjerat.

 

Sumber:

Syeikh Muhammad Bin Shaleh Al Munajjid. ”Dosa-dosa yang Dianggap Biasa”. 1426 H

Menolongok Rumah Orang Lain Tanpa Izin

Allah Subhanallahu wata’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya”. (Q.S; An Nur: 27).

Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam menegaskan, alasan diharuskannya meminta izin adalah karena dikhawatirkan orang yang masuk akan melihat aurat yang ada di rumah. Beliau Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya diberlakukannya meminta izin (ketika masuk rumah orang lain) adalah untuk (menjaga) penglihatan” . (Hadits riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari ; 11/ 24)

(lebih…)

Wanita Keluar Rumah Dengan Memakai Parfum

Inilah kebiasaan yang menjadi fenomena umum di kalangan wanita. Keluar rumah dengan menggunakan parfum yang wanginya menjelajahi segala ruang. Sesuatu yang menjadikan laki-laki lebih tergoda karena umpan wewangian yang menghampirinya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam amat keras mamperingatkan masalah tersebut. Beliau Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Perempuan manapun yang menggunakan parfum, kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium bau wanginya, maka dia adalah seorang pezina”. (Hadits riwayat Ahmad; 4/ 418, Shahihul Jami’; 105)

Sebagian wanita melalaikan dan meremehkan masalah ini, sehingga dengan sembarangan mereka memakai parfum. Tak peduli di sampingnya ada sopir, pedagang, satpam, atau orang lain yang tak mustahil akan tergoda.

Dalam masalah ini, syari’at Islam amat keras. Perempuan yang telah terlanjur memakai parfum, jika hendak keluar rumah ia diwajibkan mandi terlebih dahulu seperti mandi janabat, meskipun tujuan keluarnya ke masjid.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Perempuan manapun yang memakai parfum, kemudian keluar ke masjid, (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi jinabat”. (Hadits riwayat Ahmad; 2/ 444, Shahihul Jami’; 2073)

Setelah berbagai peringatan kita sampaikan, akhirnya kita hanya bisa mengadu kepada Allah Subhanahu wata’ala tentang para wanita yang memakai parfum dalam pesta dan berbagai pertemuan yang diselenggarakan.

Bahkan parfum yang wanginya menyengat hidung itu tak saja digunakan dalam waktu-waktu khusus, tetapi mereka gunakan di pasar-pasar, di kendaraan-kendaraan, dan di pertemuan-pertemuan umum, hingga di masjid-masjid pada malam-malam bulan suci Ramadhan.

Syari’at Islam memberikan batasan, bahwa parfum wanita muslimah adalah yang tampak warnanya dan tidak keras semerbak wanginya.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wata’ala, semoga Dia tidak murka kepada kita, dan semoga Dia tidak menghukum orang-orang shaleh baik laki-laki maupun perempuan, dengan sebab dosa orang-orang yang jahil (bodoh), dan semoga Dia menunjuki kita semua ke jalan yang lurus.

 

Sumber:

Syeikh Muhammad Bin Shaleh Al Munajjid. ”Dosa-dosa yang Dianggap Biasa”. 1426 H

THIYARAH

Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya”. (Q.S; Al A’raaf: 131).

Dahulu kala diantara tradisi bangsa arab adalah; jika salah seorang dari mereka hendak melakukan suatu pekerjaan, bepergian misalnya, maka mereka meramal keberuntungannya dengan burung. Salah seorang dari mereka memegang burung lalu melepaskannya. Jika burung tersebut terbang kearah kanan, maka ia optimis sehingga melangsungkan pekerjaannya, dan  sebaliknya, jika burung tersebut terbang ke arah kiri maka ia merasa bernasib sial dan mengurungkan pekerjaan yang diinginkannya.

Oleh Nabi Shallallahu’alaihi wassalam  hukum perbuatan tersebut diterangkan dalam sabdanya:

“ Thiyarah adalah syirik”. (Hadits riwayat Ahmad, 1/ 389, dalam Shahihul Jami’;No: 3955.)

Termasuk dalam kepercayaan yang diharamkan, yang juga menghilangkan kesempurnaan tauhid adalah merasa bernasib sial dengan bulan-bulan tertentu. Seperti tidak mau melakukan pernikahan pada bulan Shafar. Juga kepercayaan bahwa hari Rabu yang jatuh pada akhir setiap bulan membawa kemalangan terus- menerus.

Termasuk juga merasa sial dengan angka 13, nama-nama tertentu atau orang cacat. Misalnya, jika ia pergi membuka tokonya lalu di jalan ia melihat orang buta sebelah matanya, serta-merta ia merasa bernasib sial sehingga mengurungkan niat untuk membuka tokonya. Juga berbagai kepercayaan yang semisalnya.

Semua hal di atas hukumnya haram dan termasuk syirik. Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam berlepas diri dari mereka. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imran bin
Hushain Radhiallahu’anhu:

“Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayyur, meramal atau meminta diramalkan (dan saya kira juga beliau bersabda); dan yang menyihir atau yang meminta disihirkan”. (Hadits riwayat Thabrani dalam Al Kabiir; 18/ 162, lihat; Shahihul Jami’ No; 5435.)

Merasa pesimis atau bernasib sial termasuk salah satu tabiat jiwa manusia. Suatu saat, perasaan itu menekan begitu kuat dan pada saat yang lain melemah. Penawarnya yang paling  ampuh adalah tawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Ibnu Masud Rhadiallahu’anhy berkata:

“Dan tiada seorangpun di antara kita kecuali telah terjadi dalam jiwanya sesuatu dari hal ini, hanya saja Allah  menghilangkannya dengan tawakkal (kepada-Nya)”. (Hadits riwayat Abu Daud; No: 3910, dalam silsilah shahihah; No: 430.)

Sumber:

“Dosa-dosa yang Dianggap Biasa” oleh Syeikh Muhammad bin Shaleh al Munajjid Bab 3 THIYARAH

Awan Tag