Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

ikhlasPentingnya Ikhlas dalam Berdakwah

Dakwah yang tidak diiringi dengan keikhlasan akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia belaka. Sebab Allah subhanahu wata’ala tidak akan menerima amal yang disusupi ketidak-ikhlasan.

Rasulullah Shllallahu `alaihi wa sallam bersabda, Allah subhanahu wata’ala  berfirman:

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ. رواه مسلم

Aku tidak membutuhkan kepada sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepada-ku, niscaya Aku tinggalkan dia dan tidak aku terima amal syiriknya“. (HR. Muslim)

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhori Muslim)

Di antara pentingnya ikhlas dalam berdakwah adalah

1. Melahirkan kekuatan dalam menyampaikan kebenaran dan tidak terkecoh dengan keuntungan duniawi

Teladannya dalam masalah ini adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam  yang pernah ditawari kekuasaan, kedudukan yang terhormat, harta dan segala kenikmatan dunia, agar beliau menghentikan dakwahnya. Menghadapi tawaran ini beliau menjawab dengan tegas:

والله لو وضعوا الشمس في يميني والقمر في شمالي على أن أترك هذا الأمر ما تركته…

Demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, niscaya aku tidak akan meninggalkannya…

2. Siap menerima setiap keputusan (ketika berjama’ah)

Kisah Kholid bin Walid yang telah diturunkan dari kepemimpinannya dalam pasukan perang, padahal beliau adalah seorang panglima yang tiada tanding, lalu dengan penuh keikhlasan dan tanpa keraguan ataupun sakit hati ikut berjuang di bawah pimpinan Abu Ubaidah.

3. Tidak terpengaruh dengan celaan orang-orang yang mencela

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظاَهِرِيْنَ عَلَى اْلحَقِّ, لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ, حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُاللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ.

Senantiasa ada sekelompok umatku yang dimenangkan atas kebenaran, tidak akan membahayakannya orang yang memusuhinya hingga hari Kiamat sedangkan mereka tetap seperti itu.”  (HR. Muslim)

Penulis: Ust. Abu Sa’id Supendi

@Ilustrasi kembaraqolbu.wordpress.com

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: