Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Tazkiyatun Nufus’ Category

Hijrah dan Macam-macamnya

Pengertian Hijrah

“Hijrah” adalah seseorang berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam.

Misalnya dia berada di Amerika –negeri kafir – kemudian dia masuk Islam dan tidak memungkinkan baginya untuk menegakkan agamanya di sana lantas ia pindah dari Amerika ke negeri Islam, demikian inilah disebut hijrah.

Apabila manusia berhijrah, mereka berbeda-beda :

  1. Ada diantara mereka berhijrah, meninggalkan negerinya karena Allah dan Rasul-Nya (menjalani syariat Allah berdasarkan apa yang disampaikan Rasul-Nya) dan inilah yang akan mendapatkan kebaikan dan maksud tujuannya sehingga beliau bersabda :
    “Maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya” yaitu ia mendapatkan apa yang dia niatkan.
  2. Berhijrah untuk dunia yang hendak ia raih misalnya: seseorang yang gemar mengumpulkan harta, ia mendengar kalau di negeri Islam ada lahan basah untuk membuka usaha (bisnis) maka ia berpindah (hijrah) dari negerinya yang kafir ke negeri Islam tersebut, ia tidak punya maksud/tujuan menegakkan & memprioritaskan agamanya, tujuannya hanya sebatas harta.
  3. Seseorang berhijrah dari negeri kafir ke negeri Islam dengan tujuan ingin wanita yang akan dinikahinya.
    Maka orang yang menginginkan dunia dan menginginkan wanita tidaklah hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia berhijrah padanya”Beliau tidak mengatakan “maka hijrahnya kepada dunia yang dia inginkan atau wanita yang hendak ia nikahi, karena:

    1. Ada yang berpendapat untuk mempersingkat pembicaraan.
    2. Yang lain berpendapat: Dalam rangka menunjukkan kehinaan dan kerendahan nilai dunia dan memang beliau menghindar untuk menyebutnya kembali karena hal itu merupakan niat yang rusak lagi rendah.

    Walhasil, bahwa orang yang niat hijrahnya adalah dunia atau wanita, tidak diragukan lagi bahwa niatnya adalah rendah dan hina.

Macam-macam Hijrah

1. Hijrah Tempat
2. Hijrah Amal
3. Hijrah Pelaku

1. Hijrah Tempat

Yakni seseorang berpindah dari tempat yang (disitu) terdapat banyak kemaksiatan, kefasikan dan bisa jadi negeri kufur ke negeri yang tidak terdapat hal-hal tersebut.

Dan yang paling besar adalah hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam.
Para Ulama menyebutkan hukumnya:
– Wajib berhijrah apabila seseorang tidak mampu menampakkan agamanya
– Sunnah apabila ia mampu untuk menampakkan agamanya dan tidak dihalangi apabila ia menegakkan syi’ar-syi’ar Islam.

2. Hijrah Amal

Yaitu: seseorang berhijrah meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta’ala berupa kemaksiatan dan kefasikan.
Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Seorang muslim adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari (gangguan) lisannya dan tangannya dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah” (H.R Al Bukhari & Muslim).

Maka tinggalkanlah setiap yang di-haramkan oleh Allah Azza wa Jalla, baik yang berkaitan dengan hak-hak Allah Subhanahu wa ta’ala ataupun hak manusia, seperti engkau meninggalkan perbuatan mencela, mencaci, membunuh, menipu, memakan harta dengan cara batil, durhaka kepada kedua orangtua, memutuskan tali silaturrohim, dst.

3. Hijrah Pelaku

Orang yang melakukan suatu perbuatan kadang wajib dihijrahi
Berkata ahlul ilmi : misalnya orang yang terang-terangan berbuat maksiat
Maka dituntunkan untuk dihijrahi, dijauhi, dan diboikot apabila hal tersebut berdampak maslahat dan manfaat.

Hal tersebut diketahui manakala di boikot, lantas ia sadar dan mau meninggalkan maksiatnya.

Contoh :

  • Ada seorang yang terkenal menipu dalam berjual beli, maka boleh orang-orang untuk memboikotnya kalau dengan itu ia bertaubat dan menyesal.
  • Ada orang yang bermuammalah dengan cara riba maka boleh orang-orang memboikotnya, tidak diajak bicara kalau hal tersebut dia sadar lantas kembali dengan muammalah yang halal.

Adapun kalau memboikotnya tidak bermanfaat dan sekedar perbuatannya adalah maksiat, bukan karena kekufuran maka tidak boleh memboikotnya karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk membiarkan (tidak menegur) saudaranya lebih dari tiga malam,jika berjumpa yangini memelingkan muka, dan yang lain memalingkan muka, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dan telah diketahui bahwa kemaksiatan-nya yang bukan kekufuran disisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mengeluarkan dari keimanan. Maka tinggal dilihat apakah memboikotnya itu bermanfaat atau tidak. Bila bermanfaat maka dia diboikot.

Dalilnya adalah kisah Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Ar Robi’ Radhiallahu ‘anhum yang tertinggal dan tidak ikut perang tabuk maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memboikot mereka dan orang-orang Islam juga diperintahkan untuk memboikot mereka. Namun hal itu bermanfa’at besar bagi mereka dimana mereka kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala , bumi dirasakan sempit oleh mereka, mereka yakin tidak ada tempat mengadu dan kembali kecuali kepada Allah, sehingga mereka bertaubat dan Allah pun menerima taubat mereka.

Wallahu a’lam

Sumber: Syarah Riyadhus Shalihin Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin (kautsarku.wordpress.com)

 

Iklan

Ŕumus Kehidupan

Sahabat ELSUNNAH, setiap aktivitas yang kita lakukan dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali tentu dalam rangka mengejar sesuatu. Walaupun jalur yang kita tempuh dan capaian yang sedang kita kejar berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya yang kita tuju sebenarnya sama, yaitu kebahagiaan. Ya, kita rela mencurahkan waktu tenaga dan pikiran, mengumpulkan harta, mengejar karir dan jabatan adalah karena kita sedang mengejar kebahagiaan.

Tahukah Sahabat apa itu kebahagiaan?

Kebahagiaan adalah satu kondisi dimana seseorang terbebas dari dua hal. Ketika dua hal tersebut hilang dalam diri seseorang, maka orang tersebut akan tercurahkan hujan kebahagiaan. Dua hal tersebut adalah ke-KHAWATIR-an dan ke-SEDIH-an.

Dua dimensi waktu yang mempengaruhi kehidupan kita saat ini, yaitu masa depan dan masa lalu. Ketika seseorang memikirkan masa yang akan datang, ia merasa khawatir, takut, kcemas dan gundah karena ketidakpastian hari esok, maka kebahagiannya pun surut. Demikian juga ketika dia memikirkan hal-hal yang telah terjadi yang tidak mengenakan, ia pun merasa sedih, maka kebahagiannya pun pudar. Maka bahagialah mereka yang diangkat kekhawatiran dan kesedihannya. Siapakah mereka itu?

Allah ta’ala berfirman,

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kami berfirman, ‘Turunlah kalian semuanya dari surga itu! kemudian jika datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati'”. (QS. Al-Baqarah [2]: 38)

Sahabat inilah rumusan kehidupan yang Allah ta’ala pesankan kepada manusia pertama ketika diturunkan ke dunia. Yaitu siapa yang beriman kepada Allah ta’ala, beramal sholeh, mengikuti petunjukNya, mentaati aturan dan tidak melanggarNya, maka Allah ta’ala tegaskan bahwa dicabut atasnya kekhawatiran dan kesedihan, dan  baginya kebahagiaan.

Tidak peduli bagaimanapun keadaanmu sekarang, tak peduli miskin atau kaya, tak peduli kau berkedudukan ataupun tidak, selama kau mengikuti rumusan tersebut maka kebahagiaan akan tercurah kepadamu. Sebaliknya tak berguna harta yang melimpah atau kedudukan yang tinggi atau paras yang rupawan selama kau berpaling dari aturanNya maka kebahagiaan kan menjauh darimu. Jika  menjauh dariNya, maka Si Kaya pun kan merana, Si Miskin pun semakin menderita. Inilah sunnatullah yang tidak akan berubah sepanjang masa.

Sahabat, mendekatlah kepada-Nya..!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN:D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Tutupilah dan Mohonlah Ampun atas Dosa-dosamu

Sahabat ELSUNNAH, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada di antara kita yang tidak pernah terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan. Akan tetapi kita juga tidak boleh putus asa terhadap rahmat Alloh dan ampunan-Nya.

Namun perlu sahabat ketahui, bahwa rahmat dan ampunan Allah ta’ala yang begitu luas dapat tertutup. Salah satunya adalah bagi orang-orang yang disebut dengan mujahirin, yaitu orang-orang yang menampakkan dosa-dosanya dan tidak berusaha menutupinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin.

Dan termasuk mujahirin adalah seseorang yang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata,

‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’

Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”

HR. Bukhari dan Muslim

Oleh karena itu, janganlah kita termasuk orang yang suka berbuat dosa dengan terang-terangan di hadapan manusia tanpa rasa malu sedikitpun. Jangan pula kita menjadi orang-orang yang suka mengumbar aib dan dosa kita dengan menceritakannya kepada orang lain seolah-olah bangga dengan dosanya tersebut. Sungguh adzab yang pedih bagi mereka para mujahirin.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur: 19)

Semoga Allah ta’ala menutupi aib dan dosa-dosa kita di dunia dan mengampuni dosa-dosa kita di akhirat kelak, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabdakan,

إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا فَيَقُولُ نَعَمْ أَيْ رَبِّ حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ

“Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang beriman (kepadaNya), kemudian meletakkan penutup untuknya. Kemudian Allah bertanya kepadanya: Apakah engkau mengetahui perbuatan dosa ini. Ia mengatakan: Ya, Wahai Tuhanku. Sampai ketika ia mengakui perbuatan dosanya dan melihat bahwa ia akan celaka, Allah menyatakan: Aku telah menutup (dosamu) di dunia dan Aku mengampunimu pada hari ini. Kemudian, diberikan kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya….” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

Engkau Tak Pernah Sendiri

Jika suatu ketika kau sedang bersendirian di tempat yang tak terjangkau oleh pandangan mata, maka jangan kau katakan “Aku sedang bersendiri”. Akan tetapi katakanlah, “Atasku ada seorang pengawas.”

Sahabat ELSUNNAH, jika suatu ketika jiwamu membisikanmu untuk berbuat dosa, maka ingatlah firman Allah ta’ala,

ألم يعلم بأن الله يرى

“Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al’Alaq: 14)

اللهم اجعلنا نخشاك كأننا نراك و ارزقنا طاعتك و خشيتك في السر و العلن .. آمين

Ya Allah, jadikanlah kami takut (untuk bermaksiat) kepada-Mu seakan-akan kami melihat-Mu, dan anugerahkanlah kepada kami ketaatan dan ketakutan kepada-Mu baik dalam keadaan tersembunyi maupun dalam keadaan di tengah-tengah keramaian… Aamiin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
www.elsunnah.wordpress.com

Apakah Dosa Zina dapat Diampuni

Assalamuallaikum ustad mau bertanya apa kah berzina merupakan golongan dosa besar? Bila iya, mengutip ayat tentang anak yatim yang bila memelihara anak yatim akan di ampuni dosa dosa nya kecuali dosa yang besar , apakah berzina tergolong dosa besar yang tidak allah maafkan jika iya bagaimana bila ada sodara atau kawan yg melakukannya dan ingin bertaubat. Taubatan seperti apa yang mampu menghapus dosanya mohon petunjuk beserta ayatnya ustad serta doanya juga yang mungkin nabi muhamad SAW contoh kan

Jawaban

Betul zina termasuk ke dalam golongan dosa besar yang tidak bisa terampuni secara otomatis dengan amal-amal sholeh kita. Berbeda halnya dengan dosa kecil yang bisa dihapuskan dengan memperbanyak amal sholeh sebagaimana yang dijelaskan dalam berbagai nash.

Akan tetapi bukan berarti dosa besar tidak dapat dapat diampuni. Dosa besar dapat diampuni oleh Alloh subhanahu wata’ala. Alhamdulillah Allah telah mengingatkannya untuk mau bertaubat. Dan ini kabar yang sangat bagus sekali. Allah subhanallahu wa ta’aa berfirman: (lebih…)

Di Balik Musibah, Pasti Ada Jalan Keluar

Dalam surat Alam Nasyroh, Alloh Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”( Taisir Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di)

Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

“Bersama kesulitan, ada kemudahan.” ( HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Maka ketika ujian datang bersabarlah, mintalah pertolongan kepada Alloh, dan Insya Alloh pasti ada jalan keluar.

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Hikmah Di Balik Musibah

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Allah mempersiapkan bagi hamba-hambaNya kedudukan (yang tinggi) di surga, yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tersebut hanya dengan amalan shalih mereka. Mereka tidak akan mencapainya kecuali dengan ujian dan musibah, maka Allah pun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah.” (Zaadul Ma’aad 3/221).

Kita tidak berharap untuk diuji apalagi tertimpa musibah, akan tetapi jika hal itu datang maka kita harus bersabar.

Ingat perkataan Ibnul Qoyyim di atas, siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita bisa meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan amalan sholeh kita.

Karenanya….bersabarlah saat ujian, musibah dan bala’ datang, kemudian berhusnuzhanlah kepada Allah dalam ujian dan musibah. Karena hanya Dia ‘azza wa jalla yang Maha Mengetahui hikmah setiap peristiwa.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Meninggal Setelah Berzina dengan Wanita Malam

Renungkanlah wahai pemuda yang baru menapaki jalan kesholehan!

Suatu berita telah sampai kepada kita, bahwa salah satu pemuda telah kembali ke jalan yang lurus, dan dia mulai menaiki kapal kesuksesan. Dia mulai menjaga sholatnya dan mulai menghafal Al Qur’an. Dia mengingat beberapa temannya masih tergelimang dalam dosa dan maksiat. Jadi dia mengunjungi mereka, dan aku harap dia tidak pernah melakukannya. Dan ini adalah nasihatku kepada setiap orang yang baru bertaubat dan kepada orang-orang yang baru kembali ke jalan kesalehan. Jangan mengunjungi teman-teman masa lalumu seorang diri. Ajaklah seseorang yang bisa membantumu berdakwah kepada mereka. Karena itu berbahaya untukmu. (lebih…)

Kehidupan Ini Hanya Sementara

kehidupan sementaraDi antara hal yang penting dijadikan bahan renungan, adalah bahwasanya kehidupan dunia bersifat sementara dan tidaklah abadi. Setiap manusia akan mengalami kematian. Tidak ada satupun manusia yang dapat lolos darinya. Kematian adalah sesuatu yang pasti datangnya, dan tak ada satupun manusia yang mengetahui kapan datangnya.

Alloh  ta’ala berfirman:

Setiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan pahala kalian. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imron [3]: 185). (lebih…)

Panjang Angan-Angan

panjang angan-anganSegala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Sebagai mahluk yang dimuliakan Allah Subhana wa Ta’ala dengan hati dan akal, manusia dituntut untuk bersyukur atasnya dengan menggunakannya dalam rangka meraih ketaqwaan di sisi Sang Penciptanya Allah ‘Azza wa Jalla. Namun, dalam perjalanannya menuju derajat ketaqwaan, manusia senantiasa diintai, dipantau dan siap diperangi musuh abadinya selama masih hidup di dunia, musuh tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah setan baik dari Iblis dan manusia. (lebih…)

Bencana Datang Karena Dosa

banjirSesungguhnya setiap musibah atau bencana yang terjadi tidak lain diakibatkan oleh dosa-dosa yang dilakukan oleh seorang manusia. Allah taa’ala berfirman,

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30). (lebih…)

Akibat Dosa dan Maksiat

audioCeramah “Akibat Dosa dan Maksiat” oleh Ust. Ibrahim Bafadhol, Lc

Durasi:: 01:27:54

Atau Anda bisa mendownloadnya

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Kemaksiatan Pertama Kepada Allah

pintu kemaksiatanMakhluk pertama yang melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala adalah Iblis. Tatkala Iblis diperintahkan untuk sujud kepada Adam ‘alaihissalam, Iblis enggan untuk melaksanaan perintah tersebut. Keengganan Iblis tersebut dikarenakan rasa sombong, merasa bangga, dan merasa lebih mulia daripada Adam ‘alaihissalam.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kalian kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf [7]: 11-13) (lebih…)

Jauhi Kemaksiatan

maksiat2Banyak orang yang mengeluh akan kerasnya hati, hilangnya keberkahan, godaan setan dan sibuk dengan dunia (sehingga lalai tuntunan agama). Mereka lupa dengan dari firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”       (Q.S Ibrahim : 42)

Tentang firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S Asy-Syuuraa : 30) (lebih…)

Ujian Iman

ujian imanSalah satu konsekuensi pernyataan iman, adalah bentuk kesiapan dalam menghadapi ujian yang diberikan Alloh, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan dalam menyatakan iman, apakah iman itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar klaim tanpa bukti. Alloh ta’ala berfirman :

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. al – Ankabut [29] :  2-3 ) (lebih…)

Istighfar Sebab Keamanan dari Azab Allah (Mentadabburi Surat Al Anfaal Ayat 33)

adab berdoa

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (QS. Al Anfaal [8]: 33)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, (lebih…)

Sebab-sebab Datangnya Adzab

sebab datangnya adzabSaudaraku. … Sesungguhnya Alloh adalah Dzat Yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya lagi Maha bijaksana. Dia tidak akan menurunkan adzab-Nya kecuali kepada mereka yang berhak. Bagi orang-orang kafir atau fasik, adzab tersebut adalah suatu hukuman yang disegerakan di dunia sebelum siksaan yang lebih dahsyat lagi di akherat. Akan tetapi jika ia menimpa orang-orang Mu’min yang sholeh, maka itu adalah suatu musibah yang akan menggugurkan dosa-dosa mereka.

Apakah sebab-sebab yang mengundang turunnya adzab Alloh itu? (lebih…)

Hakikat Umur dan Kehidupan Kita

Hakikat UmurSesungguhnya tujuan hidup ini bukan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. Jika hanya untuk itu, maka kita tidak ada bedanya dengan binatang dan orang-orang kafir.

Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka Makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.(QS. Muhammad: 12)

Akan tetapai tujuan hidup dan keberadaan kita beserta segala yang Allah ciptakan dan tundukkan untuk kita di bumi ini adalah agar kita beribadah kepada-Nya. Dunia ini adalah ladang untuk mengumpulkan bekal, mengumpulkan sebanyak mungkin amal kebaikan sebelum ajal tiba, mengumpulkan sebanyak mungkin pahala sebelum jatah umur kita habis. (lebih…)

Sedekah Dapat Menyelamatkan dari Kejadian Buruk

uang recehanDalam al-Qur’an kita tahu tentang janji Allah subhanahu wata’ala yang akan melipatgandakan sedekah, yaitu firman Allah Ta’ala,

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

Dan masih banyak lagi manfaat lain dari sedekah. Di antara manfaat sedekah adalah dapat menyelamatkan si pemberi dari kejadian buruk. (lebih…)

Kisah-kisah Su’ul Khotimah – Syaikh Muhammad al-‘Arifi

(lebih…)

Awan Tag