Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Landasan Agama’ Category

Pembatal Keislaman (8): Berpaling dari Agama Allah

berpalingBerpaling dari agama Allah subhanahu wata’ala. Ia tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.

Ada sebuah sikap berbahaya yang kadang-kadang dilakukan oleh seorang muslim, yakni sikap berpaling dari Islam. Kata berpaling di sini adalah terjemahan dari kata al-I’radl. Al-I’radl sendiri berarti meninggalkan, menghalang-halangi, dan tidak menerima. Para ulama’ menjelaskan maksud berpaling di sini adalah enggan mempelajarinya dan tidak mengamalkannya.

Tentang sikap berpaling ini Allah subhanahu wata’ala berfirman,

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran)” (QS. Al-Qiyamah: 31-32) (lebih…)

Iklan

Pembatal Keislaman (7): Sihir

sihir-perdukunanSihir dan segala macam bentuk dan jenisnya

Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam makin populer dewasa ini. Para pakar berikut iklan sihirnya bisa ditemui di hampir semua media massa. Merekalah yang seakan-akan menguasai rahasia dan kunci-kunci kehidupan.

Eksistensi mereka kian diperkuat de-ngan dongeng-dongeng tahayul nenek mo-yang, utamanya yang berkaitan dengan kera-jaan-kerajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai sebuah ajaran dan aliran tersendiri yang ditafsirkan seba-gai bagian dari agama. (lebih…)

Dahsyatnya Siksaan Neraka

nerakaSeringkali kita mendengar tentang neraka, namun hati kita terlalu keras untuk menerima kebenaran akan adanya neraka dengan segala kepedihan di dalamnya.

Allah ta’ala berfirman: “Maka takutlah kalian kepada neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan bebatuan, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al-Baqoroh [2]: 24)

Berikut ini, kami mencoba menghadirkan kedahsyatan adzab yang tidak pernah terbayangkan, yaitu adzab neraka, balasan yang telah disiapkan oleh Alloh ta’ala bagi orang kafir, munafik, dan para pelaku dosa. (lebih…)

Pembatal Keislaman (6): Istihza

istihzaOrang-orang yang mengolok-olok (istihza) agama yang mulia ini, baik itu sengaja atau hanya bersenda gurau.

Allah ta’ala berfiman,

“Katakanlah, apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok? Tidak usah kalian meminta maaf karena kalian telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65)

Kaum muslimin di setiap zaman telah bersepakat bahwa orang yang mencela Alloh dan Rasul-Nya atau agama-Nya, maka wajib untuk dibunuh. Jika yang mencela adalah seorang muslim, maka ketika itu ia telah murtad dan wajib dibunuh karena kemurtadannya tersebut. Jika yang mencela adalah seorang kafir dzimmi, maka batallah ikatan perjanjian untuk melindunginya dan wajib untuk dibunuh. (lebih…)

Bagaimana Ahlussunnah Menempatkan Akal

Kajian Islam Rubrik Aqidah dengan pembahasan “Bagaimana Ahlussunnah Menempatkan Akal”  Oleh Ustadz Ibrohim Bafadhol, M.Pd.I.

silahkan untuk mendengarkan serta menyimaknya

Durasi:: 00:32:35

Atau Anda bisa mendownloadnya

Disalin dari fajrifm.com
—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Sebab Terhalangnya Hidayah

sebab terhalangnya hidayah - dinding penghalangKebutuhan kita terhadap hidayah merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Hidayah merupakan karunia terbesar dari Alloh Robbul ‘alamin. Beruntunglah mereka yang telah mendapatkannya dan merugilah mereka yang tidak mendapatkannya.

Alloh subhanahu wata’ala tidak hanya memerintahkan setiap hambaNya untuk menempuh jalan hidayah, bahkan dengan kasih sayangNya Ia menyediakan sarana untuk mendapatkan hidayah. Sarana untuk meraih hidayah taufik adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Namun sangat disayangkan banyak orang yang tidak mau menuntut ilmu syar’i, atau banyak orang pula yang telah mengenal Islam (tahu akan ilmu syar’i) tetapi tidak mau tunduk dan enggan mengamalkan hukum-hukumnya. Berikut adalah sebab-sebab yang dapat menghalangi seseorang dari meraih Hidayah. (lebih…)

Pembatal Keislaman (5): Membenci Ajaran Rasulullah

benciOrang yang marah/benci terhadap sesuatu dari apa-apa yang dibawa oleh Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam , walaupun ia melakukannya.

Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9)

“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad[47]:8-9) (lebih…)

أهمية الكلمة في دين الإسلام

أهمية الكلمة في دين الإسلامkaliat thoyyibah

فقد ترفع صاحبها أعلى الدرجات، وقد تهوي به في النار دركات، ومما يُبَيِّنُ خطورتُها: فبالكلمة خرج إبليس من الجنة، {قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (33) قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (34) وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (الحجر/33-35). (lebih…)

Tafsir Surat Al-Ikhlas (Bag. 3)

Di antara pelajaran yang bisa dipetik dari surat al-Ikhlas adalah:

Petama: Menetapkan keesaan Allah swt dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi dan Nashrani yang menjadikan bagi Allah anak. Allah swt berfirman:

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah”. Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?. QS. Al-Taubah: 30 (lebih…)

Pembatal Keislaman (4): Meyakini Bahwa Petunjuk/Hukum Selain Petunjuk/Hukum yang Dibawa Rasululloh Lebih Baik

pembatal keislaman Meyakini petunjuk selan petunjuk rasulullah lebih baikOrang yang meyakini bahwasanya petunjuk selain petunjuk Rasululloh  lebih sempurna atau meyakini bahwa hukum selain hukum yang dibawa Rasululloh   lebih baik.

Yaitu, seperti orang-orang yang lebih memilih hukum-hukum buatan manusia atau thogut dari pada hukum yang dibawa oleh Rasululloh . Dengan berbagai alasan apapun, tidak ada kata yang lebih buruk untuk sebutan orang-orang yang mengambil hukum selain hukum Alloh  melainkan adalah orang-orang kafir, yang membangkang, para penentang dan musuh-musuh Alloh  yang menandingi-Nya.

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Alloh bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al-Maidah: 50) (lebih…)

Pembatal Keislaman (3): Tidak Mengkafirkan Orang Kafir

kafirOrang yang tidak mengkafirkan orang kafir baik dari Yahudi, Nashrani, Majusi, orang-orang musyrik atau orang yang mulhid (atheis) atau selain itu dari berbagai macam kekufuran atau ia meragukan kekufuran mereka atau ia membenarkan madzhab mereka, maka dia telah kafir.

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ketika ditanya seputar “Apakah benar tidak boleh mengkafirkan orang-orang Yahudi dan Nashrani?”, maka beliau  menjawab:

“Saya mengatakan bahwa pendapat seperti yang dikeluarkan orang ini adalah pendapat yang sesat, dan bisa jadi meru-pakan sebuah kekufuran. Hal itu karena orang-orang yahudi dan nasrani telah dikafirkan oleh Alloh dalam kitab-Nya. Alloh  berfirman: (lebih…)

Pembatal Keislaman (2): Riddah

riddahRiddah dan irtidad menurut al-Raghib, adalah, “Al-ruju’ fi al-thariq al-ladziy jaa minhu” (Kembali ke jalan dimana ia datang). Akan tetapi lafadz riddah khusus untuk kekafiran, sedangkan kata irtidad mencakup kekafiran maupun yang lain (Imam asy-Syaukani, Nail al-Authar, Kitab al-Riddah). Kedua lafadz itu disebutkan dalam al-Qur’an. Alloh  berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54) (lebih…)

Pembatal Keislaman (1): Syirik Dalam Beribadah Kepada Alloh

syirikSebesar-besar perkara yang menjadikan seorang murtad adalah syirik dalam beribadah kepada Alloh , yaitu dia beribadah kepada Alloh  juga beribadah kepada selain-Nya. Seperti do’a, menyembelih, nadzar, istighotsah (minta diselamatkan dari perkara yang sulit dan membinasakan), isti’anah (memohon pertolongan) dalam perkara yang tidak mampu untuk melaksanakannya melainkan hanya Alloh , berdo’a kepada mayit, istighotsah kepada kuburan, meminta pertolongan kepada orang yang telah mati, bahkan ada juga istilah-itilah yang sudang ngetrend di sekitar kita seperti “numpang”, “permisi” kepada pohon “keramat” atau kuburan ketika melewatinya.

Ini adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya dan paling besar, mayoritas orang yang mengaku Islam telah terjatuh padanya, menyembelih untuknya, bernadzar dan mendekatkan diri padanya. Mereka mengatakan bahwa hal ini dalam rangka mendekatkan diri mereka kepada Alloh , mereka mendekatkan diri padanya dengan anggapan bisa mendekatkan diri mereka kepada Alloh . Alloh  telah berfirman: (lebih…)

Larangan Mencela Masa

Time Become ShortApakah hadits: “Janganlah kalian mencela Al-Waktu karena Allah adalah Al-Waktu” shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam? Bila shahih bagaimana Anda menafsirkannya?
Hadits tersebut lafadznya bukanlah:

 “Janganlah kalian mencela Al-Waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah Al-Waktu.”

Tetapi lafadz yang benar adalah:

“Janganlah kalian mencela Ad-Dahr karena sesungguhnya Allah itu Ad-Dahr.” (lebih…)

Tafsir Surat Al-Ikhlas (Bag. 2)

surat al-ikhlasAllah subhanahu wata’ala berfirman:

Ibnu Katsir berkata: Yaitu Dialah Allah, Yang Esa lagi Tunggal, Yang tidak seorangpun setara denganNya, tidak ada pendamping bagiNya, tidak ada tandingan bagiNya, tidak ada yang serupa dan tidak seorangpun yang sama denganNya, dan lafaz ini tidak boleh dinisbatkan secara mutlak kepada seorangpun dari makhluk Allah kecuali untuk Allah semata sebab Dialah Zat Yang Maha Sempurna dakan sifat dan perbuatanNya”.[1] (lebih…)

Hadits – Taat Kepada Rasulullah

Hadits - Taat Kepada Rasulullahعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ:
(( مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ ))
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abū Hurayrah ‘Abd al-Rahmān bin Shakhr radhiallahu ‘anhu, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apa yang kularang bagi kalian hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang kuperintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kebinasaan orang-orang yang sebelum kalian adalah karena ba-nyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan merekapun banyak me-nentang nabi-nabi mereka” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim (lebih…)

Sumber-Sumber Kesesatan

sumber-sumber kesesatanSumber-Sumber Kesesatan

Saat menjelang wafatnya,  salah satu pesan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya adalah hendaknya mereka berpegang teguh kepada dua perkara yang sangat berharga; yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Beliau menjamin siapa saja yang berpegang teguh kepada keduanya, maka jalan hidup mereka tidak akan tersesatkan.

Kebenaran risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini benar-benar telah dibuktikan dengan nyata oleh orang-orang yang berpegang teguh pada kedua pokok sumber ajaran Islam yang murni. Mereka hidup mulia, bersatu dalam dalam manhaj, bersatu dalam barisan, hingga mereka hidup jaya di bawah naungan al-Qur’an dan Sunnah Nabinya. (lebih…)

Ilhad Perusak Iman Kepada Allah

atheismIlhad Perusak Iman Kepada Allah subhanahu wata’ala

Pada dewasa ini, ilhād merupakan penyakit yang melanda seluruh dunia. Dunia Barat, Eropa dan Amerika meskipun mewarisi aqidah Nashrāniyyah yang meyakini adanya kebangkitan, syurga dan neraka, namun aqidah tersebut telah jauh ditinggalkan. Oleh karena itu, keimanan mereka hanyalah sebatas terhadap kehidupan duniawi semata. Maka gereja bagi mereka hanyalah seonggok warisan yang tiada berharga. Dan akhirnya, jadilah ilhād sebagai agama resmi yang dijadikan sumber pegangan dalam setiap undang-undang. Hal ini sering diistilahkan dengan nama ‘ilmāniyyah (sekulerisme) atau lādīniyyah (tidak beragama, ateis). (lebih…)

Hadits adalah Wahyu, dan Kewajiban Berpegang Padanya

Hadits adalah Wahyu

Umat Islam sejak zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam sampai sekarang tidak pernah berbeda pendapat bahwa as-Sunnah atau al-Hadits adalah sumber kedua dalam Islam. Tidak ada yang meragukan tentang hal ini. Ia sudah menjadi suatu kebenaran yang pasti. Sama pastinya dengan kebenaran bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam adalah Nabi yang diutus oleh Alloh .

Alloh subhanahu wata’ala  berfirman:

Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. an-Najm [53]: 3-4) (lebih…)

Hal-hal yang Merusak Aqidah

hal-hal yang merusak aqidahHal-hal yang Merusak Aqidah

Penulis: Syeikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Rahlmahullah

Sesungguhnya, mengenal aqidah yang benar adalah kewajiban utama bagi setiap muslim yang mukallaf (orang yang sudah berkewajiban menjalankan perintah syara’. pen.). Aqidah lebih penting dari segala sesuatu; balk kesehatan, makanan, minuman dan oksigen untuk bernafas. Sebab, seseorang yang kehiiangan salah satu atau seluruh dari unsur ini atau unsur terpenting apapun; akibat terburuk yang mungkin menimpanya adalah kepergiannya meninggalkan dunia yang fana. Akan tetapi, seseorang yang kehiiangan aqidah yang benar, akan berakibat bukan semata pada kehancuran hidup di dunianya, tapi juga akhiratnya; dan inilah yang lebih utama. Akhirnya,orang tersebut tidak akan mendapatkan kebaikan apapun.

Download E-book-nya di sini

(lebih…)

Awan Tag