Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Manhaj’ Category

Memahami Makna Dinul Islam

al islamDalam bahasa Indonesia, maksud dinul Islam adalah agama Islam. ad-Din diartikan agama. Sedangkan arti agama berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Sebutan agama jika tidak digandengkan dengan kata Islam mencakup seluruh agama, baik agama yang benar maupun yang batil. Di dunia ini, agama yang dianut oleh umat manusia cukup banyak. Di Indonesia saja, untuk saat ini ada enam agama yang diakui dan diridhai oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan yang terbaru Konghuchu. (lebih…)

Iklan

Agungkan Sunnah Nabimu

sunnahSesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh suri tauladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab: 21)

Ayat yang mulia ini merupakan dasar pijakan paling kuat dan agung, yang menjadi dalil bagi kita untuk meneladani Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam baik dalam bentuk ucapan, perbuatan, ataupun prilaku kesehariannya. [lihat tafsir Ibnu katsir] (lebih…)

Bagaimana Ahlussunnah Menempatkan Akal

Kajian Islam Rubrik Aqidah dengan pembahasan “Bagaimana Ahlussunnah Menempatkan Akal”  Oleh Ustadz Ibrohim Bafadhol, M.Pd.I.

silahkan untuk mendengarkan serta menyimaknya

Durasi:: 00:32:35

Atau Anda bisa mendownloadnya

Disalin dari fajrifm.com
—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Sumber-Sumber Kesesatan

sumber-sumber kesesatanSumber-Sumber Kesesatan

Saat menjelang wafatnya,  salah satu pesan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya adalah hendaknya mereka berpegang teguh kepada dua perkara yang sangat berharga; yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Beliau menjamin siapa saja yang berpegang teguh kepada keduanya, maka jalan hidup mereka tidak akan tersesatkan.

Kebenaran risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini benar-benar telah dibuktikan dengan nyata oleh orang-orang yang berpegang teguh pada kedua pokok sumber ajaran Islam yang murni. Mereka hidup mulia, bersatu dalam dalam manhaj, bersatu dalam barisan, hingga mereka hidup jaya di bawah naungan al-Qur’an dan Sunnah Nabinya. (lebih…)

Sunnah Rasulullah Antara Pembela Dan Penentangnya

Islam wa sunnah2Sunnah Rasulullah Saw Antara Pembela Dan Penentangnya

Makna As Sunnah menurut bahasa, istilah dan syariah

Makna As Sunnah menurut bahasa :

Metode atau jalan, baik yang bersifat kebaikan maupun keburukan”. (Lisanul Arab : 13/221)

Sedangkan kata As Sunnah yang dipergunakan dalam istilah ilmu-ilmu agama-agama memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memaknakannya. (lebih…)

Mengembalikan Perselisihan Kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah

kembali kepada al qur'an dan sunnahSudah menjadi hal yang tidak bisa dihindari yaitu adanya perbedaan pendapat tentang suatu masalah bahkan perbedaan pendapat ini telah terjadi sejak zaman para sahabat. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh beberapa faktor yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Terkait tentang perbedaan pendapat ini sering kali kali muncul satu sikap taklid dan fanatik terhadap satu pendapat atau madzhab tertentu dan tidak mau keluar kepada pendapat lain walaupun kebenaran ada pada pendapat yang lain. Dan ini merupakan sikap negatif, yang seharusnya dilakukan adalah mengembalikan segala permasalahan kepada Al-Qur’an dan Hadits. (lebih…)

Berpegang Teguh Kepada Al Qur’an

quranAl-Quran yang mulia merupakan alat peneguh yang paling utama, dia merupakan tali  Allah yang kuat, cahaya yang terang, siapa yang berpegang teguh kepadanya, Allah akan melindunginya, siapa yang mengikutinya Allah akan menyelamatkannya dan siapa yang menyeru kepadanya akan ditunjukkan kepadanya jalan yang lurus.

Allah telah menjelaskan bahwa tujuan diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur adalah untuk mendatangkan keteguhan. Allah ta’ala berfirman saat membantah syubhat-syubhat orang-orang kafir:

“Berkatalah orang-orang kafir : “Mengapa Al Quran tidak diturunkan kepadanya sekali saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu  (membawa)  sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan  kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya“ (Al Furqon : 32-33) (lebih…)

Rajab is a Sacred Month

Sacred month of rajabRajab is a sacred month*

Dou you know that now is Rajab. And do you know that Rajab is a sacred month.

The Sacred Months are mentioned by implication in the Qur’aan (al-Tawbah 9:36), but their names are not given. Their names are mentioned in the Sunnah:

It was reported from Abu Bakrah (may Allaah be pleased with him) that the Prophet SAWS (peace and blessings of Allaah be upon him) gave his Farewell Sermon and said: “Time has completed its cycle and is as it was on the Day when Allaah created the heavens and the earth. The year is twelve months, of which four are sacred, three consecutive months – Dhoo’l-Qa’dah, Dhoo’l-Hijjah and Muharram – and the Rajab of Mudar which comes between Jumaada and Sha’baan.” (Reported by al-Bukhaari, no. 1741, in [Kitaab] al-Hajj, al-Khutbah Ayaam Mina; and by Muslim, no. 1679, in [Kitaab] al-Qisaamah, Baab Tahreem al-Dimaa’). (lebih…)

Pentingnya Mengamalkan Sunnah

pentingnya mengamalkan sunnahPentingnya Mengamalkan Sunnah

Ketika mendengar kata “sunnah” maka yang terlintas dalam benak kebanyakan kaum muslimin adalah perkara-perkara yang tidak wajib, sekedar sunnah (anjuran), tidak apa-apa ditinggalkan. Bahkan di antara mereka sampai ada yang mengatakan kepada orang yang mengerjakan sunnah, “Lho, kan sekedar sunnah, tidak berdosa kalau ditinggalkan, mengapa repot-repot mengerjakannya!!!” atau ucapan yang mirip dengan itu. Dengan ucapannya itu, mereka mengartikan sunnah sebagai perkara yang makruh yaitu lebih baik ditinggalkan dengan bukti keheranan mereka terhadap orang yang melaksanakan sunnah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Ini adalah musibah yang menimpa umat Islam. Tidakkah mereka mendengar sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam :

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan golonganku.” (Muttafaqun ‘alaih). (lebih…)

Kedudukan Amal dalam Islam

amal_solehAmal adalah setiap perilaku mahluk hidup yang disertai suatu maksud, apakah perilaku tersebut baik ataukah buruk.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh.” (QS.Al Baqoroh[2]:277)

مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ

“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.” (QS. An Nisa [4]:123).

(Raghib Ar Ishfahani, Mufradat Alfadz Al Qur`an : 587)

Sedangkan amal sholeh adalah: (lebih…)

Ancaman Membangkang Terhadap Ajaran Rasulullah

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا .

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

} $pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qà)®?$# ©!$# ¨,ym ¾ÏmÏ?$s)è? Ÿwur ¨ûèòqèÿsC žwÎ) NçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡•B ÇÊÉËÈ { أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Kaum muslimim rahimakumullah…

Bertakwalah kepada Allah, karena bertakwa kepada Allah merupakan sarana kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesedihan dan kesempitan, memudahkan urusannya, menyinari hatinya, dan mengampuni dosa-dosanya.

Kaum muslimim rahimakumullah…

Rasulullah  adalah orang yang paling teguh dalam memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Apa yang beliau perintahkan di dalamnya mengandung kemaslahatan dan apa yang beliau larang di dalamnya mengandung keburukan.

Suatu hari, Salamah bin al-Akwa  mengisahkan kejadian yang ia lihat, lalu berkata, “Bahwasanya seseorang pernah makan di sisi Rasulullah  dengan tangan kirinya. Maka beliau  berkata: ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Orang itu berkata: ‘Saya tidak bisa.’ (Maka) beliau berkata: ‘Kamu tidak akan bisa.’ Tidaklah ada yang menghalangi orang tersebut (untuk makan dengan tangan kanannya) melainkan hanya kesombongan. Berkata (Salamah): ‘Maka orang tersebut pun (akhirnya) tidak bisa mengangkat tangan (kanan)nya ke mulutnya’.” (HR. Muslim) (lebih…)

Hukum Orang yang Meninggalkan Sholat

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : ‘Apa yang harus dilakukan oleh seseorang, apabila ia telah menyuruh keluarganya untuk mengerjakan shalat namun mereka tidak memperdulikannya, apa ia tetap tinggal bersama mereka dan bergaul dengan mereka atau keluar dari rumah itu ?’

Jawaban

Jika keluarganya tidak mau melaksanakan shalat selamanya, berarti mereka kafir,murtad, keluar dari Islam, maka ia tidak boleh tinggal bersama mereka. Namun demikian ia wajib menda’wahi mereka dan terus menerus mengajak mereka, mudah-mudahan Allah memberi mereka petunjuk, karena orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir berdasarkan dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah serta pendapat para sahabat dan pandangan yang benar. Dalil dari Al-Qur’an adalah firman Allah tentang orang-orang musyrik. ‘Artinya : Jika meerka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu segama’ [At-Taubah : 11] Artinya, jika mereka tidak melakukan itu, berarti mereka bukanlah saudara-saudara kita. Memang persaudaraan agama tidak gugur karena perbuatan maksiat walaupun besar, namun persaudaraan itu akan gugur ketika keluar dari Islam. Dalil dari As-Sunnah adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Artinya : Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat’ [Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (82)] (lebih…)

Awas… Buku dan Penerbit Agama Syi’ah Di Sekitar Anda!!!

Jika kita ke toko buku, terkadang tertarik dengan suatu buku. Namun jangan tergesa-gesa dahulu untuk membelinya. Lihat dulu pengarangnya. Apakah dari Ahlus Sunnah wal jama’ah atau bukan. Kalo perlu, lihat juga penerjemahnya (untuk yang bahasa Indonesia) dan penerbitnya. Jangan sampai kita salah di dalam memilih buku.
Pada kesempatan ini kami bawakan daftar buku-buku syiah yang kami dapatkan dari situs salah satu yayasan syiah di Yogyakarta.
Maksud kami ini tidak lain dan tidak bukan agar kita tidak tersesat dalam memilih buku. Kita tahu dan belajar kejelekan bukan untuk kita amalkan tapi untuk kita jauhi.

Penerbit : Lentera

1. Akhlak Keluarga Nabi, Musa Jawad Subhani
2. Ar-Risalah, Syaikh Ja’far Subhani
3. As-Sair Wa As-suluk, Sayid Muhammad Mahdi Thabathaba’i Bahrul Ulum
4. Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Khalil Al Musawi
5. Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana, Khalil al-Musawi
6. Bagaimana Menyukseskan Pergaulan, Khalil al-Musawi
7. Belajar Mudah Tasawuf, Fadlullah Haeri (lebih…)

Awas… Yayasan Agama Syi’ah Di Sekitar Anda!!!

Agama Sesat Syi’ah –Hadahumullah- tidak henti-hentinya mengincar mangsa di negeri kita. Melalui berbagai cara, mereka berusaha mendekatkan diri mereka kepada kaum muslimin untuk dengan misi penyebaran agama Sesat Syi’ah di Indonesia. Salah satunya dengan mendirikan berbagai yayasan “keislaman” untuk melancarkan makar Iblis mereka. Maka, berhati-hatilah wahai kaum muslimin terhadap yayasan-yayasan Agama Syi’ah yang akan mengancam aqidah kita dan keturunan kita… Berikut ini kami bawakan daftar nama dan alamat yayasan Syi’ah di Indonesia (Semoga Allah memberi hidayah Sunnah kepada orang-orang Syi’ah). Maksud kami menampilkan daftar yayasan Agama Syi’ah disini dengan tujuan agar kaum muslimin dapat berhati-hati terhadap makar dan propaganda sesat Syi’ah. Dan salah satu pusat penyebaran Agama Syi’ah di Indonesia adalah kota Bandung bersama yayasan Muthohari-nya dengan dedengkotnya seorang Syi’ah Rofidhoh DR. Jalaluddin Rahmat (biasa dipanggil dengan Kang Jalal – salah seorang dosen universitas ternama di kota Bandung). Semoga Allah segera membuka kedok orang ini yang sesungguhnya!!! Maka, berhati-hatilah wahai Umat Islam dari makar Syi’ah.

DAFTAR YAYASAN AGAMA SYI’AH DI NUSANTARA (lebih…)

Iman adalah Qawl (Perkataan) Dan ‘Amal (Perbuatan)

Īmān syar’iy atau iman dalam arti syar`i terdiri dari qawl (perkataan) dan ‘amal (perbuatan). Yang dimaksud perkataan adalah qawl al-qalb (perka-taan hati) dan qawl al-lisān (perkataan lisan). Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan adalah ‘amal al-qalb (perbuatan hati) dan ‘amal al-jawārih (perbuatan anggota badan). Jadi iman memiliki dua aspek, yaitu aspek hati dan aspek anggota badan (termasuk lisan). Aspek hati ada dua bagian, yaitu perkataan hati dan perbuatan hati. Demikian pula aspek anggota badan, berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Empat ba-gian tersebut semuanya adalah iman. Manakala keempat bagian tersebut ada pada diri seseorang, maka setiap bagiannya dinamakan iman, seba-gaimana keseluruhannya pun dinamakan iman[1]. (lebih…)

Firqotunnajiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

A.  Arti istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Arti dari firqotunnajiah adalah golongan yang selamat. Yang dimaksud golongan yang selamat adalah golongan selamat yang tidak memasuki neraka sebelum mereka memasuki jannah. Hal ini telah dikhabarkan oleh Rosululloh shallallohu `alaihi wa sallam pada hadits-haditsnya. Dalam hadits-hadits tersebut telah dijelaskan sifat-sifat global dari golongan tersebut di antaranya:

Mereka yang berjalan mengikuti jejakku dan sahabat-sahabatku.

Yang dimaksud dengan kalimat ini adalah mereka yang mengikuti ajaran-ajaranku dan sahabat-sahabatku dalam mengerti dan meniti Islam, dalam memahami dan melaksanakan Islam (dengan kata lain mengikuti sunnah).” [1]

Sunnah itu sendiri mempunyai banyak arti, yang hampir semuanya merupakan lingkaran-lingkaran yang terkadang berbeda-beda besarnya, yang masing-masing berada di dalam yang lainnya. Arti-arti itu dari arti yang terluas sampai arti yang tersempit sebagai berikut:

  • 1. Mencakup seluruh isi agama Islam, Al-Qur’an dan Hadits, mencakup seluruh keadaan Rosululloh Shallallohu `alaihi wa sallam dari segi ilmiah dan amaliah.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rohimahulloh-: (lebih…)

Furqoh dan Iftiroq

Arti bahasa dari kata Furqoh atau Iftiroq adalah perpecahan atau perpisahan. Arti Syar’inya adalah keluar dari manhaj yang benar dalam mengerti dan me-niti agama Islam dan masuk ke manhaj bid’i. [1]Furqoh dan Iftiroq telah terjadi pada umat-umat sebelum umat nabi Muhammad shallallohu `alaihi wa sallam, dan akan terjadi pada umat beliau. Hal ini telah dikhabarkan oleh Rosululloh shallallohu `alaihi wa sallam di hadits-hadits beliau. Oleh karena itu furqoh pada umat ini adalah suatu kepastian.[2] Marilah kita simak hadits-hadits di bawah ini:

لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ ؟ قَالَ : اَلجَمَاعَةُ.

“Sesungguhnya umatku berpecah-belah menjadi 73 go-longan. Satu golongan di dalam surga dan 72 golongan di dalam neraka. Ditanyakan kepada beliau: ”Siapakah mereka (yang satu golongan) itu ya Rosululloh ? Beliau menjawab: Al Jama`ah”. [3] (lebih…)

Dinul Islam

Arti dari Islam adalah menyerah kepada Alloh dengan bertauhid kepada-Nya di atas ajaran-ajaran Rosululloh Shallallohu `alaihi wa sallam. Islam adalah agama Alloh Subhanahu wa Ta`ala satu-satunya. Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan Alloh Subhanahu wa Ta`ala dan diridhoi-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu agama pun akan diterima Alloh Subhanahu wa Ta`ala selain Islam. Barang siapa yang datang di hari kiamat dengan beragama selain Islam, maka orang itu (na`udzubillah) akan kekal di neraka Jahannam.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam”. {QS. Ali Imron [3]: 19}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa menganut dien selain dari Dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien itu) dari padanya, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang rugi”. {QS. Ali Imron [3]: 85}

Islam adalah agama tauhid. Seluruh nabi dan rosul yang diutus Alloh Subhanahu wa Ta`ala hanya meng-ajarkan, menanamkan dan menda`wahkan tauhid, (beribadah serta mengabdi hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta`ala saja, tidak kepada yang lain-Nya). Tidak ada satupun di antara mereka yang mengajar-kan syirik.   (lebih…)

Urgensi Niat Ikhlas dalam Setiap Amal Perbuatan

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ    يَقُوْلُ:

(( إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ ))

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري و أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb rda, dia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan setiap orang pun (akan dibalas) sesuai dengan yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang-siapa yang hijrahnya karena urusan duniawi yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)

Catatan Penting:

1. Diriwayatkan oleh al-Bukhāriy, Mus-lim, Ashhāb as-Sunandan lainnya. (lebih…)

Menggapai Limpahan Pahala Dengan Ilmu

Syaikh Musthafa Al-Adawi

Awan Tag