Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Kisah dan Teladan’ Category

Kemaksiatan Pertama Kepada Allah

pintu kemaksiatanMakhluk pertama yang melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala adalah Iblis. Tatkala Iblis diperintahkan untuk sujud kepada Adam ‘alaihissalam, Iblis enggan untuk melaksanaan perintah tersebut. Keengganan Iblis tersebut dikarenakan rasa sombong, merasa bangga, dan merasa lebih mulia daripada Adam ‘alaihissalam.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kalian kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf [7]: 11-13) (lebih…)

Sedekah Dapat Menyelamatkan dari Kejadian Buruk

uang recehanDalam al-Qur’an kita tahu tentang janji Allah subhanahu wata’ala yang akan melipatgandakan sedekah, yaitu firman Allah Ta’ala,

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

Dan masih banyak lagi manfaat lain dari sedekah. Di antara manfaat sedekah adalah dapat menyelamatkan si pemberi dari kejadian buruk. (lebih…)

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit KustaKisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya ia pernah mendengar Nabi Muahmmad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya ada tiga orang dari kalangan Bani Isra’il, yang satu mendarita penyakit kusta, satunya lagi kepalanya botak, dan yang terakhir matanya buta. Allah Shubhanahu wa ta’alla ingin menguji mereka semua dengan mengutus kepada mereka semua seorang malaikat, pertama kali malaikat tersebut mendatangi orang yang menderita kusta, lalu berkata kepadanya: “Apa yang paling engkau dambakan? Ia menjawab: “Warna kulit yang bagus, dan kulit yang mulus, serta di hilangkan penyakitku ini yang membuat manusia merasa jijik denganku”. Kemudian malaikat tersebut mengusapnya, sehingga penyakit yang di deritanya hilang lalu kulitnya berganti menjadi mulus. (lebih…)

Mutiara Salaf – Al Hasan Al Bashri

audio1Seorang tabiin yang banyak ilmu pengatahuannya, terhormat, ahli fiqih, pandai berdebat dan ahli ibadah. Al Hasan Al Basri dilahirkan 2 tahun sebelum gugurnya khilafah Umar bin Khatab. Ibu dari Al Hasan adalah seorang wanita budak yang ikut pada Ummu Salamah, yaitu istri Rasulullah Shallallahu’alai wassalam. Beliau lah, Ummu Salamah, yang memberi nama kepadanya, Al Hasan. Sehingga Al Hasan hidup dan dibesarkan dalam pangkuan keluarga yang harum semerbak dengan suasana keluarga Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam walaupun saat itu Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi telah wafat. Ketika besar kelak ia tinggal di Basrah (sekarang di wiliyah Irak) sehingga ia diberi gelar Al Hasan Al Basri.

Download di sini

(lebih…)

Mutiara Salaf – Rabi’ bin Khaitsam

Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab.

Selengkapnya silahkan Play Audio

atau Download

(lebih…)

Kisah Sapi dan Serigala yang Berbicara

kisah sapi dan serigala berbicaraImam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu  Hurairah berkata, “Rasulullah shalat   Subuh,   kemudian beliau  menghadap  kepada  orang-orang. Beliau bersabda, ‘Seorang laki-laki menuntun seekor sapi, tiba-tiba menaikinya dan memukulnya. Sapi itu berkata, ‘Kami tidak diciptakan  untuk  ini,  tetapi  kami diciptakan  untuk membajak sawah.’ Maka orang-orang berkata, ‘Subhanallah, seekor sapi berbicara.’ Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya aku beriman kepadanya, begitu  pula Abu Bakar dan Umar.’ Padahal keduanya tidak ada di tempat.” Ketika  seorang menggembala dombanya, tiba-tiba seekor serigala menyerang dan membawa lari seekor domba. Penggembala itu mengejarnya, sehingga seolah-olah  dia menyelamatkannya  darinya.  Serigala  itu  berkata  kepada penggembala, ‘Kamu menyelamatkannya dariku. Lalu siapa yang menyelamatkannya pada hari datangnya binatang   buas,   pada   hari   itu   tidak   ada   penggembala kecuali aku?’ Orang-orang berkata, “Subhanallah, serigala berbicara.”  Nabi  bersabda,  “Aku  beriman  kepada  hal  ini, begitu   pula   Abu   Bakar   dan   Umar.”   Padahal   keduanya tidak ada  di tempat. (lebih…)

Tangisan Salafus Sholeh dari Hilangnya Amal

renungan-hari-akhirTangisan Salafus Sholeh dari Hilangnya Amal

Berikut adalah beberapa contoh tangisan para salafus sholeh karena kehilangan kesempatan untuk beramal,

  • Abu Hurairah

Ketika kematian datang menjemputnya, beliau menangis. Maka dikatakan kepadanya; “Apa yang membuat anda menangis?, beliau menjawab: “Aku tidaklah menangisi dunia kalian ini, akan tetapi aku menangis karena jauhnya perjalanku dan sedikitnya perbekalanku. Dan sekarang aku mendaki untuk menuruni ke arah jannah dan neraka, dan aku tidak tahu kemana Allah akan mengambilku?”.

  • Yunus bin Ubaid

Seorang tabi’in Jalil yang telah bertemu dengan Anas bin Malik radhiallahu’anhu, (lebih…)

‘Ali bin Abi Thalib, Pahlawan yang zuhud, dalam peperangan Khaibar

benteng khaibarSeusai ditandatanganinya perjanjian Hudaibiyyah di bulan Dzulqa’dah tahun keenam Hijriyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin merasa lega karena musuh yang paling sengit selama ini memerangi kaum muslimin yaitu Quraisy telah menawarkan perdamaian dan gencatan senjata selama 10 tahun. Akan tetapi masih ada satu musuh lagi yang selalu menunjukkan permusuhannya dan melancarkan berbagai jurus makarnya untuk menghabisi kaum muslimin atau melemahkan kekuatan Islam. Musuh tersebut adalah kaum Yahudi yang telah berulang kali melakukan pengkhianatan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin. Ketika awal mula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin berhijrah ke Madinah beliau telah membuat suatu perjanjian dengan kaum Yahudi yang isinya adalah kesepakatan bersama untuk hidup berdampingan secara damai di kota Madinah dan bersama-sama menjaga keamanan kota tersebut dari setiap serangan yang datang dari luar. Tetapi perjanjian tersebut mereka langgar berulang kali, bahkan salah satu suku dari mereka yaitu Bani Nadzir pernah membuat suatu makar jahat yaitu upaya pembunuhan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (lebih…)

Keadaan Para Shahabat – Berlomba-lomba dalam kebaikan

Adalah para shahabat, orang-orang yang patut menjadi teladan kita dalam kebaikan. Al-Imam Ibnu Rajab menggambarkan keadaan para shahabat akan hal itu :

“Ketika para shahabat radliyallaahu ‘anhum mendengar firman Allah ‘azza wa jalla : ‘Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan’ (QS. Al-Baqarah : 148) ‘Berlomba-lombalah kalian untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi’ (QS. Al-Hadiid : 21); mereka memahami bahwa maksudnya adalah agar mereka bersungguh-sungguh dan berlomba-lomba dalam ketaatan dan amal shalih agar tiap-tiap orang di antara mereka segera mendapatkan kemuliaan dan derajat yang tinggi. Jika salah seorang di antara mereka melihat yang lainnya beramal dengan satu amalan yang ia merasa lemah untuk mengerjakannya, maka ia khawatir bahwa orang tersebut akan mendahuluinya. Ia merasa sedih karena luput dalam mengerjakan amal. Persaingan mereka (para shahabat) adalah dalam meraih (ketinggian) derajat di akhirat.” [Lathaaiful-Ma’aarif, halaman 244].

Awan Tag