Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Fiqih dan Muamalah’ Category

Sholat Tasbih

Tentang shalat tasbih yang ditanyakan, nash haditsnya adalah sebagai berikut,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعطِيْكُ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحَبُوِكَ أَلاَ أَفَعَلُ بِـكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْـتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوْلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمـَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِـيْرَهُ سِـرَّهُ وَعَلاَنِيَـتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبـَعَ رَكَعَاتٍ تَكْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَائَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَـاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَـاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْـجُدُ فَتَقُولُهَا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ بُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَـنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُركَ مَرَّةً

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.

Takhrij Hadits (lebih…)

Ta’aruf, Rambu-rambu, dan Langkah-langkahnya

Hakikat ta’aruf

Ta’aruf yang dimaksud di sini adalah proses saling mengenal antara dua orang lawan jenis yang ingin menikah. Jika di antara mereka berdua ada kecocokan maka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan namun jika tidak maka proses pun berhenti dan tidak berlanjut.

Islam tidak melarang ta’aruf, dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Anas bin Malik bahwa Al-Mughirah bin Syu’bah ingin menikah seorang wanita, maka Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – berkata kepadanya, “Pergi lalu lihatlah dia, sesungguhnya hal itu menimbulkan kasih sayang dan kedekatan antara kalian berdua.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no 1938 dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani – rahimahullah – dalam Shahih Ibnu Majah)

Rambu-rambu ta’aruf (lebih…)

Doakan Dia dalam Diammu

doa dalam diam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Sebagian salaf dahulu, apabila ingin meminta sesuatu untuk dirinya sendiri, maka dia akan memintakan hal yang sama untuk saudaranya. Karena doanya terhadap saudaranya akan dikabulkan dan iapun mendapatkan hal yang sama”
(Syarh Muslim 18/49)

Sahabat ELSUNNAH, oleh karena itu bila engkau menginginkan sesuatu apapun itu, maka ingatlah hal ini. Berdo’alah agar Allah mengaruniakan hal yang sama untuk saudaramu. Maka malaikat akan mengaminkan do’amu dan memohonkan permintaan yang sama untukmu. Sehingga saudaramu mendapatkan do’a darimu sementara engkau mendapatkan do’a dari malaikat. Engkau mendapatkan doa dari makhluk yang mulia yang didekatkan oleh Rabbnya.

Sebagai contoh jika engkau menginginkan memiliki rumah, maka doakanlah siapa saja dari saudara muslimmu supaya dia dikarunikan Allah ta’ala rumah. Pada saat itu malaikat sedang mendoakan untuk dirimu supaya engkau dikaruniai sebuah rumah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com⁠⁠⁠⁠

Punya Masalah Menggunung? Sudah Coba Solusi Yang Satu Ini?

Agar Terbebas dari Masalah

problem-hand

Sahabat ELSUNNAH, kita semua dalam menjalani hari-hari kita tentu ingin terbebas dari berbagai masalah yang menghimpit dan menyulitkan. Kita tahu bahwa tiada hidup tanpa masalah, tapi setidaknya kita ingin bahwa masalah-masalah tersebut bisa terminimalisir, bisa cepat dan mudah teratasi.

Ketauhilah sahabat bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah ta’ala. Semua di bawah kehendak-Nya. Maka memohonlah kepada Allah ta’ala al-afiyah (terbebas dari masalah). Masalah sesulit apapun jika Allah berkehendak bisa teratasi dengan mudah.

Sahabat berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita terbebas dari himpitan masalah. Rutinkanlah ia setiap pagi dan petang.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid-dunyaa wal aakhiroh, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii dinii, wa dunyaaya, wa ahlii, wa maalii, allaahummas-tur ‘aurootii, wa aamin rou’aatii, allaahummah-fazhnii min baini yadayya, wa min kholfii, wa ‘an yamiinii, wa ‘an syimaalii, wa min fauqii, wa a’uudzu bi’azhomatika an ugh-taala min tahtii.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan al-afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan al-afiyah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat, tenggelam atau ditelan bumi dan lain-lain).

Dari Abbas bin Abdul Muthallib radliallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Ya Rasulullah, ajarilah aku doa yang harus aku panjatkan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, mintalah al afiyah (terbebas dari masalah) kepada Allah.” Kemudian, setelah tiga hari, Abbas datang lagi dan mengatakan: Ya Rasulullah, ajarilah aku doa yang harus aku panjatkan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, wahai pamanku, mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca doa ini ketika pagi dan sore, dan beliau tidak pernah meninggalkannya sampai beliau meninggal dunia: (dzikir di atas). (HR. Abu Daud, Ibn Majah, shahih)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Memakai Sandal Bisa Berpahala?

Sahabat ELSUNNAH, memakai sandal atau sepatu merupakan satu perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah kita luput darinya barang satu hari pun. Setiap kita memiliki keperluan untuk keluar rumah pasti kita bersentuhan dengan yang namanya sandal atau sepatu. Artinya aktivitas memakai sandal ini kita lakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Tahukah sahabat dengan frekuensi yang sangat sering tersebut kita memiliki potensi yang sangat besar untuk memperoleh pahala sesering mungkin. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal. Ya, dengan meniatkan untuk mengikuti dan mencontoh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka aktivitas yang biasa dan “sepele” tersebut dapat membuahkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala. Lalu bagaimana sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibunda Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan yang lainnya.” (HR. Bukhari, Ahmad dan yang lainnya)

Demikianlah, sunnah tauladan kita shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal yaitu memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri, dan ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Sekali lagi jangan lupa ketika melakukan hal tersebut niatkan dalam rangka mengikuti (ittiba) terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Aqiqah Anak yang Meninggal

Afwan ana baru kehilangan anak umur 8 hari. Apakah anak ana harus diaqiqahkan juga?

Jawaban

Anak yang lahir dalam keadaan hidup maka perlu di aqiqahi. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Janin yang (meninggal dengan sebab) keguguran sebelum berusia empat bulan tidak perlu diakikahi, tidak diberi nama, … sedangkan janin yang (meninggal dengan sebab) keguguran setelah empat bulan –berarti telah ditiupkan ruh– maka dia dimandikan, diberi nama, … dan diberi akikah, menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. Hanya saja, sebagian ulama mengatakan, ‘Tidak ada akikah untuk bayi, kecuali jika dia hidup sampai hari ketujuh setelah dilahirkan.’ Namun, yang benar, janin ini diberi akikah karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat, sehingga bisa menjadi penolong bagi orang tuanya.” (Liqa’at Bab Maftuh, no. 653)

Allahu a’lam.

Apakah sebelum dan sesudah mandi wajib kita mesti berwudhu?

Apakah sebelum dan sesudah mandi wajib kita mesti berwudhu?

Jawaban

Tidak perlu bagi seseorang yang telah mandi wajib untuk berwudhu. Karena seseorang yang telah mandi wajib maka telah suci darinya baik hadats besar maupun hadats kecil. Hal ini sebagaimana hadits

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَغْتَسِلُ وَيُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ وَصَلاَةَ الْغَدَاةِ وَلاَ أَرَاهُ يُحْدِثُ وُضُوْءًا بَعْدَ الْغُسْلِ

Dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi, lalu shalat dua rakaat, dan saya tidak melihat beliau berwudhu lagi setelah mandi.” (Hr. Abu Daud: 259, Ahmad 6/119 dengan sanad shahih)

Sedangkan berwudhu sebelum mandi wajib adalah disunnahkan sebagaimana hadits,

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Wallohu a’lam

Sayangilah Sang Buah Hati dengan Mengajarkannya Sholat

Sahabat ELSUNNAH, sholat merupakan perkara yang agung, kewajiban yang paling ditekankan dan paling utama setelah kalimat syahadat. Ia merupakan tiang agama, yang tanpanya agama seseorang akan runtuh. Barangsiapa yang meninggalkannya maka ia bisa terjatuh dalam kekafiran.

إنّ بين الرجل و بين الشرك و الكفر ترك الصلاة

“Sesungguhnya perbedaan antara seorang (muslim) dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (Shahih, HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan lainnya)

Abdullah bin Syaqiq, seorang tabiin berkata, “Dahulu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat suatu amalan pun yang bila ditinggalkan menjadi kafir kecuali sholat” (diriwayatkan oleh at-Tirmidz)

Oleh karena itu, jika kita benar-benar menyayangi anak-anak kita, hendaknya hal yang menjadi perhatian pertama kita adalah bagaimana agama anak kita, terutama sholatnya.

Ketauhilah wahai sahabat bahwa wajib atas kita menyuruh anak-anak kita untuk sholat walaupun mereka masih kanak-kanak yang belum wajib bagi mereka untuk sholat, sebagai pendidikan bagi mereka untuk membiasakan sholat sejak dini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مرو الصبيّ بالصلاة ابن سبع سنين واضربوهم عليها ابن عشر

Perintahkan anak-anak untuk melaksanakan sholat ketika ia berumur tujuh tahun, dan pukullah (bila meninggalkannya) ketika ia sudah berusia sepuluh tahun.” (Shahih Lighairi, HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi.)

Oleh karena itu, berdosalah orang tua yang memiliki anak berusia tujuh tahun tetapi tidak memerintahkannya untuk sholat.

Semoga kita bisa menjadi orang tua-orang tua yang hebat yang bisa membimbing anak-anak kita untuk bisa menjaga sholatnya, bukan hanya orang tua yang hanya pandai memberikan motivasi-motivasi keduniaan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
www.elsunnah.wordpress.com

Kisah Seorang Wanita dan Anaknya

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata, “Telah datang seorang wanita bersama dua putrinya menemuiku untuk meminta sesuatu. Namun aku tidak mempunyai apa-apa selain sebutir kurma. Sebutir kurma itu aku berikan kepadanya.

Lalu wanita itu membagi kurma menjadi dua bagian yang diberikannya untuk kedua putrinya sedangkan ia sendiri tidak memakan sedikitpun. Lalu wanita itu berdiri untuk segera pergi.

Saat itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Aku pun menceritakan perihal wanita tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‘Siapa yang memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, maka anak-anaknya akan menjadi pelindung dari api neraka baginya.'”

HR. Bukhori No. 1329

Masya Allah… sungguh balasan yang sangat besar bagi orang tua yang menyayangi dan memenuhi kebutuhan anak-anakya.

Semoga kita bisa mencontoh wanita tersebut yang sangat lembut hatinya dalam merawat anak-anaknya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

Ikuti Perbuatan Baik dengan Perbuatan Baik

قال الشيخ العلامة 
صالح الفوزان حفظه  الله تعالى :

Syaikh al-Alamah Sholih al-Fauzan hafidzahullah ta’ala berkata:

« ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕِ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝِ ،ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺍﺗﺒﺎﻉُ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔِ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ

Dan di antara tanda-tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadhan dan di waktu yang selainnya adalah mengikutkan kebaikan dengan kebaikan yang lainnya.

ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﺎﻟﺔُ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻌﺪَ ﺭﻣﻀﺎﻥَ ﺣﺎﻟﺔً ﻃﻴﺒﺔً، ﻳﻜﺜﺮُ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎتِ وﺍﻷﻋﻤﺎﻝِ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ،

Maka apabila keadaan seorang muslim setelah berlalunya Ramadhan dia dalam keadaan yang baik, dia banyak melakukan kebaikan dan amal-amal sholih. Maka ini menunjukkan tanda atas diterimanya ibadah-ibadahnya di bulan Ramadhan.

ﺃما ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻜﺲ، ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺤـﺴﻨﺎﺕِ ﺍﻟﺴـﻴﺌﺎﺕِ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺝَ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺑﺎﻟﺴﻴﺌﺎﺕِ ﻭﺍﻟﻐﻔﻼﺕ ِﻭﺍﻹ ﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞٌ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ.

ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ” ص(١١٩)

Akan tetapi jika sebaliknya, mengikutkan kebaikan dengan keburukan. Maka ketika keluar dari Ramadhan, dia ikuti dengan keburukan-keburukan, kelalaian-kelalaian, dan berpaling dari ketaatan kepada Alloh ta’ala. Maka ini menunjukkan tanda tidak diterimanya amal.

Majaalis Syahru Ramadhan, hal. 119.

Semoga Alloh ta’ala menerima puasa, sholat, tilawah, sedekah dan ibadah-ibadah kita yang lainnya di bulan Ramadhan. Kita memohon kepada Alloh ta’ala agar memberi taufik kepada kita agar kita mampu untuk meneruskan sholat kita, puasa kita, tilawah kita, sedekah kita, dan ibadah-ibadah yang lainnya di bulan selain Ramadhan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
http://www.elsunnah.wordpress.com

Selesai Makan Bisa Menghapus Dosa

Hapuslah dosa-dosamu setiap kali selesai makan.. Dengan kata-kata yang sangat mudah ini..!

قال رسُولُ اللَّه ﷺ:
منْ أَكَلَ طَعَاماً فقال:
الحَمْدُ للَّهِ الذي أَطْعَمَني هذا،
وَرَزَقْنِيهِ مِنْ غيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلا قُوّةٍ،
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
رواه أبو داود، والترمذي .

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang memakan makanan kemudian mengatakan,

الحَمْدُ للَّهِ الذي أَطْعَمَني هذا،
وَرَزَقْنِيهِ مِنْ غيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلا قُوّةٍ

Alhamdulillaahi-lladzi ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.

(yang artinya), ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.’

Maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.”

HR. Abu Dawud, dan At Tirmidzi.

Masya Alloh… Amalan yang sangat mudah yang memiliki faidah yang besar. Jadi jangan sampai lupa wahai sahabat, setiap kali selesai makan untuk berdoa dengan doa tersebut.

Yuk kita hafalkan..!!

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
http://www.elsunnah.wordpress.com

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Menggapai Lailatul Qodr

Sungguh, waktu demikian cepat berlalu, terasa baru beberapa hari saja kita berpuasa, ternyata kini kita akan memasuki 10 hari yang terakhir dari bulan ini dimana Lailatul Qodr turun di salah satu malamnya. Malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Maka amalam-amalan ibadah yang dilakukan ketika itu sama dengan amalan-amalan ibadah selama 1000 bulan bahkan lebih baik.

Allah ta’ala berfirman,

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 3-5)

Masya Allah sungguh keutamaan yang sangat besar, ma sepatutnya kita menghidupkan 10 hari malam terakhir yaitu menghidupkan mayoritas waktu malam dengan ibadah. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita, beliau tambah giat beribadah di malam 10 hari terakhir di bulan Ramadhan dan membangunkan keluarganya untuk ikut serta beribadah.

Ibunda Aisyah rodhiallohu ‘anha menceritakan,

“Jika Rasulullah telah memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramdhan), maka beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, lebih bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Muslim)

Mari kita hidupkan malam-malam terakhir di bulan Ramadhan ini dengan itikaf, shalat, dzikir, tilawah Al Qur’an, berdoa, dan amalan-amalan ibadah lainnya.

Semoga Anda adalah hamba terpilih yang mendapatkan malam Lailatul Qodr dan Anda mendapatkan maafNya dan pengabulan setiap doa. Aamiin

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Apa yang Seorang Wanita Dapatkan Ketika Shalat di Rumahnya

Termasuk di dalam pembahasan fiqih wanita bahwa bagi seorang wanita shalat di rumahnya lebih utama daripada di masjid, baik shalat fardhu maupun shalat tarawih. Salah satu hadits tentang wanita yang membahas tentang hal ini adalah hadits dari Ummu Humaid radliallahu ‘anha bahwa beliau pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat bersama beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (lebih…)

Bangun Ketika Adzan Subuh, Belum Sempat Sahur

Maaf mau bertanya. Bagaimana jika kita ketiduran dan tidak sempat sahur karena bangun pas adzan subuh telah berkumandang, dan saat itu langsung berniat untuk puasa tanpa sahur. Tapi ragu-ragu juga apakah itu bisa atau tidak karena saya berniat di waktu imsak (pukul 4.42). Apakah puasanya bisa tetap dilanjut atau tidak. Syukran

Rahmat, Mamuju

Jawaban

وَعَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ } رَوَاهُ الْخَمْسَةُ ، وَمَالَ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ إلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ ، وَصَحَّحَهُ مَرْفُوعًا ابْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ – وَلِلدَّارَقُطْنِيِّ { لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنْ اللَّيْلِ }

Dari Hafshoh Ummul Mukminin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah) (lebih…)

Shalat Tahajud setelah Tarawih

Jadi, bila ingin tahajud dlm sepertiga mlm terakhir, dilakukan stlh witir jamaah di masjid?

Pak Kukuh

Jawaban

Betul orang yang sudah witir di awal malam kemudian hendak tahajud di akhir malam, maka dia bisa shalat sesuai yang dia inginkan, hanya saja, dia tidak boleh witir lagi. Tidak boleh dua kali witir dalam satu malam.Ini berdasarkan hadis, (lebih…)

Bergembiralah Ramadhan Telah Datang

Alhamdulillah, hilal bulan Ramadhan telah terlihat. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Tim Rukyatul Hilal dari MUI dan Depag. Dengan demikian, awal puasa bulan Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin (6/6/2016).

Marhaban Ya Ramadhan!
Ramadhan Mubarak.

قَدْ جَاءَكُمْ شهر رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.

(lebih…)

Sholat Tarawih di Rumah Bersama Istri

Pertanyaan

Sholat tarawaih itu dilakukan dengan istri dirumah boleh pak?

Pak Anwari (Kendal)

Jawaban

Sholat tarawih pada asalnya boleh-boleh saja dikerjakan dirumah baik sendiri maupun berjamaah bersama Istri. Akan tetapi di sana ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan ketika dilakukan secara berjamaah di masjid dan sangat dianjurkan untuk sholat tarawih berjamaah bersama Imam di masjid. Ini adalah pendapat jumhur ulama bahwa lebih utama sholat tarawih berjamaah di masjid. (lebih…)

Agar Terjaga dari Ganguan Jin

Barangsiapa membaca kalimat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim 1/562. Hadits ini shohih)

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اللَّهُ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah [2]: 255).

Dari Ubay bin Ka’ab radliallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika ada seorang jin yang mencuri kebun kurmanya. Jin itu beliau tangkap, untuk dilaporkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jin itupun memelas agar dilepaskan. Sebagai gantinya, dia memberikan satu wirid kepada Ubay. Jin itu mengatakan: (dzikir di atas). Barangsiapa yang membacanya ketika sore maka dia akan dilindungi dari (gangguan) kami sampai pagi. Barangsiapa yang membacanya ketika pagi maka dia akan dilindungi dari (gangguan) kami sampai sore. Kemudian, Ubay mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian yang dia jumpai. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Si makhluk jelek itu benar.” (maksud makhluk jelek adalah jin tersebut). (HR. An Nasa’i dan At Thabrani, hadits ini shohih)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643
http://www.elsunnah.wordpress.com

Apa yang Kita Ucapkan Ketika Kagum dengan Diri Kita

Sahabat, kita sering merasa kagum dengan sesuatu bahkan terhadap diri kita sendiri. Tahukah bahwa terdapat petunjuk yang agung dari Alloh ta’ala supaya kita terhindarkan dari sifat sombong dan ingkar terhadap Alloh ta’ala.

Siapa saja yang merasa kagum terhadap dirinya baik keadaannya, hartanya, anaknya, atau apapun yang berkaitan dengan dirinya, maka hendaklah dia mengucapkan, ‘maasya Alloh laa quwwata illaa billaah’ (sungguh atas kehendak Alloh semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh).

Alloh ta’ala berfirman,

وَلَوْلاَ إذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dan sewaktu kamu memasuki kebunmu, mengapa kamu tidak mengatakan ‘maasya Alloh, laa quwwata illa billah ‘.” (QS. Al-Kahfi [18]: 39)

Ingatlah bahwa keberadaan kita, kecerdasan kita, kekuatan kita, kesuksesan kita, kekayaan kita dan sebagainya bukan lantaran diri kita sendiri melainkan pemberian dan pertolongan Alloh ta’ala.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (WA)
http://www.elsunnah.wordpress.com

Hukum Merokok dalam Islam

Assalamu’alaikum tadz, saya mau menanyakan masalah hukum merokok dalam islam di kategorikan sebagai apa tadz?

Smoga allah slalu berikan rahmatnya pada forum ini dan pada ustadz selalu diberi ksehatan selalu…

Wassalam… (Akhuna di Johor Bahru, Malaysia)

Jawaban

Terkait dengan pertanyaan tersebut harus kita pahami adalah bahwa Alloh ta’ala menghalalkan segala sesuatu yang baik. Dan perlu diketahui bahwa segala sesuatu yang telah terbukti keburukannya maka Alloh telah mengharamkannya

Allah Taala berfirman,

“…dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk..” (QS. al-A’raaf: 157)

Demikina juga Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam melarang kita untuk berbuat sesuatu yang membawa kemudhorotan baik bagi diri kita pribadi maupun orang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membawa mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (HR. Ibnu Majah)

Hasil penelitian kedokteran di zaman sekarang memperkuat penemuan dunia kedokteran di masa lampau bahwa rokok mengandung berbagai jenis racun dan merokok menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, juga merusak sistem reproduksi, pendeknya merokok merusak seluruh sistem tubuh. Bahkan tidak hanya bagi perokok, tapi juga membahayakan orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, negara menetapkan undang-undang yang mewajibkan dicantumkannya peringatan bahwa merokok dapat mebahayakan kesehatan tubuh pada setiap bungkus rokok.

Jadi penjelasan tersebut jelas bahwa rokok adalah sesuatu yang khobitsah (buruk) sehingga ini diharamkan oleh Alloh ta’ala.

Wallohu a’lam

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share

Dapatkan Layanan Tausiyah Gratis dari ELSUNNAH Klik Di Sini

Awan Tag