Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Archive for the ‘Akhlaq dan Adab’ Category

Doakan Dia dalam Diammu

doa dalam diam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Sebagian salaf dahulu, apabila ingin meminta sesuatu untuk dirinya sendiri, maka dia akan memintakan hal yang sama untuk saudaranya. Karena doanya terhadap saudaranya akan dikabulkan dan iapun mendapatkan hal yang sama”
(Syarh Muslim 18/49)

Sahabat ELSUNNAH, oleh karena itu bila engkau menginginkan sesuatu apapun itu, maka ingatlah hal ini. Berdo’alah agar Allah mengaruniakan hal yang sama untuk saudaramu. Maka malaikat akan mengaminkan do’amu dan memohonkan permintaan yang sama untukmu. Sehingga saudaramu mendapatkan do’a darimu sementara engkau mendapatkan do’a dari malaikat. Engkau mendapatkan doa dari makhluk yang mulia yang didekatkan oleh Rabbnya.

Sebagai contoh jika engkau menginginkan memiliki rumah, maka doakanlah siapa saja dari saudara muslimmu supaya dia dikarunikan Allah ta’ala rumah. Pada saat itu malaikat sedang mendoakan untuk dirimu supaya engkau dikaruniai sebuah rumah.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB )
Daftar: 089616695643 (via WA)
BBM PIN: D1169ED8
Arsip Telegram https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com⁠⁠⁠⁠

Memakai Sandal Bisa Berpahala?

Sahabat ELSUNNAH, memakai sandal atau sepatu merupakan satu perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah kita luput darinya barang satu hari pun. Setiap kita memiliki keperluan untuk keluar rumah pasti kita bersentuhan dengan yang namanya sandal atau sepatu. Artinya aktivitas memakai sandal ini kita lakukan dengan frekuensi yang sangat sering.

Tahukah sahabat dengan frekuensi yang sangat sering tersebut kita memiliki potensi yang sangat besar untuk memperoleh pahala sesering mungkin. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal. Ya, dengan meniatkan untuk mengikuti dan mencontoh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka aktivitas yang biasa dan “sepele” tersebut dapat membuahkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala. Lalu bagaimana sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibunda Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan yang lainnya.” (HR. Bukhari, Ahmad dan yang lainnya)

Demikianlah, sunnah tauladan kita shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memakai sandal yaitu memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri, dan ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Sekali lagi jangan lupa ketika melakukan hal tersebut niatkan dalam rangka mengikuti (ittiba) terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH https://goo.gl/TCXGOn
http://www.elsunnah.wordpress.com

Kisah Seorang Wanita dan Anaknya

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata, “Telah datang seorang wanita bersama dua putrinya menemuiku untuk meminta sesuatu. Namun aku tidak mempunyai apa-apa selain sebutir kurma. Sebutir kurma itu aku berikan kepadanya.

Lalu wanita itu membagi kurma menjadi dua bagian yang diberikannya untuk kedua putrinya sedangkan ia sendiri tidak memakan sedikitpun. Lalu wanita itu berdiri untuk segera pergi.

Saat itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Aku pun menceritakan perihal wanita tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‘Siapa yang memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, maka anak-anaknya akan menjadi pelindung dari api neraka baginya.'”

HR. Bukhori No. 1329

Masya Allah… sungguh balasan yang sangat besar bagi orang tua yang menyayangi dan memenuhi kebutuhan anak-anakya.

Semoga kita bisa mencontoh wanita tersebut yang sangat lembut hatinya dalam merawat anak-anaknya.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (via WA)
Arsip ELSUNNAH http://goo.gl/qlZ1Kd
http://www.elsunnah.wordpress.com

Apa yang Kita Ucapkan Ketika Kagum dengan Diri Kita

Sahabat, kita sering merasa kagum dengan sesuatu bahkan terhadap diri kita sendiri. Tahukah bahwa terdapat petunjuk yang agung dari Alloh ta’ala supaya kita terhindarkan dari sifat sombong dan ingkar terhadap Alloh ta’ala.

Siapa saja yang merasa kagum terhadap dirinya baik keadaannya, hartanya, anaknya, atau apapun yang berkaitan dengan dirinya, maka hendaklah dia mengucapkan, ‘maasya Alloh laa quwwata illaa billaah’ (sungguh atas kehendak Alloh semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh).

Alloh ta’ala berfirman,

وَلَوْلاَ إذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dan sewaktu kamu memasuki kebunmu, mengapa kamu tidak mengatakan ‘maasya Alloh, laa quwwata illa billah ‘.” (QS. Al-Kahfi [18]: 39)

Ingatlah bahwa keberadaan kita, kecerdasan kita, kekuatan kita, kesuksesan kita, kekayaan kita dan sebagainya bukan lantaran diri kita sendiri melainkan pemberian dan pertolongan Alloh ta’ala.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

Diteruskan oleh
ELSUNNAH Tausiyah WhatsApp Broadcast (ELSUNNAH TWB)
Daftar: 089616695643 (WA)
http://www.elsunnah.wordpress.com

Teman yang Jelek Menggiringmu ke Neraka

Sahabat,

Waspadalah terhadap teman-teman yang jelek. Mereka yang jelek agamanya. Teman yang jelek dapat menggiringmu masuk neraka berbeda dengan teman yang shalih dia akan mengajakmu masuk surga.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ (41) تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ

“Wahai kaumku, bagaimanakah ini. Aku menyeru kalian kepada keselamatan, namun kalian mengajakku menuju ke Neraka? Mengapa kalian menyeruku untuk kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak memiliki ilmu tentangnya, sedangkan aku senantiasa menyeru kalian (untuk beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?” (QS. al-Mu’min: 41-42)

 

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Sebelum tidur… Raih Berjuta Kebaikan dengan Amalan ini

Abdullah bin Umar radliallohu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طَهِّرُوا هَذِهِ الْأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللهُ، فَإِنَّهُ لَيْسَ
عَبْدٌ يَبِيتُ طَاهِرًا إِلَّا بَاتَ مَعَهُ مَلَكٌ فِي شِعَارِهِ
لَا يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلَّا قَالَ:
اللهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

“Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba bermalam suatu malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa: ‘Wahai Alloh, ampunilah untuk hamba-Mu sesungguhnya dia tidur malam dalam keadaan suci’.”

HR. Ath Thabrani dan dihasankan oleh Al Albani.

Yang dimaksud dalam tidur dalam keadaan suci di sini adalah mencakup tubuh dan baju yang dipakainya.

Semoga Alloh memberi taufiq kepada kita untuk bisa melakukan amalan yang sederhana ini tapi memiliki faidah yang sangat besar.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Adab Makan, Membaca Basmalah

Ajaran Islam telah sempurna mengatur segala urusan seseorang di dunia. Ini semua diajarkan dalam Islam sehingga semua manusia yang menganut ajarannya senantiasa berada dalam kebahagiaan dunia dan akherat.

Aturan Islam adalah aturan yang dipilihkan oleh Alloh baik secara langsung ataupun melalui perantara praktek dan ucapan Rosul. Di antara peraturan yang ada dalam Islam adalah tatacara makan.

Aturan Alloh ini disabdakan oleh Rosululloh ketika beliau bersabda kepada ‘Umar Ibn Abi Salamah:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, bacalah “bismillah”, makanlah dengan tanganmu dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhori)

Dalam kitab Subulussalam dinyatakan bahwa hadis ini merupakan dalil atas wajibnya membaca “basmalah” ketika hendak makan karena lafaz hadis ini menggunakan fi’il Amr (kata perintah) dan ada juga yang berpendapat bahwa membaca “basmalah” hukumnya sunnah. Dikiaskan dengan hadis ini juga ketika seseorang hendak minum.

Oleh: Ustadz Solahudin Ibrohim, Lc., M.A

Hukum Bertato Dalam Islam

Hukum Bertato Dalam IslamAllah Ta’ala menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Manusia adalah makhluk yang dimuliakan dan sempurna bentuk rupanya. Kesempurnaan bentuk manusia menunjukan kesempurnaan Allah Ta’ala sebagai Pencipta manusia dan alam semesta.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh kamu telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya penciptaan.”(QS. Al-Tin: 4) (lebih…)

Tuntunan Islam dalam Memakai Sandal atau Sepatu

Soal: Bagaimanakah tuntunan Islam dalam memakai sandal atau sepatu ??

Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا اِنْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ

“Apabila salah seorang diantara kalian memakai sandal (sepatu) maka hedaklah ia memulainya dari sebelah kanan dan apabila melepaskannya hendaklah ia memulainya dari sebelah kiri, sehingga yang sebelah kanan adalah yang pertama kali dipakai dan yang paling terakhir dilepas.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alangkah indahnya agama Islam sampai cara memakai sandal atau sepatu pun ada tuntunannya.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

 

Menjawab Titipan Salam

cara menjawab titipan salamDari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, ‘Jibril pernah datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata,

يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذِهِ خَدِيْجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فَيْهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَ مِنِّى وَ بَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِى اْلجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيْهِ وَ لَا نَصَبَ

Wahai Rosulullah, khadijah akan datang kepadamu dengan membawa bejana yang berisi cuka, makanan atau minuman. Apabila ia datang kepadamu, maka sampaikanlah salam kepadanya dari Rabbnya dan dariku. Dan berikan kabar gembira kepadanya bahwa ia berada di dalam sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari mutiara yang berongga yang tidak terdapat kegaduhan di dalamnya dan tidak pula keletihan”. (HR Bukhori) (lebih…)

Hukum Warna-warna Pakaian

pakaian warnaHukum asal akan warna pakaian itu boleh-boleh saja selama tidak ada dalil yang mengharamkannya baik secara umum maunpun secara khusus. Namun, memang ada warna yang dilarang, di antaranya merah polos.

Dan dibolehkan bagi seorang muslim laki-laki menggunakan pakaian berwarna merah asalkan tidak polos (tidak seluruhnya berwarna merah). Namun jika pakaian tersebut seluruhnya merah, maka inilah yang terlarang. Inilah pendapat yang lebih hati-hati dan lebih selamat dari khilaf (perselisihan) ulama.

Berkaitan dengan larangan pakaian merah polos dan boleh jika tidak polos, maka berikut dalil yang menerangkan tentangnya. (lebih…)

Haram Merendahkan Kehormatan Orang Lain

safarDalam suatu kaidah dikatakan bahwa

الأَصْلُ فِي الأَعْرَاضِ التَّحْرِيْم

Hukum asal kehormatan seseorang adalah haram merendahkannya.”

Haram bagi seorang menjatuhkan atau merampas kehormatan muslim lainnya baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Termasuk dalam hal ini adalah perbuatan ghibah, merampas kehormatannya dengan ghibah, mengungkap aib dan kejelekan-kejelekannya. (lebih…)

Ketika Kita Mengalami Mimpi Buruk

mimpi burukIslam adalah agama yang sempurna. Syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mencakup seluruh aspek kehidupan baik kehidupan khusus keagamaan maupun kehidupan umum keagamaan. Maka tidak ada satu hal pun kecuali Islam telah mengaturnya.

Di antara hal yang juga tidak luput dari syariat Islam adalah apa yang seyogyanya kita lakukan ketika kita mengalami mimpi buruk. Tentang masalah ini banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskannya. Di antaranya, (lebih…)

Uswah – Resep Hidup Mulia dari Nabi

audioKetika keimanan telah tertancap kuat di dalam dada, kehinaan, cemoohan, permusuhan, rayuan, godaan dan berbagai macam kesulitan yang dirasakan, tidak akan mampun merobohkannya. Dan saat itulah si pemilik Iman akan memperoleh kemuliaan. Rasululloh adalah orang yang mulia. Bahkan beliaulah orang termulia sepanjang zaman. Kemuliaan itu diperolehnya karena iman dan takwa yang teguh tertancap di dalam dada. Tentunya kita juga ingin bisa hidup mulia seperti teladan kita Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

Nah, Ini dia resep dari Nabi, supaya hidup selalu mulia nggak ada hinanya.

Selamat menyimak

[audio https://archive.org/download/HidupMuliaDariNabi/UswahHidupMuliaDariNabi.mp3]

Durasi:: 00:09:01

Atau Anda bisa mendownloadnya

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Kejujuran Akan Melahirkan Kebaikan

jujurKejujuran[1] di jaman sekarang adalah suatu yang sangat langka. Bahkan kebanyakan orang berpikir kalau kita terlalu jujur justru susah untuk jadi orang sukses, susah untuk kaya, susah untuk naik jabatan. Intinya kejujuran akan membawa kepada kesusahan. Pola pikir seperti inilah yang akhirnya menggiring kebanyakan untuk tidak berlaku jujur dalam setiap aktivitas dan profesi mereka.

Benarkah pola pikir seperti ini?

Tentu pola pikir seperti ini adalah pola pikir yang sangat salah. Pola pikir seperti  ini harus segera dirubah. Bahkan tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mensabdakan sebaliknya. Kejujuran akan melahirkan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. (lebih…)

Sifat malu yang menghiasi Usman bin Affan Rodhiyallohu ‘Anhu

sifat maluSaudaraku Kaum Muslimin rohimakumulloh..

Islam dikenal dengan sifat malu, Rosululloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, yang dihasankan oleh Imam Al-Bani rohimahulloh :
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu”. (HR. Thobroni)

Jika din ini telah dikenal sebagai din yang dihiasi akhlak terpuji ini yaitu malu, maka salah satu dari putra millah ini dikenal dengan sifat malunya yang luar biasa, yaitu yang dijuluki dzun-nuroin Usman bin Affan Rodhiyallohu ‘Anhu. Seolah-olah beliaulah satu-satunya yang merealisasikan akhlak Islam ini yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala fitrohkan kepadanya. Bagaimana tidak..
sungguh Rosulululloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam telah memujinya: (lebih…)

Jangan Menggunakan Handphone Saat Berkendara

(lebih…)

Video

[Video] Syaikh Utsaimin – Hukum Mengerang dan Mengeluh Sakit

[Video] Syaikh Utsaimin – Hukum Mengerang dan Mengeluh Sakit

Syaikh Muhammad bin Soleh al-‘Utsaimin (rahimahullah) adalah salah seorang ulama dari Saudi ‘Arabia dan sangat dikenali fatwa-fatwanya dalam dunia Islam. Berikut ini adalah rakaman video beliau dalam menjelaskan larangan mengeluh terhadap sakit yang menimpa. (lebih…)

Waspadai Penyakit Iri Hati

hasadWASPADAI PENYAKIT IRI HATI/HASAD/DENGKI

Iri hari atau hasad berarti menginginkan hilangnya nikmat dari seseorang. Orang yang dengki hatinya akan sakit manakala melihat saudaranya mendapat nikmat. Ini adalah penyakit hati yang berbahaya dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Dengki itu haram karena Rosululloh  pernah bersabda. “Dan janganlah kalian saling mendengki”. (HR. Muslim)

Hikmah diharamkannya hasad atau iri hati adalah karena ia termasuk bentuk penolakan terhadap takdir Alloh . Orang yang iri hati atau dengki itu lisan diamnya berkata, “Ya Alloh, kenapa Engkau berikan si Fulan nikmat harta, kedudukan atau nikmat yang lainnya dan tidak Engkau berikan kepadaku?(lebih…)

Bagamaimana Menjamu Tamu, Berkaca pada Nabi Ibrahim

menjamu tamuSikap saling mengunjungi, baik kerabat maupun teman sejawat merupakan kebiasaan yang tak bisa kita hindari. Keinginan berkunjung atau dikunjungi selalu menjadi harapan. Demikianlah, terkadang kita akan kedatangan tamu, baik yang diundang ataupun tidak. Bahkan pada momen-momen tertentu, kedatangan tamu sangatlah gencar. Islam mengajarkan bagi siapa saja yang menjadi tuan rumah, agar menghormati tamunya. Penghormatan itu tidak sebatas pada tutur kata yang halus dalam menyambutnya, namun juga dengan perbuatan yang menyenangkan tamu tersebut. Misalnya dengan memberikan jamuan, walaupun hanya sekedarnya. Sikap memuliakan tamu, bukan hanya mencerminkan kemuliaan hati si tuan rumah kepada tamu-tamunya. Memuliakan tamu juga menjadi salah satu tanda tingkat keimanan seseorang kepada Allah dan Hari Akhir. Dengan jamuan yang disuguhkan, ia berharap pahala serta balasan dari Allah pada hari Kiamat nanti. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (lebih…)

Awan Tag