Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Pertanyaan :
Afwan, bagaimana hukumnya malam nisfu sya’ban ??

Jawaban : 

Wa’alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh 

Polemik pembahasan nisfu sya’ban kerap kembali terangkat tiap tahun dikalangan masyarakat. Semoga hal ini merupakan salah satu bukti mereka dihadapan Alloh akan keseriusan mereka dalam tholibul ilmi syar’i ala mafahim salaf yang benar.

Dalam perkara ini para ulama’ berselisih pendapat antara yang menyatakan adanya keistimewaan nisfu sya’ban & tidak adanya adanya hal tersebut.

•) Pendapat pertama :

– Mereka adalah yang berpendapat adanya keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Para ulama yang menilai shahih beberapa dalil tentang keutamaan nisfu syaban, mereka mengimaninya dan menegaskan adanya keutamaan malam tersebut. Diantaranya adalah Syaikh Albani.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan :

” … Pendapat yang dipegang mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Mazhab Hanbali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. 

Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para shahabat dan tabi’in ..”  ( Majmu’ Fatawa , 23/123)

Ibnu Rajab mengatakan :

“Terkait malam nishfu Sya’ban , dahulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu ..”.(Lathaiful Ma’arif, hlm. 247)

•) Pendapat kedua :

– Mereka yang berpendapat bahwa tidak adanya keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban.

Maknanya statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya.

Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah.

Al-Hafizh Abu Syamah mengatakan, “Al-Hafizh Abul Khithab bin Dihyah, dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban, mengatakan, ‘Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satu pun hadis sahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban.”  (Al-Ba’its ‘ala Inkaril Bida’ , hlm. 33)

Pun demikian Asy Syaikh Bin Baz beliau juga mengingkari adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban.

Beliau mengatakan :

“Terdapat beberapa hadits dhaif tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadits yang menyebutkan

keutamaan shalat di malam nishfu Sya’ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).” (At-Tahdzir min Al-Bida’, hlm. 11)

Catatan : 

Dalam menyikapi masalah ini hendaknya kita melihat & menilainya dengan kaca mata bijaksana berasaskan ilmu yang kita yakini tanpa mentahdzir satu sama lainnya_ Sebab khilaf yang terjadi pada masalah ini adalah khilaf tanawwu’ yang justru kita sebagai seorang muqollid musti berlapang dada dalam menyikapinya.

Pun demikian yang perlu difahami dari pembahasan diatas adalah bahwa :

– Terlepas dari khilaf yang ada_ Bahwa riwayat yang ada adalah pernyataan adanya keutamaan nisfu sya’ban, Bukan mewujudkan amalan-amalan khusus didalamnya karena tidak adanya satu riwayat tentang hal itu.

– Adapun adanya sebagian para salaf yang bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut adalah bahwa amalan itu wujudnya adalah MUTHLAQ bukan khusus.

Wallahu a’lam.

~ Jawaban dari Ust. Oemar Mita, Lc.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: