Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله

قال تعالي : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًاوَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها و كل محدثات بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

HADIRIN KAUM MUSLIMIN….

Hari ini, hari raya Iedul Adha, kaum muslimin di seluruh penjuru negeri bersama-sama melaksanakan sholat Iedul Adha dan mengumandangkan takbir, membesarkan nama Alloh Subhanahu wata’ala, Membesarkan Dzat yang maha besar, Maha besar nama-nama-Nya, dan maha besar pula sifat-sifat-Nya, serta tidak ada yang lebih besar dari kebesaran Alloh Subhanahu wata’ala.

Saudaraku kaum muslimin…

Hari raya ini, hari di mana jutaan kaum muslimin sedang melewati babak-babak puncak ibadah haji di tanah suci dengan penuh kekhusyu`an dan ketundukan kepada Alloh Ta’ala. Yang semuanya bukanlah amal dan aktifitas kosong yang tanpa makna. Semuanya adalah tarbiyyah (proses pendidikan) dari Alloh  untuk mencapai derajat ketaqwaan di sisi-Nya.

Ibadah haji bukanlah ajang untuk mencari prestise dan gelar pribadi yang dapat dibanggakan di hadapan manusia apalagi sekedar untuk pamer kekayaan atau menebus kesalahan.

Ibadah haji bertujuan untuk membuktikan dan merealisasikan tauhid, bersaksi bahwa tidak ada sekutu bagi Alloh Ta’ala, bersaksi bahwa segala puji, kenikmatan, kerajaan adalah kepunyaan Alloh Ta’ala. Sebagaimana kalimat talbiyah yang diperintahkan untuk diucapkan dalam pelaksanaan ibadah haji,

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ.

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Alloh, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu ya Alloh, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Bagi kita yang ada di sini, bukan berarti kosong dari perintah untuk beribadah… kita diperintahkan untuk soum ‘Arofah sebelum ini, kita juga diperintahkan untuk melaksanakan sholat ‘Ied seperti yang telah kita lakukan, dan disusul dengan ibadah Udhhiyyah atau berkurban bagi yang mampu….lagi-lagi itupun bukanlah sesuatu yang remeh di sisi Alloh Ta’ala.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Saudaraku kaum muslimin…

Hari raya ini, hari raya berqurban, hari yang mengingatkan kita semua tentang satu hari yang bersejarah ribuan tahun yang lalu, di saat Nabi yang mulia Nabi Ibrohim as mendapatkan perintah dari Alloh Subhanahu wata’ala untuk berkorban, berkorban bukan dengan harta kekayaan, kedudukan atau jabatan, tetapi perintah ini adalah perintah berkorban dengan sesuatu yang tak akan bisa dihargai dengan setumpuk harta, kekayaan, atau kedudukan dan jabatan duniawi. Pengorbanan ini adalah pengorbanan jiwa dan raga yang merupakan milik paling berharga dalam kehidupan seseorang. Pengorbanan ini adalah pengorbanan untuk menyembelih anaknya sendiri, anak yang bertahun-tahun didamba kelahirannya, anak yang bertahun-tahun pula dididik dan disayang, anak yang tampan, menawan dan cerdas. Tanpa ragu, Ibrohim pun menerima dengan lapang dada dan menunaikan perintah tersebut kemudian mengabarkan kepada anaknya yang tercinta dengan mengatakan:

يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى

“Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [3: 102).

Ketika sang anak mendengar kabar tersebut, sang anak pun berkata tanpa rasa takut sedikitpun:

يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Alloh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar“.

Setelah terlihat bukti ketaatan dan kesabaran keduanya, Alloh pun mengganti anaknya dengan seekor sembelihan yang besar. Sebagaimana firman-Nya:

“Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami ganti anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104-107).

Saudaraku kaum muslimin…. Itulah ujian yang menimpa mereka berdua, dan mereka berdua telah menjalani ujian tersebut dengan sukses dan dibenarkan.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin yang berbahagia…

Ketundukan dan pengorbanan mereka berdua saat menerima perintah dari Alloh Ta’ala, seharusnya menjadi teladan bagi kita semua.

Begitulah memang seharusnya, Tidak ada sikap dari seorang muslim ketika mendapatkan perintah dari Alloh Ta’ala kecuali dengan tanpa ragu sedikitpun untuk melaksanakannya, terlepas apakah perintah-Nya itu bisa dimengerti ataupun tidak bisa dimengerti oleh akalnya.

Alloh Ta’ala berfirman QS. An Nur: 51:

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nur: 51)

Allohu Akbar 2x walillah hilham.

Saudaraku kaum muslimin…. Ketahuilah bahwa tidak ada satupun manusia yang hidup di dunia ini kecuali Alloh akan mengujinya, agar Alloh mengetahui siapa di antara mereka yang benar-benar beriman kepada-Nya.

Lihatlah bagaimana ujian yang menimpa Ustman bin Affan ra, di saat beliau masuk Islam maka tidak segan-segan pamannya sendiri memasukan ke dalam gulungan tikar yang terbuat dari daun kurma, yang kemudian diasapi dari bawahnya.

Lihat keadaan Mush’ab bin Umair, ketika ibunya mengetahui bahwa anaknya masuk Islam, maka dia membiarkan anaknya itu kelaparan dan tidak cukup sampai disitu sang ibu pun mengusirnya dari rumah, sehingga dia tidak lagi memiliki apa-apa padahal sebelumnya Mush’ab bin Umair termasuk orang yang hidup serba kecukupan. Sampai-sampai Lantaran tindakan ibunya tersebut- kulit beliau menjadi seperti ular.

Al-Khonsa, seorang ibu yang membuktikan pengorbanannya dengan kecintaan dan ketaatannya kepada Alloh Ta’ala di atas kecintaan kepada 4 orang anaknya. Sang Ibu ini pernah berkata kepada anak-anaknya, “Wahai putra-putraku, sesungguhnya tiada ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati.” Ketika ibunda mereka, mendengar kesyahidan putra-putranya, sedikit pun ia tidak merasa sedih dan kaget. Bahkan ia pun berkata, ‘Alhamdulillah yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Allah segera memanggilku dan berkenan mempertemukan aku dengan putra-putraku dalam naungan Rahmat-Nya yang kokoh di surga-Nya yang luas.’

Saudaraku kaum muslimin… ketahuilah bahwa kita pun sebenarnya diuji oleh Alloh, pernahkah kita mendengar atau membaca firman Alloh Ta’ala dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat yang ke 24:

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Ayat ini merupakan ujian loyalitas kita kepada Alloh Ta’ala, apakah kita sudah menempatkan Alloh Ta’ala di atas kedua orang tua kita, anak-anak kita, istri-stri kita, keluarga-keluarga kita, harta kekayaan yang kita usahakan, perniagaan kita, dan tempat tinggal kita…?? ataukah mereka yang berada di atas Alloh Ta’ala, sehingga kita lebih berani mengabaikan perintah Alloh Ta’ala demi memuaskan dan menjaga sanak keluarga dan perniagaan kita….??

Ingatkah kita akan sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Apabila kalian mengadakan jual beli dengan sistem ‘inah (salah satu sistem riba’), dan kalian memegang ekor-ekor sapi (sibuk dengan ternaknya), puas dengan bercocok tanam, serta kalian meninggalkan jihad, maka Alloh akan menimpakan kehinaan kepada kalian, (Alloh) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)

saudaraku kaum muslimin…. Ketika kita pasrah dan yakin kepada Alloh maka yakinlah Alloh tidak akan menyia-nyiakan mereka yang mempercayai dan meyakininya serta tabah dalam ujian pengorbanan ini. Bukankah Nabi Ibrohim as tidak pernah terbesit di dalam benaknya bahwa Alloh akan mengganti anaknya Isma’il as dengan seekor sembelihan? Namun Ketika keyakinan menancap kuat di dalam diri Ibrohim bahwa Alloh tidak mungkin mendzoliminya, Alloh pun tanpa diduga mengganti kurbannya dengan seekor sembelihan yang besar. Karenanya kita pun harus percaya dan yakin kepada Alloh bahwa ketika kita berkorban fii sabiilillah, merelakan banyak kehilangan nikmat dunia fii sabilillah… Alloh akan ganti!…Alloh akan ganti!.. Alloh akan ganti dengan kenikmatan dunia dan akhirat….

Allohu Akbar 2x walillah hilham.

Saudaraku kaum muslimin….

Dari dialog antara Nabi Ibrahim dengan putranya Ismail yang dikisahkan oleh Allah Ta’ala tadi, memberikan pelajaran berharga bagi kita semua baik bagi para ayah maupun bagi sang anak…

Bagi para ayah..

Didiklah anak-anaknya sebagaimana Nabi Ibrohim mendidik Isma’il, didik mereka hingga menjadi orang-orang yang taat kepada Alloh, kepada Rosul-Nya dan juga taat kepada Anda dalam hal yang ma’ruf. Perintahkan mereka untuk mengkaji ajaran Islam yang murni yang diajarkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, masukkan mereka ke sekolah-sekolah atau universitas-universitas islami… jauhkan mereka dari lingkungan, sekolah atau pekerjaan yang bisa membahayakan masa depan dan agama mereka… pernahkah sang anak dikenalkan tentang Alloh baik nama-Nya maupun sifat-Nya, pernahkah sang anak dikenalkan akan Rosululloh `, pernahkah sang anak dikenalkan tentang kitabulloh; al-Qur’anul karim dan mengajarkannya? Jika belum segera kenalkan dan ajarkan mereka…sebab itu semua akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat kelak….

Wahai para ayah… Mungkin anda akan bangga sekali di saat sang anak bekerja dengan pekerjaan yang bergaji besar hingga bisa memberikan harta yang melimpah kepada Anda, Rumah, kendaraan, uang dan lain sebagainya. Tapi pernahkah anda lebih bangga jika seandainya anak-anak anda menjadi anak yang sholeh, menjadi Da’I ilalloh, menjadi anak tangga sebuah kebangkitan agama-Nya dan menjadi bekal kalian di akhirat nanti, anak yang senantiasa mendoakan untuk kebaikan anda… anak yang ketika di hadapan Alloh disebut namanya sebagai salah satu sosok pahlawan dalam agama ini…

Wahai para ayah… Banggalah dan bersyukurlah!, karena Anda mempunyai anak yang sholih, anak yang  dapat memberi hadiah Surga dengan izin Alloh Ta’ala. Seorang anak yang dapat menyelamatkan anda dari api neraka Jahannam, api yang tidak akan pernah padam selama-lamanya…. Janganlah anda malu hanya karena anak-anak anda bergaul dan belajar di masjid, pesantren atau ma’had, jangan halangi mereka untuk ikut andil dalam amal da’wah di jalan Alloh, jangan kalian marahi dia, hanya karena kucuran keringat yang keluar dari tubuhnya saat berda’wah di jalan Alloh….. jangan khawatirkan masa depan anak-anak anda dalam urusan dunia ini…. Alloh yang jamin urusan mereka, bukan kalian!… karena kalian tidak akan pernah sanggup menjamin kehidupan mereka…

Allohu Akbar 2x walillah hilham.

Saudaraku kaum muslimin….untuk kita para pemuda….., Jadilah kita pemuda-pemuda yang taat kepada Alloh dan rosul-Nya serta taat kepada kedua orang tua kita, berikan yang terbaik untuk mereka, , hadiahi mereka shirotulmustaqim; jalan yang lurus, suatu pemberian yang tidak akan pernah ada bandingannya dengan pemberian apapun. do’akan mereka selalu

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

 

Jangan sekali-kali kita membentak bahkan memukul mereka, jangan hinakan mereka, jangan rendahkan mereka, jangan buka aib-aib mereka…

Jangan macam-macam kalian kepada orangtua kalian, taukah kalian bahwa Alloh Ta’ala telah berfirman:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, karena ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)..” (QS al-Ahqof: 15)

Galilah ilmu Alloh, beramal dan menda’wahkannya, karena itu semua akan mengalirkan pahalanya kepada orang tua kita. Semua gerak-gerik kita fii sabilillah… sholatnya, soumnya, zakatnya, infaknya, dakwahnya, semua akan mengalirkan pahalanya kepada kedua orang tua kita.

Ingatlah akan sabda Rosululloh ` yang mengatakan, Celakalah dia, celakalah dia, dan celakalah seseorang! Ada yang bertanya: Siapakah dia wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Dialah orang yang mendapati orang tuanya sudah tua renta, salah satu darinya atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga. (HR. Muslim 2551)

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Saudaraku kaum muslimin…

Semoga paparan khutbah kali ini memberi faidah buat kita semua, bahwa kehidupan ini tidak akan pernah luput dari yang namanya ujian, baik ujian kebaikan, kesulitan, kecintaan, ketaatan dan ujian pengorbanan untuk meraih kemuliaan. Begitu juga dengan pengorbanan, tidak ada satupun dari sisi kehidupan yang kita jalani kecuali harus ada pengorbanan di dalamnya… baik pengorbanan waktu, tenaga, harta dan jiwa raga kita semua…

اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أُمَّتَنَا أُمَّةً وَاحِدَةً أُمَّةً إِسْلاَمِيَّةً أُمَّةً عَلىَ مِنْهَجِ النُّبُوَّةِ

ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار

سبحان ربك رب العزة عما يصفون…..

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Disusun oleh Ust. Supendi, S.Sy.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: