Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Hari demi hari telah kita lewati, tanpa terasa kita telah berada pada ujung bulan Ramadhan. Ya, sebentar lagi bulan Romadhan akan berpisah dengan kita. Sebuah momen yang sangat sulit dan berat untuk dirasakan oleh siapa saja yang memiliki keimanan sejati kepada Alloh dan Rosul-Nya. Bagaimana tidak berat, bulan Ramadhan adalah tamu agung yang kehadirannya selalu dirindukan oleh setiap muslim sejati, yang dapat ia jumpai hanya sekali dalam setahun.

Kehadirannya adalah momentum untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan seorang muslim dapat secara masif melakukan “panen” pahala yang tidak bisa ia lakukan dan dapatkan di bulan-bulan lain. Karena amal-amal kebaikan yang ia lakukan pada bulan Ramadhan tersebut sangat berpotensi untuk dilipatgandakan dengan kelipatan yang lebih daripada yang ia lakukan pada selain bulan Ramadhan. Dan puncaknya adalah ketika seorang muslim di beri taufik oleh Alloh untuk bertemu dengan satu malam yang indah fullbarokah, yaitu malam lailatul qadar. Di mana, ketika ia melakukan amal-amal kebaikan di malam tersebut, maka itu adalah lebih baik daripada amal-amal kebaikan dalam seribu bulan. Sebuah capaian yang fantastis, yang harus sering kita panjatkan dalam doa-doa kita untuk dapat meraihnya.

Alloh Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Dua Renungan Paling Monumental

Ada dua renungan yang paling monumental yang harus sering kita koneksikan dengan fikiran dan hati kita terkait perpisahan kita dengan bulan yang penuh kemulyaan ini.

Pertama: Alloh Hanya Menerima Amalan Orang Bertakwa

Inilah bulan romadhan telah berada di ambang pintu perpisahan. Ia akan meninggalkan kita semua, seraya amalan-amalan kitapun akan naik ke langit. Dan akan berlaku ketetapan Alloh atas amalan-amalan kita selama bulan Romadhan. Beruntunglah orang-orang yang menghiasi hari-hari Romadhan dengan ketaatan-ketaatan kepada Alloh. Dan merugilah orang-orang yang mengisi hari-hari Romadhon dengan amalan-amalan buruk, keji dan terkesan jauh dari ketaatan kepada Alloh. Padahal Alloh Ta’ala telah menyediakan ampunan, rahmat yang berlipat ganda pada bulan tersebut. Demikian juga Rosulullah shallallahu alaiahi wasallam telah “membujuk” orang-orang yang sebelum Romadhan bergelimang dalam kehidupan dosa dan maksiat untuk meminimalisir kemaksiatannya bahkan menghilangkan kebiasaan maksiatnya pada bulan Romadhan. Dengan harapan, itu menjadi modal utama yang dapat menuntunnya untuk menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan pada bulan-bulan lainnya. Rosulullah  shallallahu alaiahi wasallambersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ ، وَيُنَادِي مُنَادٍ : يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ.

Dari Abu Hurairoh berkata: Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda: apabila datang awal malam bulan Romadhon, maka setan-setan dan jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup maka tak ada satupun yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan satupun tidak ada yang ditutup. Dan seorang penyerupun berkata: wahai pencari kebaikan kemarilah..! dan wahai pencari keburukan kembalilah. Dan setiap malamnya Alloh memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka. (HR. Tirmidzi, No. 682)

Di sisi lain, sekalipun kita telah menghiasi bulan Romadhan dengan amal-amal kebaikan seperti shalat, puasa, membaca al-Qur’an, infak, bersabar dan lain sebagainya. Adalah satu yag harus selalu mengiringi perjalanan kebaikan kita tersebut. Yaitu background ketakwaan yang mapan dalam setiap lini amal soleh kita. Karena inilah yang akan diterima di sisi Alloh disamping amalan tersebut harus ikhlas dan mengikuti Rosululloh shallallahu alaihi wasallam.

Alloh Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah Hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Maidah: 27)

Jika kita melihat potret kehidupan beragama ulama salaf, maka ketakjuban kita akan amalan mereka tidak akan pernah berhenti untuk menyanjungnya. Akan tetapi ada satu sisi lain yang menjadi perhatian mereka, yaitu upaya mereka bagaimana amalan-amalan Romadhan dapat dikabulkan oleh Alloh. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibn Rajab, bahwa para ulama salaf berdoa kepada Alloh selama enam bulan supaya ditemukan dengan bulan Romadhan, dan mereka juga berdoa kepada Alloh selama enam bulan lainnya supaya amalan-amalan mereka diterima Alloh Ta’ala. (Badr Humaisah, Tsalas Rosail Ma Ba’da Romadhan, Maktabah Syamilah 2011, hlm. 4)

Kedua: Jangan Kembali Berbuat Maksiat Setelah Romadhan

Fenomena yang sangat miris dari beberapa Romadhan yang lalu, adalah kembalinya kaum muslimin melakukan kemaksiatan-kemaksiatan setelah berpisah dengan bulan Romadhan. Ini tentu menjadi bahan renungan kita semua, supaya setelah Romadhan tahun ini kita tetap istiqamah untuk melakukan ketaatan kepada Alloh seperti ketika kita berada pada bulan Romadhan. Karena sejatinya, Dzat yang kita taati pada bulan Romadhan adalah sama dengan Dzat yang kita taati pada selain Romadhan, yaitu Alloh Ta’ala. Oleh karena itu jangan sampai kita berpaling dari Alloh setelah Romadhan, karena Alloh secara umum memperingatkan kita dengan firman-Nya:

“Janganlah kalian lari kebelakang, Maka kalian menjadi orang-orang yang merugi.”

Ayat ini menegaskan, supaya kita berusaha semaksimal mungkin menjaga ritme istiqamah kita dalam menjalankan ketaatan-ketaatan kepada Alloh Ta’ala.

Akhirnya, Kita semua tentu berharap bahwa dalam realitanya kita adalah termasuk orang-orang yang memakmurkan hari-hari dalam bulan Romadhan dari awal hingga akhir dengan amalan-amalan kebaikan yang sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rosul-Nya. Baik itu amalan yang wajib maupun yang sunnah. Di mana, pada siang harinya kita berpuasa, bersabar, membaca al-Qur’an dan lain-lain. Begitu juga di malam harinya, kita juga melakukan shalat tarawih berjama’ah, membaca al-Qur’an, dan lain sebagainya, yang semuanya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan upaya maksimal serta penuh dengan keikhlasan, mutaba’ah dan ketakwaan. Semoga Alloh menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam melaksanakan ketaatan-ketaatan kepada Alloh baik di bulan Romadhan maupun di bulan-bulan yang lainnya. Amien. Wallohu a’lam. (elsunnah/mimbarhadits)

Ditulis oleh: Abu Hasna Umar Muhsin, Lc., M.Pd.I.

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: