Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

selamat-menyambut-ramadhan2Segala puji bagi Alloh yang mempertemukan kembali dengan bulan yang mulia ini, bulan yang penuh dengan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya, keistimewaan yang tidak ada pada bulan-bulan yang lainnya. Semoga kita semua dapat memaksimalkan kesempatan yang telah diberikan kepada kita semua.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada uswah kita,  Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad , juga kepada seluruh keluarga dan para sahabat-sahabatnya serta kepada mereka yang setia mengikuti jejak langkah orang-orang terdahulu yang sholeh. Semoga kita termasuk bagian dari mereka yang mengikuti jejak langkah mereka dengan baik.

Di sepertiga malam ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk bermunajat kepada Alloh. Semoga Alloh memberikan hidayah-Nya kepada kita semua yang dengan hidayah tersebut kita dapat berjalan di jalan yang benar hingga mengetuk pintu jannah Alloh . Terlebih lagi di bulan ini di bulan Romadhon yang penuh keberkahan ini, karena di bulan ini pintu jannah (surga) di buka oleh Alloh  yang tidak dilakukan-Nya di bulan yang lainnya. Sebagaimana sabda Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُالْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ (رواه مسلم

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Jika datang bulan Romadhon, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup  dan syetan-syetan dibelenggu”. (H.R. Muslim).

Dalam hadits lain Rosululloh  bersabda,

)عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِفَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْمِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَالشَّرِّ أَقْصِرْ  (رواه الترمذي وابن ماجه

“Semenjak malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tiada satupun pintu yang terbuka dan ada penyeru yang berseru, ‘Wahai pencari kebaikan, kemarilah. Wahai pencari keburukan, kembalilah’.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan al-Albani)

Masuk ke dalam jannah adalah cita-cita tertinggi, siapa yang menjadikan jannah sebagai cita-cita tertingginya, bahagialah dia sekalipun di dunia ini amat terasa sulit, kesulitan itu akan segera terlupakan di saat dia merasakan kenikmatan jannah. Sebaliknya siapa yang menjadikan dunia sebagai cita-cita tertingginya, rugi besar dia, sekalipun saat di dunia dia merasakan kesenangan, kesenangan itu akan lenyap seiring dengan lenyap dia dari dunia, kesenangan itu akan terlupakan dengan sekejap saat datangnya azab neraka.

Kita semua akan kembali pada satu tempat diantara dua tempat, di surga atau neraka. Setelah itu tidak ada lagi kesempatan untuk meluruskan masalah, untuk merubah kedudukan, semuanya sudah selesai, kesempatannya hanya ada di dunia ini, kesempatan hanya beberapa hari yang tertinggal di kehidupan kita, hanya beberapa jam, hanya beberapa menit bahkan mungkin hanya beberapa detik saja. Setelah itu tidak ada kesempatan untuk merubah sesuatu yang ada. Hanya ada dua tempat kembali; surga atau neraka!.

Maka marilah kita siapkan diri kita untuk menyambut Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: