Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

maksiat2Banyak orang yang mengeluh akan kerasnya hati, hilangnya keberkahan, godaan setan dan sibuk dengan dunia (sehingga lalai tuntunan agama). Mereka lupa dengan dari firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”       (Q.S Ibrahim : 42)

Tentang firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S Asy-Syuuraa : 30)

Berkata Ibrahim bin Adham : “Kita adalah keturunan penduduk surga, Iblis telah mengeluarkan kita dari surga dengan kemaksiatan. Maka sudah selayaknya bagi orang yang berbuat dosa agar tidak tentram dengan kehidupannya sampai ia kembali ke tanah airnya“.

Jadi apa-apa yang menimpa kita adalah pengaruh buruk dari kemaksiatan yang kita lakukan. Allah subhanahu wata’ala tidak akan menyamakan antara orang Islam dengan orang kafir, antara orang yang berbuat amla sholeh dengan orang yang berbuat dosa. Orang yang menimpakan keburukan bagi orang kafir dan para pendosa baik di dunia maupun di akhirat. Allah ta’ala berfirman:

“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir), Mengapa kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan”   (Q.S Al-Qalam 35-36)

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka amat buruklah apa yang mereka sangka itu”    (Q.S Al-Jatsiyah : 21)

Manusia hendaknya memperhitungkan akibat buruk yang akan dia dapatkan tatkala ia bermaksiat, baik akibat itu terjadi di dunia maupun di akhirat. Dan hendaklah kita menyadari tatkala kita berbuat maksiat, kepada siapa sesungguhnya kita bermaksiat.

Berkata Bilal bin Sa’d rahimahullah : “Jangan engkau melihat pada kecilnya dosa, tetapi lihatlah pada agungnya Dzat yang engkau maksiati“.

Disarikan dari Muqodimah “Dampak Negatif Kemaksiatan” Abdullah bin Muhammad as-Sadhan. Islamhouse.com

Bogor, 01 Januari 2014

Muhammad Ilyas

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

@Ilustrasi gambar citraislam.com

Comments on: "Jauhi Kemaksiatan" (2)

  1. nice posting gan. Bisa jadi inspirasi nih, monggo mampir ke blog ane🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: