Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

khalwatMakna Setan Menjadi Orang Ketiga di antara Dua Orang yang Berkhalwat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.”[1]

ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena setan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” [2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kita untuk berkhalwat, yaitu berdua-duannya seorang pria dengan seorang wanita. Khalwat bisa terjadi dalam dua bentuk

  • Berdua-duanya seorang pria dan seorang wanita tanpa ada orang lain yang menyertainya
  • Berdua-duanya seorang pria dan seorang wanita yang disertai dengan keberadaan orang-orang di sekitanya, tetapi pembicaraan antara keduanya tidak dapat didengar oleh mereka.

Kedua bentuk tadi merupakan khalwat yang dilarang keras dalam Islam. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa tidaklah seorang pria dan wanita berkhalwat kecuali setan menjadi orang ketiga yang menyertai mereka.

Lalu apa makna bahwa setan menjadi orang ketiga yang menyertai mereka?

Al-Munawi rahimahullah berkata, “Yaitu setan menjadi penengah (orang ketiga) di antara keduanya dengan membisikan mereka (untuk melakukan kemaksiatan) dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya serta menghiasi kemaksiatan hingga nampak indah di hadapan mereka berdua, sampai akhirnya syaitan pun menyatukan mereka berdua dalam kenistaan (yaitu berzina) atau (minimal) menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih ringan dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinahan.” (Faidhul Qodir 3/78).

  • Setan membisikan kepada keduanya untuk melakukan kemaksiatan.

Orang yang berkhalwat pasti tidak akan terhindar dari perbuatan maksiat dikarenakan bisikan setan yang menyertai keduanya. Maka berbagai jenis kemaksiatan pun mereka lakukan mulai dari memandang, memegang, bergandengan dan lain sebagai yang tidak mungkin bagi orang yang berkhalwat untuk bisa menghindarinya.

  • Setan mnejadikan syahwat keduanya bergejolak

Sudah menjadi satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa seorang laki-laki memiliki ketertarikan (syahwat) kepada wanita, begitu juga sebaliknya. Maka tatkala seorang pria dan wanita berkhalwat maka syahwatnya tersebut akan terpancing dan membuncak lantaran dorongan dari setan yang menyertainya dan ketidakberadaan orang di sekelilingnya.

  • Setan menghilangkan rasa malu dari keduanya

Seseorang yang senantiasa berkhalwat maka setan akan menghilangkan rasa malu dari keduanya sedikit demi sedikit. Semakin sering seseorang berkhalwat makan semakin hilang pula bagian rasa malu dari dirinya sampai kemudian pada tahap dimana rasa malu hilang dari dari keduanya secara keseluruhan. Sehingga antara keduanya seperti tidak ada pembatas yang menghalangi mereka yang mengakibatkan  mereka dengan mudah menampakkan sesuatu atau berbuat sesuatu yang seandainya itu dilakukan dihadapan orang lain mereka akan merasa malu.

  • Setan menghiasi kemaksiatan hingga dibuat indah

Setan akan menjadikan berkhalwat itu terasa indah, terasa menyenangkan, membuat keduanya bahagia. Padahal perbuatan tersebut adalah perbuatan dosa yang bagi orang yang terjaga iffahnya itu akan sangat menggelisahkan. Setan akan memperindah perkataan di antaranya keduanya dan segela hal yang mereka lakukan tampak indah dan menyenangkan.

  • Setan menyatukan keduanya dalam kenistaan (zina) atau hal-hal yang lebih minim/ringan dari perbuatan zina.

Tahapan terberat akibat dari berkhalwat adalah setan akan menggelincirkan mereka dalam kenistaan dengan melakukan perbuatan zina. Perbuatan yang sangat hina dalam Islam. Kalau pun seandainya tidak sampai kepada zina, minimal setan akan menggiring keduanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada perbuatan zina.

Bogor, 01 Desember 2013
Muhammad Ilyas

Disarikan dari Kajian Pagi Masjid Ali bin Abi Thalib tanggal 30 Nopember 2013 oleh Ust. Arifin, S.H.I.

ELSUNNAH BC

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Layanan Tausiyah WhatsApp Gratis dari ELSUNNAH dan Konsultasi Syariah Klik Di Sini

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH

Bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah ini.
Like, Comment, and Share


[1]  HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430

[2] HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813

Ilustrasi gambar @tomzmarconcerto.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: