Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

adab berdoa

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (QS. Al Anfaal [8]: 33)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أنزل الله علي أمانين لأمتي {وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون} فإذا مضيت تركت فيهم الاستغفار إلى يوم القيامة

Allah menurunkan dua keamanan bagi umatku, yaitu disebutkan dalam firmanNya: ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.’ (AlAnfal:33) Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila aku telah tiada, maka aku tinggalkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah) di kalangan mereka sampai hari kiamat.

Allah ta’ala menjadi bagi umat ini dua kemanan sehingga mereka terpelihara dan terlindungi dari azab Allah ta’ala. Dua hal tersebut adalah keberadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di tengah-tengah mereka dan permohonan ampunan (istighfar). Akan tetapi shallallahu ‘alaihi wasallamat ini Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam telah tiada, maka sekarang tinggal isghfar yang bisa menyelamatkan kita dari azab Allah ta’ala.

Tidak ada manusia yang terlepas dari dosa. Dan setiap dosa yang dilakukan oleh seorang hamba akan mengundang azab Allah ta’ala. Maka hendaknya kita sebagai seorang manusia yang penuh dosa hendaknya memperbanyak istighfar kepada Allah ta’ala karena itu yang bisa menyelamatkan kita dari azab Allah ta’ala.

Dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَالَ وَعِزَّتِكَ يَا رَبِّ لَا أَبْرَحُ أُغْوِيْ عِبَادَكَ مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِيْ أَجْسَادِهِمْ. فَقَالَ الرَّبُّ: وَعِزَّتِيْ وَجَلَالِي لَا أَزَالُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُوْنِيْ

Sesungguhnya setan berkata, ‘Demi keagunganMu, wahai Rabbku, aku senantiasa akan menyesatkan hamba-hambaMu selagi roh masih berada di badan mereka.’ Maka Allah ta’ala berfirman, ‘Demi keagungan dan kemulian-Ku, Aku senantiasa memberikan ampun kepada mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku.’” (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan Imam Hakim dalam Mustadrak-nya, Imam Hakim berkata bahwa hadits ini shahih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

العَبْدُ آمِنٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ مَا اسْتَغْفَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

Seorang hamba dalam keadaan aman dari azab Allah selagi ia masih memohon ampun kepada Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad)

Penulis: Muhammad Ilyas, S.Kom

Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir

Bogor, 15 Nopember 2013
—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Comments on: "Istighfar Sebab Keamanan dari Azab Allah (Mentadabburi Surat Al Anfaal Ayat 33)" (2)

  1. “Berbagi pahala” Minta ijin kehalalannya utk di share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: