Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Dzulhijjah

Sumber gambar: sunniy.wordpress.com

Sesungguhnya Allah Jalla Wa Ala yang telah menciptakan seluruh makhluk telah menganugrahkan sebagian makhluk atas makhluk lainnya dan Dia telah mengistimewakan bagian tertentu di antara makhluk -Nya tersebut.

قال الله تعالى : ﴿ وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاء وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴾ (القصص:68)

 Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (QS. Al-Qoshos: 68).

قال الله تعالى : ﴿  لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ ﴾

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir”.  (QS. Al-Hajj: 28).

Ibnu Abbas berkata: Hari-hari yang ditentukan adalah “sepuluh hari pertama dari dzul hijjah”.[1]

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan bahwa hari-hari itu adalah hari-hari yang paling mulia dan amal-amal shaleh yang dikerjakan pada waktu-waktu itu adalah amal shaleh yang lebih tinggi nilainya dibanding dengan amal-amal shaleh yang dikerjakan pada masa yang lain.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan dan Al-Turmudzi dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Tidaklah ada suatu hari di mana amal-amal shaleh padanya lebih dicintai oleh Allah selain dari hari-hari sepuluh pertama bulan Dzul Hijjah ini”. Para shahabat bertanya: Tidak juga berjihad di jalan Allah wahai Rasulullah?. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Tidak juga berjihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang berjuang di jalan Allah dengan diri dan hartanya lalu dia tidak membawa kembali sedikitpun dari harta dan jiwa yang telah dibawanya”.[2]

Diriwyatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Ibnu Umar bahwa shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada suatu hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak pula ada amal-amalan yang lebih dicintainya selain amal yang dikerjakan pada sepuluh awal bulan dzulhijjah, maka perbanyaklah padanya tahlil, takbir dan tahmid”.[3]

Pada sepuluh hari pertama ini terjadi hari Arafah, hari kurban dan hari Al-Qorr[4], dan dia adalah hari-hari yang paling mulia di sisi Allah

Diriwyatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada suatu haripun di mana Allah paling banyak membebaskan hamba -Nya dari api padanya melebihi hari Arafah, sesungguhnya Dia mendekat, kemudian berbangga-bangga di hadapan para malaikat. Kemudian Allah berfirman:  Apakah yang doikehendaki oleh mereka ini?.[5]

Maka hari-hari itu adalah hari-hari pengampunan dan pembebasan dari api neraka dan puasa pada hari-hari itu akan menghapuskan dosa-dosa selama dua tahun. Diriwayatkan oleh Muslim dan Al-Turmudzi dari Abi Qotadah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Berpuasa pada hari Arofah, sungguh aku menganganggap bahwa Allah akan menghapuskan dosa-dosa selama satu tahun sesudahnya dan satu tahun sebelumnya”.[6]

Ibnu Hajar berkata: Yang jelas bahwa pada saat itu terkumpul ibadah-ibadah yang besar seperti shalat, puasa, shadaqah dan haji dan hal itu tidak terjadi pada masa-masa yang lainnya[7], Ibnu Rajab berkata: Pada saat Allah Subhanhu Wa Ta’ala menghunjamkan di dalam diri para hamba -Nya yang beriman dan merasa rindu untuk menyaksikan rumah Allah, yaitu tanah haram, dan tidak setiap orang mampu menyaksikannya secara langsung pada setiap tahunnya maka Dia mewajibkan bagi orang yang mampu berhaji untuk menunaikannya sekali saja dalam umurnya, dan Dia menjadikan hari-hari yang sepuluh ini sebagai masa-masa yang dilalui secara bersama oleh orang-orang yang datang berkunjung kepadanya dan yang tinggal (di daerahnya masing-masing). Maka barangsiapa yang tidak mampu berhaji pada setiap tahunnya dia diberikan kesempatan untuk menjalankan amal ibadah pada sepuluh bulan Dzul Hijjah di tempat tinggalnya dan amal itu lebih baik daripada berjihad”.[8]

Tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama tentang keutamaan sepuluh pertama bulan Dzulhijjah terhadap bulan-bulan lainnya didasarkan pada kekuatan dalil-dalil yang menjelaskan hal tersebut. Perbedaan hanya pada malam hari masa-masa tersebut. Dikatakan bahwa malam-malam bulan ramadhan lebih utama. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Ibnul Qoyyim. Dan dia berkata: Dengan adanya perincian ini maka kesamaran masalah (yang menimbulkan perbedaan) akan hilang. Dan dia menegaskan bahwa malam-malam bulan ramadhan dimuliakan karena adanya lailtul qodar dan dia adalah termasuk maktu-waktu malam, dan sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah diutamakan karena siang harinya, sebab padanya terdapat hari kurban, hari Arofah dan hari tarwiyah”.[9]

Disarikan dari Keutamaan Sepuluh Hari Dzulhijjah Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH


[1] Shahih Bukhari halaman: 193

[2] Shahih Bukhari: no: 969 dan Sunan Turmudzi no: 757 dan ini adalah lafaznya

[3] Musnad Imam Ahmad: 9/323-324 no: 5446 dan para muhaqqiq hadits ini berkata: Hadits shahih

[4] Hari Al-Qorr adalah hari tanggal sebelas bulan Dul Hijjah

[5] Shahih Muslim: no: 749 dan lafaznya adalah lafaz Muslim.

[6] Muslim: 2/819 no: 1162 dan Al-Turmudzi no: 143 no: 749

[7] Fathul Bari: 2/460

[8] Lathahiful Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hambali: halaman: 310

[9] Dzadul Ma’ad: 1/57

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: