Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

mendulang pahala ramadhan di saat haidMungkin bagi wanita haid atau nifas, adalah wanita yang  paling bersedih dengan kehadiran bulan Romadhon, dikarenakan akan hilang kesempatan-kesempatan yang terindah dalam bulan Romadhon untuk menggapai karunia pahala yang melimpah ruah. Tapi ini merupakan syariat yang harus difahami bagi setiap muslimah dikarenakan haid atau nifas adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah atas para wanita. Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi -sholallohu ‘alaihi wa salam- bersabda:

“Bukankah jika haid, mereka tidak sholah dan berpuasa? Itulah kekurangan agama mereka” (HR. Muslim).

Dan juga ‘Aisyah berkata, “Kami mengalami haid pada masa Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa salam, maka kami diperintahkan untuk mengqodho puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqodho sholat.” Sehingga  para wanita yang hidup pada zaman Rosululloh -sholallohu ‘alaihi wa salam- tidak pernah memaksakan diri untuk berpuasa pada bulan Romadhon, bahkan ia berdosa melanggar larangan Allah, jika tetap “keukeuh” berpuasa dalam kondisi haid atau nifas.

Namun tidak usah khawatir…Allah yang Maha Mulia telah memberikan solusi kepada para wanita yang haid bulan Romadhon menjadi bulan yang tidak dilewatkan oleh anda untuk meraih kemuliaan dan pahala dari-Nya. Diantara ibadah-ibadah yang bisa di lakukan kaum muslimah untuk mengisi kekosongan shoumnya pada bulan Romadhon adalah:

  • Memperbanyak berdoa kepada Allah. Banyak diantara muslimah yang sedang mengalami haid atau nifas justru meninggalkan seluruh amal-amal kebajikan, karena merasa sudah tidak ada amal lagi yang mereka kerjakan. Padahal berdoa merupakan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan bagi seorang muslimah untuk menggapai kemuliaan pada bulan Romadhon, selain itu memperbanyak doa pada bulan Romadhon adalah sebuah amal utama yang harus dikerjakan, karena pada waktu-waktu itu Allah memberikan “ijabah” kepada orang-orang yang berdoa.
  • Memperbanyak dzikir di setiap keadaan dengan ucapan tasbih (ucapan subhanallah), dan istighfar (ucapan astaghfirulloh), khususnya dzikir pagi dan petang. Akankah seorang muslimah mengalami kesulitan dengan ibadah yang satu ini?, saya yakin tidak..!! karena dzikir merupakan amalan yang ringan bagi manusia, dan ia dapat dikerjakan kapan saja. Amalan yang ringan tapi sangat berat di timbangan.
  • Memperbanyak shodaqoh. Seperti memberikan makan kepada orang yang berpuasa, dan bukankah Allah akan membalasinya dengan pahala seperti orang yang berpuasa..??
  • Selama Romadhon para muslimah banyak menghabiskan waktunya didapur. Terkhusus lagi pada waktu-waktu yang penuh berkah, seperti saat matahari terbenamnya matahari, dan saat menyiapkan sahur menjelang shubuh. Maka jika semua aktivitas tersebut diniatkan untuk Allah maka pahala yang besar dan melimpah ruah menantinya.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Kami bersama Rosululloh -sholallohu ‘alaihi wa salam- dalam sebuah perjalanan, sebagian dari kami ada yang berpuasa dan sebaian lain tidak. Suatu ketika panas begitu terik menyengat. Yang paling teduh di antara kami adalah yang paling lengkap pakainnya. Diantara kami ada yang menahan panasnya terik matahari dengan tangannya. Maka orang-orang (yang kala itu) berpuasa berjatuhan (karena tak tahan menahan panas), lalu (seketika itu juga)  orang-orang yang tidak berpuasa bergegas mengetuk pintu rumah-rumah (untuk mencari ataupun air), lalu mereka meminumkan air tersebut kepada para pengendara yang berjatuhan tadi. (melihat itu) Rosululloh -sholallohu ‘alaihi wa salam- besabda, “Pada hari ini orang-orang yang tidak berpuasa tersebut mendapatkan pahala”. Subhanalloh!!!
apa yg akan diraih oleh para muslimah ketika mereka selalu menyiapkan dan menghidangkan makanan untuk orang-orang yg akan berpuasa karena Allah?

  • Dan tidak mengapa bagi setiap untuk membaca Al-Quran meskipun dalam keadaan haid (sebab derajat hadits yang melarang wanita haid untuk membaca Al-Quran adalah lemah).
  • Membaca buku-buku ilmiyyah yang berkaitan dengan shoum.
  • Mendengarkan ceramah agama baik melalui radio, kaset-kaset, maupun di masjid-masjid.

Maka tidak ada kamus dalam aktivitas para muslimah yang sedang haid atau nifas dalam bulan Romadhon hanya dengan santai-santai . Seabreg pahala akan dapat diraih bagi para muslimah jika dia memahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dimanfaatkan untuk meraih pahala Allah.  (Red ELSUNNAH/dainusantara)

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon like FB Fans Page ELSUNNAH
dan bagikan artikel melalui tombol sosmed dibawah artikel ini.
Like, Share, and Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: