Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Syiah SesatKesyirikan terhadap Sebagian Ahlul Bait (Menempatkan Sebagian Ahlul Bait pada Derajat Uluhiyah)

Termasuk dari sikap ghuluw kaum Syi’ah terhadap Ali radhiallahu’ anhu adalah pernyataan penyusun Antologi Islam menyatakan bahwa tidak ada orang yang dapat melintasi shiroth (jembatan di atas neraka) kecuali dengan izin ‘Ali. Keyakinan semacam ini jelas syirik sebab hanya Alloh subhanahu wata’ala sajalah yang dengan izin-Nya seseorang dapat selamat melintasi shiroth atau celaka.

Al-Kulaini juga meriwayatkan dalam Ushul al-Kaafi pada bab: Innal Ardho kullaha lil-Imaam sebuah perkataan dari Imam Abu Abdillah  yang berkata, “Dunia dan akhirat itu milik imam. Ia meletakkannya sebagaimana yang ia inginkan dan memberikannya kepada siapa yang ia inginkan.

Ni’matulloh al-Jazairi, seorang ulama Syi’ah menyebutkan dalam kitabnya al-Anwarun Nu’maniyyah, sebuah riwayat dari ‘Ali yang berkata, “Demi Alloh sesungguhnya akulah yang bersama Ibrahim di dalam api, dan akulah yang menjadikan api itu dingin dan selamat baginya, dan aku bersama Nuh di dalam bahtera (kapal), dan akulah yang menyelamatkannya dari tenggelam. Dan aku bersama Musa, lalu aku ajarkan ia Taurat. Dan akulah yang membuat Isa dapat berbicara di waktu masih bayi, dan akulah yang mengajarkannya Injil. Dan aku bersama Yusuf di dalam sumur, lalu aku selamatkan ia dari tipu daya saudara-saudaranya. Dan aku bersama Sulaiman di atas permadani (terbang), dan akulah yang menundukkan angin untuknya.

Syi’ah berkeyakinan bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan meninggal dan mereka tidak akan meninggal kecuali atas kehendak mereka.

Kekufuran akan Pandangan di Atas.

Aqidah Syi’ah tentang para imam mereka sungguh suatu kekufuran yang nyata dan riddah (kemurtadan) dari Islam berdasarkan ijma’ kaum Muslimin. Para ulama telah sepakat bahwa barangsiapa  yang mengatakan ada seorang nabi atau malaikat atau wali yang bisa mengetahui perkara-perkara ghaib, mengetahui semua yang di langit dan di bumi mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, maka orang itu telah kafir secara ijma’. Karena sesungguhnya Alloh  telah mengkhususkan diri-Nya dalam hal ilmu ghaib. Tidak ada yang mengaku dapat menyaingi Alloh  dalam hal ini kecuali seorang musyrik.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Katakanlah, tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Alloh, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.(QS. an-Naml [27]: 65)

Rosululloh  juga bersabda:

((  مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللَّهُ لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى غَدٍ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى الأَرْحَامِ، وَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ، وَمَا يَدْرِى أَحَدٌ مَتَى يَجِىءُ الْمَطَرُ ))

Kunci perkara yang ghaib itu ada lima. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Alloh semata yaitu: tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi besok, tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang terdapat dalam rahim, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dilakukannya besok, dan tidak seorangpun yang tahu di bumi mana ia akan mati, serta tidak ada seorangpun yang tahu kapan turunnya hujan.(HR. Bukhori)

Disalin dari “Syiah Bukan Islam?”, Lajnah Ilmiah HASMI, Penerbit Pustaka MIM

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

iklaniklan2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: