Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

adab berdoaDoa adalah ungkapan kepasrahan hamba kepada Rabb-nya, yang dibaca setiap waktu, dalam keadaan senang maupun takala mendapat cobaan, takala sempit maupun lapang. Memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala berarti lari kepada-Nya. Doa merupakan esensi kehidupan manusia. Dan beliau shallallahu ‘alahi wasallam telah menerangkan kepada kita dalam berbagai hadist tentang keagungan doa.

Berikut ini akan kami paparkan sebagian adab yang harus diperhatikan oleh seluruh kaum muslimin, agar doa kita semua diterima disisi Allah subhanahu wata’ala, yaitu :

Pertama: Merasa pasti dalam berdoa dan percaya bahwa Allah subhanahu wata’ala akan mengabulkan. Meskipun masalah yang anda pinta kepada Allah subhanahu wata’ala berat dan sukar, di dalam hati anda tetap harus ada keyakinan bahwa Allah subhanahu wata’ala akan memenuhi dan mengabulkannya. Inilah yang diperintahkan Nabi shallallahu ‘alahi wasallamkepada kita. Dari Anas radhiallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulallah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

Apabila salah seorang diantara kamu berdoa, maka hendaklah ia meneguhkan permintaanya, dan janganlah sekali-kali dia mengucapkan: “ Ya Allah, apabila Engkau menghendakiku, maka limpahkanlah kepada-ku”, sesungguhnya dia enggan kepadanya.”[1]

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu disebutkan:

“Janganlah salah seorang diantaramu mengucapkan: “ Ya Allah, ampunilah dosaku, Ya Allah, rahmatilah aku, kalau memang Engkau menghendaki”. Tetapi hendaklah dia meneguhkan permintaannya. Sesungguhnya Dia tidak enggan kepadanya.”[2]

Kedua: Mengulang-ulang dalam berdoa. Ini adalah cara yang terpuji. Sebab ini merupakan gambaran sikap merendahkan diri kepada Allah dan kepasrahan kepada keagungan-Nya serta husnuhz- zhann kepada rahmat-Nya.

Dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu Dari Nabi shallallahu ‘alahi wasallam, beliau bersabda:

“Masih tetap akan dikabulkan bagi seorang hamba selagi dia tidak berdo’a dengan dosa atau pemutusan tali persaudaraan, dan selagi dia tidak terburu-buru. Ada yang bertanya, wahai Rosulullah, apa maksud terburu-buru itu ? beliau menjawab, Dia berkata, “Aku sudah berdo’a, tetapi Allah belum memenuhi bagiku’. Lalu diapun merasa letih pada saat itu dan tidak lagi berdo’a”.

Jadi dia harus tetap berdo’a dan tidak boleh beranggapan bahwa pemenuhan do’anya terlalu lambat.

Ketiga: Berdo’a dengan suara pelan dan lembut. Inilah yang diperintahkan Allah kepadamu, agar engkau merendahkan diri dan pasrah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

Berdoalah kepada Rabb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (Al-A’rof : 55).

Ini merupakan perintah berdo’a, yang disertai dengan sifat-sifatnya, yaitu khusyu’ dan merendahkan diri. Khufyah artinya secara rahasia. Maksudnya agar terhindar dari riya’. Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Lembutkanlah suaramu. Karena kamu sekalian tidak berdoa kepada yang tuli, tidak pula kepada yang tidak ada, tetapi kamu berdo’a kepada yang maha mendengar dan maha melihat.”

Keempat: Memohon kepada Allah dengan asma’ dan sifat-sifat-Nya yang tinggi. Firman Allah subhanahu wata’ala:

“Allah mempunyai asma’ul  husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyabut asma’ul husna.”(Al-a’rof:1)

Kelima: Berdoa dengan amal shaleh. Hal ini telah disebutkan dalam   sebuah hadist shahih, tentang tiga orang yang dikisahkan Nabi shallallahu ‘alahi wasallam, yang sedang terperangkap dalam sebuah goa, karena mulut goa tertutup sebongkah batu. Maka mereka bertawasul dengan menyebut amal-amal mereka yang tulus dan benar. Maka kemudian Allah mengabulkan doa mereka.

Keenam: Dengan memakan makanan yang baik yang baik, mengangkat tangan keatas dan menghadap kiblat.

Dan masih banyak adab serta syarat-syarat doa yang lain.

Wallahu a’lam

 

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH


[1] Isnadnya shahih, ditakhrij al-Bukhory 8/92, Muslim, 17/6, Ahmad, 3/101

[2] . Ditakhrij Al-Bukhary,8/92.

[3] . Isnadnya shahih, ditakhrij Muslim,17/52.

iklaniklan2

Comments on: "Adab Berdoa Agar Doa Diterima" (1)

  1. Subhanalloh, Sangat bermanfaat, betul sekali setiap berdo’a hamba harus dengan adab yang baik.
    Seorang anak meminta sesuatu kepada bapak/ibunya saja kalau dengan adab yg mulia pasti ortu akan suka untuk menuruti permintaan puteranya.
    Demikian juga bila seorang muslim berdoa kepada Robbnya dengan adab yang baik, in sya’a Alloh akan segera mengabulkannya, karena Alloh maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: