Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

ahlul baitPemahaman Ahlul Bait yang Benar

Secara bahasa Ahlul bait artinya keluarga. Sedangkan yang dimaksud dalam pembahasan ini ialah mereka yang haram menerima zakat karena kekerabatannya dengan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu keluarga Ali bin Abi Tholib, keluarga Ja’far, keluarga Aqil, dan keluarga Abbas bin Abdul Muttholib radhiallahu ‘anhum. Mereka semua dari Bani Hasyim. Termasuk dalam Ahlul bait adalah para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(( وَأَهْلُ بَيْتِى أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِى أَهْلِ بَيْتِى أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِى أَهْلِ بَيْتِى أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِى أَهْلِ بَيْتِى )). فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ: وَمَنْ أَهْلُ بَيْتِهِ يَا زَيْدُ, أَلَيْسَ نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ؟ قَالَ: نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَلَكِنْ أَهْلُ بَيْتِهِ مَنْ حُرِمَ الصَّدَقَةَ بَعْدَهُ. قَالَ وَمَنْ هُمْ ؟ قَالَ هُمْ آلُ عَلِىٍّ وَآلُ عَقِيلٍ وَآلُ جَعْفَرٍ وَآلُ عَبَّاسٍ . قَالَ كُلُّ هَؤُلاَءِ حُرِمَ الصَّدَقَةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ  ))

Dan Ahlul bait-ku. Aku ingatkan kalian kepada Alloh tentang Ahlul bait-ku, Aku ingatkan kalian kepada Alloh tentang Ahlul bait-ku, Aku ingatkan kalian kepada Alloh tentang Ahlul bait-ku.” Kemudian Hushoin (seorang tabi’in yang meriwayatkan dari Zaid) berkata, “Siapakah Ahlul bait-nya wahai Zaid? Bukankah para istri beliau termasuk Ahlul bait-nya?” Zaid menjawab, “Para istri beliau termasuk Ahlul bait-nya. Tetapi Ahlul bait-nya juga adalah siapa yang haram menerima sedekah sepeninggal beliau.” “Siapakah mereka itu?” tanya Hushoin. Zaid menjawab, “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Ja’far, keluarga Aqil, dan keluarga Abbas.” “Mereka semua diharamkan menerima sedekah?” tanya Hushoin. Zaid menjawab, “Benar.(HR. Muslim)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya, “Kemudian, sesuatu yang tidak diragukan lagi oleh siapapun yang mentadabburi al-Qur’an adalah bahwa istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk dalam firman Alloh Ta’ala  :

Sesungguhnya Alloh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlul bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.(QS. al-Ahzab [33]: 33)

Karena, siyaqul kalam (konteks pembicaraan) ayat tersebut mengenai istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Penyimpangan terhadap Pemahaman Ahlul bait

Syi’ah membatasi makna Ahlul bait hanya sebatas keluarga Ali bin Abi Tholib  saja. Dalam hal ini penyusun buku Antologi Islam berkata, “Bagi Syi’ah, Ahlul bait Nabi Muhammad  hanya terdiri atas individu-individu berikut ini: Fathimah Zahroh, Ali, Hasan, Husain, dan sembilan orang imam keturunan Husain. Dan jika dimasukkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ke dalamnya, mereka akan menjadi empat belas orang.

Sementara itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika terjadi haditsul ifki (kisah pencemaran nama baik), Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di tengah-tengah manusia lalu berkata:

((  أَيهَا النَّاسُ مَا باَلُ رِجالٍ يُؤْذُونَنِيْ في أَهْلِيْ ويقُولُونَ عليهِنَّ غيرَ الْحَقِّ واللهِ ما علِمتُ منْهُنَّ إلاَّ خَيرًا  ))

“Wahai manusia, kenapa ada orang-orang yang menyakitiku dalam keluargaku (ahli baitku) serta berkata tentang mereka tanpa kebenaran. Demi Alloh, aku tidak mengetahui tentang mereka kecuali kebaikan.” (HR. Ibnu Ishaq; dishohihkan oleh al-Albani)

Dalam hadits tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jelas-jelas menyebut ‘Aisyah  dengan ahli baiti (keluargaku).

Disalin dari “Syiah Bukan Islam?”, Lajnah Ilmiah HASMI, Penerbit Pustaka MIM

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

iklaniklan2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: