Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Contoh al-Qur’an yang Menurut Syiah Mengalami Perubahan.

quranBerikut ini kutipan dari rujukan-rujukan utama kaum Syiah tentang masalah tahriful Qur’an (pengubaha isi al-Qur’an).

Al-Qummi (nama lengkapnya adalah Abul Hasan ‘Ali bin Ibrahim al-Qummi, meninggal tahun 307H) berkata dalam tafsirnya yaitu Tafsir al-Qummii (kitab tafsir syiah-red) :

Adapun di antara ayat-ayat yang berbeda dengan apa yang diturunkan oleh Alloh subhanahu wata’ala adalah firman-Nya:

ayat1

“Hai Rosul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu tentang Ali, dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.”

 

(Dalam al-Qur’an yang asli ayat itu berbunyi sebagai berikut: )

“Hai Rosul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Robbmu, dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. al-Maidah[5]: 67)

Juga firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman terhadap keluarga Muhammad, Alloh sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka.

(Dalam al-Qur’an yang asli ayat itu berbunyi sebagai berikut: )

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Alloh sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka. (QS. an-Nisa’[4]: 168)

 Kesimpulan akan Kufurnya Syiah.

Tidak ada keraguan lagi bahwa keyakinan semacam ini telah mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Karena, barangsiapa yang meyakini bahwa al-Qur’an telah dirubah sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, maka itu berarti mendustakan ayat-ayat al-Qur’an. Dan barangsiapa yang mendustakan al-Qur’an, maka ia telah kafir. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Ibnu Hazm  yang telah berfatwa, “Barangsiapa berpendapat bahwa al-Qur’an telah dikurangi satu huruf setelah wafatnya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam, atau ditambah satu huruf, atau dirubah satu huruf… maka ia telah kafir dan keluar dari agama Islam karena hal itu berarti menyelisihi kalamulloh, sunnah Rosululloh  dan ijma’ kaum Muslimin.”

Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain radhiallahu’anhum berlepas diri dari anggapan adanya al-Qur’an lain selain dari al-Qur’an yang ada.

Satu hal yang perlu ditegaskan di sini bahwa Ahlulbait sendiri khususnya Ali bin Abi Tholib, Fathimah, Hasan dan Husain radhiallahu’anhum berlepas diri dari keyakinan Syi’ah yang sesat di atas. Jika memang benar bahwa Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu  memiliki al-Qur’an yang berbeda dengan al-Qur’an yang ada, niscaya beliau akan mengumumkan hal itu di saat beliau menjabat sebagai kholifah kaum Muslimin. Ketika itu tidak ada alasan bagi beliau untuk menyembunyikan al-Qur’an yang berbeda jika memang benar ada. Hal ini karena Syi’ah mengklaim bahwa Ali radhiallahu’anhu sengaja tidak menampakkan al-Qur’an yang asli karena taqiyyah (menyembunyikan kebenaran karena ketakutan atau ancaman). Ketika beliau menjadi kholifah maka ketakutan apa yang dikhawatirkan oleh Ali radhiallahu’anhu? Cukuplah ini sebagai bukti bahwa Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu dan keluarganya tidak pernah memiliki atau menyimpan al-Qur’an yang berbeda dengan al-Qur’an yang ada di tangan kaum Muslimin pada umumnya.

Hal ini lebih dipertegas lagi oleh riwahat imam al-Bukhari berikut:

Dari Abu Juhaifah dia berkata, “Saya bertanya kepada Ali, apakah engkau memiliki wahyu selain yang tertera dalam al-Qur’an? Dia menjawab, ‘Tidak demi Allah, Dzat yang membelah bii-bijian dan menciptakan kehidupan, kecuali kepahaman yang Allah berikan kepada seseorang tentang al-Qur’an dan apa yang terdapat dalam lembaran ini, ‘Saya bertanya lagi, ‘Apa yang terdapat dalam lembaran ini?’ Dia menjawab, ‘Diyat (denda kejahatan pembunuhan), membebaskan tawanan dan bahwa seorang muslim tidak boleh dibunuh karena membunuh seorang kafir'” (HR. Bukhori no. 2820)

Muhammad bin Ismail ash-Shon’ani rahimahullah, penyusun kitab subulus salam berkata, “Abu Juhaifah bertanya tentang itu kepada Ali radhiallahu’anhu karena sekelompok Syiah mengklaim bahwa ahlulbait, khususnya Ali radhiallahu’anhu memiliki wahyu yang tidak diketahui oleh orang lain.” [1]

Disalin dari “Syiah, Bukan Islam…?” diterbitkan oleh Pustaka MIM

—-

[1] Muhammad bin Ismail al-Amir ash-Shon’ani, subul as-salam al-muwashshilah ilaa Buluugh al-Maraam, Mesir: Daar al-Bashiirah, jilid 4, hal.16.

 

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

iklaniklan2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: