Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

memupuk kerinduan dengan mengetahui keutamaan bulan ramadhanPelajaran Dari Ayat-Ayat Tentang Puasa

Beberapa tulisan sebelumnya telah dijelaskan tentang tafsiran tentang ayat-ayat puasa, yaitu QS. Al Baqoroh: 183-184, QS. Al Baqoroh: 185,  QS. Al Baqoroh: 186QS. Al Baqoroh: 187 .

Dari penjelasan tafsir ayat-ayat tersebut dapat diambil beberapa pelajaran di antaranya,

  1. Umat Islam wajib melakukan puasa Ramadhan.
  2. Kewajiban bertakwa kepada Allah dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  3. Boleh berbuka di bulan Ramadhan bagi orang sakit dan musafir.
  4. Keduanya wajib mengganti puasa sebanyak bilangan hari mereka berbuka, pada hari-hari lain.
  5. Firman Allah ta’ala: “Maka wajiblah mereka berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari lain.”Adalah dalil wajibnya mengqadha bagi orang yang berbuka pada bulan Ramadhan karena uzur, baik sebulan penuh atau kurang, juga merupakan dalil dibolehkannya mengganti hari-hari yang panjang dan panas dengan hari-hari yang pendek dan dingin atau sebaliknya.
  6. Tidak diwajibkan berturut-turut dalam mengqadha puasa Ramadhan, karena Allah taala berfirman:“Maka wajiblah mereka berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari lain.”Tanpa mensyaratkan puasa berturut-turut. Maka, dibolehkan berpuasa secara berturut-turut atau secara terpisah-pisah. Dan yang demikian itu lebih memudahkan manusia.
  7. Orang yang tidak kuat puasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh, wajib baginya membayar fidyah, untuk setiap harinya memberi makan satu orang miskin.
  8. Firman Allah ta’ala: “Dan berpuasa lebih baik bagimu.”
    Menunjukkan bahwa melakukan puasa bagi orang yang boleh berbuka adalah lebih utama, selama tidak memberatkan dirinya.
  9. Di antara keutamaan Ramadhan adalah, Allah mengistimewakannya dengan menurunkan Al-Qur’an pada bulan tersebut sebagai petunjuk bagi segenap hamba dan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.
  10. Bahwa kesulitan menyebabkan datangnya kemudahan. Karena itu Allah membolehkan berbuka bagi orang sakit dan musafir.
  11. Kemudahan dan kelapangan islam, yang mana ia tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.
  12. Disyari’atkan mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri. Firman Allah ta’ala:
    “Dan hendaklah kamu mengangungkan Allah (mengumandangkan takbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.”
  13. Wajib bersyukur kepada Allah atas berbagai karunia dan taufik-Nya, sehingga bisa menjalankan puasa, shalat dan membaca Al-Qur’anul Karim, dan hal itu dengan mentaati-Nya dan meninggalkan maksiat terhadap-Nya.
  14. Anjuran berdoa, karena Allah memerintahkannya dan menjamin akan mengabulkannya.
  15. Kedekatan Allah dari orang yang berdoa kepada-Nya berupa dikabulkannya doa, dan dari orang yang menyembah-Nya berupa pemberian pahala.
  16. Wajib memenuhi seruan Allah dengan beriman kepada-Nya dan tunduk mentaati-Nya. Dan yang demikian itu adalah syarat dikabulkannya doa.
  17. Boleh makan dan minum serta melakukan hubungan suami isteri pada malam-malam bulan Ramadhan, hingga terbit fajar, dan haram melakukannya pada siang hari.
  18. Waktu puasa adalah dari terbitnya fajar yang kedua, hingga terbenamnya matahari.
  19. Disyari’atkan I’tikaf di masjid-masjid. Yakni di masjid untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan melakukan totalitas ibadah di dalamnya. I’tikaf tidak sah, kecuali dilakukan di dalam masjid yang di situ diselenggarakan shalat lima waktu.
  20. Diharamkan bagi orang yang beri’tikaf mencumbu isterinya. Bersenggama merupakan salah satu yang membatalkan I’tikaf.
  21. Wajib konsisten dengan mentaati perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Allah ta’ala berfirman:
    “Itulah larangan-larangan Allah maka kamu jangan mendekatinya.”
  22. Hikmah dan penjelasan ini adalah terealisasinya takwa setelah mengetahui dari apa ia harus bertakwa (menjaga diri).
  23. Orang yang makan dalam keadaan ragu-ragu tentang telah terbitnya fajar atau belum adalah sah puasanya, Karena pada dasarnya waktu malam masih berlangsung.
  24. Disunnahkan makan sahur, sebagaimana disunnahkan mengakhirkan waktunya.
  25. Boleh mengakhirkan mandi janabat hingga terbit fajar.
  26. Puasa adalah madrasah rohaniyah, untuk melatih dan membiasakan jiwa berlaku sabar([1]).

Disalin dari Risalah Ramadhan karya Syaikh Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrahim Al Jarullah (Islamhouse.com)

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH


[1].  Lihat kitab Al-Iklil fi istinbatit tanzil, oleh As Suyuthi, hlm, 24-28, dan Taisirul Lathifil Mannan, oleh Ibnu Sa’di, halm, 56-58.

iklaniklan2

Comments on: "Pelajaran Dari Ayat-Ayat Tentang Puasa" (1)

  1. seseorang harus membaca penafsira ayat-ayat puasa sebelum melakukan kewajiban tersebut. hal diasumsikan guna memperbaik dalam menjalankan amalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: