Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

sholat-dzikirHukum shalat lima waktu berjama’ah adalah wajib bagi setiap mukmin yang tak ada adzur (halangan) syar’i untuk mengikutinya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

Suatu kampung atau dusun yang dihuni oleh tiga orang dan disitu tidak ditegakkan shalat berjama’ah, maka pasti mereka akan dikalahkan oleh syetan.  Maka wajib atas kamu shalat berjama’ah.  Karena serigala akan menerkam kambing yang jauh dari kawannya.”[1]

“Demi yang dijiwaku berada dalam tanganNya (demi Allah) sesungguhnya ingin rasanya aku menyuruh orang membawa kayu bakar hingga terkumpul, kemudian aku menyuruh adzan dan shalat.  Kemudian aku suruh seorang laki-laki mengimami shalat.  Dan aku datangi mereka yang tidak shalat berjama’ah pada waktu itu, lalu aku bakar rumah-rumah mereka.”[2]

Lalu sabda beliau shallallahu’alaihi wasallam kepada orang buta yang berkata kepada beliau shallallahu’alaihi wasallam.:

“Ya Rasulallah saya tidak punya orang yang menuntun saya ke mesjid.  Dia meminta kepada beliau shallallahu’alaihi wasallam untuk memberikan keringanan baginya agar dia dapat shalat dirumahnya, maka Rasulallah shallallahu’alaihi wasallam memberi kelonggaran kepadanya tapi tatkala ia berpaling hendak pergi, beliau Rasulallah shallallahu’alaihi wasallam bersabda apakah engkau mendengar adzan? Ia berkata: Ya.  Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda: kalau begitu hendaklah engkau memenuhi.”[3]

Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata:

“Barangsiapa menginginkan perjumpaan dengan Allah kelak dalam keadaan muslim, hendaklah ia menjaga shalat-shalat itu di saat diseru untuk melaksanakannya.  Sesungguhnya Allah telah mensyari’atkan kepada Nabi kalian sunnah-sunnah yang berfungsi sebagai petunjuk.  Sesungguhnya shalat-shalat itu adalah sunnah-sunnah petunjuk.  Dan andaikata kalian shalat di rumah-rumah kalian seperti shalatnya orang yang menyelisihi (meninggalkan shalat berjamaah) di rumahnya dalam hal ini kalian berarti meninggalkan sunnah-sunnah nabi kalian. Andaikata kalian meninggalkan sunnah nabi kalian pasti kalian akan tersesat.  Sungguh telah kita saksikan tidaklah ada yang akan meninggalkan (shalat berjamaah) kecuali munafiq yang nyata.”[4]

—-

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Silakan like FB Fans Page ELSUNNAH

iklaniklan2


[1] [HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Hakim. Dihasankan oleh Syeikh al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 5701]

[2] [HR. Bukhori:644 dan Muslim: 651]

[3] [HR. Muslim no.653]

[4]  [HR. Muslim no.257 (654)]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: