Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

membentuk rumah tangga islami adalah keharusanMembentuk Rumah Tangga Islami Adalah Keharusan

Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wassalam menaruh perhatian khusus terhadap pembinaan rumah tangga. Oleh karenanya, Allah menurunkan ayat khusus mengenai keluarga. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS. At-Tahrim[66]: 6)

Ayat ini secara khusus memerintahkan kita untuk membangun sebuah rumah tangga yang dibangun di atas keimanan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala. Hal ini menandakan betapa pentingnya pembinaan rumah tangga islami. Kenapa? Karena siapa pun kita, dimanapun posisi kita di tengah-tengah masyarakat, apa pun profesi kita , apa pun jabatan kita, baik yang memiliki jabatan tinggi atau yang paling rendah sekalipun dan setiap manusia secara keseluruhan pada dasarnya adalah bagian dari suatu keluarga. Dan oleh karenanya keluarga ini mendapatkan perhatian khusus dari Allah subhanahu wata’ala,

Dan Alloh subhanahu wata’ala  juga berfirman

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” ( QS. Asy Syu’araa’ (26): 214)

Ini adalah perintah Allah subhanahu wata’ala kepada kita semua untuk senantiasa memberikan peringatan kepada orang-orang terdekat, dan orang yang paling terdekat dengan kita adalah orang yang ada di dalam kelurga kita (isti, anak, ayah, ibu, kakak, adik). Jangan sampai kita membiarkan anggota keluarga kita melakukan kemaksiatan-kemaksiatan tanpa kita memperingatkannya. Ini adalah sikap dayuts yang merupakan dosa besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

ثَلاَثَةٌ حَرَّمَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ عَلَيْهِمِ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُ وَالدَّيُّوْثُ الَّذِي يُقِرُّ الْخَبَثَ فِي أَهْلِهِ

Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya). [Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512 dari hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, lihat juga syahidnya dari hadits ‘Ammar bin Yasir no 2071 dan 2367]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّت) متفق عليه

“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi)

Penulis: Muhammad Ilyas

Artikel: ELSUNNAH.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: