Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

renungan-hari-akhirTangisan Salafus Sholeh dari Hilangnya Amal

Berikut adalah beberapa contoh tangisan para salafus sholeh karena kehilangan kesempatan untuk beramal,

  • Abu Hurairah

Ketika kematian datang menjemputnya, beliau menangis. Maka dikatakan kepadanya; “Apa yang membuat anda menangis?, beliau menjawab: “Aku tidaklah menangisi dunia kalian ini, akan tetapi aku menangis karena jauhnya perjalanku dan sedikitnya perbekalanku. Dan sekarang aku mendaki untuk menuruni ke arah jannah dan neraka, dan aku tidak tahu kemana Allah akan mengambilku?”.

  • Yunus bin Ubaid

Seorang tabi’in Jalil yang telah bertemu dengan Anas bin Malik radhiallahu’anhu, mereguk akhlak dan perangainya. Ketika kematian menjemputnya, beliau tidak berfikir pada maksiatnya atau fitnah yang telah dia terjerumus padanya dan dia tidak mengetahuinya  bahwa ia telah berjalan di atasnya. Akan tetapi ia membatasi pikirannya hanya pada kebaikan yang belum ia peroleh atau ia perbuat. Sehingga ia sangat menyesal telah meninggalkan urusan yang sangat besar ini. Ia melihat pada ujung kedua kakinya seraya menangis. Lantas orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui apa yang membuat ia menangis atau yang membuat jiwanya goncang maka mereka bertanya kepadanya: “Wahai Abu Abdillah apa yang membuat Anda menangis? Lantas beliau berkata: “Kedua kaki tidak pernah berdebu di jalan Allah.” Beliau menangis karena tidak merasakan debu pada kakinya di medan-medan jihad. Beliau menangis karena kehilangan pahala jihad ketika ia tidak memiliki anak panah.

  • Aku berharap seandainya Aku Syahid

Abu Junaid berkata Kholid bin Walid ketika menghadapi kematian, menangis dan berkata: “Aku telah menghadapi pasukan ini dan itu dan tidaklah satu jengkalpun dalam tubuhku melainkan terdapat tebasan pedang atau tusukan panah dan sekarang inilah aku mati di atas ranjangku. Mati seperti matinya dedaunan maka janganlah mati seperti mati para pengecut.”

  • Mereka berpaling dan mata mereka berlinangan air mata

Mereka ini adalah shahabat-shahabat yang miskin, kemiskinan mereka harus mengahalngi mereka dari jihad fi sabilillah dan menolong dien-Nya.  Maka mereka mendatangi Rasulullah r mengharapkan sesuatu yang dapat membawa mereka untuk berperang bersama Beliau dan dapat membela agama Allah dengan jiwa-jiwa mereka, hal ini terjadi pada saat perang ‘usroh.  Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memohon maaf pada mereka dengan apa yang telah Allah kabarkan pada kita: radhiallahu ‘anhuAku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu). Maka jiwa mereka tidak pernah merasa nyaman berdiam diri tanpa berbuat, serta kehilangan kesempatam berjihad bersama Rasululah r sehingga mata mereka basah bercucuran air mata, sedih dan sakit karena tidak dapat berinfaq untuk menolong dien ini. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

“dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan”

(QS. At Taubah:92)

Comments on: "Tangisan Salafus Sholeh dari Hilangnya Amal" (1)

  1. abu zahro said:

    Syukron.!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: