Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

kedudukan bulan rajab dan bulan haramTidak terasa kita telah memasuki bulan Rajab tepatnya tanggal 2 Rajab 1434 H/ 12 Mei 2013. Perlu diketahui bahwasanya bulan Rajab adalah salah satu dari bulan-bulan Haram.

 

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah (9): 36)

Ke-empat bulan haram itu adalah Dzul qa’dah, Dzul hijjah, muharram dan Rajab sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Bakrah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah berkhutbah ketika haji wada’, beliau bersabda,

 أَلَا إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وشَعْبَانَ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya waktu itu telah berputar sebagaimana biasanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. satu tahun dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan diantaranya berturut-turut, yaitu Dzul qa’dah, Dzul hijjah, Muharram dan Rajab mudhar yang berada di antara jumadil akhir dan sya’ban[1]

Bulan haram adalah bulan yang diagungkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Rajab adalah salah satu di antara bulan Haram. Di antara keistimwaan dan bentuk pengagungan bulan haram adalah

  • Haram hukumnya memulai peperangan di bulan Haram kecuali jika musuh yang memulainya. (lihat QS. Al Maidah: 2, QS. Al Baqarah: 194)
  • Dosa yang dilakukan di bulan Haram lebih besar dosanya daripada melakukan dosa di bulan-bulan lainnya.
  • Pahala amal sholih yang dilakukan di bulan Haram dilipatgandakan.

Tentang firman Allah ta’ala dalam QS. At-Taubah:36 tersebut: “Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu.” Pada dasarnya Allah subhanahu wata’la mengharamkan setiap perbuatan maksiat di manapun dan kapanpun. Akan tetapi Allah subhanahu wata’ala mengkhususkan larangan menganiaya diri sendiri (dengan perbuatan dosa dan maksiat) di bulan-bulan Haram tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dosa melalukan perbuatan maksiat di bulan tersebut lebih besar dan lebih berat hukumannya.

Ali bin Abi Thalhah menuturkan dari Ibnu Abbas tentang ayat tersebut, “Allah mejadikan empat bulan itu sebagai bulan Haram, dimana Dia memperbesar keharaman-keharamannya, dan Dia menetapkan dosa yang dilakukan padanya lebih berat, serta menjadikan pahala dan amal shalih dan pahalanya juga lebih besar[2]

Qatadah berkata tentang ayat tersebut, “Perbuatan aniaya di bulan-bulan Haram lebih besar kesalahan dan dosanya dari kedzaliman yang dilakukan di bulan selainnya. Meskipun kedzaliman itu dalam setiap keadaan adalah besar, akan tetapi Allah membesarkan sebagian urusan-Nya sesuai dengann yang Dia kehendaki[3]

Demikianlah betapa agungnya kedudukan bulan-bulan Haram di sisi Allah. Bagi orang yang memiliki pemahaman dan akal maka sebab agungnya segala perkara hanya dikarenakan Allah yang telah mengagungkannya. Maka hendaknya kita mengagungkan apa-apa yang telah diagungkan oleh Allah dan menjaga kesucian bulan-bulan haram tersebut, termasuk bulan Rajab yang saat ini kita sedang berada di dalamnya,  dengan menjauhi kemaksiatan dan memperbanyak amal shaleh.  Apalagi bulan Rajab adalah bulan persemaian menuju bulan Ramadhan, sebagaimana sebagian ulama mengatakan bahwa,

Rajab adalah bulan persemaian (menanam).

Sya’ban adalah bulan pengairan.

Adapun Ramadhan, ia adalah bulan memetik buah.

Agar buah dapat dipetik di bulan Ramadhan (yaitu kita dapat menikmati lezat dan indanya ibadah di bulan Ramadhan dan memetik pahala yang besar) harus ada benih yang disemai, dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun.

Bogor, 2 Rajab 1434/ 12 Mei 2013

Penulis: Muhammad Ilyas

Artikel https://elsunnah.wordpress.com

 


[1] Shahih Tafsir Ibnu Katsir (IV/199)

[2] Shahih Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)

[3] Shahih Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)

Comments on: "Kedudukan Bulan Rajab Dan Bulan-Bulan Haram Lainnya" (2)

  1. […] Kedudukan Bulan Rajab Dan Bulan-Bulan Haram Lainnya […]

  2. […] al-Muharram adalah salah satu bulan haram, yaitu bulan yang disucikan oleh Allah subhanahu […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: