Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Bolehkah memberi salam serta bersalaman dengan wanita yang menutup tubuhnyaPertanyaan: Bolehkah memberi salam serta bersalaman dengan wanita yang menutup tubuhnya?

            Jawaban : Laki-laki tidak boleh meletakkan tangannya dalam memberi salam di tangan wanita yang bukan mahramnya, sekalipun ia menutup tangannya dengan pakaiannya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, dari Urwah, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam riwayatnya tentang kisah Rasulullah salallahu’laihi wassalam membai’at para wanita, ia berkata: Tidak, demi Allah, tangan beliau tidak pernah menyentuh tangan wanita dalam bai’at, beliau tidak membai’at mereka kecuali dengan sabdanya:

قال رسول الله e : (قَدْ بَايَعْتُكُنَّ عَلَى ذلِكَ)

            “Aku telah membai’at kalian atas hal itu.”[1]

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan isnad yang shahih, dari Umaimah binti Raqiqah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Aku datang kepada Rasulullah e bersama para wanita untuk melakukan bai’at kepada beliau e. Lalu beliau mengambil kepada kami apa yang ada dalam al-Qur`an… hingga ia berkata: Kami berkata: Ya Rasulullah, maukah engkau bersalaman dengan kami? Beliau menjawab:

قال رسول الله e : (إِنِّي لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ, إِنَّمَا قَوْلِي لاِمْرَأَةٍ قَوْلِى لِمِائَةِ امْرَأَةٍ)

Rasulullah salallahu’laihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya aku tidak bersalaman dengan wanita, sesungguhnya ucapanku kepada seorang wanita sama seperti ucapanku untuk seratus wanita.”[2]

Dan bagi kita, pada diri beliau merupakan contoh yang terbaik, sebagaimana firman Allah subhanahuwata’alla:

قال الله تعالى:﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. al-Ahzab:21)

Wabillahif taufiq. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Fatawa Lajnah Diamah  17/29-30.


[1]  HR. Al-Bukhari 5288 dan Muslim 1866.

[2]  Muwaththa` Malik 2/982 (1775), Ahmad 6/357, an-Nasa`i 4186, Ibnu Majah 2874, Ibnu Hibban 4553 dan tambahan padanya. Dishahihkan oleh Albani dalam Shahih Ibnu Majah 2323.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: