Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Dinul Islam

Arti dari Islam adalah menyerah kepada Alloh dengan bertauhid kepada-Nya di atas ajaran-ajaran Rosululloh Shallallohu `alaihi wa sallam. Islam adalah agama Alloh Subhanahu wa Ta`ala satu-satunya. Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan Alloh Subhanahu wa Ta`ala dan diridhoi-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu agama pun akan diterima Alloh Subhanahu wa Ta`ala selain Islam. Barang siapa yang datang di hari kiamat dengan beragama selain Islam, maka orang itu (na`udzubillah) akan kekal di neraka Jahannam.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam”. {QS. Ali Imron [3]: 19}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa menganut dien selain dari Dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien itu) dari padanya, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang rugi”. {QS. Ali Imron [3]: 85}

Islam adalah agama tauhid. Seluruh nabi dan rosul yang diutus Alloh Subhanahu wa Ta`ala hanya meng-ajarkan, menanamkan dan menda`wahkan tauhid, (beribadah serta mengabdi hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta`ala saja, tidak kepada yang lain-Nya). Tidak ada satupun di antara mereka yang mengajar-kan syirik.  

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah hanya kepada Alloh (saja), dan jauhilah Thogut”, {QS. An Nahl [16]: 36}

Islam adalah agama para rosul, sejak Nabi Adam `alaihis salam sampai Nabi kita dan junjungan kita, Muhammad Ibnu Abdillah Shallallohu `alaihi wa sallam.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Dan Ibrohim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrohim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya  Alloh telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Adakah kalian hadir ketika Ya’kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kalian ibadahi sepeninggalku”. Mereka menjawab: “Kami akan beribadah kepada Robb-mu dan Robb bapak-bapakmu : Ibrohim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Robb Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya”. {QS. Al Baqoroh [2]: 132-133}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

(ikutilah) agama orang tua kalian Ibrohim. Dia (Alloh) telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia.{QS. Al Hajj [22]: 78}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Dia telah mensyari’atkan bagi kalian agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa-apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan `Isa yaitu: Tegakkan-lah agama dan janganlah kalian berpecah belah tentang-nya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Alloh menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. {QS. Asy Syuro [42]: 13}

Agama yahudi bukanlah agama nabi Musa `alai-his salam dan agama nasrani bukanlah agama nabi `Isa `alaihis salam. Kedua nabi tersebut dan seluruh para nabi telah diutus dengan membawa agama Islam.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman tentang perkataan Nuh `alaihis salam kepada kaumnya:

فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى اللَّهِ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Jika kalian berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian, upahku tidak lain hanyalah dari Alloh, dan aku diperintah untuk menjadi  orang-orang Islam (Muslimin)”. {QS. Yunus [10]: 72}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ

“Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kalian beriman ke-pada Alloh, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kalian benar-benar orang-orang Islam (Muslimin)”. {QS. Yunus [10]: 84}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Maka tatkala `Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah  yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Alloh“. Para Ha-wariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Alloh. Kami beriman kepada Alloh dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”. {QS. Ali Imron [3]: 52}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada rosul-Ku“. Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rosul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”. {QS. Al Maidah [5]: 111}

Islam adalah agama yang sempurna, kesempurnaan Islam adalah mutlak dari semua segi, baik aqidahnya, hukum-hukumnya maupun segi-segi yang lainnya. Hal itu dikarenakan Islam adalah haq dan karena Islam datang dari Zat Yang Maha Sempurna, Alloh `Azza Wa Jalla. Kesempurnaan Islam bertolak dari kesempur-naan Alloh Subhanahu wa Ta`ala. Islam adalah agama yang abadi, tidak akan punah sepanjang zaman dan tidak akan tertinggal oleh zaman manapun.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Ku cukupkan kepada kalian ni`mat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama kalian”. {QS. Al Maidah [5]: 3}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka apakah selain agama Alloh yang mereka cari, pada-hal kepada-Nya-lah berislam (berserah diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Alloh-lah mereka dikembalikan“. {QS. Ali Imron [3]: 83}

Islam diturunkan untuk jaya selamanya, untuk selalu berada di tingkat tertinggi di atas semua agama yang ada di bumi ini. Hal itu dikarenakan Islam ada-lah haq dan agama-agama lainnya adalah bathil. Ke-jayaan Islam tidak akan pudar selamanya. Pemeluk-nya pun akan tetap jaya selama mereka berpegang teguh kepada Islam yang murni.

Betapa suatu kaum tidak akan jaya kalau mereka mengikuti petunjuk-petunjuk Zat Yang Maha Menge-tahui tentang hal-hal yang goib maupun yang dzohir (tampak)? Betapa tidak akan jaya ketika suatu kaum tunduk menyerah kepada Ilah Yang Maha Agung yang ditanganNya-lah kejayaan itu sendiri? Dialah yang memberikan kejayaan kepada orang yang dike-hendaki-Nya dan menanggalkannya dari orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang mengutus Rosul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dime-nangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik membencinya” {QS. At Taubah [9]: 33}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dialah yang mengutus rosul-Nya dengan membawa pe-tunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas semua agama. Dan cukuplah Alloh sebagai saksi”. {QS. Al Fath [48]: 28}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang mengutus rosul-Nya dengan membawa pe-tunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas semua agama meskipun orang-orang musyrik mem-benci yang demikian”. {QS. Ash Shof [61]: 9}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

“(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kemulyaan di sisi orang-orang kafir itu? Sesungguhnya semua kemuliaan adalah kepunyaan Alloh. {QS. An Nisaa’  [4]: 139}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Alloh kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik per-kataan-perkataan yang baik dan amal yang solih dinaik-kan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejaha-tan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur”. {QS. Faathir [35]:10}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: “Wahai Robb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan (kekuasaan) kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau rebut kerajaan (kekuasaan) dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala ke-bajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” {QS. Ali Imron [3]: 26}

Ketika para pemeluk dienul Islam meninggalkan pasal-pasal dari agama suci ini, maka merekapun mulai meninggalkan kejayaan mereka sendiri seperti halnya yang terjadi pada abad terakhir ini. Untuk itu, tiada jalan lain untuk mengembalikan kejayaan mereka selain kembali berpegang teguh kepada agama Islam yang murni.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguh-kan kedudukan kalian”. {QS. Muhammad [47]: 7}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang me-nolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa”. {QS. Al Hajj [22]: 40}

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan wajib pada Kami untuk menolong orang-orang yang beriman”. {QS. Ar Ruum [30]: 47}

Artikel: https://elsunnah.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: